PENGEMBANGAN BUDIDAYA TUMBUHAN OBAT (HERBAL) SEBAGAI KOMODITAS AGRIBISNIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM KONSEP BIOREGION

2 04 2010

Oleh : Herlina

ABSTRAK

Akhir-akhir ini penggunaan tumbuhan obat di Indonesia semakin meningkat, namun upaya budidaya tumbuhan obat masih sangat terbatas.  Lebih dari 400 etnis masyarakat Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan hutan dalam kehidupannya sehari-hari dan mereka memiliki pengetahuan tradisional yang tinggi dalam pemanfaatan tumbuhan obat.

Berbagai produk alami yang berasal dari tumbuhan telah menjadi komoditi  komersial yang menarik bagi para pengusaha herbal.  Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional.  Pengadaan bahan baku obat atau jamu dengan cara pemungutan langsung dari hutan alam akan mengancam keberadaan populasinya.

Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 220 juta jiwa, sebagian besar tinggal di pedesaan dan berada di sekitar kawasan hutan (sebagai masyarakat lokal). Pada umumnya mereka mempunyai kemampuan, pengalaman hidup dan kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya dan dalam hal ini dikembangkan secara turun temurun.

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengembangan budidaya tumbuhan obat (herbal) sebagai komoditas agribisnis berbasis kearifan lokal dalam konsep bioregion.

Metode yang digunakan adalah dengan telaah pustaka dan didapat kesimpulan bahwa untuk mendukung aktivitas agribisnis tumbuhan obat (herbal) di Indonesia harus disertai dengan melakukan kegiatan budidaya tumbuhan obat dengan melibatkan masyarakat sekitar (masyarakat lokal) dengan kearifannya sebagai pengelola dan penjaga kelestarian plasma nutfah seperti yang tertuang dalam konsep bioregion.

Kata kunci : tumbuhan obat, komoditas agribisnis, kearifan lokal, konsep bioregion Read the rest of this entry »