KETERAMPILAN MENAHAN DIRI DARI SEGALA NAFSU

27 10 2009

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso

Dalam hadist yang terkenal, Rasulullah menyatakan bahwa dirinya tidak diutus kecuali untuk memperbaiki akhlaq manusia. Akhlaq yang mulia berkaitan erat dengan keterampilan mengelola hawa nafsu. Kita semua mengetahui bahwa semakin beradab manusia, maka semakin banyak aturan yang diperlukan untuk menjadikan manusia beradab. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah (terutama jika dibandingkan dengan alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan). Untuk mencapai derajat manusia yang mulia (sempurna) diperlukan berbagai aturan yang mengatur perilaku manusia itu sendiri. Untuk menjadi makhluk yang mulia, manusia harus berbeda perilakunya dengan makhluk lain, misalnya hewan. Hewan tidak dituntut untuk menahan hawa nafsu mereka, sementara manusia itu dituntut melakukannya. Ini sesuai dengan derajat manusia. Jika manusia tidak mampu mengelola hawa nafsunya maka mereka sama dengan atau bahkan lebih buruk baru hewan. Nah, untuk menjadi makhluk yang mulia, manusia perlu memiliki keterampilan dalam mengelola hawa nafsu, agar hawa nafsunya terkendali dan mengarah kepada yang dikehendaki oleh Allah s.w.t. Read the rest of this entry »





Tobat

21 10 2009

Tobat pada intinya ada tiga kondisi, yaitu berhenti, tidak melakukan lagi dan rekaveri. Jadi jika anda tobat, mohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah anda lakukan maka anda harus melakukan tiga hal tersebut. Pengakuan tobat harus dibarengi dengan niat sungguh-sungguh untuk berhenti dari perbuatan dosa tadi. Niat tersebut kemudian anda benar-benar laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan tidak melakukan dosa dan kejahatan tersebut. Bahkan tidak hanya itu, jika anda dalam melakukan kejahatan dan dosa yang berkaitan dengan manusia maka anda harus langsung meminta maaf kepada yangtelah anda jahati. Tnetu saja tidak mudah untuk meminta maaf, tapi itu harus anda lakukan. Jika dalam kejahatan yang anda lakukan ada hak yang telah anda ambil, maka harus anda kembalikan. Rekaveri artinya anda melakukan amal sholeh dengan ikhlas karena Allah s.wt. semata. Amal sholeh yang anda lakukan itu adalah untuk menutupi dosa dan kejahatan yang telah anda lakukan. Dengan cara ini Insya Allah, Allah akan menerima tobat anda dan menghapus dosa dan kesalahan anda serta menggantinya dengan pahala yang berlimpah.

Tapi, anda jangan berpikir bahwa amal sholeh andalah yang menyebabkan tobat anda diterima. Amal sholeh yang anda lakukan adalah untuk diri anda sendiri. Dalam suatu kisah, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun, kemudian dalam persidangan dihadapan Allah ditetapkan hamba itu masuk surga karena Allah. Tapi hamba itu menyanggah bahwa dia masuk surga karena ibadahnya selama 500 tahun. Kemudian Allah menyuruh malaikat menghitung amalannya. Ternyata ibadah selama 500 tahun itu hanya mampu mengganti nikmat Allah satu biji mata. Akhirnya sadarlah hamba itu dan mohon dimasukkan ke dalam surga karena rahmat-Nya (bersambung).





Suka Penceramah yang Lucu

3 09 2009

Akhir-akhir ini ada kecenderungan para pendengar atau pemirsa menyukai penceramah agama yang banyak humor. Jika seseorang punya hajat, maka yang dipanggil ustad yang lucu. Ustad yang bisa mendatangkan gelak ketawa. Gejala apa ini? Apa karena sekarang ini banyak orang yang stress? Atau butuh hiburan? Atau fenomena apa ini? Sekarang ini, banyak dicari ustad yang demikian. Jika anda seorang penceramah yang lucu barangkali anda akan dapat order yang banyak. Anda akan sibuk dari satu acara ke acara yang lain. Jika anda seorang penceramah yang tidak ada humornya barangkali kurang  diminati. Melihat permintaan konsumen akan yang lucu-lucu itu, membuat para penceramah pun mencoba memberi selingan segar. Kalau hanya selingan saja sich oke-oke saja. Tapi yang diminta adalah ustad yang sering humor sepanjang sebagian besar ceramah. Read the rest of this entry »





Agar Kita Bersyukur

2 09 2009

Bersyukur atas segala nikmat Allah merupakan hal yang mudah diucapkan tetapi sulit dipraktekkan. Ketika melihat tetangga beli mobil baru, iri mencengkam. Ketika orang lain memperoleh anugerah jabatan yang lebih tinggi, iri menggila. Ya, iri hati, dengki, hasut dll. sering menggoda di hati yang lemah.

Ada beberapa tips untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa iri ini agar kita bisa bersyukur atas segala nikmat-Nya, yaitu  seringkalilah melihat ke bawah. Kita melihat kepada orang lain yang mempunyai peruntungan yang lebih sedikit daripada kita. Dengan memandang ke bawah kita akan dapat masih sangat banyak orang lain yang mempunyai rezeki yang lebih sedikit. Dengan cara ini kita akan timbul rasa syukur bahwa kita dikaruniai nikmat yang lebih banyak. Rasa syukur ini kita Read the rest of this entry »





Ikhlas

29 08 2009

Ikhlas adalah lawan dari riya. Kalau riya’ itu artinya diniatkan karena ingin mendapat pujian dari selain Allah, maka ikhlas itu artinya segala perbuatan atau amalnya diniatkan karena Allah s.w.t. Semua ibadah atau amal perbuatan kita akan sia-sia jika kita tidak ikhlas. Bahkan Rasullullah mengkhawatirkan umatnya dari syirik kecil yaitu riya’. Ya karena pada dasarnya manusia suka dipuji. Read the rest of this entry »





Jangan Putus Asa

28 08 2009

Ada sebuah hadist yang menjelaskan bahwa nanti di akherat umat Nabi Muhammad ada yang terlebih dulu masuk neraka, yang kemudian nanti masuk surga. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mencari hamba-Nya yang masih ada iman walau hanya sebesar zarah. Setelah ditemukan mereka kemudian dimasukkan ke dalam surga setelah melalui beberapa tahapan. Read the rest of this entry »





Pola Makan Selama Berpuasa

24 08 2009

Oleh: Urip Santoso

Jika kita amati pola makan sebagian besar umat Islam, maka akan kita dapati pola makan yang kurang sehat. Jika kita mengintip sejenak, meja makan menjelang berbuka, wah banyak sekali macam makanan. Ada cendol, es teler, bermacam kue, aneka lauk-pauk dan segala macam makanan telah terhidang. Sepuluh menit menjelang berbuka semua anggota keluarga telah mengitari meja makan, dan telah memilih jenis makanan baginya. Rasanya semua makanan yang ada mau dilahapnya habis. Nah, begitu adzan maghrib berkumandang, maka langsung makan sekenyang-kenyangnya. Read the rest of this entry »





Halalkah Gaji Pegawai yang Menyuap?

18 08 2009

“Baik yang menyogok maupun yang disogok semuanya masuk ke neraka!” Ini adalah hadist yang terkenal tentang haramnya menyogok. Yang menyogok masuk neraka, disebabkan mereka yang menyogok telah merugikan orang lain. Biasanya mereka yang menyogok adalah mereka yang tidak yakin bahwa mereka akan lolos/lulus dalam suatu kompetisi, misalnya menjadi PNS. Ini berarti membuat orang lain yang lebih kompeten tidak mendapat kesempatan. Selain itu perilaku menyogok menyebabkan degradasi moral baik yang menyogok maupun yang disogok. Hal ini akan mendatangkan budaya negatif yang akan merugikan semua pihak. Budaya menyogok ini akan menyebabkan kualitas PNS, misalnya, kurang dapat dipertanggungjawabkan karena bisa jadi yang diterima adalah mereka yang kurang kompeten. Setelah mereka yang menyogok itu menjadi PNS, maka bisa jadi mereka akan berpikiran bagaimana mengembalikan modal mereka plus bunga plus keuntungan. Jika ini terjadi maka dapat dipastikan kinerja mereka tidak akan optimal, dan bisa jadi mereka berusaha mencari celah-celah yang dapat menghasilkan uang. Akhirnya akan menimbulkan budaya korupsi dan manipulasi. Read the rest of this entry »





Tujuh Konsep yang Perlu Diperhatikan

12 08 2009

Ada tujuh konsep dalam Islam yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh kita sebagai umat Islam, yaitu: 1) Mengakui kebesaran Allah, 2) Berbakti kepada kedua orangtua, 3) Menyambung tali silaturahmi, 4) menggunakan  umur/waktu secara efisien sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, 5) Mengendalikan hawa nafsu, 6) Melakukan ibadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, 7) Melakukan dzikir kepada Allah.

