Bukti Cinta kepada Allah

5 12 2009

            Allah tidak rela makhluknya  mencintai selain Allah sebanding atau melebihi cintanya kepada Allah. Apalagi jika makhluk ciptaan-Nya tidak ingat apalagi  tidak mencintai Allah. Tentu saja Allah akan murka.

            Apa bukti kita mencintai Allah?

1)      sangat betah berlama-lama bercengkerama dan berkomunikasi dengan Allah. Ya, salah satu tanda cinta kepada Allah adalah kita tidak pernah bosan berkomunikasi dngan Allah. Segala unek-unek kita curahkan kepada Allah. Dengan segenap perasaan dan kepercayaan kita mengadu kepada-Nya. Dengan segenap jiwa kita siap melaksanakan apa-apa yang disukai-Nya. Dan kita juga siap menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya. Lautan api akan kita seberangi untuk bisa bertemu dan berkomunikasi dengan-Nya. Kita akan mencari tahu apa-apa yang disukai-Nya dan dengan sepenuh hati kita akan berusaha melakukan apa-apa yang disukai-Nya. Kita juga akan berusaha untuk mencari apa-apa yang dibenci-Nya, dan kita akan dengan sekuat tenaga menjauhi apa-apa yang dibenci-Nya.

2)      Sangat suka memasuki rumah-Nya. Bukti lain dari cinta kita adalah kita sangat suka masuk ke dalam rumah-Nya (masjid) untuk berkomunikasi dengan Allah. Kita berlama-lama disana dan merasa nyaman di dalamnya. Ketika kita keluar dari masjid terasa berat. Rasanya kita tidak mau beranjak dari masjid. Tapi, karena perintah-Nya pula kita keluar dari masjid, dan kita akan selalu ingat akan masjid dimanapun kita berada. Kita akan selalu rindu ke masjid untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

3)      Taat kepada perintah-Nya. Rasa cinta itu akan mendatangkan ketaatan kepada Allah. Apapun yang diperintahkan oleh-Nya akan dilaksanakan dengan segera, tanpa berpikir-pikir lagi. Apapun akan dilakukan untuk bisa melaksanakan perintah-Nya. Saya mendengar dan saya taati. Mereka tidak menawar perintah-Nya. Tentu saja untuk bisa taat kepada Allah diperlukan ilmu.

4)      Rela berkorban hanya karena Allah semata. Cinta juga akan menimbulkan kerelaan berkorban bagi yang dicintai yaitu Allah. Apa yang dimiliki akan dikorbankan agar Allah membalas cinta kita. Kita akan berkorban demi agar Allah juga suka sama kita. Alangkah manisnya jika cinta kita juga dibalas oleh-Nya dengan cinta pula.  Nabi Ibrahim demi cintanya kepada Allah beliau rela mengorbankan putera yang dikasihinya. Meski penyembelihan Nabi Ismail tidak terjadi karena dicegah oleh Allah dan diganti dengan domba namun nilai pengorbanan tidak berkurang. Banyak yang rela menyabung nyawa karena cintanya kepada Allah.

5)      Selalu berdoa kepada-Nya. Kita berdoa hanya kepada Allah. Kita meminta pertolongan hanya kepada Allah. Kita percaya sepenuhnya bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Kita yakin bahwa Allah akan memberikan kepada kita yang terbaik. Jika doa kita tidak dikabulkan kita yakin bahwa itu yang terbaik bagi kita, dan Insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik. Bukankah kita tidak bisa secara pasti apa yang terbaik buat kita? Allah mengingatkan kepada kita apa yang kita anggap baik boleh jadi untuk buruk, dan apa yang kita anggap buruk boleh jadi itu baik bagi kita.





Pola Makan Nabi Muhammad

19 11 2009

 Dikompilasi Oleh: Urip Santoso

Sebelum kita membahas tentang pola makan Nabi Muhammad, marilah kita pelajari Firman Allah dan Hadist Nabi yang berkaitan dengan makan dan minum.

Perhatikan firman Allah berikut ini:

(1) “Makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (An Nahl:114)

(2) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu  melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Ali ‘Imran 147)

(3) “Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf ayat 31)

 Dari ketiga ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa kriteria makan dan minum yang harus diperhatikan oleh setiap muslim adalah halal, baik dan tidak melampaui batas.

Adapun hadist Rasulullah yang berkaitan dengan makan dan minum antara lain sebagai berikut:

(1) “Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau toh dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (H.R. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim).

(2)  ”Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang sebenarnya cukup untuk delapan orang.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi).

