Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan

10 08 2012

Tak terasa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah tiba. Rasanya banyak kekurangan selama Ramadhan ini. Rencana yang sudah disusun sering tidak dilaksanakan dikarenakan oleh rasa malas yang mendera. Tidak mudah memang untuk secara konsisten melaksanakan ibadah setiap hari selama satu bulan penuh. Saya sangat iri kepada mereka yang telah mampu mengalahkan rasa malas dalam beribadah. Namun demikian, saya Insya Allah akan berusaha memperbaiki di hari-hari terakhir ini. Cuma, yang paling berat saya rasakan adalah i’tikaf di masjid. I’tikaf di masjid selama 10 hari sampai idul Fitri merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan. Saya rasa, saya tidak bisa melakukan I’tikaf tersebut secara penuh.

Salah satu keistimewaan sepuluh hari terakhir adalah diprediksinya akan datangnya  Lailatul Qadar (malam seribu bulan). Keistimewaan lailatul qadar seperti yang dideskripsikan dalam firman Allah sbb:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS: Al-Qadr (97) ayat 1-5).

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar

Terdapat tanda-tanda tentang lailatul qadar, meskipun masih dalam perdebatan yang sengit. Akan tetapi yang terpenting sesungguhnya adalah kita berusaha beribadah semaksimal mungkin karena Allah swt. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang beruntung. Adapaun tanda-tandanya adalah sbb:

1. Udara dan suasana tenang dan hening. Berdasarkan hadist berikut ini.

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (hadist hasan).

2. Keesokan harinya matahari tidak bersinar kuat. Berdasarkan hadist berikut ini.

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim).

4. Bulan akan berada di posisi separuh lingkaran. Berdasarkan hadist berikut.

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata : “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim).

5. Suasana malam ketika itu terasa sejuk dan nyaman, Berdsarkan hadist berikut.

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan).

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

 

 

Amalan Lailatul Qadar

Rasulullah SAW Bersabda : “Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Beliau menghidupkan malam dan membangunkan anggota keluarganya dan Beliau kencangkan pakaiannya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

“Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha (dia berkata) Rasulullah SAW bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah Beliau lakukan pada malam-malam lainnya” (HR. Muslim).

“Diriwayatkan dari `Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah SAW beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasulullah selepas kematiannya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kegiatan ketika I’tikaf adalah membaca alqur’an, dzikir, memohon ampun. Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah memberikan nasihat tentang lailatul qadr, kemudian beliau berkata:
“Siapa saja yang shalat malam sepanjang tahun, dia akan mendapatkannya.” (H.r. Ahmad dan Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Alban)

Sumber:

1)      http://m-wali.blogspot.com/2012/08/tanda-tanda-malam-lailatul-qadar.html#ixzz230s4P0Xg

2)      http://sidomi.com/118697/keistimewaan-ciri-dan-tanda-malam-lailatul-qadar-malam-seribu-bulan/

3)      http://www.merdeka.com/ramadan/apa-saja-amalan-baik-saat-lailatul-qadr.html

4)      http://sidomi.com/118729/keutamaan-dan-hikmah-10-hari-terakhir-di-bulan-puasa-ramadhan/


Actions

Information

One response

27 12 2012
sutrisno 2011

benar pak memang susah untuk menjaga kekonsestine dalam menjalan ibadah di bulan ramadhan ,hanya orang-orang yang mempunyai keimanan dan ketaqwaan yang tinggi saja dapat melakukan hal itu sehingga dapat menajalankan ibadah dengan konsisten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: