Indukan Sistem Termos

8 05 2014

Periode  awal pemeliharaan broiler merupakan periode kritis. Jika broiler melewati periode ini dengan aman maka periode berikutnya akan mampu menghasilkan berat potong yang standard, jika tidak maka kerugianlah yang akan menimpa peternak. Pada periode ini broiler membutuhkan tambahan panas dari luar, karena pertumbuhan bulunya belum sempurna sehingga perlindungan terhadap udara luar masih belum bagus.

Berikut suhu kandang yang harus diatur agar broiler nyaman

Tabel 1

 

Salah satu sistem indukan yang dapat dipakai adalah indukan sistem termos. Pada prinsipnya sistem ini menggunakan 2 tirai, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Agar ventilasi cukup baik di sela-sela tirai sebaiknyaan  dibuat celah-celah sebagai media untuk pertukaran udara. Kelemahan sistem ini antara lain peternak harus secara rutin mengecek suhu dalam indukan, sebab jika tidak dikontrol bisa jadi suhu indukan menjadi lebih panas dari yang seharusnya. Hal ini akan mengakibatkan anak ayam mengalami stress panas.

Hasil pengamatan pada pemeliharaan broiler skala 100 ekor yang dilakukan oleh Bambang Setiono (SMKN 1 Curup Selatan, Bengkulu) menunjukkan bahwa sistem ini menghasilkan performa dan Income Over Feed Cost yang lebih baik daripada sistem indukan biasa. Berikut saya sajikan hasil pengamatannya.

Tabel 2

 

Dari tabel 2 dapat dibaca bahwa indukan sistem termos lebih menguntungkan daripada sistim indukan biasa. Sistem termos menghasilkan IOFC sebesar Rp 5.444,45, sementara indukan sistem biasa (1 tirai) menghasilkan IOFC Rp -170,05. Superioritas sistem termos disebabkan karena suhu indukan lebih nyaman, sehingga broiler dalam kondisi yang optimal. Pada sistem indukan biasa konsumsi lebih tinggi dikarenakan broiler berupaya untuk mencapai suhu tubuh yang ideal. Suhu yang kurang ideal pada indukan sistem biasa ini menyebabkan angka mortalitas yang tinggi dan berat badan yang lebih rendah.

Percobaan masih dalam skala laboratorium, sehingga untuk aplikasinya pada skala usaha komersial perlu dimodifikasi dan dihitung secara cermat agar sistem indukan termos bisa berfungsi secara optimal.





Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis) Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetik Untuk Ternak Ayam Broiler Dan Petelur

14 03 2013

Oleh: Putri anggraini

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu

Abstrack

Pemberian antibiotik sintetik untuk ternak ayam sudah lama dilakukan oleh para peternak di Indonesia. Pemberian antibiotik sintetik dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan manusia maupun ternak ayam itu sendiri. Hal ini disebabkan karena antibiotik sintetik ini dapat menyebabkan residu bahan kimia pada daging dan telur yang dihasilkan oleh ternak ayam. Lidah buaya (aloe vera barbadensis) adalah tumbuhan herbal yang memiliki kandungan senyawa aktif / bioaktif yaitu Antrakinon. Senyawa bioaktif ini diduga mampu menggantikan kerja dari antibiotik sintetik didalam tubuh ayam.selain senyawa aktif lidah buaya juga mengandung  senyawa-senyawa fenolik yang terdiri atas aloe-emodin (AE), aloin, barbaloin, sakarida (acetylated mannose) yang dapat berfungsi sebagai anti viral, prostaglandin dan asam-asam lemak (misalnya gamma-linoleat). Pemberian lidah buaya sebanyak 0,25g/kg – 1,0g/kg dalam bantuk gel kering pada ransum ayam broiler mampu memperbaiki konversi ransum sebesar 8,8%  dan meningkatkan produktivitas dengan cukup baik. Dan pemberian lidah buaya dalm bentuk kering sebesar 0,50 – 1,00 g/kg pada ransum ayam petelur mampu memperbaiki angka konversi ransum sebesar 8,40% dan mampu meningkatkan produksi telur harian.

