Makna Diam dalam Komunikasi

25 10 2009

Oleh: Urip Santoso 

            Ada kebiasaan di masyarakat tertentu bahwa diam berarti setuju. Misalnya, seorang gadis ketika dilamar oleh seseorang hanya diam. Nah, orang-orang yang disekitarnya menafsirkan bahwa gadis itu menerima. Ada pula ungkapan “diam itu emas”. Hal ini pernah dipraktekkan oleh Ibu Megawati. Beliau diam seribu bahasa. Tidak pernah memberi komentar atau pernyataan. Tapi ternyata lama-lama diam itu membuat orang menjadi ragu. Apa benar diamnya diam emas, atau diamnya diam tidak tahu, atau diam tidak bisa?

            Diam dalam ilmu komunikasi sesungguhnya orang tersebut juga berkomunikasi, sehingga dalam ilmu komunikasi disebutkan bahwa manusia itu tidak bisa tidak berkomunikasi. Diam saja pun juga berkomunikasi. Dalam proses komunikasi sehari-hari diam mempunyai beberapa fungsi, yaitu: Read the rest of this entry »





Kebutuhan Semu

29 07 2008

Oleh: Urip Santoso

            Dalam  upaya melakukan perubahan di masyarakat sering kali peneliti atau pengabdi sering terjebak oleh fenomena kebutuhan semu. Sebagai contoh misalnya ketika terjadi wabah diare misalnya, pengabdi melakukan survey dan hasilnya kebanyakan dari masyarakat membutuhkan  puskesmas dan dokter, sehingga ketika terjadi diare masyarakat dapat dengan cepat pergi ke puskesmas. Oleh sebab itu, disarankan oleh peneliti agar didirikan puskesmas di daerah itu untuk mencegah diare. Akan tetapi,  setelah puskesmas berdiri lengkap dengan dokternya kejadian diare tidak berkurang, sementara sebagian masyarakat yang terkena diare  kurang suka pergi ke puskesmas. Read the rest of this entry »





Transparansi

7 07 2008

Oleh: Urip Santoso

            Transparansi, suatu  makhluk yang dewasa ini sering disebut-sebut. Suatu kata yang mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan. Bagaimana tidak sulit, sebab hal itu mungkin akan mengurangi rezeki (?) yang mengalir ke kantong. Juga, mungkin akan mengurangi gerak-gerik. Tindakan menjadi terbatas. Tidak bebas lagi. Transparansi bisa saja membuat orang masuk penjara. Oh ya? Mungkin saja! Dan masih banyak lagi yang membuat orang sulit bertransparansi. Read the rest of this entry »





Agenda Setting dan Pengaruhnya terhadap Pendapat Umum

8 06 2008

Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

 

            Kita menyadari bahwa dewasa ini media massa amat besar peranannya bagi masyarakat modern. Masyarakat modern tidak akan bisa terlepas dari apa yang disebut media massa. Siapa yang tidak pernah menonton televisi? Siapa yang tidak pernah membaca surat kabar dan majalah? Dan siapa yang belum begitu akrab dengan radio? Rasanya hampir semua penduduk dunia telah terbius oleh media massa. Mereka dapat belajar dari  Read the rest of this entry »





Managemen Kesan dalam Kehidupan Sehari-hari

30 05 2008

Urip Santoso

Ketika anda akan mengikuti tes wawancara apa yang anda lakukan.? Anda tentu saja mempersiapkan diri misalnya berpakai seperti layaknya orang kantoran, rapi, berdasi, rambut klimis. Pokoknya penampilan anda sempurna. Apa lagi yang anda lakukan? Anda tentu saja berupaya menambah wawasan mengenai posisi yang anda lamar. Anda juga giat mempelancar bahasa inggris anda. Anda barangkali membaca buku kiat menghadapi wawancara, dan lain-lain usaha anda agar anda tampil sempurna dihadapan pewawancara. Semua itu anda lakukan agar pewawancara merasa yakin bahwa andalah orang yang tepat untuk menempati posisi itu. Ketika anda jatuh cinta, apa yang anda lakukan? Mungkin anda menyelidiki apa kesukaannya, hobi, dll. Anda juga berpenampilan sempurna. Anda yang biasanya bicara jorok, dihadapan calon doi tampak sopan. Pokoknya anda berupaya tampil sempurna. Apa tujuannya? Agar calon doi itu merasa terbuai. Agar calon doi tertarik dan jatuh cinta kepada anda, sehingga ketika anda nyatakan cinta anda maka ia tidak akan menolaknya. Contoh-contoh di atas Read the rest of this entry »





Pentingnya Keterbukaan dan Kesadaran Diri yang Baik dalam Komunikasi

30 05 2008

Oleh:
Urip Santoso

Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Ya, manusia sebagai makhluk sosial selalu berkomunikasi. Bahkan diam pun manusia telah berkomunikasi. Sebagai contoh, ketika seorang gadis ditanya pendapatnya tentang lamaran seorang pria dan kemudian gadis itu diam saja bukan berarti ia tidak berkomunikasi. Ia menjawab pertanyaan itu dengan diam. Jawaban diam memiliki arti yang banyak bergantung kepada kebiasaan. Bisa berarti ya tetapi malu untuk menyatakannya. Bisa berarti ragu-ragu dan minta tenggang waktu. Bisa juga menolak tetapi tidak sampai hati untuk mengatakannya. Read the rest of this entry »





Empat Langkah Kerja Humas (Edisi Revisi-1)

27 05 2008

Oleh:

Urip Santoso

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Jln. Raya Kandang Limun, Bengkulu

 

          Dalam  setiap tugasnya, ada empat langkah yang  sebaiknya dilakukan oleh setiap praktisi Hubungan Masyarakat (Humas), yaitu: a) fact finding, b) planning and programming, c) communication, d) evaluasion.

            Langkah pertama sangat penting artinya bagi suksesnya program humas. Fact finding adalah pencarian fakta, data atau informasi yang mendukung program humas. Pada tahap ini, seorang praktisi dapat menganalisis data dan informasi yang sudah tersedia baik di buku, jurnal, majalah atau sumber-sumber data dan informasi lainnya. Istilah kerennya adalah desk research. Pada tahap ini, seorang praktisi menganalisis data dan informasi yang tersedia. Berdasarkan  informasi dan data yang  tersedia kemudian dapat diperoleh interpretasi-interpretasi. Interpretasi ini amat berguna bagi seorang praktisi untuk memutuskan atau menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan. Metode analisis yang digunakan pada tingkat desk research biasanya adalah analisis isi. Agar desk research dapat menghasilkan informasi yang akurat, maka pusat data yang baik akan sangat Read the rest of this entry »





Empat Langkah Humas

25 05 2008

Urip Santoso
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Jln. Raya Kandang Limun, Bengkulu

Dalam setiap tugasnya, ada empat langkah yang sebaiknya dilakukan oleh setiap praktisi Hubungan Masyarakat (Humas), yaitu: a) fact finding, b) planning and programming, c) communication, d) evaluasion. Read the rest of this entry »