Tugas Utama Perguruan Tinggi

19 02 2012

Perguruan tinggi mempunyai kewajiban utama yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadi perguruan tinggi mempunyai tiga dharma yang harus ditunaikan, yaitu pendidikan & pengajaran, pengembangan ilmu dan pengabdian pada masyarakat. Tugas ini secara langsung dibebankan kepada para dosen, sementara karyawan berperan sebagai mendukung agar pelaksanaan  ketiga dharma tersebut dapat terlaksana dengan baik. Jadi, aktor utama itu adalah para dosen. Sementara mahasiswa sebagai salah satu unsur sivitas akademika juga mempunyai kewajiban menunaikan ketiga dharma tersebut meskipun tingkatnya lebih ringan dibandingkan dengan dosen.

Dharma pertama diharapkan perguruan tinggi meluluskan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu tinggi. SDM yang mempunyai wawasan yang memadai, sehingga para sarjana nantinya akan mampu menyelesaikan problema yang ada di masyarakat. Dharma kedua, perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan ilmu sehingga dapat memberikan kontribusinya bagi pengembangan iptek dan pembangunan. Produk dharma kedua ini dapat berupa buku ilmiah, karya ilmiah berupa laporan hasil penelitian, seminar, publikasi ilmiah, paten atau yang sejenis. Dharma ketiga, perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Untuk itu, hasil pengembangan iptek di perguruan tinggi hendaknya didesiminasikan ke masyarakat agar problema yang ada dapat dipecahkan. Produk untuk dharma ketiga ini berupa buku populer, desiminasi hasil penelitian, artikel ilmiah populer atau populer, sebagai konsultan masyarakat, atau yang sejenis.

Oleh sebab itu, keberhasilan suatu perguruan tinggi dinilai dari seberapa mampu perguruan tinggi menghasilkan produk-produk yang bermutu tinggi yang diakui oleh masyarakat, baik masyarakat ilmiah maupun masyarakat umum. Agar perguruan tinggi itu mampu menunaikan tugasnya maka diperlukan manajemen yang baik. Untuk itu, tugas utama para manajer di perguruan tinggi ini adalah bagaimana perguruan tinggi yang dipimpinnya mampu menunaikan Tri Dharma tersebut dengan baik. Untuk itu, unsur akademik harus diutamakan daripada unsur politik. Sayangnya di banyak perguruan tinggi, unsur politik lebih dominan daripada unsur akademik. Akibatnya, perguruan tinggi kurang mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang dapat menjadi unggulan universitas. Sebagai akibat lanjutan, maka meskipun perguruan tinggi di Indonesia ribuan jumlahnya, produknya masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia.

Dalam rangka memperbaiki kualitas perguruan tinggi di Indonesia, maka Kemendikbud membuat beberapa gebragan antara lain berupa pernyataan anti plagiat dan surat edaran yang isinya persyaratan lulus bagi S1, S2 dan S3 untuk menulis artikel ilmiah di jurnal. Kebijakan terakhir ini banyak diprotes oleh kalangan perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta. Menghadapi protes keras ini Kemendikbud bergeming (tetap kekeh pada pendiriannya). Menteri M. Nuh menganggap bahwa perguruan tinggi yang protes itu dikarenakan mereka belum paham. Pihaknya akan terus mensosialisasikan hal ini sampai semua perguruan tinggi di Indonesia sadar bahwa kebijakan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Bukan sekadar meningkatkan jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s