1) Mengakui kebesaran Allah. Ketika kita sholat pertama-tama yang kita lakukan adalah takbir, yaitu mengucapkan “Allahu Akbar”. Ucapan ini sebagai ungkapan pengakuan kita bahwa tidak ada yang besar selain Allah. Semuanya lemah, semuanya rapuh, semuanya tak berdaya, kecuali Allah. Jika kita telah mengakui kebesaran Allah, maka sebagai konsekuensinya adalah kita lebih mengutamakan perintah Allah daripada perintah yang lain; kita lebih mengutamakan menjauhi larangan Allah daripada larangan yang lain. Sudahkah kita membuktikan bahwa kita mengakui kebesaran Allah di atas segala-galanya? Tidak perlu bukti yang rumit-rumit dulu, mari kita tinjau contoh yang sederhana. Ketika terdengar adzan berkumandang, sudahkah kita menghentikan aktivitas kita untuk menjawab adzan dan melaksanakan sholat? Sudahkah kita sholat di awal waktu? Jika ternyata kita masih tetap menjalankan aktivitas kita, maka seseungguhnya kita belum mengakui kebesaran Allah. Ilustrasi yang digambarkan oleh Allah tentang orang yang beriman adalah ketika didengarkannya ayat-ayat Allah bergetarlah hati mereka dan bertambah imanlah mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka telah menempatkan kebesaran Allah pada tempat yang sesungguhnya. Nah, sudahkah kita bergetar ketika mendengar ayat-ayat Al Qur’an dikumandangkan? Bertambah imankah kita? Jika belum, maka kita harus segera instropeksi dan memperbaiki diri.

(bersambung)





Bolehkah Amanah Orangtua Dimodifikasi?

11 08 2009

Pertanyaan : Pak, ketika ibu saya akan meninggal dunia, ia memberi amanah kepada saya agar rumah yang ditinggali sekarang jangan dijual. Masalahnya pak, saya terlilit hutang bank, dan saya sudah diberi peringatan terakhir bahwa jika dalam dua bulan cicilan hutang tidak dibayarkan akan disita. Perlu bapak ketahui bahwa di sebelah rumah ada tanah kosong.

Jawab: Yang pertama-tama harus dilakukan adalah memenuhi amanah seperti yang tersurat, yaitu rumah tidak dijual. Oleh sebab itu, anda sebaiknya berusaha mencari dana untuk melunasi cicilan tersebut sehingga rumah itu tidak disita oleh bank.

Sanggahan: Tapi pak saya sudah berusaha untuk mencari pinjaman tapi sampai sekarang belum dapat. Saya sudah berkonsultasi dengan seseorang bisa saja tanah di sebelah rumah dijual, kan rumahnya yang dimanahkan jangan dijual. Tapi pak, masalahnya jika tanah tersebut dijual yang harganya hanya 15 juta, maka nilai jual rumah akan turun drastis hanya sekitar 60 juta, padahal rumah dan tanah tersebut sudah ada yang menawar 125 juta. Saya pusing pak!

Jawab: Bisa saja alternatif yang dikemukakan oleh teman anda anda laksanakan. Anda tidak usah berpikir mengenai nilai jual yang turun drastis. Itu sebagai harga yang harus anda keluarkan. Jika anda ikhlas Insya Allah akan mendapat pahala disisi Allah:

Pertanyaan: Tapi pak apa tidak ada alternatif lain?

Jawab: Saya punya alternatif lain yang bisa anda pertimbangkan. Tapi saran saya hendaknya ditanyakan kepada ulama yang memahami tentang hal ini. Pada hemat saya, ibu anda melarang menujual rumah dikarenakan jika rumah itu dijual kemana anda dan adik-adik anda berteduh. Nah, berdasarkan pemikiran ini saya berpendapat bahwa bisa saja rumah dan tanah tersebut dijual seharga 125 juta. Nah uang 125 juta itu digunakan untuk melunasi hutang anda di bank, dan sisanya digunakan untuk membeli rumah yang terjangkau.

Sanggahan: Memang hutang di bank sekitar 18,5 juta dan sisanya bisa saya belikan rumah. Saya sudah melihat-lihat rumah seharga 100 juta, tapi pak apakah saya tidak berdosa?

Jawab: Yang penting anda berusaha optimal untuk memenuhi amanah itu. Jika karena sesuatu hal yang tidak bisa anda atasi apakah tidak bisa amanah itu dimodifikasi seperti yang saya sarankan! Dalam pemikiran saya ibu anda memberi amanah itu agar anda dan adik-adik anda dapat tinggal dengan nyaman karena punya tempat berteduh. Nah, mana yang lebih baik? Jika jatuh tempo rumah anda disita bank untuk melunasi hutang, rugi bukan? Anda kehilangan uang dan sekaligus tempat tinggal atau anda jual rumah itu dan hasil penjualan itu digunakan untuk melunasi hutang bank dan membeli rumah baru. Coba anda konsultasikan dengan ulama yang memahami tentang hal ini. Selanjutnya anda mohon petunjuk kepada Allah dengan sholat istikharah.

Persetujuan: Baik pak, akan saya coba.

Bagaimana menurut pembaca, apakah amanah bisa dimodifikasi dikarenakan oleh sesuatu hal amanah itu tidak dapat dilaksanakan meskipun telah berusaha dengan maksimal. Mohon masukkan!

 

Jawab: