UCAPKANLAH TERIMA KASIH, TETAPI JANGAN MENGHARAP UCAPAN TERIMA KASIH

23 06 2008

Oleh: Urip Santoso

Barangkali ketika anda kecil, jika seseorang memberi sesuatu maka ibu/bapak/paman/kakak akan selalu mengingatkan anda untuk mengucapkan terima kasih. Yah, kita dilatih untuk mengucapkan terima kasih ketika kita diberi sesuatu. Latihan ini dilakukan terus menerus sampai kita mampu mengucapkannya tanpa disuruh oleh orang lain. Latihan yang terus menerus itu, menjadikan diri kita selalu teringat untuk mengucapkan terima kasih. Ucapan ini ada di semua suku Cuma kadarnya yang barangkali berbeda-beda diantara suku-suku dan bangsa-bangsa. Misal, orang Jawa akan cenderung mengucapkan terima kasih tidak hanya satu kali. Beda dengan orang Sumatera yang cukup mengucapkannya satu kali. Orang Jepang, ketika mengucapkan terima kasih badannya sambil membungkuk seperti ruku, dan ucapan terima kasih itu akan diulang ketika suatu ketika ia bertemu kembali dengan orang yang memberi sesuatu kepadanya. Apapun caranya, setiap suku mempunyai tradisi seperti ini. Di sekolah pun, anak-anak dilatih mengucapkan terima kasih. Contoh yang khusus, anak-anak yang lulus dilatih untuk mengadakan perpisahan dengan guru-guru mereka. Juga, ketika guru mereka pindah diadakan acara perpisahan. Ini adalah salah satu bentuk ucapan terima kasih murid kepada gurunya. Dan masih banyak lagi bentuk-bentuk lainnya.
Namun, ucapan terima kasih hendaknya jangan hanya dikarenakan hal itu sudah merupakan tradisi. Jika tidak melakukan itu, maka ia akan merasa malu. Ucapan terima kasih hendaknya diucapkan dengan setulus-tulusnya. Dengan suatu pemahaman bahwa kita memang harus berterima kasih atas kebaikan orang lain. Ucapan terima kasih yang tulus akan memberikan kebahagian sejati baik dalam diri orang yang memberi maupun yang menerima. Ucapan yang tulus bukan saja jika pemberian itu sesuai atau menyenangkan anda, tetapi juga pemberian yang mungkin anda anggap sepele. Kita jangan pernah meremehkan pemberian orang. Ucapan terima kasih juga sebaiknya anda ucapkan ketika seseorang memberikan kritik meskipun pedas dan mungkin diucapkan dengan cara yang tidak santun. Ucapkanlah dengan tulus, dengan kesadaran bahwa mereka yang mengeritik anda telah memberikan masukan yang berharga bagi anda. Bagi kebaikan anda. Bagi kesempurnaan anda. Dan sebagainya! Agama Islam amat menganjurkan kepada umatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah memberi suatu kebaikan. Akhirnya, kita tidak boleh lupa berterima kasih kepada Sang Maha Pemberi yaitu Allah s.w.t. Jika kita hitung nikmat Allah yang diberikan kepada kita, maka tidaklah kita mampu menghitungnya. Maka, alangkah durhakanya kita jika kita tidak berterima kasih kepada-Nya. Allah juga berterima kasih kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada perintah-Nya. Allah adalah Dzat yang Maha Berterima Kasih.
Akan tetapi, ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain, kita diperintahkan oleh Allah untuk tidak mengharapkan ucapan terima kasih. Ada beberapa maksud dengan tuntunan itu. Pertama, agar kita dalam memberi sesuatu dapat dengan ikhlas dengan hanya mengharap ridlo Allah semata. Dengan cara ini, kita akan terhindar dari riya, yang merupakan syirik kecil. Riya ini dapat menghilangkan amal kebaikan kita. Kedua, dengan memberi sesuatu kepada orang lain sebenarnya kita telah berbuat baik kepada diri sendiri. Maka tidaklah wajar jika kita mengharapkan ucapan terima kasih, sebab kita telah mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Allah menegaskan bahwa jika seseorang berbuat kebaikan, maka sebenarnya ia berbuat baik kepada dirinya sendiri. Allah akan melipatgandakan pahala-Nya bukan saja di dunia tetapi juga di akherat. Contoh konkrit. Ketika anda memberi sesuatu kepada orang miskin uang yang barangkali bagi anda kurang bernilai, maka tertanamlah dalam diri orang miskin itu untuk membalas kebaikan anda suatu ketika. Jika, anda seorang kaya dimana di sekitar anda banyak orang miskin, dan anda selalu memperhatikan kebutuhan mereka maka anda akan selalu dilindungi oleh mereka. Mereka akan membela anda dengan segala yang mereka miliki. Anda akan merasa aman tinggal disana. Dan masih banyak lagi yang akan anda peroleh dari mereka, yang jika dihitung dengan kebajikan yang anda berikan kepada mereka sudah berlipat-lipat ganda. Jadi ketika kita memberi sesuatu, jangan ada pamrih apapun kecuali pamrih untuk mendapatkan ridlo Allah semata.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, terlalu banyak fenomena yang berlawanan dengan perintah Allah s.w.t. Seorang calon pemimpin misalnya dalam kampanye pemilu memberi sembako, memberi kaos dll dengan harapan kita memilihnya. Bahkan ada yang lebih kasar lagi, mereka memberi dengan meminta janji bahwa kita akan memilih mereka. Atau bahkan terjadi perdagangan yang kurang terpuji. Misalnya, anda akan memilih sang calon pemimpin jika sang calon begini…. begitu… Anda menangguk keuntungan. Anda gunakan aji mumpung. Demikian pula, ketika anda mendapat proyek, maka sebagaimana lazimnya (?) anda memberikan sesuatu kepada pemberi proyek. Tentunya dengan suatu harapan, agar anda juga mendapat proyek lagi dari orang itu. Anda, barangkali ketika mengurus sesuatu memberikan sesuatu kepada petugas dengan harapan kepentingan anda diprioritaskan serta mendapat kemudahan. Atau, sang petugas memberi layanan yang baik dengan harapan sang pelanggan memberi sesuatu. Masih banyak contoh yang jika diuraikan barangkali air laut pun habis jika digunakan sebagai tintanya.
Jadi, ucapkanlah terima kasih dengan setulus hati ketika anda diberi sesuatu (yang halal dan baik), tetapi janganlah mengharapkan ucapan terima kasih (apalagi hadiah atau yang sejenis) ketika anda memberi sesuatu (yang halal dan baik).

About these ads

Actions

Information

9 responses

24 06 2008
wawan halwany

Yah bagus pak tulisannya, salam kenal dari saya. Saya Alhamdulillah menemukan blog bapak. Dan saya salut dengan tulisan bapak. Saya ucapkan terimakasih atas tulisan ini.
Mohon diperbanyak kiat untuk menulis tulisan ilmiahnya pak. Soalnya saya lagi belajat untuk menulis terutama untuk tulisan di jurnal pak.

24 06 2008
uripsantoso

Terima kasih. Salam kenal juga dari saya, semoga tulisan saya bermanfaat bagi anda. Mengenai kiat menulis karya ilmiah, saya sedang menulisnya secara lengkap yang rencananya akan saya terbitkan. Urip S

15 07 2008
zarina

Salam, mohon izin untuk mengguna patah/patah perkataan atau ayat dari tulisan sdra/bapak. Terima kasih atas INGTAN/pesanan . Insyaalah bertemu di alam MAYA ini

zarina

16 07 2008
uripsantoso

Silahkan dipakai uangkapan itu. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Thanks. Salam kenal.

2 08 2008
Ucapkanlah Terima Kasih « Usseptember’s Weblog

[...] Ucapkanlah Terima Kasih Tulisa berikut ini mungkin bisa menjadi renungan kita semua. Klik disini. [...]

24 05 2009
bro phone

SENTIASA BERI SENYUMAN IKHLAS KERANA IA ADALAH SATU PELABURAN YANG SANGAT BIJAK.

24 05 2009
uripsantoso

sdr Bro, setuju sekali.

26 05 2009
Muhammad Saribi

sekaang saya tersenyum pak….hehehe…hemmmm

27 05 2009
uripsantoso

ya tersenyum itu salah satu amal sholeh tetapi tidak boleh berlebihan lho nanti dikira….. he…he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: