Oleh: Urip Santoso
Siapa yang belum mengenal pendap? Kalau ke Bengkulu jangan lupa mencicipinya. Meskipun merupakan makanan tradisonal, pendap mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai kuliner nasional atau bahkan internasional sejajar dengan CFC, KFC dan lain sebagainya. Konon, pendap sangat diminati oleh para wisatawan yang pernah ke Bengkulu. Pendap dijadikann oleh-oleh ketika mereka pulang ke kotanya seperti Lubuk Linggau, Lampung, Jakarta dan lain-lain. Pendap juga sudah melanglang jagad, seperti Malaysia dan Belgia.
Bagaimana kalau ditinjau dari sisi gizi pendap? Jangan ditanya lagi pasti bergizi tinggi, soalnya kan ada ikan, kelapa dan daun talas serta bumbu-bumbu terpilih. Daun talas sendiri disinyalir mengandung senyawa aktif – semacam hormone – yang mampu meningkatkan pertumbuhan. Kelapa? Ingat Virgin Coconut Oil? Kalau ingat tentunya sudah tahu khasiatnya, bukan? Ikannya? Tidak usah diragukan lagi! Ikan mengandung protein, vitamin dan mineral tinggi. Minyak ikanpun sangat bermanfaat bagi kesehatan. Belum lagi bumbu-bumbu istemewanya, yang berkhasiat pula bagi kesehatan manusia.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pendap antara lain kelapa muda, kelapa goreng, ikan dan bumbu-bumbunya antara lain bawang putih, kencur, garam dan cabai. Bumbu-bumbu dicampur merata dengan kelapa dan diberi ikan satu potong, lalu dibungkus dengan daunt alas dan daun pisang, lalu direbus selama 8 jam. Setiap 4 jam pendap dibalik biar masaknya merata. Jenis ikan yang digunakan bervariasi seperti ikan kakap, gumuru, terusan, jenihin, gebur dll. Pembungkusan juga mempunyai trik khusus, yaitu 3 lapis dan bersilang sehingga ketika direbus air tidak masuk ke pendap. Sangat bergizi bukan? Pendap berasa pedas dan gurih, sehingga cocok untuk lauk makan nasi. Pendap bisa meningkatkan selera makan. Sebagai tambahan, pendap juga bisa dimasak di dalam bambu seperti pada pembuatan lemang. Jadi tidak pakai daun talas. Pendap juga bisa dimasak seperti membuat pepes ikan.
Nah, tentu saja untuk menjadikan pendap sebagai kuliner nasional atau bahkan internasional perlu dimodifikasi, sehingga memenuhi selera konsumen. Kalau rendang itu khas Sumatera Barat, maka bisa jadi suatu saat pendap menjadi icon kuliner Provinsi Bengkulu. Ini tantangan bagi para ilmuwan di bidang kuliner yang cinta Bengkulu. Saya tantang Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Bengkulu untuk mewujudkannya. Atau barangkali anak-anak SMK mau menjawab tantangan ini? Saya tunggu!
Versi lain resep pendap (http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/9074/pendap)
Bahan dan bumbu
4 ekor ikan kembung (400 gram), dicuci bersih
2 batang daun bawang, dipotong 1/2 cm
1 tangkai daun seledri, diiris kasar
2 cm lengkuas, dimemarkan
1 batang serai, dimemarkan
3 buah asam kandis
5 lembar daun mangkukan, diiris kasar
100 gram kelapa parut kasar, disangrai
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 sendok makan minyak untuk menumis
daun pisang untuk membungkus
bumbu halus:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri, disangrai
6 buah cabai merah
2 cm jahe
2 cm kunyit, dibakar
Cara Pengolahan :
- Remas-remas daun mangkukan dengan 1/2 sendok teh garam. Cuci bersih. Tiriskan.
- Lumuri ikan kembung dengan setengah bagian bumbu halus. Bungkus seperti pepes. Kukus 30 menit sampai matang.
- Setelah matang, buka pepes. Letakkan di atas piring. Sisihkan.
- Panaskan minyak. Tumis sisa bumbu halus sampai harum.
- Tambahkan daun bawang, daun seledri, lengkuas, serai, asam kandis, dan daun mangkukan. Aduk sampai layu.
- Tambahkan kelapa parut. Aduk rata.
- Masukkan santan, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang dan kuah kental.
- Siram ke atas ikan kembung.



























SocialVibe