(3) “Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan.” (H.R. Ibnu Majah)

(4) “Seorang mukmin makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan dengan tujuh usus.” (H.R. Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

(5) “Kami adalah orang-orang yang tidak makan, kecuali setelah lapar, dan bila makan, kami tidak sampai kenyang.” (H.R. Abu Dawud)

(6) ”Tidak ada suatu wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih jelek melebihi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suapan kecil untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak mungkin, sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya,” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim). Read the rest of this entry »





Makanan yang Halal dan Baik

13 11 2009

Apa itu makanan halal? Makanan yang halal, sudah  jelas ketentuannya, sebagaimana yang ada dalam syari’ah. Akan tetapi halal disini bukan hanya meliputi materinya saja, seperti buah, nasi, daging ayam, tetapi juga halal dari sisi cara mendapatkannya. Makanan yang secara materi itu halal bisa menjadi haram kalau cara mendapatkannya dengan jalan mencuri. Dalam Islam cara mendapatkan makanan yang halal juga harus dengan cara yang halal. Jadi, jika seseorang itu mendapat uang dengan cara yang haram, seperti riba, korupsi atau yang lain, maka makanan yang dibeli dengan uang itu menjadi haram hukumnya. Oleh sebab itu, kita harus hati-hati dalam mendapatkan uang. Kita juga harus waspada tentang adanya kasus sogok-menyogok. Bisa jadi pekerjaan yang kita peroleh dengan cara menyogok, hukumnya adalah haram. Jadi, uang yang kita terima berarti haram. Maka, jika kita membeli makanan dari uang tersebut maka makanan itu pun menjadi haram. Jadi, kita memang harus berhati-hati, agar makanan dan minuman yang kita dan keluarga kita telan jangan sampai haram.

Sementara  ‘baik’ atau toyib bisa berarti macam-macam. Makanan yang diperoleh melalui minta-minta bisa jadi sekalipun halal tapi tidak baik. ‘Baik’ juga bisa bermakna memenuhi standar kesehatan, baik dilihat dari kandungan gizi maupun kebersihannya. ‘Baik’ bisa juga berarti enak. Enak dipandang mata dan enak pula di tenggorokan. Jadi, baik berarti memenuhi standard gizi, bersih dan enak. Makanan yang ditata dengan rapi di meja makan akan menimbulkan selera, dan sebaliknya bukan? Enak dipandang bukan berarti harus mewah, bukan? Enak berarti juga pas di lidah. Bersih dapat diartikan bersih dari segala kotoran, bersih dari segala racun, bersih dari mikrobia patogen, bersih dari debu dll. Bisa jadi makanan yang dijajakan di jalan bisa dikategorikan kurang bersih, sebab bisa jadi debu dan berbagai macam kotoran masuk ke dalam makanan. Tentu saja kecuali jika makanan itu terlindung dari hal yang seperti itu.

Tapi ingat, perintah Allah dan Rasul-Nya tidak sampai disini. Allah dan Rasul-Nya juga memerintahkan agar kita tidak berlebih-lebihan dalam urusan makan dan minum ini. Makan sampai susah berdiri itu jelas berlebihan. Makan sampai tersisa juga dapat masuk dalam kategori berlebih-lebihan. Apalagi jika makanan itu sampai terbuang.

Jadi, mari kita makan dan minum yang halal dan baik serta tidak berlebih-lebihan.





KETERAMPILAN MENAHAN DIRI DARI SEGALA NAFSU

27 10 2009

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso

Dalam hadist yang terkenal, Rasulullah menyatakan bahwa dirinya tidak diutus kecuali untuk memperbaiki akhlaq manusia. Akhlaq yang mulia berkaitan erat dengan keterampilan mengelola hawa nafsu. Kita semua mengetahui bahwa semakin beradab manusia, maka semakin banyak aturan yang diperlukan untuk menjadikan manusia beradab. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah (terutama jika dibandingkan dengan alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan). Untuk mencapai derajat manusia yang mulia (sempurna) diperlukan berbagai aturan yang mengatur perilaku manusia itu sendiri. Untuk menjadi makhluk yang mulia, manusia harus berbeda perilakunya dengan makhluk lain, misalnya hewan. Hewan tidak dituntut untuk menahan hawa nafsu mereka, sementara manusia itu dituntut melakukannya. Ini sesuai dengan derajat manusia. Jika manusia tidak mampu mengelola hawa nafsunya maka mereka sama dengan atau bahkan lebih buruk baru hewan. Nah, untuk menjadi makhluk yang mulia, manusia perlu memiliki keterampilan dalam mengelola hawa nafsu, agar hawa nafsunya terkendali dan mengarah kepada yang dikehendaki oleh Allah s.w.t. Read the rest of this entry »





Tobat

21 10 2009

Tobat pada intinya ada tiga kondisi, yaitu berhenti, tidak melakukan lagi dan rekaveri. Jadi jika anda tobat, mohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah anda lakukan maka anda harus melakukan tiga hal tersebut. Pengakuan tobat harus dibarengi dengan niat sungguh-sungguh untuk berhenti dari perbuatan dosa tadi. Niat tersebut kemudian anda benar-benar laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan tidak melakukan dosa dan kejahatan tersebut. Bahkan tidak hanya itu, jika anda dalam melakukan kejahatan dan dosa yang berkaitan dengan manusia maka anda harus langsung meminta maaf kepada yangtelah anda jahati. Tnetu saja tidak mudah untuk meminta maaf, tapi itu harus anda lakukan. Jika dalam kejahatan yang anda lakukan ada hak yang telah anda ambil, maka harus anda kembalikan. Rekaveri artinya anda melakukan amal sholeh dengan ikhlas karena Allah s.wt. semata. Amal sholeh yang anda lakukan itu adalah untuk menutupi dosa dan kejahatan yang telah anda lakukan. Dengan cara ini Insya Allah, Allah akan menerima tobat anda dan menghapus dosa dan kesalahan anda serta menggantinya dengan pahala yang berlimpah.

