Apa Itu Plagiat?

4 02 2009

Oleh: Urip Santoso

 

            Barangkali anda pernah mendengar berita tentang pencopotan gelar akademik berkualifikasi doktor oleh suatu perguruan tinggi. Ini disebabkan karena doktor baru itu terbukti secara sah telah melakukan plagiat, yaitu menggunakan skripsi mahasiswa (S1) sebagai bagian dari disertasinya. Anda mungkin pernah membaca sebuah buku yang salah satu babnya merupakan hasil jiplakan dari buku lain. Bahkan di zaman internet banyak diantara kita disadari atau tidak disadari telah menjiplak artikel-artikel dari internet. Jika anda mencoba mengungkapkan jiplak-menjiplak di dunia tulis-menulis,  mungkin akan anda peroleh angka yang sangat fantatis. Ya, ibarat gunung es di laut lepas. Yang tampak di permukaan hanya sebagian kecil, padahal di bawahnya jauh lebih banyak. Demikian pula halnya dengan urusan jiplak-menjiplak seperti gunung es itulah. Hanya yang bernasib sial  sajalah yang ketahuan.

            Sebelum saya menguraikan tentang hal ini, baiklah saya uraikan terlebih dahulu apa itu plagiat. Plagiat adalah perbuatan seseorang yang mengakui karya milik orang lain sebagai karyanya sendiri. Jika menganut kepada definisi di atas, maka seseorang dapat dinyatakan melakukan plagiat jika ia telah mengakui karya itu sebagai karyanya meskipun hanya satu kalimat atau satu kata kunci. Oleh sebab itu, anggapan bahwa kita dapat mengambil 10% dari karya ilmiah orang lain yang kemudian dianggap sebagai bagian dari karya sendiri adalah kurang benar. Masih banyak diantara kita yang berpedoman kepada pendapat ini, padahal pendapat ini kurang dapat dipertanggungjawabkan. Apakah seseorang yang mencuri sebagian kecil dari milik orang lain dapat dianggap bukan pencuri? Tidak bukan? Ia tetap pencuri, hanya mungkin hukumannya yang berbeda. Ya, memang seorang yang melakukan plagiat adalah seorang pencuri. Jadi, meskipun hanya sedikit tetap saja ia mencuri karya orang lain. Saya berpendapat bahwa seoran dosen misalnya yang mempublikasikan skripsi mahasiswa sebenarnya mereka juga melakukan plagiat. Mengapa? Sebab mereka mengakui skripsi itu sebagai karya mereka sendiri. Apa buktinya? Buktinya, mereka mempublikasikan skripsi itu sebagai penulis tunggal tanpa mencantumkan mahasiswanya. Atau jika mencantumkan mahasiswa sebagai penulis kedua pun juga tidak etis. Sebab yang meneliti dan membiayai penelitian itu adalah mahasiswa itu sendiri bukan sang dosen. Dosen hanya mengarahkan dan membimbing. Tidak lebih. Lha bagaimana kalau mahasiswa itu mengijinkan? Ah, seharusnya dosenlah yang membantu mahasiswa bukan sebaliknya, dosen untuk naik jabatan dibantu oleh mahasiswa. Seharusnya mahasiswa dibantu oleh dosen sampai menghasilkan karya ilmiah. Anda sebagai pembimbing cukup ditulis nama anda dalam ucapan terima kasih, bukan sebagai penulis kedua dst. Setuju bukan? Read the rest of this entry »





Bolehkah Skripsi Mahasiswa Dipublikasikan Oleh Dosen?

1 02 2009

Oleh: Urip Santoso

 

            Sebelum menjawab pertanyaan yang cukup sensitif ini, mari kita bahas filosofi skripsi mahasiswa S1. Pada dasarnya skripsi mahasiswa merupakan wahana pelatihan bagi mahasiswa untuk meneliti. Secara filosofi skripsi mahasiswa itu hanya menjawab apa. Dari kedua tujuan skripsi bagi mahasiswa S1 itu, jelaslah bahwa skripsi bisa dinyatakan belum memenuhi standard ilmiah, sebab apa yang diteliti oleh mahasiswa bisa saja terdapat banyak kesalahan. Mengapa? Kita semua tahu, orang yang baru berlatih. Tentu saja banyak melakukan kesalahan. Meskipun ada dosen pembimbing, kesalahan tetap saja dilakukan oleh mahasiswa. Ya, karena mahasiswa belum terampil meneliti. Ambil contoh, mahasiswa dalam melakukan persiapan penelitian saja banyak hal yang tidak tahu. Seringkali mahasiswa juga menutupi kesalahan mereka jika mereka tahu. Celakanya, banyak diantara mereka yang tidak tahu bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam persiapan penelitian. Kita semua tahu bahwa persiapan adalah tahap awal yang sangat menentukan berhasil tidaknya penelitian kita. Pengalaman saya selaku dosen, sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan dalam persiapan penelitian. Sebagian bisa diperbaiki karena saya selaku pembimbing mengetahuinya.

