Sampah Membukit Penyakit Berjangkit

3 12 2012

Ungkapan di atas saya ambil dari sebuah puskesmas di Bengkulu. Saya tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah tulisan yang singkat. Di Bengkulu ini sampah sudah menjadi masalah yang pelik. Lihat saja dimana-mana sampah membukit, tidak pandang tempat. Di pasar, di parit, di sungai dan selokan, bahkan di pinggir jalan dan tengah jalan. Di tempat-tempat tertentu banyak terdapat tulisan yang merupakan ungkapan kemarahan karena tanahnya dijadikan tempat buang sampah.

Masalah sampah itu masalah yang komplek. Sudah seharusnya, Pemerintah Kota Bengkulu memecahkan masalah ini. Jika masalah sampah ini bisa terselesaikan, Insya Allah Kota Bengkulu akan dapat adipura. Penanganan sampah di tingkat rumah tangga, pasar, dll. bisa diatasi dengan sistem pengangkutan langsung terjadwal, sehingga sammpah tidak sempat menumpuk. Sampah yang dihasilkan itu kemudian dipilah dan diolah menjadi barang yang berguna. Tampaknya sederhana, tetapi dalam pelaksanaannya cukup kompleks dan memerlukan sarana dan prasarana yang banyak.

Beberapa fakta

Ada beberapa fakta tentang sampah ini, sebagai berikut:

1) di seluruh dunia, ada sekitar 6,4 juta ton sampah plastik masuk ke laut. Akibatnya satu juta lebih binatang laut mati akibat sampah.

2) ada sekitar 17 miliar kantong plastik per tahun yang dihasilkan dari supermarket di seluruh dunia. Read the rest of this entry »





PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

30 12 2009

Berikut ini pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Semoga tulisan ini bermanfaat.Klik disini





PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MERAIH ADIPURA

26 05 2009

 Oleh: Prof. ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D

Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Bengkulu

 gallery8Pendahuluan

Kelestarian lingkungan hidup amat penting bagi kelangsungan hidup sehat di planet bumi ini. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak memahami hal ini. Buktinya mereka  merusak bumi ini. Akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab ini telah banyak kita rasakan seperti banjir, kekeringan, longsor, pemcemaran dll. Kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya hutan atau Ruang terbuka Hijau (RTH) sebagai penyimpan air dalam tanah. Rusaknya hutan juga mengakibatkan produksi oksigen berkurang serta sedikitnya gas beracun yang diserap serta sedikitnya debu yang tertangkap oleh tumbuh-tumbuhan. Read the rest of this entry »





POTENSI DAN ARAH PENELITIAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DI PROPINSI BENGKULU

9 03 2009

Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D.

Di Indonesia banyak kebijakan yang dibuat oleh pengambil kebijakan tidak didasarkan kepada hasil penelitian yang mendalam. Akibatnya banyak kegiatan atau proyek yang mubazir, alias tidak bermanfaat sama sekali bagi sasaran, alias sia-sia. Penelitian yang mendalam sangat penting bagi para pengambil kebijakan, agar keputusan atau kebijakan yang dibuat menjadi akurat ketika dilaksanakan. Memang, tampaknya penelitian dalam jangka pendek hanya membuang anggaran dan tampak tidak efisien. Akan tetapi jika kita teliti secara jangka menengah atau panjang akan nyata bahwa penelitian yang akurat itu akan mengefisienkan dan mengefektifkan kegiatan atau proyek yang dilaksanakan. Mengapa? Karena kegiatan yang dikerjakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau stakeholders. Atau dapat dinyatakan tepat sasaran. Selain tepat sasaran, penelitian yang akurat akan mengefisienkan kegiatan atau proyek tersebut, sebab dengan penelitian tersebut akan dapat dihindari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Nah, pola pikir bahwa penelitian adalah ujung tombak dari sebuah kegiatan harus disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada para pengambil kebijakan, agar dalam membuat keputusan atau kebijakan tidak serampangan. Banyak contoh tata ruang yang dibuat seringkali tidak mengacu kepada hasil penelitian, tetapi berdasarkan keinginan para pengambil keputusan. Jikapun tata ruang sudah disusun berdasarkan studi yang mendalam jika itu tidak sesuai dengan keinginan para pengambil keputusan, maka mereka tidak mengacu tata ruang tersebut. Sungguh, ini merupakan pola piker yang sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di alam raya ini. Banyak contoh yang dapat saya ajukan. Pembangunan terowongan di Kota Bengkulu ini tidak didasarkan kepada hasil penelitian, karena hasil kajian yang dilakukan oleh Balitbang Propinsi Bengkulu tidak merekomendasikan hal itu. Tapi toh sang pengambil kebijakan tetap saja melaksanakan proyek itu dengan alas an ini untuk mengukir sejarah. Kini, pembangunan terowongan mandeg dan telah banyak merugikan masyarakat. Contoh lain ketika ada bantuan bibit melinjo di suatu daerah. Apa yang terjadi? Masyarakat tidak mau menanam dan memelihra bibit melinjo itu karena mereka tidak membutuhkannya. Mereka butuh tanaman lain yang sudah terbukti sangat cocok untuk daerah tersebut. Tidak tepatnya proyek ini karena tidak didasarkan kepada penelitian yang mendalam baik dari sisi fisik maupun aspek sosial-budaya. Contoh lain adalah ketika suatu departemen memberi bantuan sapi kepada para nelayan. Banyak sapi yang dalam sekejap hilang, karena dijual. Banyak juga yang mati karena para nelayan kurang berminat dan tidak tahu bagaimana memelihara sapi. Ini juga termasuk contoh bantuan yang tidak didasarkan kepada penelitian. Jadi jelas bahwa penelitian sangat penting dalam pengambilan keputusan dalam kegiatan apapun. Pertama-tama yang harus kita teliti adalah mengenai potensi suatu daerah. Potensi daerah harus diteliti dari berbagai segi, sehingga kita dapat dengan tepat memberikan rekomendasi potensi daerah yang dapat dikembangkan. Potensi daerah yang diteliti meliputi ipoleksosbudhankam. Setelah kita mengidentifikasi potensi daerah, langkah selanjutnya adalah menentukan arah penelitian yang menjadi prioritas di daerah tersebut. Arah penelitian inilah yang dapat dijadikan salah satu unsur dalam pengambilan keputusan di daerah tersebut. Makalah ini akan mencoba membahas potensi dan arah penelitian sumberdaya alam dan lingkungan di Propinsi Bengkulu. Makalah yang saya sampaikan ini tentu saja masih sangat dangkal karena baru didasarkan kepada data sekunder. Read the rest of this entry »





Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat

12 01 2009

Oleh: Urip Santoso 

Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda, 2000). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung.

            Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia (di TPA) merupakan sampah organik sebesar 60-70% yang mudah terurai. Sampah organic akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk lindi (air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar.  Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus, hepatitis dan lain-lain. Selain itu ada kemungkinan lindi  mengandung logam berat, suatu  salah satu bahan beracun. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah, maka selain menghasilkan tingkat pencemaran yang tinggi juga memerlukan areal TPA yang luas.

            Untuk mengatasi hal tersebut, sangat membantu jika pengolahan sampah dilakukan terdesentralisasi. Pada prinsipnya pengelolaan sampah  haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan persampahan terutama di perkotaan tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah terpusat. Pengolahan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW, dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Dengan cara ini volume sampah  yang diangkut ke TPA dapat dikurangi. Read the rest of this entry »





Pentingnya Pemilahan Sampah

22 12 2008

Oleh: Urip Santoso

 

            Sampah? Hii mengerikan! Semua orang menghindarinya. Semua orang  kesal jika di dekatnya ada sampah. Benar kan? Coba anda bayangkan jika kamar anda dijejali sampah oleh orang lain. Marah bukan? Anehnya, banyak diantara kita yang membuang sampah sembarangan. Ketika anda berkendaraan enteng saja anda membuang sampah di jalan. Ketika anda sedang tamasya enak saja membuang sampah. Ketika anda datang ke tempat pesta, gampang saja anda membuang sampah sembarangan. Lucunya, ketika anda sampai di tempat yang banyak sampahnya anda mencibir dan bergumam: ”Ih joroknya”.

            Ya, inilah fakta di negeri kita yang tercinta. Sampah menjadi masalah yang serius. Bahkan di wilayah yang seharusnya belum menjadi masalah pun telah menjadi masalah. Mengapa? Karena sampah tidak dikelola dengan baik. Karena kita semua buang sampah sembarangan. Read the rest of this entry »





Budaya Buang Sampah Sembarangan

5 07 2008

Oleh: Urip Santoso

 

Bus-bus meluncur cepat di jalur Pantura. Jalur yang amat padat. Diantara berkelebatnya para bus, terseliplah luncuran-luncuran daun, plastic, kaleng  dan bahkan botol kaca dari jendela yang terbuka. Di arah berlawanan meluncur dengan cepat sebuah mobil mewah. Terlihat pula jendela dibuka sebentar dan terbanglah botol aqua gelas. Di pinggir jalan tampak beberapa orang bergerombol bergunjing sambil makan dan minum. Sesekali tangan mereka bergerak membuang sisa-sisa minuman dan makanan mereka. Bila anda mengedarkan pandangan anda, akan anda lihat berserakan sampah-sampah. Teras rumah, halaman rumah, pinggir jalan sampai jalan  dihiasi oleh sampah. Read the rest of this entry »





PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROPINSI BENGKULU

1 05 2008

Prof. Ir. Urip Santoso, S. IKom., M.Sc., Ph.D

Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Bengkulu

 

Pendahuluan

            Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasrnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.

            Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksflorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu. Read the rest of this entry »