Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa

4 12 2011

Tono kecewa berat ketika masuk ke suatu organisasi kampus. Ia yang menggebu-gebu ketika masuk menjadi loyo beraktivitas. Apa yang terjadi? Ia kecewa, sebab di organisasi yang ia masuki menurutnya yang terjadi hanyalah debat kusir. Kalau begini, mendingan saya keluar saja. Tonopun keluar dari organisasi itu, dan tidak mau masuk ke organisasi kampus lainnya. Tepatkah keputusan Tono itu?

Beroganisasi bagi mahasiswa sangat penting. Memang tentu saja tidak seperti apa yang dibayangkan. Ambil yang positif. Beroganisasi bisa merupakan ajang latihan bagi mahasiswa. Beroganisasi itu ibarat media untuk melatih kepekaan social, dan lain sebagainya. Berikut ini saya sajikan beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:

1)      Memperluas pergaulan

2)      Meningkatkan wawasan/pengetahuan

3)      Membentuk pola pikir yang lebih baik

4)      Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan

5)      Meningkatkan kemampuan berkomunikasi

6)      Melatih leadership (kepemimpinan)

7)      Belajar mengatur waktu

8)      Memperluas jaringan (networking)

9)      Mengasah kemampuan social

10)  Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya Read the rest of this entry »





Mahasiswa Kupu-kupu

4 12 2011

Banyak tipe mahasiswa loh. Salah satu yang akan dibahas adalah mahasiswa kupu-kupu. Ada kupu-kupu siang; ada pula kupu-kupu malam; atau ada juga kupu-kupu yang keluarnya hanya pada waktu tertentu (sabtu-minggu). Mahasiswa tipe ini bermacam-macam coraknya.

Apa itu mahasiswa kupu-kupu? Itu loh, mahasiswa yang aktivitasnya hanya satu jalur, yaitu kuliah-pulang-kuliah-pulang. Tidak ikut aktivitas kampus lainnya. Apalagi aktivitas masyarakat, pasti tidak pernah diliriknya. Alasannya macam-macam. Aktivitas kampus lainnya bikin repot saja, bikin IP jeblog, bikin masa studi lebih lama, bikin tambah biaya, dll.

Rugikah mahasiswa tipe ini? Ataukah beruntung? Mari kita bahas bersama! Dalam aktivitas kampus,  secara umum ada 2 aktivitas besar, yaitu aktivitas kurikuler dan aktivitas ekstrakurikuler. Aktivitas kurikuler adalah aktivitas yang berkaitan dengan perkuliahan di kampus. Aktivitas ini sudah jelas kurikulumnya, jelas pula waktu tatap mukanya serta jelas pula sistemnya. Aktivitas ekstrakurikuler tentu saja adalah aktivitas di luar perkuliahan. Banyak jenis aktivitas ekstra ini di di kampus, dari yang serius sampai yang santai. Contohnya, seperti aktif dalam organisasi, aktif dalam minat dan bakat, kewirausahaan, atau aktif dalam kegiatan penalaran.

Sesungguhnya, kedua kegiatan itu tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa. Kalau kurikuler itu sebagian besar berupa teori, maka ekstrakurikuler itu sebagian besar adalah praktek. Pada kegiatan ekstrakurikuler inilah mahasiswa mencoba latihan atau praktek teori-teori yang telah diperolehnya di perkuliahan. Lebih jelasnya adalah bahwa kegiatan kurikuler lebih ditekankan kepada peningkatan ilmu pengetahuan dan wawasan, sedangkan pada ekstrakurikuler ditekankan kepada keterampilan. Jadi mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang aktif dalam kedua jenis aktivitass tersebut.

Jika dipersentasekan, kegiatan kurikuler hanya memberi bekal sekitar 15% sedangkan kegiatan ekstrakurikuler & kemasyarakatan memberi bekal sisanya atau sekitar 85%. Jadi jelas, bahwa mahasiswa kupu-kupu itu rugi besar. Yang diperolehnya hanya IP yang tinggi tapi tidak memiliki bekal keterampilan, pengalaman, praktek, wawasan dll.

Pengalaman menunjukkan bahwa mahasiswa kupu-kupu banyak yang mengalami hambatan ketika mereka lulus dan menjadi sarjana. Ketika mencari kerja, mereka lulus tes tulis tetapi mereka banyak yang gagal di wawancara. Yah, karena mereka tidak pernah latihan bagaimana berinteraksi dalam suatu wawancara. Ketika mereka lolospun hambatan lainnya terus menghadang. Akhirnya mereka hanya mempunyai prestasi standard di dunia kerja.

Sebaliknya mahasiswa yang aktif dalam ekstrakurikuler lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Banyak yang IP-nya biasa-biasa saja, tapi mereka sukses di dunia kerja. Ya, karena mereka sudah berlatih ketika mereka mahasiswa.

