Kapan Sebaiknya Menulis?

17 01 2009

Oleh: Urip Santoso

 

            Pertanyaan bagus! Ya, banyak orang yang mempertanyakan hal ini. Jawabannya bisa bermacam-macam. Ya, ketika sedang ada mood. Ada juga yang menjawab di pagi hari ketika pikiran sedang jernih dan segar. Meskipun jumlahnya sedikit, ada yang berpendapat kapan saja kita menulis. Bisa pagi, bisa siang, bisa sore atau bisa malam. Jadi mana yang benar?

            Semuanya bisa benar. Bagi saya kapan saya harus menulis? Ada waktu yang saya rencanakan untuk menulis. Saya sekarang mencoba untuk setiap hari menulis. Saya biasanya menulis di pagi hari, tapi bukan berarti di waktu yang lain saya tidak menulis. Saya sudah rencanakan apa yang akan saya tulis setiap harinya. Nah, ketika jadwal menulis telah tiba, saya membuka komputer dan saya coba menulis. Saya terus menulis sesuai dengan rencana ide apa yang akan saya tulis. Jika ternyata tidak jalan juga,  saya akan membaca file tulisan saya yang lain. Nah, saat itu kadang saya punya ide untuk  meneruskan menulis file saya yang lain itu. Jika sudah dalam kondisi ”mengalir”, maka  saya terus menulis sampai tuntas. Memang, kadangkala ada saja gangguan, dari yang bisa diatasi sampai yang tidak bisa diatasi. Read the rest of this entry »





Tulis yang Termudah

15 01 2009

Oleh: Urip Santoso

 

            Banyak penulis pemula bingung darimana mereka mulai menulis. Selama saya mengajar Penyajian Ilmiah, selalu saja ada pertanyaan semacam itu. Pertanyaan itu bukan saja datang dari mahasiswa S1 tetapi juga dari mahasiswa S2. Bahkan dalam pelatihan bagi dosen pun, banyak dosen yang menanyakan hal tersebut. Sebagian dari mereka mengalami kesulitan menuangkan ide, sedangkan sebagian yang lain malah sulit mendapatkan ide. Ujung-ujungnya mereka berpendapat bahwa mereka tidak berbakat menulis. Pendapat inilah sebenarnya yang membuat mereka tidak mampu menulis. Sebab begitu mereka berkeyakinan bahwa mereka tidak berbakat, maka mereka akan menghentikan usaha untuk bisa menulis.   Read the rest of this entry »





Ketika Pena Macet

13 01 2009

Oleh: Urip Santoso

 

            Sedang asyik-asyiknya anda menulis, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, atau terdengar ledakan atau apa saja yang dapat mengganggu anda konsentrasi. Apa yang terjadi? Buyarlah konsentrasi anda. Hilanglah ide anda. Anda pun tidak mampu menuangkan ide-ide anda. Buntu! Atau, bisa jadi di tengah-tengah anda menulis, tiba-tiba anda merasa buntu. Pena macet tidak dapat digerakkan lagi alias anda kehilangan kata-kata untuk meneruskan tulisan anda.

            Apa yang anda lakukan? Sebagian dari anda mungkin langsung berpendapat bahwa anda tidak berbakat. Jika ini pendapat anda, saya pastikan anda akan berhenti menulis selama-lamanya. Akibatnya, anda tidak akan menghasilkan sebuah tulisan pun. Sesungguhnya, macet ketika anda sedang menuangkan ide adalah sangat wajar. Jadi anda tidak perlu berlebih-lebihan dalam menyikapi kejadian itu. Yang tidak wajar justru jika anda kemudian putus asa dan memutuskan untuk berhenti menulis. Read the rest of this entry »





Anda Pasti Bisa Menulis

26 12 2008

Oleh: Urip Santoso

           

Ilustrasi

            Di sebuah warung kampus yang temaram:

            “Ah, saya sebel pada diri sendiri,” kata Warto.

            “Lho, kenapa?, tanya Anto.

            “Lha gimana saya bisa naik pangkat, kalau saya tidak bisa menulis secuilpun,” keluh Warto.

            “Sudah dicoba?”

            “Sudah, tapi rasanya tak mungkin aku mampu menulis karya ilmiah.”

            “Cobalah terus, Insya Allah Bapak akan bisa. Saya juga dulu tidak bisa menulis. Tapi sekarang, Bapak lihat kan saya bisa menulis karya ilmiah.”

            ”Iya, ya. Apa sih rahasianya?”

