Resahnya Penyelenggara Prodi Pasca Sarjana

5 06 2013

Penyelenggaraan Program Pasca Sarjana memasuki babak baru. Hal ini dimotori oleh keluarnya Surat Edaran Menteri PAN dan RB nomor 04 tahun 2013. Dalam surat edaran tersebut dicantumkan bahwa bagi PNS yang akan studi lanjut surat tugas atau izin belajar dapat dikeluarkan  dengan syarat PNS tersebut studi lanjut pada Prodi dengan akreditasi minimal B.

Ketentuan inilah yang paling menggelisahkan banyak perguruan tinggi yang Prodi Pascanya masih C atau bahkan belum terakreditasi. Dalam surat edaran tersebut tidak ada masa transisi alias berlaku sejak ditetapkan surat edaran tersebut. Akibat dari surat edaran ini segera terlihat jelas di beberapa Prodi di berbagai perguruan tinggi. Banyak PNS yang tidak jadi mendaftar untuk studi lanjut, sebab jika melanggar ketentuan itu maka ijazahnya (gelar akademiknya) tidak diakui dan tidak dapat digunakan untuk penyesuaian pangkat atau kenaikkan jabatan. Dengan demikian banyak Prodi Pasca yang menurun minat mahasiswanya atau bahkan terancam gulung tikar.

Saya mempunyai beberapa kiat bagaimana mengatasi problema tersebut, yaitu:

1) Jika memungkinkan, segera mengajukan akreditasi ke BAN-PT. Ini bisa dilakukan oleh Prodi-prodi yang sudah memenuhi syarat untuk diakreditasi atau untuk peningkatan peringkat akreditasi.

2) Ketentuan tersebut berlaku bagi PNS. Jadi bagi yang bukan PNS surat edaran tersebut tidak berlaku. Jadi, para pengelola Pasca Sarjana dapat menjaring calon mahasiswa non PNS seperti pegawai swasta, wirausahawan, sarjana yang baru lulus, para politikus dll. yang hendak melanjutkan studinya. Potensi ini cukup besar, sebab tidak semua calon mahasiswa punya kesempatan kuliah jauh dari tempat kerjanya.

3) atau lakukan kombinasi dari kedua saran saya di atas.

4) ubah strategi promosi disesuaikan dengan karakteristik calon mahasiswa.

5) perluas jangkauan promosi.

Saya tidak tahu apa latar belakang Menteri mengeluarkan surat edaran tersebut. Saya harap ketentuan pada surat edaran itu diberi satu ayat yaitu bagi Prodi Pasca yang belum memenuhi syarat diberi masa transisi. Dan pada masa transisi itu, lulusan Prodi tersebut masih diakui dan juga masih boleh menerima mahasiswa. Masa transisi ini penting agar Prodi Pasca tersebut dapat segera berbenah diri.