Lalu, kalau begitu tak usah dipikirkan IP, toh tak berguna. Bukan begitu maksud saya! Kegiatan kurikuler ditekuni sehingga menguasai ipteks yang memadai (bukan sekadar IP tinggi), dan sekaligus aktif dalam salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Dengan ini diharapkan ketika mereka terjun ke dunia kerja (nyata) mereka sudah siap dalam menghadapi segala tantangan kerja/hidup.





Kumpulan Produk Hukum tentang Perguruan Tinggi

26 11 2011

Bagi Anda yang berkecimpung di Perguruan Tinggi tentu saja wajib untuk mengetahuui dan memahami produk hukum tentang perguruan tinggi di Indonesia. Untuk itu saya informasikan website yang menyajikan tentang hal ini secara lengkap. Silahlah kunjungi website ini. Dalam website ini juga disajikan tentang Info Penting Bagi Dosen dan informasi penting lainnya. Disini juga disajikan beberapa materi lain yang penting baik bagi dosen maupun bagi mahasiswa.





Pedoman Akreditasi Berkala Ilmiah 2011

21 08 2011

Akreditasi jurnal semakin ketat saja. Kalau dahulu jurnal bisa diakreditasi C, maka sekarang akreditasi minimal B. Tidak heran jika banyak jurnal yang terakrfeditasi C berguguran. Pelaksanaan akreditasi jurnal juga semakin ketat, sehingga banyak jurnal terakreditasi B mengalami nasib yang sama. Mereka yang tak terakreditasi lagi disebabkan oleh karena tidak mampu mempertahankan & meningkatkan mutu jurnal.

Sebenarnya ada beberapa poin yang bisa dikelola dan dikendalikan oleh pengurus jurnal dalam meningkatkan mutu jurnal seperti lay out, mutu isi jurnal, konsistensi, mekanisme review, arsiparis, ukuran jurnal dll. Poin-poin ini bisa ditingkatkan oleh pengelola sendiri. Jumlah artikel ilmiah yang masuk memang sering menjadi kendala terbitnya jurnal tepat waktu. Tentu saja ini memerlukan kiat-kiat promosi yang jitu.

Baiklah, pedoman akreditasi jurnal atau berkala ilmiah telah direvisi. Berikut ini peraturan terbarunya.

2011_06_Peratuan_Dirjen_Dikti_Nomor_49

2011_06_Permendiknas_Terbitan_Berkala_Ilmiah_No_22





Akreditasi Program Studi di Universitas Selingkung Provinsi Bengkulu

15 06 2011

Akreditasi Program Studi sangat penting artinya bagi mahasiswa. Berikut saya tampilkan informasi akreditasi tersebut dari BAN-PT. Beberapa program Studi telah kadaluwarsa, beberapa yang lain tinggal sedikit lagi. Saya mengucapkan selamat kepada Jurusan Ekonomi Pembangunan Unib yang terakreditasi kembali dengan predikat A. Program Studi ini juga sempat kadaluwarsa. Jika melihat daftar beberapa program studi S1 di Unib sudah habis masa berlaku akreditasinya. Program studi D-2 dan D-3 di Unib sebagian besar sudah tidak beroperasi lagi, sehingga sudah tidak terakreditasi. Saya juga mengucapkan selamat kepada Fakultas Teknik Unib yang juga sudah terakreditasi. Berikut daftar selengkapnya. Klik Disini.

AKREDITASI PROGRAM STUDI SELINGKUNG PROVINSI BENGKULU Read the rest of this entry »





Conveying Better Future

15 06 2011

Unib mempunyai slogan Conveying Better Future. Slogan ini mengandung makna bahwa Unib senantiasa menghantar siapapun dan apapun ke masa depan yang lebih baik.

Mungkin yang dimaksud dengan menghantar adalah mempersiapkan stakeholders Unib untuk menggapai cita-citanya. Kalau dulu, perguruan tinggi itu hanya menghasilkan lulusan  S1 yang siap latih, maka sekarang perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan  S1 siap pakai. Istilahnya sarjana plus. Tuntutan ini tentu saja cukup berat bagi perguruan tinggi. Dunia kerja seolah-olah lepas tangan untuk melatih para sarjana, padahal itu tugas mereka. Lulusan S1 sesungguhnya dididik untuk menjadi lulusan yang berwawasan luas, sehingga siap dilatih untuk bekerja di berbagai jenis pekerjaan. Okey, jadi Unib harus mampu menghasilkan lulusan yang paling tidak mendekati tuntutan stakeholders.

Slogan itu juga dapat berarti bahwa Unib selalu siap sedia bekerjasama secara profesional untuk memajukan stakeholders selain mahasiswa seperti pihak pemerintah, swasta ataupun yang lain. Tentu saja ini dilakukan melalui beberapa cara seperti pelatihan, kerjasama yang seimbang dll. Oleh sebab itu, Unib harus mempersiapkan SDM dan non-SDM yang ada di Unib untuk memenuhi harapan mereka.

Masa depan yang lebih baik masih bersifat umum. Masa depan yang lebih baik apa yang dimaksud oleh Unib? Dalam pemikiran saya tentu saja masa depan dalam jangka panjang dan bersifat menyeluruh, yaitu meliputi  kesejahteraan lahir dan batin bagi stakeholders Unib.

Untuk itu, Unib harus memberikan layanan tidak saja intelektual, tetap juga moral dan spiritual. Nilai-nilai ini sudah dijabarkan dalam Rencana strategis Unib 2006-2016. Conveying better future telah diterjemahkan dalam Renstra Unib tersebut. Namun sayangnya implementasi Renstra dalam RPKA/RBA tahunan belum terlihat. Masih cukup banyak kegiatan yang lebih cenderung kepada orientasi proyek/kepanitaan daripada keberhasilan program. Maka tidak heran jika 60% dana masyarakat terserap untuk kegiatan manajemen/honor. Ini tentu saja tidak sejalan dengan surat edaran menteri yang memberikan arahan dana masyarakat (khususnya SPP) bahwa untuk pendidikan dan pengajaran maksimal 65%, pengembangan ilmu minimal 10%, pengabdian pada masyarakat maksimal 5% dan manajemen maksimal 20%.

Jadi, Unib harus bisa lebih bekerja keras dan lebih banyak pengorbanan. Tentu saja ini harus  ada contoh. Pimpinan harus mampu menjadi tauladan dalam hal ini. Beberapa inovasi harus dilakukan agar Unib benar-benar mampu memberi layanan sebagaimana yang dijanjikan. Paradigma proyek harus diubah menjadi paradigma baru, yaitu berorientasikan keberhasilan program. Apa itu? Ya, memberikan layanan prima bagi stakeholders Unib agar mereka benar-benar percaya bahwa Unib mampu menghantar mereka ke masa depan yang lebih baik sesuai dengan persepsi stakeholders tentunya bukan sesuai dengan persepsi Unib.Persepsi  stakeholders perlu diteliti secara periodik (satu tahu satu kali paling sedikit) sebagai bahan evaluasi dan perbaikkan layanan Unib kepada stakeholders.

 





World Class Unversity

14 06 2011

Indonesia sekarang lagi demam-demamnya go internasional, yaitu menuju universitas kelas dunia. Ramai-ramai banyak perguruan tinggi di Indonesia menyatakan siap menuju kesana. Paling tidak statutanya diperbaharui dengan membuat visi menjadi salah satu world class university. Entah ini latah atau memang keharusan dari Dikti. Saya tidak tahu.

Unib pun akan siap berlomba menuju kesana. Saya berpikir world class university itu impian atau tantangan. Memang, sekarang ini seluruh perguruan tinggi di dunia akan bersaing untuk menjadi yang terbaik, sehingga akan tetap bertahan. Kini tidak ada batas antar negara untuk menghalangi orang mau belajar kemana. Yang jadi masalah, apakah kita semua sebagai sivitas akademika sudah memahami apa itu world class universty? Jika ini saja tidak tahu, lalu bagaimana mau kesana.

Philip G Albach dalam The Costs and Benefits of World-Class Universities (2005), ‘universitas kelas dunia’ adalah universitas yang memiliki rangking utama di dunia, yang memiliki standar internasional dalam keunggulan (excellence). Keunggulan tersebut mencakup, antara lain, keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi internasional, keunggulan dalam tenaga pengajar (profesor) yang berkualifikasi tinggi dan terbaik dalam bidangnya, keunggulan dalam kebebasan akademik dan kegairahan intelektual, keunggulan manajemen dan governance, fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang mutakhir, dan pendanaan yang memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar dan riset. Dan tidak kurang pentingnya, keunggulan dalam kerja sama internasional, baik dalam program akademis, riset, dan sebagainya.

Jika membaca pengertian di atas maka yang harus dilakukan oleh Unib adalah melakukan studi kelayakan yang jujur tanpa manipulasi. Masalahnya, data di Unib itu sering kali tidak sama. Kadang sulit data mana yang valid. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan Unib adalah menyusun data dasar yang valid dan dapat dipercaya. Berdasarkan data yang valid ini Unib baru bisa melakukan studi kelayakan. Tentu saja studi kelayakan yang valid bukan dimanipulasi. Hasil studi kelayakan itu kemudian dibandingkan dengan standard internasional untuk menjadi world class university. Dari sini kita akan tahu dimana posisi Unib sesungguhnya jika dibandingkan dengan standard. Berdasarkan hal itu, Unib lalu membuat perencanaan atau langkah-langkah untuk mencapainya. Jika ini kita lakukan kita akan dapat memprediksi kapan kita bisa mencapai standard tersebut.

Berikut saya tampilkan artikel world class university untuk dipelajari oleh kitas, agar kitasemua mempunyai gambaran yang agak jelas.  world class university