            Setelah persiapan mahasiswa kemudian melakukan penelitian. Namanya juga masih berlatih, maka wajar jika mereka kurang terampil dalam penelitian itu. Ya, pengalaman pertama sih. Siapapun akan setuju bahwa orang yang baru melakukan pertama kali pastilah banyak bingungnya daripada tahunya. Nah, kurang terampilnya mahasiswa ini dapat membuat tahapan yang mereka lakukan tidaklah sempurna. Akibat lebih lanjut dari kondisi ini, data yang diperoleh dalam penelitian mahasiswa masih belum sempurna. Data yang kurang sempurna ini menurut hemat saya sangat riskan jika dipublikasikan, karena sarat dengan ketidaksempurnaan. Read the rest of this entry »





Teknik Presentasi

3 11 2008

Berikut ini tayangan power point teknik presentasi. Silahkan dimanfaatkan baik oleh mahasiswa Program Pasca Sarjana  (PPS) Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) , Universitas Bengkulu maupun oleh siapa saja.  Tayangan ini ditulis oleh tim dosen Penyajian Ilmiah PPS-PSL UNIB. Jika anda tertarik membaca lebih lanjut, anda dapat membaca buku-buku yang diacu.

teknik presentasi

teknik-presentasi-1





Cara Berpikir Cerdik, Kritis dan Ilmiah

23 08 2008

A. Pendahuluan

Masa belajar di perguruan tinggi adalah masa yang penting bagi pengembangan nilai kepribadian. Anda akan ditantang menghadapi gagasan-gagasan dan filosofi baru. Anda akan membuat keputusan-keputusan pribadi dan karir yang akan mempengaruhi hidupnya. Salah satu pelajaran terpenting yang akan diperoleh di perguruan tinggi adalah mengatur waktu antara bekerja, belajar dan bersantai. Bila anda mampu mengembangkan manajemen waktu dan kemampuan belajar yang baik di awal masa perkuliahan, maka tahun-tahun perkuliahan berikutnya akan dijalani dengan sukses. Read the rest of this entry »





Penulisan Karya Ilmiah

3 07 2008




Scientific Writing

24 06 2008




KIAT-KIAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL

4 06 2008

Oleh:
Urip Santoso

Pendahuluan
Penulisan artikel ilmiah dalam jurnal internasional sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun lokal. Namun barangkali ada sedikit perbedaan yang perlu disampaikan yang akan diuraikan pada makalah ini. Salah satu kriteria artikel ilmiah bertaraf internasional adalah bahwa artikel ilmiah tersebut haruslah diminati oleh dunia internasional. Jadi sifatnya universal. Hanya jurnal-jurnal ilmiah pada bidang tertentu saja (bahasa, budaya dll.) yang dapat memuat tentang artikel ilmiah berskala lokal kedaerahan.
Ciri utama jurnal bertaraf internasional adalah menggunakan bahasa internasional, “editorial boards”-nya berasal dari berbagai negara atau paling sedikit mempunyai “consulting editor” dan “reviewer dari berbagai negara serta peredaran jurnal sangat luas di berbagai negara. Namun, sebuah jurnal berskala internasional tidak harus memenuhi semua kriteria tersebut di atas. Kriteria utama jurnal berskala internasional adalah bahwa jurnal tersebut diakui mutunya dan menjadi referensi para ilmuwan internasional. Semakin banyak dan sering ilmuwan internasional menyitasi isi jurnal bagi keperluan tulisan ilmiah internasional maka semakin baik mutu jurnal yang bersangkutan. Jadi, jurnal yang berbahasa Inggris tidak otomatis menjadi jurnal internasional.
Mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal bertaraf internasional mempunyai beberapa manfaat antara lain artikel ilmiah sebagai hasil kegiatan penelitian kita dapat dibaca oleh para ahli di seluruh dunia, yang dapat membawa nama kita pribadi dan institusi menjadi harum. Selain itu, berdasarkan peraturan baru tentang persyaratan kenaikkan pangkat dan jabatan dosen, publikasi ilmiah internasional mendapat angka kredit yang besar yaitu 40. DIKTI melalui proyek URGE di masa lalu menyediakan hadiah sebesar sepuluh juta rupiah bagi para penulis yang mampu menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional yang berkualitas. Read the rest of this entry »





KIAT-KIAT PENYUSUNAN PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

4 06 2008

Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., PhD.

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

 

            Dalam era globalisasi ini banyak kemudahan yang dapat dinikmati oleh manusia. Jika di masa lalu pergi ke Mekah memerlukan waktu berbulan-bulan, maka sekarang  hanya membutuhkan waktu  beberapa jam saja. Jika pergi ke bulan di masa lalu merupakan impian semata, maka di masa sekarang bukan lagi sekadar impian. Jika di masa lalu untuk dapat berkomunikasi jarak jauh harus mesu raga, sekarang cukup angkat telepon, HP atau sejenisnya.

            Apa yang menjadi sebab terjadinya lonjakan fasilitas? Mungkin pertanyaan tersebut kadang mampir ke benak kita. Kita dapat menikmati semuanya ini dikarenakan perkembangan ipteks yang begitu pesat. Perkembangan ipteks yang begitu dahsyat terjadi karena segelintir manusia rela bersusah payah  berpikir, berkreativitas dan meneliti gejala atau hukum alam semesta ini. Pada jaman dulu untuk mencapai teknologi  tertentu diperlukan waktu sampai ratusan atau bahkan ribuan tahun. Semuanya dilakukan melalui serangkaian pengamatan dan/atau penelitian. Oleh sebab itu, penelitian merupakan faktor penting untuk mendorong perkembangan ipteks. Jika dikaitkan dengan kemajuan suatu negara, negara yang maju dalam penelitian  akan menjadi  negara maju, negara yang mampu menguasai dunia. Di negara maju, penelitian selalu dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan.

            Kita ambil contoh misalnya perusahaan mobil Toyota. Toyota sebelum meluncurkan “Kijang” nya di Indonesia, ia telah melakukan  serangkaian penelitian tentang selera konsumen di Indonesia. Berbagai aspek diteliti dengan cermat agar produk mobil yang hendak diluncurkan laku keras. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Toyota memproduksi  mobil kijang yang terbukti sangat laku di Indonesia. Read the rest of this entry »





Buku Ide, Sebuah Kebutuhan yang Tak Disadari

30 05 2008

Oleh:
Urip Santoso

Ani sedang gundah gulana. Apa pasal? Sang dosen yang terkenal dengan sebutan “killer” melancarkan serangan mematikan. Dengan kejamnya sang killer memberi tugas yang sangat dibencinya. ”Buat karya tulis”, perintah sang killer tanpa ekspresi. Celakanya lagi, ia hanya memberi waktu dua minggu. Ketika beberapa mahasiswa protes karena waktunya dianggap terlalu singkat, dengan santainya sang dosen berkata:”Terserah anda, kalau tidak menyelesaikan tugas ya nggak ada nilai”. Dengan mengumpat dalam hati tentunya, sang mahasiswa terpaksa diam seribu bahasa.
Sudah seminggu ini Ani mengobrak-abrik perpustakaan. Dari perpustakaan jurusan, fakultas, universitas sampai perpustakaan daerah. Segala macam buku, jurnal, majalah, surat kabar sampai surat cinta telah dilalapnya. Tapi tak satu pun yang nyantol. Otak jadi butek. Akibatnya ia sering uring-uringan: ”Dasar sang killer tak tahu perasaan”’ dongkolnya. Ternyata tidak hanya si Ani, teman-temannya pun tidak jauh keadaannya. Pusing, tujuh keliling. Read the rest of this entry »





PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

22 05 2008

Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

 

Pendahuluan

            Tugas seorang peneliti tidak hanya sampai pada selesainya penelitian, tetapi ia mempunyai tugas selanjutnya yaitu mengolah data, menganalisis data, menginterpretasikan data, yang kemudian menulisnya dalam bentuk laporan penelitian, mempresentasikan dan mempublikasikan penelitian. Tugas ini sangat mulia, karena karena dengan dipublikasikan hasil penelitiannya, akan bermanfaat bagi masyarakat luas. Read the rest of this entry »