EFRYANTONI ,E1C006013 FAKULTAS PERTANIAN : UNIVERSITAS BENGKULU
ABSTRAK
Pengembangan program integrasi kelapa sawit-sapi mempunyai peluang pengembangan yang sangat prosfektif ditinjau dari aspek permintaan atas sapi nasional, ketersediaan pakan sapi melalui sinergi dengan kebun sawit dan hasil sampingan proses pengolahan hasil kebun, serta pemanfaatan kotoran sapi secara maksimal. Produksi limbah pertanian sangat tergantung pada waktu panenan yang mengakibatakan ketersediaan secara kontinue sepanjang tahun untuk dibutuhkan tempat penyimpanan untuk menampung limbah pertanian saat panen. Didalam pola integrasi ini, tanaman kelapa sawit sebagai komponen utama, sedangkan ternak sebagai komponen pelengkap. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai faktor pembatas dalam pemanfaatanya sebagai pakan. Limbah kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan oleh ternak sebagai pakan adalah : pelepah sawit, lumpur sawit, bungkul inti sawit. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa: pelepah sawit mengandung protein sebesar 1,9%, lemak 0,5% dan lignin 17,4%, Kombinasi serat buah (25%), BIS (15%) dan lumpur sawit (10%) dengan total kontribusi 50% dapat digunakan untuk sapi. Disamping memanfatkan limbah hasil kelapa sawit, sapi yang intgrasikan dengan kelapa sawit ini juga bisa memakan gulma yang berada disekitar perkebunan kelapa sawit. Tanaman penutup lahan kelapa swit juga bisa dimanfaatkan oleh ternak sebagai hijauan, seperti : Callopogonium mucunoides, Centrocema pubescent, Pueraria javanica, Psophocarpus palustris, Callopogonnium caerulium dan Muchuma cochinensisc. Dimana tanaman leguminosa penutup lahan dapat memproduksi hijauan setara dengan 5-7 ton. Tujuan pembangunan penutup tanah adalah untuk mengurangi erosi permukaan tanah, menambah bahan organik dan cadangan unsure hara, memperbaiki aerasi, menjaga kelembaban tanah menekan perkembanagn gulma, menghemat penyiangan dan pemupukan serta menekan gangguan kumbang orycites. Untuk menunjang keberhasilan sistem integrasi ternak denagn perkebunan kelapa sawit dibutuhkan teknologi tepat guna dan sosialisasi berkelanjutan dalam hal ; Pengolahan limbah perkebunan/pabrikan sebagai sumber pakan ternak, Pengolahan kompos yang berkualiatas dalam waktu pendek, Pendugaan kapasitas tampungan lahan perkebunan untuk jenis ternak tertentu, Manajemen pemelihararan ternak yang intensif. Disamping itu ternak sapi yang di intgrasikan denagn kelapa sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai penarik gerobak maupun mengangkut hasil panenan kelapa sawit dan kotoran sapi bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, yang mana pada akhirnaya bisa menghemat biaya produksi.
Kata kunci: Integrasi,kelapa sawit, hijauan pakan ternak, limbah, sapi Read the rest of this entry »
Recent Comments