Tapi, anda jangan berpikir bahwa amal sholeh andalah yang menyebabkan tobat anda diterima. Amal sholeh yang anda lakukan adalah untuk diri anda sendiri. Dalam suatu kisah, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun, kemudian dalam persidangan dihadapan Allah ditetapkan hamba itu masuk surga karena Allah. Tapi hamba itu menyanggah bahwa dia masuk surga karena ibadahnya selama 500 tahun. Kemudian Allah menyuruh malaikat menghitung amalannya. Ternyata ibadah selama 500 tahun itu hanya mampu mengganti nikmat Allah satu biji mata. Akhirnya sadarlah hamba itu dan mohon dimasukkan ke dalam surga karena rahmat-Nya (bersambung).





Suka Penceramah yang Lucu

3 09 2009

Akhir-akhir ini ada kecenderungan para pendengar atau pemirsa menyukai penceramah agama yang banyak humor. Jika seseorang punya hajat, maka yang dipanggil ustad yang lucu. Ustad yang bisa mendatangkan gelak ketawa. Gejala apa ini? Apa karena sekarang ini banyak orang yang stress? Atau butuh hiburan? Atau fenomena apa ini? Sekarang ini, banyak dicari ustad yang demikian. Jika anda seorang penceramah yang lucu barangkali anda akan dapat order yang banyak. Anda akan sibuk dari satu acara ke acara yang lain. Jika anda seorang penceramah yang tidak ada humornya barangkali kurang  diminati. Melihat permintaan konsumen akan yang lucu-lucu itu, membuat para penceramah pun mencoba memberi selingan segar. Kalau hanya selingan saja sich oke-oke saja. Tapi yang diminta adalah ustad yang sering humor sepanjang sebagian besar ceramah. Read the rest of this entry »





Agar Kita Bersyukur

2 09 2009

Bersyukur atas segala nikmat Allah merupakan hal yang mudah diucapkan tetapi sulit dipraktekkan. Ketika melihat tetangga beli mobil baru, iri mencengkam. Ketika orang lain memperoleh anugerah jabatan yang lebih tinggi, iri menggila. Ya, iri hati, dengki, hasut dll. sering menggoda di hati yang lemah.

Ada beberapa tips untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa iri ini agar kita bisa bersyukur atas segala nikmat-Nya, yaitu  seringkalilah melihat ke bawah. Kita melihat kepada orang lain yang mempunyai peruntungan yang lebih sedikit daripada kita. Dengan memandang ke bawah kita akan dapat masih sangat banyak orang lain yang mempunyai rezeki yang lebih sedikit. Dengan cara ini kita akan timbul rasa syukur bahwa kita dikaruniai nikmat yang lebih banyak. Rasa syukur ini kita Read the rest of this entry »





Ikhlas

29 08 2009

Ikhlas adalah lawan dari riya. Kalau riya’ itu artinya diniatkan karena ingin mendapat pujian dari selain Allah, maka ikhlas itu artinya segala perbuatan atau amalnya diniatkan karena Allah s.w.t. Semua ibadah atau amal perbuatan kita akan sia-sia jika kita tidak ikhlas. Bahkan Rasullullah mengkhawatirkan umatnya dari syirik kecil yaitu riya’. Ya karena pada dasarnya manusia suka dipuji. Read the rest of this entry »





Jangan Putus Asa

28 08 2009

Ada sebuah hadist yang menjelaskan bahwa nanti di akherat umat Nabi Muhammad ada yang terlebih dulu masuk neraka, yang kemudian nanti masuk surga. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mencari hamba-Nya yang masih ada iman walau hanya sebesar zarah. Setelah ditemukan mereka kemudian dimasukkan ke dalam surga setelah melalui beberapa tahapan. Read the rest of this entry »





Pola Makan Selama Berpuasa

24 08 2009

Oleh: Urip Santoso

Jika kita amati pola makan sebagian besar umat Islam, maka akan kita dapati pola makan yang kurang sehat. Jika kita mengintip sejenak, meja makan menjelang berbuka, wah banyak sekali macam makanan. Ada cendol, es teler, bermacam kue, aneka lauk-pauk dan segala macam makanan telah terhidang. Sepuluh menit menjelang berbuka semua anggota keluarga telah mengitari meja makan, dan telah memilih jenis makanan baginya. Rasanya semua makanan yang ada mau dilahapnya habis. Nah, begitu adzan maghrib berkumandang, maka langsung makan sekenyang-kenyangnya. Read the rest of this entry »