Contoh Lagi Deskripsi Diri 2010

5 10 2010

Oleh: Urip Santoso

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1. Berikan contoh nyata  semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!.

Deskripsi jawaban:

Contoh 1:

Tiga tahun yang lalu saya menemui permasalahan pada matakuliah yang saya ajarkan. Mahasiswa peserta matakuliah tersebut mendapatkan nilai yang rendah memiliki motivasi dan keingin-tahuan yang rendah, kurang semangat belajar, tidak kreatif mencari pustaka yang relevan dengan materi kuliah. Hal tersebut pada akhirnya akan menurunkan mutu lulusan dan akan memperpanjang masa studi mahasiswa. Menyadari hal tersebut, maka saya berjanji untuk mencari alternatif upaya yang dapat dilakukan untuk mengtasi permasalahan di atas. Kegiatan yang pertama saya lakukan adalah survei terbatas tentang opini mahasiswa terhadap proses belajar mengajar (PBM) yang telah saya lakukan. Hasil survei menunjukkan bahwa nilai tinggi masih merupakan tujuan mereka, walaupun mereka tidak tahu bagaimana harus memacu diri untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka juga menyebutkan bahwa mereka mengalami kendala dalam pencarian literatur serta kebingunan menggambarkan aktualisasi ilmu yang diajarkan tersebut di masyarakat nantinya.

Usaha yang saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah: 1) pemberian quiz setiap awal pertemuan, 2) membawa contoh-contoh produk dari materi yang diajarkan, dan 3) membuat buku ajar. Pemberian quiz dilakukan secara lisan selama 10 menit sebelum perkuliahan. Usaha untuk memperlihatkan contoh produk-produk, saya berikan pada matakuliah Teknologi Hasil Hutan.  Usaha memberikan contoh pada matakuliah itu dikarenakan matakuliah itu tidak berpraktikum. Usaha ketiga, yaitu membuat buku ajar dimaksudkan untuk mengurangi kendala mahasiswa dalam mendapatkan pustaka yang relevan.

Dampak perubahan yang saya lakukan antara lain: 1) mahasiswa selalu mempersiapkan diri untuk menjawab quiz, 2) pada saat kuliah mahasiswa sangat fokus terhadap materi kuliah, 3) diskusi kelas menjadi lebih hidup, 4) mahasiswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti perkuliahan sehingga atmosfir kelas menjadi lebih baik, 5) mahasiswa menjadi lebih percaya diri menghadapi ujian, 6) jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A dan B naik secara sangat nyata.

Contoh 2

Saya adalah dosen Program Studi Teknik Informatika (TI), Fakultas Teknik Universitas Bengkulu. Saya mengasuh matakuliah Pengenalan Pemograman Proyek Perangkat Lunak (PPRPL) yang ditawarkan di semester I dengan bobot 4 (2-2) sks. Agar mahasiswa lebih menguasai materi perkuliahan, saya selalu memberi  pekerjaan rumah (PR) setiap minggunya. Saya mengamati fenomena yang sering terjadi pada mahasiswa baru, yaitu mereka cenderung menyotek atau mengkopi pekerjaan temannya atau mengunduh jawaban dari internet. Ini membuat tujuan saya memberi PR tidak tercapai.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, saya melakukan beberapa upaya, yaitu, 1) menolak pekerjaan mahasiswa yang sama persis, 2) memberi topik yang berbeda untuk setipa mahasiswa, 3) meningkatkan pengawasan atas cara curang yang akan dilakukan mahasiswa, 4) memberi peringatan kepada mahasiswa yang ketahuan. Jika mereka tetap membandel maka mahasiswa akan diberi sangsi yaitu tidak mendapat nilai, 5) memberi pujian kepada mahasiswa yang jujur dan berprestasi, 6) mendorong mahasiswa untuk mengerjakan PR-nya dengan kemampuan sendiri, 7) menjelaskan keuntungan yang akan diperoleh mahasiswa jika mereka menguasai PPRPL, 8) diskusi kelompok secara terjadwal.

Dampak perubahan yang saya amati adalah mahasiswa semester satu berangsur-angsur meninggalkan kebiasaan menyontek dan berusaha menyelesaikan PR secaraa mandiri. Hasil ujian baik teoritis maupun praktek naik secara nyata dari tahun-tahun sebelumnya, dan jumlah mahasiswa yang mendapat nilai baik meningkat tajam. Dampak lain dari upaya yang saya lakukan melalui diskusi kelompok adalah mahasiswa menjadi aktif, terciptanya suasana kelas yang hidup, kemampuan berkomunikasi  menjadi terlatih,  saya dapat mengamati secara langsung mahasiswa yang menguasai materi dan yang belum. Selain itu, saya sebagai dosen kadang mendapat informasi baru dari mahasiswa. Ini mendorong saya untuk lebih giat mendapatkan informasi dari berbagai sumber.

Contoh 3:

Setelah saya evaluasi proses belajar dan mengajar yang saya lakukan, masih banyak kekurangan yang ada pada saya dalam menyampaikan materi kuliah Kalkulus, yang mengakibatkan rendahnya nilai mahasiswa. Saya melakukan survei tentang pendapat mahasiswa terhadap teknik PBM yang saya lakukan untuk mendapatkan fakta yang lebih mendalam tentang kelemahan-kelemahan saya. Dari hasil survei saya mendapatkan informasi bahwa saya dalam menyampaikan materi kuliah: a) terlalu cepat, b) mahasiswa sulit memahami konsep-konsep materi perkuliahan, 3) belum tersedianya hand out, 4) kurang menguasai materi.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, saya melakukan upaya sebagai berikut:

a) meningkatkan kemampuan saya untuk memahami konsep-konsep kalkulus dengan mengikuti pelatihan selama tiga bulan di UGM  (tahun 1991).

b) menentukan metode dan pendekatan pembelajaran kalkulus yang efektif melalui penelitian (tahun 1990).

c) lokakarya peningkatan mata kuliah inti kalkulus I (tahun 1995)

d) seminar laporan pelaksanaan matakuliah Kalkulus I (tahun 1997).

e) setelah itu saya menyusun bahan ajar matakuliah kalkulus. Dalam bahan ajar ini, saya memberi contoh-contoh yang sudah dikenal oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.

f) saya memperbaiki metode pembelajaran saya untuk kalkulus sesuai dengan hasil penelitian, saran para pakar dll. Bahan ajar diinformasikan kepada mahasiswa sebelum perkuliahan berjalan untuk dijadikan pedoman belajar. Saya juga memberi tugas kepada setiap mahasiswa dan mengevaluasinya seorang demi seorang.

Perubahan yang saya lakukan memberikan dampak yang positif, yaitu prestasi mahasiswa meningkat jika dilihat dari sebaran nilai ujian dan nilai tugas mahasiswa. Usaha yang telah saya lakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran ini sering saya sampaikan kepada dosen muda di lingkungan fakultas say, dengan tujuan agar mereka menerapkannya dalam matakuliah yang mereka asuh.

A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran

Contoh 1

Disiplin merupakan salah satu kunci utama kesuksesan dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, saya berusaha membiasakan diri saya dan mahasiswa saya disiplin dalam pembelajaran. Contohnya, saya selalu memulai pembelajaran saya tepat waktu dan mengakhirinya tepat waktu sesuai dengan jawal yang telah disepakati. Dalam beberapa kesempatan saya malah datang 5-10 menit sebelum perkuliahan dimulai. Untuk membiasakan mahasiswa disiplin, saya bersepakat dengan mahasiswa bahwa jika saya atau mahasiswa terlambat tidak diperkenankan masuk kelas. Jika saya yang terlambat, mahasiswa berhak melaporkan saya ke fakultas. Saya selalu hadir dalam setiap tatap muka sesuai dengan tugas yang diberikan kepada saya. Selain itu, saya selalu menyerahkan nilai akhir mahasiswa  ke Jurusan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dengan demikian, lembar hasil studi mahasiswa tidak terlambat dikeluarkan.

Keteladanan yang saya perlihatkan selama saya menjadi dosen antara lain saya berusaha bersikap adil dalam memberikan nilai kepada mahasiswa. Saya menilai sesuai dengan hasil jawaban mahasiswa tersebut. Saya tetap memberi nilai secara obyektif meskipun kepada mahasiswa  yang dekat dengan saya. Selain itu, saya selalu membuat rencana akademik pada awal tahun dan mengevaluasinya paa akhir tahun. Hal ini saya sosialisasikan kepada teman sejawat saya, yang ternyata menjadi sumber inspirasi dosen untuk mulai menyusun rencana akademik tersebut sebagai pedoman kerja. Ternyata, mulai tahun 2010 rencana akademik ini menjadi sangat penting bagi dosen karena hal ini terkait dengan pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan. Saya juga berpakaian sesuai dengan aturan yang berlaku di Universitas Bengkulu, yang dapat menjadi contoh bagi mahasiswa dalam berpakaian, khususnya ketika mereka di kampus.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu menurut saya sesuai fitrahnya manusia pasti tidak akan pernah lepas dari segala kesalahan dan kekurangan betapapun kecilnya. Untuk itu, saran, kritik dan pendapat orang lain  justru sangat saya perlukan untuk memperbaiki kinerja saya. Semua kritik, saran dan pendapat orang lain saya terima dengan penuh rasa terima kasih. Saya kemudian menyaring semuanya secara obyektif berdasarkan aturan atau pedoman yang berlaku. Setelah itu, kritik dan saran yang memang baik dan membangun bagi perbaikan kinerja saya, saya jadikan pedoman untuk meningkatkan kinerja saya.

Pada suatu kesempatan di depan kelas saya sampaikan kepada mahasiswa karena cukup banyak nilai ujian Tengah Semester dari mata kuliah yang saya ampu kurang memuaskan. Untuk itu, saya minta kepada mahasiswa untuk memberikan kritik dan sarannya secara tertulis tanpa diberi identitas diri. Cara ini saya lakukan agar mahasiswa bersedia memberikan saran dan kritiknya sesuai dengan apa yang dirasakan. Saran dan kritik mahasiswa saya olah dan saring. Berdasarkan saran dan kritik itulah saya memperbaiki metode belajar mengajar saya. Berdasarkan pengamatan saya, setelah saya menerapkan saran  dan kritik para mahasiswa, proses belajar mengajar berjalan lebih aktif dan terjadi peningkatan nilai pada Ujian Akhir Semester

Contoh 2

Saya berprinsip bahwa seseorang akan lebih maju dan berkembang, apabila orang itu tidak alergi terhadap kritik, karena kritik merupakan umpan balik terhadap apa yang telah dilakukan oleh kita. Dalam rapat Program Studi yang secara rutin saya adakan, seorang dosen muda mengkritik saya sebagai Ketua Program Studi  tentang pembagian tugas mengajar yang dinilainya tidak adil. Ia mencontohkan bahwa dirinya hanya mengajar sedikit matakuliah sedangkan yang lainnya banyak matakuliah. Setelah mendengar protes dosen tersebut, saya kemudian mengevaluasi pembagian tugas tersebut secara teliti. Dari hasil evaluasi itu memang terdapat pembagian tugas mengajar yang kurang seimbang. Sebagai ketua, saya kemudian langsung di dalam rapat tersebut menambahkan satu acara yaitu pembagian ulang tugas mengajar.

Belajar dari cara menyikapi dan menghadapi kritik dan saran yang disampaikan dengan santun, bukan berarti saya dengan serta merta selalu menerima atau menolak kritik dan saran serta pAndangan orang lain. Oleh karena itu, saya akan bersikap luwes dalam menerima kritik, saran dan pendapat orang lain. Luwes yang saya maksud adalah mampu menerima kritikan dengan obyektif. Jika kritikan dan saran yang disampaikan kurang saya yakini kebenarannya saya tidak dengan serta merta menolaknya. Saya selalu meminta pendapat orang lain yang saya anggap lebih mampu. Semua pertimbangan itu kemudian saya jadikan lAndasan untuk menerima atau menolak kritik. Jika kritik yang diajukan kepada saya benar, maka saya akan berusaha untuk menjalankan kritik dan saran tersebut.

