Ayam Jantan Bertelur, dan Ayam Betina Berubah Jantan, Mungkinkah?

5 04 2013

Oleh: Urip Santoso

Ayam Jantan Bertelur

Semasa kecil saya sering mendengar ada ayam jantan bertelur. Saat itu saya tak begitu memperhatikan. Ketika saya masih kuliah di  Peternakan UGM, saya juga pernah mendengar kejadian itu. Sayangnya saya belum pernah melihat  peristiwa itu secara langsung. Saya pernah menulis mekanisme fenomena itu, yaitu bahwa ada kemungkinan ayam jantan itu berubah menjadi betina disebabkan oleh suatu kondisi.

Nah, mahasiswa saya sekarang juga menanyakan hal yang sama. Saya coba cari informasi tentang hal ini dim bah google. Sayangnya belum ada informasi ilmiah yang saya temukan yang bisa menjelaskan fenomena ini.

Jika saya baca di internet kejadian seperti itu banyak dilaporkan. Ada yang melaporkan burung kutilang jantannya bertelur 4 butir dalam 2 hari. Ada juga dilaporkan bahwa di jambi pernah ada ayam jantan bertelur sampai 7 butir (http://didikbani.blogspot.com/2012/11/ayam-jantan-ini-selalu-bertelur-setiap.html). Kejadian ayam jantan bertelur juga ditemukan di beberapa negara seperti Albania, Cina, Italia. Bahkan ayam jantan di Cina telurnya seukuran normal. Padahal pada umumnya ayam jantan yang bertelur telurnya lebih kecil dan jika dibuka tidak ada kuning telurnya.

Pada fase masih embrio, kelamin ayam jantan dan betina belum dapat dibedakan. Pembentukan seekor ayam akan menjadi jantan atau betina sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, contohnya temperatur. Temperatur ini dapat mempengaruhi tereduksinya oviduk pada anak ayam yang berkembang menjadi jantan. Oviduk adalah saluran reproduksi yang terdapat dalam hewan betina. Namun kadang oviduk tidak tereduksi dalam seekor ayam jantan. Oviduk berperan  dalam pembentukan  membran telur, lapisan albumen, membran kerabang dan kerabang.  Pembentukan kerabang adalah yang paling lama yaitu antara 20-23 jam. Kemungkinan oviduk yang tertinggal pada ayam jantan berkembang dan berfungsi normal. Oleh karena punyai oviduk maka ayam jantan bisa bertelur. Namun dikarenakan ovarium tidak berkembang, maka ayam jantan yang bertelur, telurnya tidak ada yolk (kuning telur)-nya dan lebih kecil dari telur normal. Kemungkinan ini memang masih perlu dibuktikan.

Ayam Jantan Berubah Betina

Kejadian di Italia malah lebih unik, yaitu ayam jantan berubah menjadi betina. Ia bertelur dan mengerami telurnya layaknya ayam betina (: http://lintascafe.com/2010/04/19/2385/. Menurut salah satu ilmuwan yang menelitinya bahwa: “Mungkin ini adalah cara bertahan hidup yang primitif dari seekor ayam. Dalam keadaan terpaksa, sang ayam jantan yang mengira bahwa garis keturunannya akan musnah akhirnya berusaha ‘mengubah’ dirinya jadi ayam betina. Dan ia berhasil.”

Para ilmuwan Farm and Agriculture Organisation, PBB, sedang mempelajari DNA ayam jantan yang berubah jenis kelaminnya itu untuk mengetahui apa yang membuat ayam jantan itu jadi betina (http://www.ceriwis.com/lounge/10689-fenomena-ganjil-ayam-jantan-bertelur.html.

Mekanisme berubahnya ayam jantan menjadi betina masih belum diketahui. Mungkin kita bisa melakukan penelitian, yaitu dengan merusak salah satu atau kedua testis yang merupakan alat reproduksi ayam jantan. Lalu kita amati apakah  yang akan terjadi. Mungkinkah dengan rusaknya salah satu testis atau keduanya akan memicu perkambangan alat  reproduksi betina? Jika bisa maka ini dapat menjadi salah satu penjelasan perubahan jenis kelamin pada ayam.

Ayam Betina Berubah Jantan

Saya juga dapatkan informasi ada ayam betina yang berubah fisiknya menjadi pejantan di tanjungpinang. Lihat di http://flucard.blogspot.com/2010/11/ayam-betina-berubah-jadi-jantan-di.html. Berubahnya ayam betina menjadi jantan juga dilaporkan di Yorkshire dimana ayam betina yang bertelur dengan normal selama dua tahun–kemudian berubah menjadi seekor ayam jantan (http://mehrir.blogspot.com/2012/11/kumpulan-kejadian-aneh-di-seluruh-dunia.html#.UVzQTDeJq3w).

Pada ayam betina saluran reproduksi yang berkembang sempurna dan aktif melaksanakan fungsi reproduksinya adalah pada bagian kiri, sedangkan  yang sebelah kanan tidak berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika saluran reproduksi sebelah kiri dipotong atau dirusak sehingga tidak berfungsi, maka saluran reproduksi sebelah kanan menjadi berkembang. Pada penelitian tersebut saluran reproduksi sebelah kanan berkembang menjadi testis. Testis adalah  cirri khas reproduksi jantan. Dengan berkembangnya testis, maka akan diproduksi hormone jantan, yaitu testosterone. Akibatnya ayam betina berubah menjadi ayam jantan.

Mengenai sebab atau mekanisme berubahnya ayam betina menjadi ayam jantan belum diketahui. Kemungkinan besar karena faktor lingkungan , –baik internal ayam maupun eksternal ayam –yang menyebabkan saluran reproduksi sebelah kiri rusak, yang kemudian menyebabkan berkembangnya saluran reproduksi sebelah kanan menjadi testis.

 

About these ads

Actions

Information

5 responses

10 05 2013
Janu

Ayam jantan bisa berubah jadi ayam betina dan sebaliknya? Koq kayak manusia saja… laki-laki bisa berubah jadi wanita, cantik lagi :-)

11 05 2013
uripsantoso

yah begitulah fenomena alam, Janu. Tks

14 09 2013
karyono

perubahan ayam janta menjadi betina dan ayam betina menjadi jantan, selain fenomena alam, genetik yang menyimpang, apakah ada hal-hal lain yang bisa mempengaruhi terjadinya perubahan perlakuan kelamin tersebutt…..

7 02 2014
mina

Saya pernah melihat ayam jantan bertelor batu .sekarang telornya pun masih ada saya simpan.

16 11 2014
Zozo Aras

Bukan manusia aja ya pak yg bisa Transgender,, Ayam juga bisa Transgender…. :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: