Berikut ini Lampiran PP Nomor 7 tahun 1999 yang membahas tentang flora dan fauna yang dilindungi di Indonesia. Klik disini
Flora dan Fauna yang Dilindungi di Indonesia
18 08 2009Comments : Leave a Comment »
Tags: fauna, flora, Indonesia
Categories : Lingkungan
KERTAS DAUR ULANG
9 06 2009Dikompilasi Oleh: Urip Santoso
Daur ulang adalah proses tuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle). Read the rest of this entry »
Comments : 8 Comments »
Categories : Lingkungan
PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MERAIH ADIPURA
26 05 2009Oleh: Prof. ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D
Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Bengkulu
Pendahuluan
Kelestarian lingkungan hidup amat penting bagi kelangsungan hidup sehat di planet bumi ini. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak memahami hal ini. Buktinya mereka merusak bumi ini. Akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab ini telah banyak kita rasakan seperti banjir, kekeringan, longsor, pemcemaran dll. Kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya hutan atau Ruang terbuka Hijau (RTH) sebagai penyimpan air dalam tanah. Rusaknya hutan juga mengakibatkan produksi oksigen berkurang serta sedikitnya gas beracun yang diserap serta sedikitnya debu yang tertangkap oleh tumbuh-tumbuhan. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: Adipura, clean and green city, pengendalian lingkungan, RTH, sampah
Categories : Lingkungan
Membuat Bokashi
18 05 2009Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti “bahan organik yang telah difermentasikan”. Bokashi adalah hasil fermentasi bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergajian, jerami, kotoran hewan dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut difermentasikan dengan bantuan mikroorganisme aktivator yang mempercepat proses fermentasi. Campuran mikroorganisme yang digunakan untuk mempercepat fermentasi dikenal sebagai effective microorganism (EM). Penggunaan EM tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga menekan bau yang biasanya muncul pada proses penguraian bahan organik.
Di Jepang, bokashi telah digunakan sejak tahun 80-an. Banyak petani di negeri sakura memilih bokashi untuk lahan pertaniannya dikarenakan bokashi dapat memperbaiki struktur tanah yang sebagian besar telah menjadi keras akibat penggunaan pupuk kimia terus-menerus. Selain itu bokashi juga terbukti meningkatkan kesuburan serta produktifitas tanaman meski efek ini baru dapat dirasakan setelah bertahun-tahun penggunaan. Hal tersebut sangat wajar karena pupuk alami semacam bokashi biasanya memang mengandung unsur hara dalam dosis kecil, namun lengkap unsur makro dan mikronya. Read the rest of this entry »
Comments : 6 Comments »
Tags: bokashi, EM4, Emras, kompos, pestisida, pupuk
Categories : Lingkungan
Penilaian Adipura Tahap Verifikasi
4 05 2009Oleh: Urip Santoso
Penilaian adipura tahap verifikasi di Propinsi Bengkulu usai sudah. Para petugas dan pejabat boleh sedikit berlega hati. Namun masih ada yang tersisa pertanyaan di hati, adakah kota mereka akan mendapat adipura atau tidak. Meskipun tahap penilaian sudah selesai, tetapi upaya untuk mendapatkan adipura terus akan dilakukan oleh tim sukses. Ya, adipura di Bengkulu tampaknya sudah menjadi salah satu kriteria keberhasilan kepemimpinan di kota itu. Itulah sebabnya adipura telah dijadikan komoditas politik. Tentu saja hal ini akan memarakkan lobi-lobi sebagaimana yang terjadi di arena politik di Indonesia. Sulit dibuktikan memang jika buktinya itu harus tertulis. Akan tetapi jika buktinya tidak perlu tertulis, maka anda akan dengan mudah mengamatinya. Cobalah anda ke suatu tempat dimana di kota itulah nilai adipura diolah, maka akan anda dapati banyak tamu yang datang kesana. Mungkin anda bisa nguping apa sih yang mereka bicarakan. Atau anda dapat mencari informasi disana tentang apa tujuan mereka datang ke kota itu. Jika anda telah memperoleh informasi, maka tentu saja anda tidak akan dapat mengambil kesimpulan bahwa mereka sedang melobi dengan bukti tertulis. Bukti anda hanya tak tertulis, yang tidak bisa dijadikan alat bukti. Bukankah demikian? Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: Adipura, bersih, hijau, verifikasi
Categories : Lingkungan
Penilaian Adipura tahap Verifikasi
28 04 2009Oleh: Urip Santoso
Program Adipura adalah program wajib bagi setiap kabupaten (ibu kota kabupaten) atau kota yang telah mempunyai penduduk sejumlah paling sedikit 20.000 jiwa. Jadi, salah jika ada pejabat yang menyatakan tidak ikut Adipura karena baginya Adipura tidak penting. Oleh karena wajib, maka tentu saja ada suatu konsekwensi jika ada kabupaten/kota yang telah memenuhi syarat tidak ikut program Adipura.
Ada tiga tahap penilaian Adipura, yaitu tahap pertama yang biasanya dilakukan dalam bulan Oktober, tahap kedua yang biasanya dilakukan pada bulan Maret, dan jika tahap kedua lolos, kabupaten atau kota akan memasuki tahap ketiga (tahap verifikasi). Jadi sekarang ini kabupaten/kota yang lolos tahap kedua akan/sedang menghadapi penilaian tahap ketiga ini. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: Adipura, kabupaten, kota, tahap verifikasi
Categories : Lingkungan
PENILAIAN ADIPURA PROPINSI BENGKULU TAHAP II PERIODE TAHUN 2008/2009
13 04 2009Oleh:
Urip Santoso dan Lahanudin
Pendahuluan
Kelestarian lingkungan hidup amat penting bagi kelangsungan hidup sehat di planet bumi ini. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak memahami hal tersebut sehingga melakukan perusakkan di muka bumi ini. Akibat perusakkan keseimbangan di bumi ini telah banyak kita rasakan seperti banjir di musim hujan dan kering kerontang di musim kemarau. Kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya hutan sebagai penyimpan air dalam tanah. Rusaknya hutan juga mengakibatkan produksi oksigen berkurang serta sedikitnya gas beracun yang diserap serta sedikitnya debu yang tertangkap oleh tumbuh-tumbuhan.
Kondisi ini dapat kita pulihkan dengan memperbaiki dan menjaga kelestarian hutan serta membuat hijau di lingkungan sekitar kita baik di pemukiman, jalan-jalan, taman-taman dsb, sehingga ruang terbuka hijau (RTH) dapat dioptimalkan. Untuk kebutuhan yang minimal maka ruang terbuka hijau sebanyak 30%. Ruang terbuka hijau ini berguna sebagai penyaring udara, kebersihan lingkungan, penyediaan oksigen, rekreasi, penghijauan, menjaga keseimbangan ekosistem, penahan debu, menurunkan suhu lingkungan dsb. Di Malaysia dan Cina ruang terbuka hijaunya masing-masing sekitar 37% dan 35%. Bahkan di Jepang 60% dari wilayahnya berupa ruang terbuka hijau. Read the rest of this entry »
Comments : 4 Comments »
Tags: Adipura, kebersihan, keteduhan
Categories : Lingkungan
POTENSI DAN ARAH PENELITIAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DI PROPINSI BENGKULU
9 03 2009Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D.
Di Indonesia banyak kebijakan yang dibuat oleh pengambil kebijakan tidak didasarkan kepada hasil penelitian yang mendalam. Akibatnya banyak kegiatan atau proyek yang mubazir, alias tidak bermanfaat sama sekali bagi sasaran, alias sia-sia. Penelitian yang mendalam sangat penting bagi para pengambil kebijakan, agar keputusan atau kebijakan yang dibuat menjadi akurat ketika dilaksanakan. Memang, tampaknya penelitian dalam jangka pendek hanya membuang anggaran dan tampak tidak efisien. Akan tetapi jika kita teliti secara jangka menengah atau panjang akan nyata bahwa penelitian yang akurat itu akan mengefisienkan dan mengefektifkan kegiatan atau proyek yang dilaksanakan. Mengapa? Karena kegiatan yang dikerjakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau stakeholders. Atau dapat dinyatakan tepat sasaran. Selain tepat sasaran, penelitian yang akurat akan mengefisienkan kegiatan atau proyek tersebut, sebab dengan penelitian tersebut akan dapat dihindari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Nah, pola pikir bahwa penelitian adalah ujung tombak dari sebuah kegiatan harus disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada para pengambil kebijakan, agar dalam membuat keputusan atau kebijakan tidak serampangan. Banyak contoh tata ruang yang dibuat seringkali tidak mengacu kepada hasil penelitian, tetapi berdasarkan keinginan para pengambil keputusan. Jikapun tata ruang sudah disusun berdasarkan studi yang mendalam jika itu tidak sesuai dengan keinginan para pengambil keputusan, maka mereka tidak mengacu tata ruang tersebut. Sungguh, ini merupakan pola piker yang sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di alam raya ini. Banyak contoh yang dapat saya ajukan. Pembangunan terowongan di Kota Bengkulu ini tidak didasarkan kepada hasil penelitian, karena hasil kajian yang dilakukan oleh Balitbang Propinsi Bengkulu tidak merekomendasikan hal itu. Tapi toh sang pengambil kebijakan tetap saja melaksanakan proyek itu dengan alas an ini untuk mengukir sejarah. Kini, pembangunan terowongan mandeg dan telah banyak merugikan masyarakat. Contoh lain ketika ada bantuan bibit melinjo di suatu daerah. Apa yang terjadi? Masyarakat tidak mau menanam dan memelihra bibit melinjo itu karena mereka tidak membutuhkannya. Mereka butuh tanaman lain yang sudah terbukti sangat cocok untuk daerah tersebut. Tidak tepatnya proyek ini karena tidak didasarkan kepada penelitian yang mendalam baik dari sisi fisik maupun aspek sosial-budaya. Contoh lain adalah ketika suatu departemen memberi bantuan sapi kepada para nelayan. Banyak sapi yang dalam sekejap hilang, karena dijual. Banyak juga yang mati karena para nelayan kurang berminat dan tidak tahu bagaimana memelihara sapi. Ini juga termasuk contoh bantuan yang tidak didasarkan kepada penelitian. Jadi jelas bahwa penelitian sangat penting dalam pengambilan keputusan dalam kegiatan apapun. Pertama-tama yang harus kita teliti adalah mengenai potensi suatu daerah. Potensi daerah harus diteliti dari berbagai segi, sehingga kita dapat dengan tepat memberikan rekomendasi potensi daerah yang dapat dikembangkan. Potensi daerah yang diteliti meliputi ipoleksosbudhankam. Setelah kita mengidentifikasi potensi daerah, langkah selanjutnya adalah menentukan arah penelitian yang menjadi prioritas di daerah tersebut. Arah penelitian inilah yang dapat dijadikan salah satu unsur dalam pengambilan keputusan di daerah tersebut. Makalah ini akan mencoba membahas potensi dan arah penelitian sumberdaya alam dan lingkungan di Propinsi Bengkulu. Makalah yang saya sampaikan ini tentu saja masih sangat dangkal karena baru didasarkan kepada data sekunder. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: DAS, Hutan, Lingkungan, pendidikan lingkungan, sampah, sumber daya alam
Categories : Lingkungan
Pengelolaan Lingkungan Hidup di Propinsi Bengkulu dan Konsep Pengendaliannya
25 02 2009Prof. Ir. Urip Santoso, S. IKom., M.Sc., Ph.D
Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Bengkulu
Pendahuluan
Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.
Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksflorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.
Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan perang.
Makalah ini berusaha menguraikan masalah pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Bengkulu serta kemungkinan alternatif solusinya. Read the rest of this entry »
Comments : 2 Comments »
Tags: Bengkulu, kota ekologi, Lingkungan Hidup
Categories : Lingkungan
Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat
12 01 2009Oleh: Urip Santoso
Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda, 2000). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung.
Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia (di TPA) merupakan sampah organik sebesar 60-70% yang mudah terurai. Sampah organic akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk lindi (air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar. Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus, hepatitis dan lain-lain. Selain itu ada kemungkinan lindi mengandung logam berat, suatu salah satu bahan beracun. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah, maka selain menghasilkan tingkat pencemaran yang tinggi juga memerlukan areal TPA yang luas.
Untuk mengatasi hal tersebut, sangat membantu jika pengolahan sampah dilakukan terdesentralisasi. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan persampahan terutama di perkotaan tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah terpusat. Pengolahan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW, dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Dengan cara ini volume sampah yang diangkut ke TPA dapat dikurangi. Read the rest of this entry »
Comments : 17 Comments »
Tags: 3-R, 4-R, 5-R, daur ulang, EM4, kompos, Kota Bersih dan Sehat, sampah, TPA
Categories : Lingkungan
Recent Comments