Prospek Usaha Ayam Pedaging & Petelur di Bengkulu

20 02 2015

Oleh: Urip Santoso

Makalah ini merupakan ringkasan dari acara TVRI Bengkulu dalam Dialog Warung Tani tanggal 19 Februari 2015 jam 4 sore dimana saya sebagai salah satu narasumber.

Kebutuhan akan produk daging dan telur di Bengkulu meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk Bengkulu, peningkatan pendapatan masyarakat dan kesadaran gizi masyarakat. Selain itu, telur masih dipasok dari luar daerah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Lampung. Produk daging ayam juga sebagian masih dipasok dari Sumatera Selatan. Jadi, peluang usaha ayam pedaging dan petelur di Bengkulu masih sangat terbuka.

Masalahnya adalah adanya beberapa kendala seperti tingginya harga pakan, fluktuasi harga bibit, dan skala usaha peternak yang masih kecil serta kendala modal. Disamping itu adanya resistensi para pedagang terhadap tumbuhnya usaha ayam pedaging & petelur di Bengkulu.

Usaha ayam broiler sebanyak 1000 ekor/periode dan selama satu tahun 6 periode  hanya memberikan tingkat keuntungan yang pas-pasan. Untuk usaha broiler dalam closed house sebesar Rp 12.463.691,-/tahun dan untuk yang open house sebesar Rp 9.514.421/tahun. Untuk usaha ayam petelur keuntungan yang diperoleh peternak sekitar Rp 2.727/ekor/bulan. Jika dilihat dari model usaha, maka pola kemitraan usaha broiler menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1499,6/ekor sementara yang peternak mandiri sebesar Rp 3.747,63/ekor. Jadi, peternak mandiri menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Kelebihan peternak mandiri adalah mereka dapat berinovasi dalam formula pakan, memilih toko dan juga memilih pembeli serta harga mengikuti pasar. Hal-hal ini yang membuat mereka lebih mempunyai pendapatan yang lebih tinggi daripada mereka yang ikut pola kemitraan.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dan skala usaha antara lain:

1) penggunaan bahan pakan lokal dengan syarat kualitas yang memadai dan tersedia cukup. Ini untuk mengurangi biaya pakan, sebab pakan mengkontribusi 60-70% dari total biaya.

2) membentuk kelompok peternak mandiri yang solid. Ini untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dan agar mereka tetap bertahan. Dengan membentuk kelompok usaha, peternak bisa memperbesar skala usaha, mempermudah networking sehingga bisa mendapat potongan harga dan mempermudah pemasaran serta tukar pengalaman.

3) peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak. Ini penting bagi peternak. Jika mereka punya kelompok, maka mereka bisa tukar menukar pengalaman, meminta pada dinas terkait tentang pembinaan dan kemudahan memperoleh modal usaha dari bank.

4) networking. Networking sangat penting sebab hal ini akan dapat mempermudah banyak hal.

5) informasi pasar yang akurat. Pemerintah hendaknya menyediakan informasi pasar yang baik, sehingga para peternak bisa memperoleh berbagai informasi yang mereka butuhkan. Hal ini akan membantu peternak dalam mengefisienkan dan memasarkan produk mereka.

6) membentuk koperasi mandiri tingkat provinsi. Koperasi  ini dikelola secara profesional, sehingga benar-benar mampu memberikan manfaat bagi para anggotanya.

7) kemudahan dalam memperoleh modal usaha. Jika mereka menjadi anggota koperasi yang dikelola secara profesional, maka tingkat kepercayaan pemberi modal akan lebih tinggi. Hal ini akan mempermudah peternak memperoleh pinjaman di bank.

Memegang prinsip usaha peternakan, yaitu mencegah penyakit/abnormalitas datang. Kalau sudah sakit dikeluarkan dari kandang (culling).

Kesimpulan.

1) prospek usaha broiler dan petelur di Bengkulu baik dengan catatan dilakukan berbagai upaya agar usaha tersebut efisien.

2) prinsip peternakan adalah preventif.

3) usaha broiler dan petelur di tingkat peternak perlu ditingkatkan skala usahanya dan juga efisiensinya agar tingkat keuntungan yang diperoleh peternak meningkat dan dapat bertahan dalam persaingan pasar.

 





Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Sebagai Pakan Tambahan Pada Ternak Unggas

29 01 2015

Oleh : Binti Nurkhasanah
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Abstrak
Tepung kulit pisang pisang memiliki kandungan nutrien yang cukup tinggi, terutama provitamin A, yaitu beta-karoten sebanyak 5.127 mg/100g. Tepung kulit pisang juga mengandung karbohidrat, yaitu BETN 45.48% dan serat kasar 11.51%. hal ini menunjukan tepung kulit pisang mempunyai potensi untuk mengganti sebagian beta-karoten jagung yang memiliki beta-karoten 3.3 mg/100g. Beta-karoten juga merupakan karotenoid yang berperan sebagai pigmen kuning telur, sehingga dapat meningkatkan skor warna kuning telur produksi. Penelitian Hernawati et al. (2009) menunjukkan pemberian pakan yang mengandung tepung kulit pisang hingga taraf 30% pada ayam kampung dapat meningkatkan produksi ayam kampung dilihat dari pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, kadar kolesterol dalam serum darah, daging, hati, feses, dan berat organ pencernaan menghasilkan nilai yang cukup baik. Hasil analisis kulit pisang yang dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya (Susilowati, 1997) diperoleh komposisi nutrient sebagai berikut : BK=12.6%, BO=80.36%, PK=8.36%, Gula Reduksi=42.34%, dan Gula Terlarut=5.41%.
Penelitian sebelumnya menunjukan pemberian tepung kulit pisang dalam ransum ternak unggas dapat meningkatkan produksi ayam kampung yang dilihat dari pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, kadar kolesterol dalam serum darah, daging, hati, feses, dan berat organ pencernaan. Pemberian tepung kulit pisang dalm ransum unggas juga dapat menurunkan kadar kolesterol pada ayam broiler serta meningkatkan warna yolk pada ayam petelur.

Kata kunci : Beta-karoten, Tepung Kulit Pisang, dan Produksi unggas. Read the rest of this entry »





Indukan Sistem Termos

8 05 2014

Periode  awal pemeliharaan broiler merupakan periode kritis. Jika broiler melewati periode ini dengan aman maka periode berikutnya akan mampu menghasilkan berat potong yang standard, jika tidak maka kerugianlah yang akan menimpa peternak. Pada periode ini broiler membutuhkan tambahan panas dari luar, karena pertumbuhan bulunya belum sempurna sehingga perlindungan terhadap udara luar masih belum bagus.

Berikut suhu kandang yang harus diatur agar broiler nyaman

Tabel 1

 

Salah satu sistem indukan yang dapat dipakai adalah indukan sistem termos. Pada prinsipnya sistem ini menggunakan 2 tirai, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Agar ventilasi cukup baik di sela-sela tirai sebaiknyaan  dibuat celah-celah sebagai media untuk pertukaran udara. Kelemahan sistem ini antara lain peternak harus secara rutin mengecek suhu dalam indukan, sebab jika tidak dikontrol bisa jadi suhu indukan menjadi lebih panas dari yang seharusnya. Hal ini akan mengakibatkan anak ayam mengalami stress panas.

Hasil pengamatan pada pemeliharaan broiler skala 100 ekor yang dilakukan oleh Bambang Setiono (SMKN 1 Curup Selatan, Bengkulu) menunjukkan bahwa sistem ini menghasilkan performa dan Income Over Feed Cost yang lebih baik daripada sistem indukan biasa. Berikut saya sajikan hasil pengamatannya.

Tabel 2

 

Dari tabel 2 dapat dibaca bahwa indukan sistem termos lebih menguntungkan daripada sistim indukan biasa. Sistem termos menghasilkan IOFC sebesar Rp 5.444,45, sementara indukan sistem biasa (1 tirai) menghasilkan IOFC Rp -170,05. Superioritas sistem termos disebabkan karena suhu indukan lebih nyaman, sehingga broiler dalam kondisi yang optimal. Pada sistem indukan biasa konsumsi lebih tinggi dikarenakan broiler berupaya untuk mencapai suhu tubuh yang ideal. Suhu yang kurang ideal pada indukan sistem biasa ini menyebabkan angka mortalitas yang tinggi dan berat badan yang lebih rendah.

Percobaan masih dalam skala laboratorium, sehingga untuk aplikasinya pada skala usaha komersial perlu dimodifikasi dan dihitung secara cermat agar sistem indukan termos bisa berfungsi secara optimal.





Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis) Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetik Untuk Ternak Ayam Broiler Dan Petelur

14 03 2013

Oleh: Putri anggraini

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu

Abstrack

Pemberian antibiotik sintetik untuk ternak ayam sudah lama dilakukan oleh para peternak di Indonesia. Pemberian antibiotik sintetik dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan manusia maupun ternak ayam itu sendiri. Hal ini disebabkan karena antibiotik sintetik ini dapat menyebabkan residu bahan kimia pada daging dan telur yang dihasilkan oleh ternak ayam. Lidah buaya (aloe vera barbadensis) adalah tumbuhan herbal yang memiliki kandungan senyawa aktif / bioaktif yaitu Antrakinon. Senyawa bioaktif ini diduga mampu menggantikan kerja dari antibiotik sintetik didalam tubuh ayam.selain senyawa aktif lidah buaya juga mengandung  senyawa-senyawa fenolik yang terdiri atas aloe-emodin (AE), aloin, barbaloin, sakarida (acetylated mannose) yang dapat berfungsi sebagai anti viral, prostaglandin dan asam-asam lemak (misalnya gamma-linoleat). Pemberian lidah buaya sebanyak 0,25g/kg – 1,0g/kg dalam bantuk gel kering pada ransum ayam broiler mampu memperbaiki konversi ransum sebesar 8,8%  dan meningkatkan produktivitas dengan cukup baik. Dan pemberian lidah buaya dalm bentuk kering sebesar 0,50 – 1,00 g/kg pada ransum ayam petelur mampu memperbaiki angka konversi ransum sebesar 8,40% dan mampu meningkatkan produksi telur harian.

Kata kunci : lidah buaya, ayam, antibiotik, sintetik, bioaktif Read the rest of this entry »





Pengaruh pembatasan Pakan pada Awal Umur yang Berbeda terhadap Performa dan Profil Lipid pada Broiler Umur Empat Dua Hari

1 10 2012

Effects of Initial Age of Feed Restriction on Performance and Lipid Profiles in Broiler Chickens Age Forty Two Days

Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian,  Universitas Bengkulu

Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371A

Telp. +62-736-21170 ext. 219, e-mail: santoso@unib.ac.id

ABSTRACT

The present study was conducted to evaluate effects of initial age of feed restriction on performance and lipid profiles in broiler chickens. Body weight gain in broilers treated with diet dilution and physical restriction were significantly lower (P<0.01) than the control except for broilers treated with physical restriction started at 4 days of age. Meal feeding resulted in body weight gain with no significantly different (P>0.05) as compared with the control. Feed intake and feed conversion ratio in restricted broilers was significantly lower than the control (P<0.05). Feed restriction did not significantly affect (P<0.05) on fatty liver score, abdominal fat pad and cholesterol concentration in serum, but it significantly affected (P<0.05) on triglyceride concentration in serum. Feed restriction did significantly not influence on the contents of fat, protein, moisture and ash on the liver (P>0.05), the contents of moisture, protein and ash in breast and leg meats, but it significantly affected (P<0.05) on the content of fat in breast and leg meats. In conclusion, meal feeding resulted in better performance with comparable lipid profiles as compared with ad libitum broiler chickens.

Key words: Feed restriction, Initial Age, Broiler, Performance, Lipid profiles Read the rest of this entry »





PENGARUH EKSTRAK DAUN KATUK SEBAGAI FEED SUPPLEMENT TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER

11 08 2012

Oleh: Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Jalan WR Supratman, Bengkulu; Telepon (0736)-21170 eks 219; e-mail: santoso@unib.ac.id

 

ABSTRACT

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh supplementasi ekstrak daun katuk terhadap performa ayam broiler. Pada umur 21 hari, 105 ekor broiler betina dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok perlakuan sebagai berikut: 1) control (broiler yang diberi pakan tanpa ekstrak daun katuk; 2) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak air panas daun katuk sebanyak 4,5 g/kg; 3) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak air panas daun katuk sebanyak 9 g/kg; 4) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 95% etanol daun katuk sebanyak 0,9 g/kg; 5) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 95% etanol daun katuk sebanyak 1,8 g/kg; 6) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 70% etanol daun katuk sebanyak 0,9 g/kg; dan 7) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 70% etanol daun katuk sebanyak 1,8 g/kg.  Pakan basal penelitian mengandung protein 20% dan ME 3200 kkal/kg. Variabel yang diukur adalah pertambahan berat badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata (P<0,05) meningkatkan berat badan dan pertambahan berat badan pada ayam broiler umur 28, 35 dan 42 hari. Suplementasi ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata (P<0,05) meningkatkan konsumsi pakan pada ayam broiler umur 42 hari, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan.  supplementasi ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata terhadap berat limfa (P<0,01) dan hati (P<0,05). Supplementasi ekstrak berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat jantung, usus halus, gizzard, pancreas dan sekum. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak daun katuk meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan berat badan tanpa menurunkan konversi pakan.

Kata Kunci: Ekstrak daun katuk,  performa, broiler, organ dalam Read the rest of this entry »





Pengaruh Aras Protein dan Ragi Tape terhadap Kualitas Karkas dan Deposisi Lemak pada Ayam Broiler

5 01 2011

Penggunaan protein rendah pada ayam broiler itu merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi mahalnya harga pakan. Namun pemberian protein rendah meningkankan deposisi lemak. Berikut penelitian tentang pengaruh level protein dan ragi tape terhadap karkas dan deposisi lemak pada ayam broiler.

Klik disini