Kriteria Jurnal Ilmiah Menurut Dikti

8 10 2012

Dalam penilaian angka kredit dosen, Dikti hanya mengenal tiga jenis jurnal yaitu :
1) Jurnal Nasional tidak terakreditasi adalah jurnal lokal yang sudah memiliki ISSN namun belum terakreditasi Dikti. Pengelola jurnal ini dapat mengajukan akreditasi kepada Dikti sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2) Jurnal Nasional terakteditasi adalah jurnal yang sudah memiliki ISSN dan terakreditasi Dikti. Ini berarti jurnal ilmiah yang diakreditasi oleh selain Dikti misalnya LIPI tidak termasuk dalam kategori ini. Agar masuk dalam kategori ini maka  pengelola jurnal yang bersangkutan harus mengajukan akreditasi kepada Dikti.
3) Jurnal International adalah jurnal yang sudah mendapat pengakuan para ilmuwan sedunia.

Jurnal Ilmiah Internasional mempunyai kriteria (Menurut Dikti) sebagai berikut :

  1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina).
  2. Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang diterima cepat terbit (rapid review) dan ada keteraturan terbit.
  3. Jurnal berkualitas (prestige), bisa dilihat dari daftar penelaah naskahnya dan Editorial Board-nya yaitu pakar di bidangnya dalam dan luar negeri.
  4. Dibaca oleh banyak orang di bidangnya, bisa dilihat dari distribusi/peredarannya (circulation).
  5. Menjadi acuan bagi banyak peneliti (citation).
  6. Tercantum dalam Current Content dan sejenisnya (di PDII ada juga majalah abstrak yang disebut Fokus, tapi berbahasa Indonesia).
  7. Artikel yang dimuat berkualitas, bisa dilihat dari kemutakhiran topik dan daftar acuannya.
  8. Penyumbang artikel/naskah berasal dari banyak negara
  9. Penelaah berasal dari banyak negara yang terkemuka di bidangnya.
  10. Menawarkan off-prints/reprints.
  11. Terbit teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  12. Penerbitan jurnal tidak terkendala oleh dana.
  13. Bukan jurnal Jurusan, Fakultas, Universitas atau Lembaga yang mencerminkan derajat kelokalan.  Seyogyanya diterbitkan oleh himpunan profesi.
  14. Memberi kesempatan penulis artikel membaca contoh cetak
  15. Artikel yang dominan (kalau bisa > 80%), berupa artikel orisinil (hasil penelitian), bukan sekadar review atau ulasan.
  16. Kadar sumber acuan primer >80%, derajat kemutakhiran acuan >80%.
  17. Tersedia Indeks di setiap volume.
  18. Ketersediaan naskah tidak  menjadi masalah. Angka penolakan ± 60%
  19. Mempertimbangkan Impact Factor, yaitu :Faktor ini dihitung tahunan.
About these ads

Actions

Information

4 responses

27 12 2012
sutrisno 2011

dengan adanya kriteria jurnal menurut dikti ,setelah saya membaca artikel tersebut saya baru mengetahui bahwa juranal ada tiga jenis dan dan dapat dikatakan juranal apabila memenihi 13 kriteria berdasarka dikti.

9 02 2013
m.subandi

Kriteria tersebut cukup memuat ciri-ciri keinternationalan, tetapi ada fihak yang menyebut bahwa jornal harus terindek di scopus.
saya ingin mendapat respon apa benar harus terindek di scopus?

10 02 2013
uripsantoso

Menurut kriteria Dikti, ada Jurnal Internasional dan Jurnal Internasional Bereputasi. Jurnal Internasional memuat ciri-ciri seperti yang tersajikan disini, sementara Jurnal Internasional Bereputasi belum ada kriteria yang jelas. Ada yang mengatakan Jurnal Internasional Bereputasi adalah jurnal yang terindeks di scopus. Akan tetapi ini tidak fair, karena banyak juga yang tak terindeks di scopus mempunyai bobot/mutu yang tinggi. Kita tunggu saja kriteria yang akan dikeluarkan oleh Dikti. Tks.

9 08 2013
Menilai suatu jurnal melalui citation index dan impact factor | Halamanku

[…] Sedangkan kriteria yang dikeluarkan oleh Dikti adalah menggunakan bahasa PBB [Inggris, Perancis, Spanyol, Arab dan Cina]; naskah yang dterima cepat terbit [rapid review]; ada keteraturan terbit; editorial boardnya dari dalam dan luar negeri; peredarannya luas; menjadi acuan atau memiliki jumlah sitasi yang banyak; tercantum dalam current content dan sejenisnya; substasi yang berkualitas; menawarkan offprint/reprints; terbit teratur sesuai jadwal; penerbitan tidak terkendala dana; artikel yang dominan adalah artikel primer/hasil penelitian bukan hanya review; bukan jurnal yang mencerminkan kelokalan; derajat kemutakhiran pustaka > 80%; tersedian indeks setiap volume; adanya bank naskah dan mempertimbangkan impact factor. (2)  […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: