Peraturan Pemerintah tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Disahkan

15 06 2009

Setelah menahan nafas selama bertahun-tahun sejak undang-undang guru dan dosen disahkan akhir Desember 2005, akhirnya peraturan pemerintah tentang guru dan dosen disahkan pada tanggal 8 Juni 2009. Para guru dan dosen boleh bernafas lega, karena terbayang di mata mereka gaji mereka akan naik secara drastis yaitu sebesar satu kali gaji pokok. Ini bagi mereka yang belum menerima tunjangan profesi. Bagi mereka yang telah menerima tunjangan profesi, mereka pun berlega nafas dua kali. Yang pertama, mereka berlega hati karena tidak lagi terancam mengembalikan tunjangan profesi mereka yang sudah terlanjut diterima. Yang kedua, mereka berlega hati karena akan terus menerima tunjangan profesi itu.

Namun demikian, bagi guru dan dosen yang sudah mendapat tunjangan profesi itu, hendaknya benar-benar meningkatkan secara sungguh-sungguh kinerjanya. Mereka wajib meningkatkan kinerja mereka melebihi guru dan dosen yang belum menerima tunjangan profesi. Ini adalah suatu tanggungjawab yang logis. Untuk meningkatkan kinerja, guru dan dosen harus mempunyai suatu perencanaan akademik yang matang. Tanpa perencanaan bagaimana mungkin mereka mampu meningkatkan kinerja mereka? Mustahil bukan? Bagi guru dan dosen yang sudah menerima tunjangan tersebut tetapi kinerjanya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku akan dikenai sangsi berupa tidak dibayarkannya tunjangan profesi tersebut. Read the rest of this entry »





Peraturan Menteri Tentang Sertifikasi Dosen

15 06 2009




PP Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen..

15 06 2009




Contoh Deskripsi Diri

12 12 2008

Berikut contoh deskripsi diri dari Dikti. Menurut penulis ini bukan contoh yang baik. Jika ada kesempatan penulis akan memberi contoh yang lebih baik.

BAGIAN I

 

Uraikan apa saja yang telah Anda lakukan dalam beberapa tahun terakhir yang dapat dianggap sebagai prestasi dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, yang berkenaan dengan hal-hal berikut.

 

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran (usaha dan dampak perubahan)

 

Saya mengamati fenomena yang sering terjadi pada mahasiswa ketika kuliah cenderung untuk sekedar lulus mata kuliah dan atau mendapat nilai bagus. Sepertinya tidak penting bagi mereka untuk dapat benar-benar memahami dan memperoleh manfaat dar mata kuliah yang diikutinya. Oleh karena itu, ketika mata kuliah sudah selesai diambil, seolah semua teori-teori yang sudah dipelajari sebelumnya seperti lewat saja tidak ada yang ‘nyantel’ atau membekas di benaknya. Hal ini tampak jelas ketika mengerjakan skripsi sampai ujian skripsi. Walaupun kalau dilihat nilai mata kuliah tersebut B atau Bahkan A. Memperhatikan fenomena ini maka di setiap awal perkuliahan saya selalu menyampaikan kepada mahasiswa apa manfaat mata kuliah yang sedang diikuti ini bagi skripsi nantinya dan juga bagaimana aplikasinya di dunia kerja setelah mereka lulus. Bagaimana posisi mata kuliah ini keterkaitannya dengan mata kuliah – mata kuliah lain. Saya berharap dengan cara ini mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual dari materi yang diikutinya, sehingga tidak menjadi sekedar hafalan semata. Untuk lebih menunjang tujuan ini, di dalam perkuliahan saya selalu menerapkan ada tugas/praktikum yang relevan dengan mata kuliah yang saya ampu. Di samping juga pengayaan metode pembelajaran dengan diskusi kelompok, dan presentasi tugas. Dampak dari cara-cara yang telah saya terapkan menunjukkan mahasiswa menjadi lebih aktif, dan bersemangat dalam mengikuti kuliah. Diskusi kelompok mendorong semua mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk bicara dan berlatih berargumentasi secara sistematis rasional. Presentasi melatih keberanian mereka tampil di depan umum. Hal ini bagus sebagai latihan bagi mereka sebelum mereka presentasi saat ujian skripsi kelak. Praktikum mendekatkan mahasiswa pada fenomena-fenomena nyata di lapangan sekaligus melatih keterampilan mereka sebagai seorang calon ilmuwan psikologi. Read the rest of this entry »





Sertifikasi Dosen dan Peningkatan Mutu Layanan Pembelajaran

3 10 2008

Oleh: Urip Santoso

            Mulai tahun 2008 ini sebagian dosen sedang dalam proses sertifikasi dosen. Bagi dosen yang disertifikasi tahun ini, mereka akan menerima tunjangan profesi mulai bulan Nopember 2008 sebesar satu kali gaji pokok. Dengan dipenuhi anggaran pendidikan sesuai dengan amandemen UUD’45, yaitu sebesar 20%, tahun Departemen Pendidikan dan Nasional tahun 2009 kebanjiran dana. Dengan adanya dana sebesar itu diharapkan sertifikasi dosen dan guru serta diberikannya tunjangan profesi bagi mereka dapat berjalan dengan lancar. Bagi para profesor masih ada tunjangan kehormatan yang besarnya dua kali gaji pokok. Read the rest of this entry »





Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005

22 09 2008

Berikut ini disajikan undang undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dll.

UU No. 14 Th. 2005

PT Penyelenggara Serdos

RPP Sertifikasi Dosen

Permen Sertifikasi Guru





Sertifikasi Dosen

20 09 2008

Berikut ini tayangan power point tentang sertifikasi dosen, yang diuraikan oleh Dikti. Mudah-mudahan bermanfaat bagi dosen yang sedang menjalani sertifikasi. Kita berharap semoga sertifikasi dosen segera selesai dan mudah-mudahan tahun depan mereka yang telah disertifikasi mendapat tunjangan profesi. Namun ada kewajiban baru yang harus diemban oleh dosen. Dosen dituntut untuk melaksanakan tugasnya lebih giat karena gaji mereka semakin tinggi. Bagi yang belum disertifikasi harap bersabar. Mudah-mudahan pemerintah mempercepat sertifikasi dosen ini, sehingga dalam waktu beberapa tahun saja semua dosen telah disertifikasi. Jika tidak, ini sangat berpotensi timbulnya konflik diantara dosen.

sertifikasi dosen

buku-1

buku-2

buku-3

lampiran-buku-3

instrumen-sertifikasi-dosen

lembar-jawaban





Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen (Bagian 3)

3 09 2008

Bagian 2

Anda sebagai komunitas sosial diminta menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dengan hal tersebut. Sebelum anda menjelaskan ada baiknya anda mempelajari terlebih dahulu istilah-istilah tersebut. Hal ini akan membantu anda untuk menjelaskan aspek-aspek sosial tersebut lebih terukur. Sebagai contoh, istilah kesabaran. Anda sebaiknya memahami betul apa itu sabar, dan bagaimana cara mengukur sabar atau kesabaran. Jika anda tidak paham apa itu sabar, bisa saja anda salah menjelaskan. Berikut contohnya. Ada seorang dosen menjelaskan kepada saya bahwa ia sangat sabar. Ia menjelaskan bahwa ketika mahasiswa terlambat 30 menit dalam ujian, ia kemudian tidak menegurnya dan bahkan menyuruh ia ikut ujian dengan diberi tambahan waktu karena ia terlambat. Apakah ini contoh sabar? Tidak bukan? Jika pernyataan tadi dinilai oleh asesor maka si dosen itu akan mendapat nilai satu. Nilai mati! Sayang bukan? Contoh sabar yang saya anggap lebih baik adalah sebagai berikut. Ada seorang dosen, yang menghadapi  mahasiswa yang kurang pandai. Si dosen tidak kecewa dan tidak mengeluh menghadapi mahasiswa tersebut. Si dosen kemudian memberikan penjelasan khusus tentang materi perkuliahannya diluar perkuliahan. Semacam tutor gratis. Ini ia lakukan agar mahasiswa mampu menyerap materi tersebut. Ini dilakukan oleh si dosen kepada semua mahasiswanya yang kurang pandai. Ia  meluangkan waktunya untuk itu. Akhirnya mahasiswa tersebut mampu menguasai materi tersebut, dan bahkan bukan saja mendapat nilai A, tetapi juga telah mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.   Read the rest of this entry »





Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen (Bagian 2, revisi)

29 08 2008

c) Peningkatan kualitas pengelolaan institusi

Pada sub bagian ini anda diminta menjelaskan upaya-upaya keterlibatan anda dalam pengembangan manajemen pada unit kerja di perguruan tinggi anda dan bagaimana implementasinya. Disini anda diminta menuliskan contoh keterlibatan anda. Bagi anda yang memang sedang menjabat atau pernah menjabat tidaklah terlalu sulit. Anda tinggal menjelaskan upaya perubahan yang anda lakukan dan latar belakang mengapa anda melakukan perubahan. Jelaskan pula dukungan institusi misalnya dukungan administrasi, fasilitas, moral atau bentuk lainnya. Setelah itu, anda jelaskan sejauh mana upaya perubahan itu telah diterapkan dan bagaimana hasil (output) dan dampak (outcome). Jika terdapat hambatan jelaskan bagaimana anda mengatasinya. Deskripsi ini memang tidak harus menampilkan data-data kuantitif, tetapi jika ada akan mempertajam deskripsi anda. Jika ini dibuat akan mempermudah asesor menilainya. Read the rest of this entry »





Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen (Bagian 1, revisi)

27 08 2008

Oleh: Urip Santoso

            Di dalam instrument sertifikasi dosen ada instrument deskripsi diri. Deskripsi diri ini ditulis oleh dosen yang disertifikasi, yang menjelaskan atau mendeskripsikan kegiatan, sikap, perilaku dll. dari seorang dosen yang sedang disetifikasi. Dokumen deskripsi diri inilah yang akan dinilai oleh asesor, sedangkan dokumen lain, asesor hanya menghitung dan mengkompilasi. Pengisian dokumen deskripsi diri ini tidaklah mudah, karena bersifat kualitatif dan subyektif. Oleh sebab itu, seorang dosen harus mampu mendeskripsikan diri mereka sendiri sehingga mudah dipahami dan diukur serta dinilai oleh tim asesor. Sesuai dengan aturan, setiap dosen akan dinilai oleh dua asesor yang mempunyai bidang ilmu yang serumpun. Read the rest of this entry »