            ”Singkirkan kata ”tak mungkin” dalam pikiran Bapak dan coba terus sampai bisa.

—– 000 —– Read the rest of this entry »





BIASAKAN MENULIS SETIAP HARI

25 12 2008

Oleh : Urip Santoso

 

            Anda pasti mengenal Bunya Hamka, bukan? Beliau adalah seorang ulama Indonesia yang super sibuk. Disela-sela kesibukkannya, beliau berusaha meluangkan waktu untuk menulis tafsir Al Qur’an. Namun, oleh ksibukkannya, tafsir itu tidak selesai-selesai. Akhirnya, oleh suatu hal beliau dijebloskan ke penjara. Justru, di penjara inilah beliau mempunyai banyak waktu untuk menyelesaikan tafsir Al Qur’an-nya. Ya, ada banyak tokoh  yang justru mampu menyelesaikan tulisan mereka di penjara. Mengapa? Karena banyak waktu luang di sana.

            Lalu apakah kita harus di penjara agar kita sempat menulis? Tidak perlu bukan? Meskipun di penjara, jika kita tidak punya semangat untuk menulis maka waktunya habis hanya untuk merenungi nasib. Jadi? Sediakan waktu untuk menulis. Untuk itu, anda dapat mengevaluasi adakah anda telah memanfaatkan waktu yang tersedia buat anda dengan efisien? Jika  memang anda  supersibuk barangkali memang anda tidak punya waktu untuk menulis sendiri ide anda. Padahal anda ingin menulis ide-ide anda yang anda yakin itu amat bermanfaat bagi orang lain. Lalu apa yang harus anda lakukan. Anda mungkin butuh penulis profesional untuk menuangkan ide-ide anda. Jika anda sibuk tetapi anda ternyata punya sedikit waktu yang belum dimanfaatkan, maka barangkali anda bisa memanfaatkannya untuk menulis ide-ide anda. Yang anda perlukan hanya motivasi yang kuat. Apalagi jika anda sesungguhnya tidak sibuk. Banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk bergosip sepanjang waktu atau hanya nonton TV berjam-jam atau hal-hal lain yang sebenarnya kurang bermanfaat. Read the rest of this entry »





TULIS IDEMU SEGERA

13 12 2008

Oleh: Urip Santoso

            Pernahkah anda merasa sulit ketika anda akan menuangkan ide? Pena langsung macet? Pernah bukan? Nah, adakah anda mendapatkan cara agar pena tidak seret? Barangkali anda langsung berpendapat bahwa anda tidak berbakat. Benarkah demikian? Mungkin benar atau mungkin juga salah. Tapi catatlah ini! Ada pepatah yang dapat memotivasi anda untuk terus menulis. Apa itu? Bakat hanyalah 1% dari kesuksesan yang anda gapai, 99% adalah keringat anda. Artinya kerja keras atau tekun adalah kunci sukses. Tapi kerja keras saja tidak cukup. Untuk mencapai hasil yang optimal anda harus mengetahui strategi atau cara menggapai sukses, baru kemudian anda kerja keras dan konsisten.

            Lalu apa kaitannya dengan judul tulisan di atas? Ya, ketika anda mempunyai ide, tulislah segera. Tidak usah ditunda. Sebab, penundaan hanya mengakibatkan kegagalan. Ya, karena penundaan dapat membuat ide anda hilang. Jika sudah hilang, maka sulit untuk meraihnya kembali. Read the rest of this entry »





PENYUSUNAN KARYA ILMIAH POPULER

24 10 2008

Oleh: Urip Santoso[1]

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

 

Ilutrasi

            John seorang mahasiswa tingkat satu di suatu universitas. Ia sangat gemar membaca baik bahan kuliah, iptek, pengetahuan umum, novel, cerita bersambung, cerpen dan sebagainya. Ia tidak habis mengerti, mengapa para penulis atau pengarang begitu pandai bercerita lewat tulisan atau karangan yang runtut, menarik dan mengesankan. Ia juga banyak mendengar dari teman-temannya yang pandai menulis atau mengarang bahwa honorariumnya cukup lumayan sebagai tambahan biaya hidup. Yah, sebagai seorang mahasiswa dari keluarga yang kurang berada, maka “imbalan” yang didengarnya cukup menggiurkan.

            “Ah, kalau seandainya aku bisa menulis, pasti aku tak usah minta kiriman uang. Kasihan ortu. Mereka sangat lelah,” angannya. Read the rest of this entry »