Kata kunci : lidah buaya, ayam, antibiotik, sintetik, bioaktif Read the rest of this entry »





Pengaruh pembatasan Pakan pada Awal Umur yang Berbeda terhadap Performa dan Profil Lipid pada Broiler Umur Empat Dua Hari

1 10 2012

Effects of Initial Age of Feed Restriction on Performance and Lipid Profiles in Broiler Chickens Age Forty Two Days

Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian,  Universitas Bengkulu

Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371A

Telp. +62-736-21170 ext. 219, e-mail: santoso@unib.ac.id

ABSTRACT

The present study was conducted to evaluate effects of initial age of feed restriction on performance and lipid profiles in broiler chickens. Body weight gain in broilers treated with diet dilution and physical restriction were significantly lower (P<0.01) than the control except for broilers treated with physical restriction started at 4 days of age. Meal feeding resulted in body weight gain with no significantly different (P>0.05) as compared with the control. Feed intake and feed conversion ratio in restricted broilers was significantly lower than the control (P<0.05). Feed restriction did not significantly affect (P<0.05) on fatty liver score, abdominal fat pad and cholesterol concentration in serum, but it significantly affected (P<0.05) on triglyceride concentration in serum. Feed restriction did significantly not influence on the contents of fat, protein, moisture and ash on the liver (P>0.05), the contents of moisture, protein and ash in breast and leg meats, but it significantly affected (P<0.05) on the content of fat in breast and leg meats. In conclusion, meal feeding resulted in better performance with comparable lipid profiles as compared with ad libitum broiler chickens.

Key words: Feed restriction, Initial Age, Broiler, Performance, Lipid profiles Read the rest of this entry »





PENGARUH EKSTRAK DAUN KATUK SEBAGAI FEED SUPPLEMENT TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER

11 08 2012

Oleh: Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Jalan WR Supratman, Bengkulu; Telepon (0736)-21170 eks 219; e-mail: santoso@unib.ac.id

 

ABSTRACT

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh supplementasi ekstrak daun katuk terhadap performa ayam broiler. Pada umur 21 hari, 105 ekor broiler betina dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok perlakuan sebagai berikut: 1) control (broiler yang diberi pakan tanpa ekstrak daun katuk; 2) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak air panas daun katuk sebanyak 4,5 g/kg; 3) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak air panas daun katuk sebanyak 9 g/kg; 4) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 95% etanol daun katuk sebanyak 0,9 g/kg; 5) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 95% etanol daun katuk sebanyak 1,8 g/kg; 6) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 70% etanol daun katuk sebanyak 0,9 g/kg; dan 7) broiler yang diberi pakan yang mengandung ekstrak 70% etanol daun katuk sebanyak 1,8 g/kg.  Pakan basal penelitian mengandung protein 20% dan ME 3200 kkal/kg. Variabel yang diukur adalah pertambahan berat badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata (P<0,05) meningkatkan berat badan dan pertambahan berat badan pada ayam broiler umur 28, 35 dan 42 hari. Suplementasi ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata (P<0,05) meningkatkan konsumsi pakan pada ayam broiler umur 42 hari, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan.  supplementasi ekstrak daun katuk berpengaruh secara nyata terhadap berat limfa (P<0,01) dan hati (P<0,05). Supplementasi ekstrak berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat jantung, usus halus, gizzard, pancreas dan sekum. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak daun katuk meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan berat badan tanpa menurunkan konversi pakan.

Kata Kunci: Ekstrak daun katuk,  performa, broiler, organ dalam Read the rest of this entry »





Pengaruh Aras Protein dan Ragi Tape terhadap Kualitas Karkas dan Deposisi Lemak pada Ayam Broiler

5 01 2011

Penggunaan protein rendah pada ayam broiler itu merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi mahalnya harga pakan. Namun pemberian protein rendah meningkankan deposisi lemak. Berikut penelitian tentang pengaruh level protein dan ragi tape terhadap karkas dan deposisi lemak pada ayam broiler.

Klik disini





Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Katuk Plus Kunyit pada Pakan Berlemak Tinggi terhadap Kualitas Karkas Broiler

15 12 2010

DAUN KATUK PLUS KUNYIT TERHADAP KUALITAS KARKAS

Effect  Sauropus androgynus Leaves Extract Plus Turmeric Supplementation in Broiler Fed High-Fat Diet on Carcass Quality

Urip Santoso*, Kususiyah, Yosi Fenita, Sri Winarsih dan Agus Martono Hadi Putranto

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

2Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

3Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu

*Alamat surat menyurat (email santosoburgo60@yahoo.com


ABSTRACT

 

One hundred and fifty broiler chickens aged 21 days were distributed to 10 treatment groups as follows: 1) broiler chickens were fed 6% palm oil containing diet without supplementation; 2) broiler chicken were fed 6% palm oil containing diet supplemented with 9 g Sauropus androgynus extract (SAE) plus 0.5g turmeric powder; 3) broiler chicken were fed 6% palm oil containing diet supplemented with 18 g SAE plus 0.5 g turmeric powder; 4) broiler chicken were fed 6% palm oil containing diet supplemented with 9 g SAE plus 1 g turmeric powder; 5) broiler chicken were fed 6% palm oil containing diet supplemented with 18 g SAE plus 1 g turmeric powder; 6) broiler chickens were fed 6% tallow containing diet without supplementation; 7) broiler chicken were fed 6% tallow containing diet supplemented with 9 g SAE plus 0.5g turmeric powder; 8) broiler chicken were fed 6% tallow containing diet supplemented with 18 g SAE plus 0.5 g turmeric powder; 9) broiler chicken were fed 6% tallow containing diet supplemented with 9 g SAE plus 1 g turmeric powder; 10) broiler chicken were fed 6%  tallow containing diet supplemented with 18 g SAE plus 1 g turmeric powder. Experimental results showed that supplementation of katuk leaves extract plus turmeric powder had no effect on (P>0,05) carcass weight, cooking loss, meat smell and internal organ weight, but it significantly changed (P<0,05) taste, color and kalium of broiler meats. Inconclusion, supplementation of Sauropus androgynus extract and turmeric powder increased carcass quality.

 

Key words: Sauropus androgynus, turmeric, carcass quality, broiler

Read the rest of this entry »





RESPON AYAM BROILER TERHADAP PEMBERIAN RANSUM YANG MENGANDUNG LUMPUR SAWIT

1 12 2009

 SYARLI RAMAYANI  (EIC006026)

 ABSTRAK

Sampai saat ini, Indonesia masih mengimpor bahan pakan seperti jagung dan bungkil kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jumlah impor ini terus meningkat sesuai dengan peningkatan kebutuhan akan produk peternakan. Dilain pihak, Indonesia memiliki bahan pakan lokal yang belum lazim dimanfaatkan. Salah satu diantaranya adalah lumpur sawit yang merupakan limbah pengolahan minyak sawit. Pada tahun 2001, produksi lumpur sawit (kering) diperkirakan sebanyak 632.570 ton dan jumlah ini akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan produksi minyak sawit. Beberapa peneliti telah melaporkan bahwa lumpur sawit dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak sapi, domba, babi dan unggas.

Lumpur sawit mengandung serat kasar yang tinggi dan kecernaan gizi yang rendah sehingga penggunaannya untuk pakan unggas sangat terbatas. Proses fermentasi ternyata dapat meningkatkan kadar protein, asam amino dan energi termetabolis (TME) serta menurunkan kadar serat lumpur sawit. Pengujian biologis menunjukkan bahwa produk fermentasi lumpur sawit dapat digunakan hingga 10% di dalam ransum ayam broiler dan ayam kampung, tetapi di dalam ransum itik sedang tumbuh dapat digunakan sebanyak 15%.

 Kata kunci : Broiler,fermentasi lumpur sawit. Read the rest of this entry »