Unib Menuju Universitas Kelas Dunia 2025

9 06 2011

Visi Unib ini tidak main-main. Banyak pihak yang meragukan hal ini. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 15 tahun Unib bisa menjadi World Class University, sementara Unib belum mempunyai perencanaan tentang hal ini.

Tentu saja hal pertama yang harus disepakati adalah definisi universtas kelas dunia itu. Apakah jika sudah ada tukar menukar dosen dan mahasiswa dengan universitas di luar negeri meskipun hanya beberapa sudah dikatakan universitas kelas dunia? Jika ini yang dijadikan patokan maka tidak sulit bagi Unib untuk mencapainya. Apakah jika sudah banyak mahasiswa asing yang kuliah di Unib meskipun hanya dari satu negara sudah bisa dikatakan visi itu tercapai? Jika ini yang dijadikan patokan tidak sulit bagi Unib untuk mencapainya. Apakah jika sudah ada mahasiswa  asing yang belajar di Unib khusus tentang budaya lokal Bengkulu itu sudah masuk kelas dunia? Jika ini yang dijadikan patokan maka tidak sulit visi itu tercapai.

Definisi lain yang barangkali yang menjadi pertimbangan  banyak orang menjadi ragu-ragu adalah jika kreteria universtas kelas dunia adalah Unib mempunyai keunggulan khusus yang tidak dimiliki oleh universtas mananpun di dunia. Unib mempunyai sesuatu yang diakui oleh dunia yang terbaik. Dengan alasan ini, maka banyak mahasiswa asing dan peneliti asing yang belajar ke Unib.

Saya punya teman di Jepang, mengapa ia sangat ingin melanjutkan belajar ke Perancis. Ia berkata bahwa Jepang belum mampu membuat kereta api secepat Perancis. Ia ingin mempelajarinya dan sehingga nanti Jepang akan mampu membuatnya atau bahkan lebih cepat dari kereta api yang di Perancis. Apakah unggulan semacam ini yang akan dicapai oleh Unib melalui visinya menjadi unierstas kelas dunia pada tahun 2025?

Lebih dari pro dan kontra tentang visi Unib yang baru, saya mengusulkan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Unib dalam rangka mencapai visi tersebut, yaitu: 1) buatlah studi kelayakan tentang universitas kelas dunia. Tentu saja yang menjadi acuan definisi adalah definisi standard internasional. jangan buat definisi sen,diri, atau definisi Dikti yang menurut saya tidak standard; 2) dari studi kelayakan tersebut pastilah akan diketahui kekuarangan Unib, maka buatlah rencana untuk melengkapi kekuarangan baik fasilitas, intrastruktur dll; 3) Buat keunggulan yang spesifik yang hendak dicapai. Unggulan ini harus khas. jika saya melihat unggulan di statuta ini terlalu luas dan tak spesifik karena universitas lan juga ada yang mengarah kesana. Undip misalnya unggulannya adalah pengembangan daerah pesisir; 3. Semuanya tersebut dijabarkan dalam Rencana Stategis, Rencana Operasional Tahunan dan jangan lupa anggaran yang memadai. Sudahkah Unib memikirkan anggaran untuk mencapai visi tersebut tahun 2025?

Saya tidak yakin visi itu akan tercapai tahujn 2025. Saya setuju Unib harus mampu menjadi world university tapi tidak tahun 2025. Saya mengusulkan tahapan misalnya kita sejajarkan dulu Unib dengan universitas-universitas terkemuka di Asian Tenggara. Jika itu sudah tercapai baru kita mulai melirik tingkat Asia, baru kemudian kita bisa berpikir menjadi World Class University.

 





PENERAPAN ABSEN HARIAN DOSEN

12 02 2011

Oleh: Urip Santoso

Sejak PP 53 digulirkan, di kampusku terjadi beberapa perubahan. Beberapa waktu yang lalu Rektor mensosialisasikan PP 53 ini, kemudian dilanjutkan oleh Dekan. Lalu dicoba diterapkan.

Dalam setiap sosialsasi saya selalu mengingatkan kepada pimpinan agar pelaksanaan PP 53 dapat berjalan secara seimbang. Maksud saya adalah bahwa benar dosen wajib hadir di kantor di jam kerja. Masalahnya adalah bahwa di kampusku tidak semua dosen mempunyai ruang kerja yang memadai. Ruang kerja yang aman, nyaman dengan beberapa falisitas untuk mendukung kinerja dosen. Sayangnya pimpinan baik pimpinan PT maupun fakultas kurang menanggapi hal ini. Jika ada tanggapan pun tidak menjawab masalah yang dihadapi para dosen.

Saja sangat setuju tentang pelaksanaan jam kerja dosen sebaga PNS. Namun hendaknya pimpinan juga memperhatikan apa-apa yang dibutuhkan oleh para dosen agar mereka bisa berprestasi. Apalah artinya dosen masuk setiap hari namun hanya ngobrol hanya karena tidak ada ruang yang memadai. Tidak ada prestasi! Banyak dosen yang punya ruang kerja yang nyaman, aman, lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan di rumah mereka masing-masing. Ketika mereka bermaksud membuat proposal, buku, artikel ilmiah dll., mereka justru lebih banyak bekerja di rumah. Mengapa? Ya, karena di sanalah mereka bisa konsentrasi; karena di sanalah mereka bisa menghasilkan apa yang diharapkan dengan cepat dan efisien.

Sekali lagi, saya berharap penerapan PP 53 bagi dosen di kampusku, diimbangi dengan usaha untuk memperbaiki fasiltas bagi dosen, khususnya adanya ruang yang aman dan nyaman, fasiltas internet yang cepat, buku dan jurnal dll. Saya yakin jika ini dilakukan, prestasi para dosen di lingkungan Universitas Bengkulu akan meningkat dengan pesat, dan akhirnya prestasi UNIB pun meningkat pula. Saya prihatin bahwa peringkat UNIB dalam meraih penelitian di Dikti menurun drastis, dari peringkat 5 di masa-masa lalu menjadi peringkat 29.





Program Detasering Dikti

21 11 2010

Setiap tahunnya Dikti mengadakan kegiatan detasering bagi dosen di seluruh Indonesia. Para dosen senior yang terpilih ditempatkan di perguruan tinggi sasaran (Pertisas) selama 5 bulan. Tugas mereka antara lain adalah membina perguruan tingi tersebut agar kualitasnya meningkat. Banyak dosen yang baru ikut detasering pada awalnya agak bingung. Oleh sebab itu, saya mencoba menyajikan hal-hal yang terkait dengan detasering.

Jika Anda terplih tahun 2011 sebagai detaser, beberapa hal perlu dipersiapkan, yaitu: 1) Mempersiapkan materi-materi yang sekiranya diperlukan. Materi yang perlu dipersiapkan adalah yang terkait dengan tridharma perguruan tinggi dan manajemen perguruan tinggi; 2) Meningkatkan kemampuan memotivasi, sebab disana Anda bertugas untuk memotivasi pimpinan, dosen, mahasiswa dan karyawan untuk meningkatkan kualitasnya; 3) Setelah sampai di Pertisas segera berkomunikasi dengan pimpinan dan sivitas akademika untuk menjaring permasalahan dan kebutuhan utama Pertisas; 4) Berdasarkan hal tersebut buat rencana kegiatan selama 5 bulan. Tahap ini seharusnya dapat dilakukan paling lambat 1 minggu. Rencana kegiatan detasering kemudian dikomunikasikan dengan Pertisas. Setelah disetujui maka susunlah jadwal kegiatan bersama tim pendamping detasering Pertisas.

Sebaagai detaser Anda wajib hadir kerja setiap hari  sesuai dengan jam kerja di Pertisas tersebut. Hadir setiap hari sangat ditekankan oleh Dikti untuk memberi contoh kepada sivitas akademika disana. Kegiatan yang Anda lakukan setiap hari harus dicatat dalam catatan harian (log book). Kehadiran Anda dibuktikan dengan absen yang disetujui oleh Rektor/PR I Pertisas.  Anda sebagai detaser diwajibkan memberikan laporan kegiatan setiap bulannya ke Dikti. Berikut sajian yang berkaitan dengan detasering.

Laporan Akhir Kelompok

Pengesahan Laporan Kelompok

LAPORAN AKHIR INDIVIDU

BUKU CATATAN HARIAN JULI 2010

TERM OF REFERENCE

BORANG EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DETASERING





Angin Segar Buat Calon Mahasiswa Kurang Mampu

7 10 2010

Angin segar mudah-mudahan akan segera berhembus, sebab dengan adanya PP nomor 66 tahun 2010 dimana PTN diwajibkan untuk merekrut calon mahasiswa kurang mampu yang mempunyai potensi akademik bagus sebanyak 20%.

Pemerintah telah mengeluarkan PP No 66 Tahun 2010, yang berisi mengenai kebijaksanaan di universitas atau perguruan tinggi negeri di tanah air. Peraturan Pemerintah baru nomor 66 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan. Dalam aturan ini, perguruan tinggi negeri diwadjibkan mengalokasikan paling sedikit 20 persen untuk mahasiswa yang kurang mampu tapi memiliki potensi akademik. PP No. 66 Tahun 2010 adalah perubahan dari PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Dalam peraturan tersebut juga diatur mengenai porsi Penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri melalui seleksi secara nasional seperti SNMPTN. Sebanyak 60 persen rekrutmen mahasiswa baru itu adalah melalui seleksi secara nasional. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan PT memiliki akses yang lebih luas dan tidak terfragmentasi.Sayangnya bentuk seleksi secara nasional itu belum ditentukan. Poin ketiga yang menjadi inti perubahan PP tersebut adalah transparansi keuangan badan pendidikan. PT juga diharuskan untuk mencatatkan keuangan ke BLU (Badan Layanan Umum). PTN tetap memiliki otonominya sebagai badan hukum milik negara. Hal-hal seperti Gaji pegawai , kerjasama dengan pihak ketiga, investasi, mengangkat pegawai swasta, tetap berada dalam kewenangan PT yang bersangkutan.

