Ya, Allah betapa nistanya diri ini, yang tidak mensyukuri nikmat-Mu. Aku sering merasa tidak puas atas karunia-Mu. Padahal nikmat-Mu tidak bisa kuhitung. Ya, Allah betapa aku telah menganiaya diriku sendiri. Betapa aku telah menyuburkan penyakit di dalam dada ini. Selama ini tak kusadari bahwa aku telah menyemai bibit-biti penyakit di dalam kalbuku.
Kini kudapati kalbuku penuh dengan noda dan dosa. Sadar atau tak sadar aku setiap detik, menit, jam atau hari menyemai noda-noda hitam. Kini kulihat hatiku telah menghitam. Hanya ada sedikit titik putih disana.
Ya Allah, adakah dari titik putih itu aku bisa mulai menghapus noda hitam? Adakah masih ada kesempatan buatku untuk membersihkan tinta hitam yang membanjiri kalbuku? Adakah Engkau masih memberi waktu buat aku untuk memperbanyak titik-titik putih yang terang dalam kalbuku? Banyak tanya dan pikiran bergelut dalam sanubariku. Rasa putus asa kandang menghampiri, walau kemudian diganti dengan asa. Silih berganti asa dan putus asa datang. Aku nyata terombang-ambing dalam kegelapan, penyelasan, kegelisahan dan berbagai rasa yang membuat hati ini tidak tenteram.
Aku menangis di malam yang kelam. Menangis mengingat dosa dan noda itu. Menangis karena aku telah membuat hitam kalbuku sendiri. Menangis karena kalbuku telah penuh noda dan dosa. Menangis karena selama ini aku jauh dari Ilahi. Menangis karena takut tidak ada lagi ruang bagiku untuk menambah titik terang di hatiku. Takut dan khawatir titik terang/putih yang hanya kecil hilang sama sekali.
Ya, Allah di malam yang penuh berkah ini aku memohon dengan penuh penyesalan ampunan dari-Mu. Berilah kepadaku kekuatan untuk mampu membaca petunjuk-Mu, karena aku hanyalah seorang insan yang lemah. Berilah kepadaku kekuatan untuk bisa menempuh jalan-Mu. Hamba sadar, betapa berat ujian yang Engkau tebar untuk menguji hamba-Mu. Hamba sadar, hamba tak punya daya, maka tolonglah hamba dalam menempuh ujian yang Engkau berikan. Berikan kesabaran dalam menghadapi ujian yang amat dahsyat ini. Ujian yang hanya sedikit dari hamba-Mu yang lulus. Jadikanlah aku insan yang termasuk dalam golongan yang sedikit itu.
Ya, Allah. Betapa aku melihat kalbuku telah penuh bercak hitam, aku masih mempunyai setitik terang. Kuyakin seyakin-yakinnya bahwa Engkau masih memberi kesempatan. Selama nyawa masih di badan. Selama masih ada kemauan. Selama masih ada iman. Kuyakin Engkau masih memberi kesempatan.
Ya Allah, di malam yang benderang ini, kumemohon jadikanlah daku hamba-Mu yang tunduk kepada-Mu dengan rela. Berilah daku kekuatan untuk berjalan dijalan-Mu. Aku hanyalah makhluk yang lemah, yang tidak punya daya selain Engkau anugerahkan.
Recent Comments