Apabila ditemukan adanya PTN yang melanggar peraturan tersebut, maka mereka akan dikenakan sanksi. Hal itu disebutkan dalam pasal 207, yang menyatakan adanya sanksi administratif berupa peringatan, penundaan atau pembatalan sumberdaya hingga penutupan satuan pendidikan atau program pendidikan.Semoga dengan PP No 66 Tahun 2010, bisa memberikan jaminan bagi orang yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikanya di universitas negeri favoritnya,

Lebih lanjut silahkan baca PP nomor 66 tahun 2010 berikut ini.

PP 17 Tahun 2010

PP No 66 Tahun 2010

Penjelasan atas PP No 66 tentang Perubahan PP 17 2010

PERMENDIKNAS-No-24-Tahun-2010





Rincian Tugas Tugas Ketua Program Studi

22 09 2010

Ketika seseorang diangkat menjadi ketua program studi, banyak diantara mereka yang belum tahu apa sajakah tugas mereka. Hal ini menyebabkan di tahun pertama banyak yang kesulitan dalam melaksanakan tugas. Bahkan dalam pengamatan penulis banyak Ketua Program Studi yang belum tahu sepenuhnya apa tugas mereka, sehingga banyak menimbulkan kekacauan dalam aktivitas institusi. Okey, saya datang memberikan solusi bagi Anda yang belum memahami tugas ketua program studi. Kepemimpinan dalam Program Studi





Rumusan Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Peternakan

8 01 2010

Kita tahu kalau lulusan Fakultas Kedokteran jelas kompetensinya. Ya, profesi dokter memang sudah terukur kompetensinya. Demikian pula halnya dengan Program Studi di lingkungan Fakultas Teknik. Sudah terumuskan. Nah, bidang-bidang ilmu pertanian sampai sekarang belum jelas kompetensinya termasuk peternakan. Nah, dalam rangkan merumuskan KBK untuk peternakan, maka seluruh Dekan Fakultas Peternakan berlokakarya di Batam akhir-akhir ini. Berikut hasilnya. Klik KBK-Fapet-Bali





PEDOMAN PENGHITUNGAN EKIVALEN WAKTU MENGAJAR PENUH (EWMP) FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS BENGKULU (usulan draft ke 2)

3 11 2009

 I. KETENTUAN UMUM

1. Beban tugas tenaga pengajar ialah jumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seorang tenaga pengajar perguruan tinggi negeri sebagai tugas institusional dalam menyelenggarakan fungsi pendidikan tinggi seperti yang dibuat dalam Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 pasal 26.

2. Tugas institusional ialah pekerjaan dalam batas-batas fungsi pendidikan tinggi yang dilakukan secara terjadwal ataupun tidak terjadwal oleh tenaga pengajar yang:

-         ditugaskan oleh pimpinan perguruan tinggi untuk dilaksanakan di tingkat universitas atau institut, fakultas, lembaga, jurusan, pusat, laboratorium atau studio dan balai.

-         Dilakukan atas prakarsa pribadi atau kelompok dan disetujui, dicatat dan hasilnya diajukan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk dinilai oleh sejawat perguruan tinggi.

-         Dilakukan dalam rangka kerjasama pihak luar perguruan tinggi yang disetujui, dicatat dan hasilnya diajukan melalui pimpinan perguruan tinggi.

3. Beban tugas tenaga pengajar perguruan tinggi negeri dinyatakan dengan Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) yang setara dengan 38 jam kerja per minggu, yaitu jam kerja wajib bagi seorang pegawai negeri sebagai imbalan terhadap gaji dan hak lain yang diterima dari negara.

4. Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) seorang tenaga pengajar perguruan tinggi negeri ditetapkan setara dengan 12 sks dan dihitung untuk setiap semester dengan pengertian 1 (satu) sks setara dengan 3 jam kerja per minggu selama 1 semester atau 6 bulan, atau 1 (satu) sks setara dengan 50 jam kerja per semester. Read the rest of this entry »





PEDOMAN PENGHITUNGAN EKIVALEN WAKTU MENGAJAR PENUH (EWMP) UNIVERSITAS BENGKULU (Usulan Draft Revisi)

29 10 2009

Oleh: Urip Santoso

Saya coba mengusulkan revisi pedoman EWMP di Universitas Bengkulu. Semoga coretan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya. Revisi pedoman EWMP ini sangat penting bagi dosen, agar semua aktivitasnya dapat dihitung ke dalam EWMP. Saya mengharap masukkan dari semua pihak agar revisi ini lebih sempurna. thanks.

 I. KETENTUAN UMUM

1. Beban tugas tenaga pengajar ialah jumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seorang tenaga pengajar perguruan tinggi negeri sebagai tugas institusional dalam menyelenggarakan fungsi pendidikan tinggi seperti yang dibuat dalam Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 pasal 26.

2. Tugas institusional ialah pekerjaan dalam batas-batas fungsi pendidikan tinggi yang dilakukan secara terjadwal ataupun tidak terjadwal oleh tenaga pengajar yang: Read the rest of this entry »