B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian

B.1. Sebutkan produk karya-karya ilmiah (buku, artikel, paten, dll) yang telah Saudara hasilkan dan pihak yang mempublikasikannya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

Deskripsi jawaban:

Contoh 1:

Saya telah mengahasilkan 6 judul penelitian berskala nasional, 10 publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan mengikuti seminar bertaraf nasional sebanyak 3 kali selama kurun waktu 2006-2008. Berikut saya tampilkan publikasi ilmiah yang saya hasilkan selama saya menjadi dosen.

No. Nama penulis Tahun Judul artikel Nama Jurnal Volume & halaman

Penelitian, seminar dan publikasi yang saya lakukan  meningkatkan wawasan keilmuan saya. Meningkatnya wawasan keilmuan saya berdampak positif terhadap pengembangan materi mata kuliah yang saya ampu. Saya berusaha menyisipkan karya-karya saya dalam materi kuliah sehingga materi kuliah saya berkembang terus dari tahun ke tahun. Meningkatnya wawasan keilmuan saya juga meningkatkan mutu pengabdian kepada masyarakat yang saya lakukan. Hasil penelitian dan publikasi saya menjadi sumber inspirasi peneliti lain di tingkat nasional untuk meneliti dan mengembangkan ipteks pada bidang tersebut. Selain itu, saya telah menemukan daun katuk dalam menurunkan deposisi lemak  pada broiler dan ayam petelur, yang menempatkan saya  sebagai pakar daun katuk sebagai feed addtitive pada ayam baik di tingkat nasional maupun internasional.

Contoh 2

Beberapa tahun yang lalu saya membaca di majalah Trubus tentang senyawa aktif yang terdapat di dalam daun katuk. Saya kemudian mempunyai ide mungkinkah daun katuk itu digunakan untuk menurunkan deposisi lemak pada broiler. Saya sebenarnya tidak tahu fungsi yang pasti dari senyawa tersebut. Saya kemudian membuat asumsi, jika senyawa tersebut di dalam saluran pencernaan berubah menjadi senyawa B, maka daun katuk diduga akan mampu menurunkan deposisi lemak. Saya kemudian berusaha mencari teori yang berkaitan dengan hal itu. Meskipun masih belum saya temukan, saya kemudian melakukan penelitian pendahuluan. Dari hasil penelitian pendahuluan ternyata terbukti daun katuk mampu menurunkan deposisi lemak pada broiler. Penelitian pendahuluan kemudian saya teliti lebih dalam. Akhirnya saya mampu mengembangkan formula feed supplement berupa  ekstrak daun katuk untuk memperbaiki mutu daging dan telur pada ayam. Saya juga mengamati permasalahan yang terjadi di pusat-pusat peternakan broiler rakyat. Saya kemudian menemukan beberapa  hambatan yang dihadapi oleh para peternak. Berdasarkan masalah yang saya temukan, saya kemudian mengadopsi suatu teknologi untuk kemudian diterapkan kepada peternakan rakyat. Adopsi teknologi yang saya lakukan terbukti mampu mengatasi  masalah tersebut.

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian

Deskripsi diri:

Sejak saya menjadi dosen di Universitas Bengkulu saya berusaha konsisten mengembangkan ilmu di bidang peternakan. Contohnya, kualifikasi pendidikan saya sangat konsisten, yaitu bidang keahalian S1 saya adalah peternakan, kemudian nutrisi ternak monogastrik pada S2 dan biokimia nutrisi ternak monogastrik pada S3. Saya selalu konsisten di bidang ini baik pada penelitian, publikasi ilmiah, seminar atau kegiatan lain yang terkait dengan pengembangan ilmu.

Saya selalu membuat target kerja yang saya tuangkan dalam rencana akademik (academic plan). Rencana akademik saya susun setiap tahunnya. Rencana akademik saya bagi ke dalam empat bagian, yaitu pendidikan dan pengajaran, pengembangan ilmu, pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang. Di dalam rencana akademik tersebut saya cantumkan jenis kegiatan, tujuan, sasaran, target yang hendak dicapai, waktu pelaksanaan, tingkat capaian dan kolom evaluasi. Saya berusaha dengan sekuat tenaga untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah saya susun dan menyelesaikan sesuai dengan waktu dan target yang telah saya rencanakan. Hasilnya, saya mampu memenuhi target kerja saya rata-rata 95%. Tingkat capaian yang tinggi ini disebabkan karena saya menyusun rencana akademik sesuai dengan tingkat kemampuan dan kesempatan yang mungkin saya peroleh.

C. Pengabdian kepada Masyarakat

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut!

Deskripsi diri:

Ketika saya survei ke pusat peternakan broiler rakyat, saya menemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh para peternak, yaitu: 1) efisiensi usaha peternakan broilernya masih rendah; 2) tingginya angka kematian dan kelainan pada kaki; 3) rendahnya pengetahuan formulasi ransum. Ketiga masalah ini yang membuat para peternak di daerah tersebut menderita kerugian atau hanya untung sedikit. Berdasarkan permasalahan yang saya temukan, saya kemudian mengenalkan ”Teknologi Pembatasan di Awal Pertumbuhan”. Saya memilih metode ini sebab metode ini  mampu mengatasi ketiga masalah di atas, mudah dilaksanakan dan sedikit sekali tambahan biaya pemeliharaan serta mampu memberikan keuntungan yang memadai.

Dengan dana yang saya peroleh dari Dikti (Program Ipteks) saya mengenalkan teknologi tersebut kepada para peternak. Untuk mencapai hasil  yang maksimal, pengabdian ini saya lakukan bertahap, yaitu penyuluhan, pelatihan dan demplot. Setelah ketiga tahap tersebut saya lakukan, maka secara perlahan para peternak mulai tertarik dan bermaksud menerapkannya. Beberapa peternak malah telah menerapkan teknologi yang saya kenalkan dan merasa gembira karena keuntungan yang diperolehnya meningkat. Bahkan mereka yang telah berhasil tanpa saya minta mereka mengenalkan teknologi tersebut kepada peternak lain. Agar dalam penerapan teknologi tersebut para peternak tidak salah, maka saya secara rutin memonitoring dan mengevaluasi penerapan teknologi tersebut.

Berikut saya tampilkan pengabdian  yang telah saya lakukan selama tiga tahun terakhir.

No. Nama dosen Tahu   Tahun Judul pengabdian pada masyarakat Sumber dana Jumlah

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Deskripsi diri:

Contoh 1:

Komunikasi terdiri dari dua, yaitu komunikasi tertulis dan komunikasi lisan. Sebagai dosen saya mempunyai komunikasi tertulis yang baik. Buktinya bahan tertulis untuk penyuluhan mudah dipahami oleh para peternak. Tingkat pemahaman peternak atas tulisan saya sekitar 75%. Tingkat  pemahaman peternak meningkat menjadi 95% ketika bahan tulisan tersebut saya komunikasikan dengan para peternak. Selama proses penyuluhan, para peternak sangat antusias bertanya dan memberikan umpak balik yang akurat. Bahkan mereka juga memberikan informasi kepada saya beberapa temuan atau masalah yang mereka hadapi. Ini menunjukkan bahwa saya juga mempunyai kemampuan komunikasi lisan yang baik.

Kemampuan kerja sama saya tunjukkan ketika saya melakukan pengabdian pada masyarakat baik jika saya sebagai ketua maupun sebagai anggota. Ketika saya sebagai ketua, saya selalu mengawali kegiatan dengan diskusi. Dalam diskusi tersebut disepakati beberapa hal seperti apa saja aktivitas yang harus dilakukan dan siapa yang mendapat tugas untuk itu. Saya sebagai ketua berusaha membagi tugas secara proporsional sesuai dengan bidang keahlian anggota tim. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian, saya selalu mementingkan sikap saling percaya, saling membantu dan saling menghormati.  Saya lebih mementingkan pencapaian tujuan  dengan mengutamakan prinsip di atas. Jika saya sebagai anggota saya selalu aktif dalam setiap tahapan pengabdian pada masyarakat. Saya selalu menyelesaikan tugas yang diberikan kepada saya. Meskipun demikian saya juga selalu siap membantu jika terdapat hal-hal yang tidak bisa dilaksanakan oleh anggota lain. Dengan cara ini, pengabdian pada masyarakat yang saya ikuti selalu sukses, tepat waktu dan tujuan pengabdian tercapai dengan baik.

D. Manajemen/Pengelolaan Institusi

D. 1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll.), implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

Deskripsi diri:

Contoh 1:

Pada tahun 2007 saya diangkat sebagai Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas (BPPU) UNIB. Saya menemukan beberapa masalah yang harus saya hadapi, yaitu tidak adanya perencanaan kegiatan, terkendalanya komunikasi dengan  bagian lain yang sebenarnya sebagai mitra kerja, pengelolaan yang kurang transparan dan komunikasi antar anggota BPPU yang belum optimal. Saya kemudian melakukan beberapa upaya perubahan, yaitu dengan menjalin komunikasi terbuka, kunjungan informal, rapat yang intensif dengan anggota BPPU, menyusun perencanaan BPPU tahun 2008 dan transparansi pengelolaan keuangan.

Perubahan-perubahan tersebut saya terapkan dengan sebaik-baiknya. Untuk meningkatkan komunikasi dengan anggota BPPU, saya secara rutin melakukan rapat koordinasi dengan semua anggota BPPU. Untuk menghilangkan miskomunikasi dengan pihak mitra, saya melakukan secara intensif kunjungan dan melakukan komunikasi dari hati ke hati. Dalam kunjungan itu, saya berusaha untuk memahami problema yang mereka hadapi. Jika saya mampu maka saya memberikan saran-saran yang dapat mereka kerjakan untuk memecahkan problema mereka. Saya juga bersama-sama mitra membuat rencana kerja tahun 2008  baik dengan anggota maupun dengan mitra BPPU. Untuk menerapkan transparansi, saya menyampaikan kondisi keuangan BPPU setiap 3 bulan kepada anggota BPPU.

Dampak perubahan dan implementasi perubahan yang saya lakukan didukung oleh pihak mitra, anggota dan pimpinan universitas. Perubahan yang dilakukan ternyata menghasilkan dampak positif, yaitu antara lain membaiknya hubungan dengan mitra kerja. Dengan demikian kinerja BPPU dapat dioptimalkan. Kinerja anggota BPPU pun meningkat, dikarenakan sistem penghonoran di BPPU berbasis kinerja. Suasana akademik di BPPU menjadi lebih baik, dengan terbukti anggota dengan antusias mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, rendahnya tingkat konflik dll.

Contoh 2 (bagi dosen yang tidak menjabat):

Tiga tahun yang lalu saya mengamati turunnya jumlah mahasiswa di Program Studi Produksi Ternak. Saya lalu mengamati permasalahan yang menjadi penyebab utama turunnya minat mahasiswa masuk ke program studi tersebut. Hasil pengamatan saya menunjukkan bahwa program studi tersebut secara umum menurun di seluruh Indonesia. Akan tetapi ada Program Studi Produksi Ternak di beberapa universitas tidak mengalami penurunan. Dari hasil pengamatan tersebut, saya kemudian memberikan usulan kepada Jurusan Peternakan agar dilakukan  beberapa perubahan, khususnya dalam bidang promosi. Saya usulkan agar promosi dilakukan lebih intensif dan menggunakan bauran promosi yang tepat.

Perubahan yang saya usulkan itu membuat Jurusan Peternakan harus melakukan beberapa perubahan dalam manajemennya. Setelah melalui serangkaian rapat maka usulan tersebut disetujui oleh rapat di Jurusan Peternakan. Sebagai langkah awal, Jurusan Peternakan kemudian melakukan studi kelayakan untuk mengetahui opini stakeholders. Berdasarkan studi kelayakan itu kemudian diperoleh opini stakeholders dan bauran promosi yang tepat. Bauran promosi yang dibuat itu ternyata memerlukan beberapa peningkatan fasilitas di jurusan peternakan. Meskipun tidak mudah jurusan peternakan berupaya meningkatkan fasilitas yang ada sambil terus melakukan promosi secara lebih intensif.

Hasil  dari implementasi perubahan yang saya usulkan tersebut mampu meningkatkan jumlah mahasiswa baru pada tahun 2009, yaitu dari 8 orang mahasiswa pada tahun 2008 menjadi 61 orang mahasiswa pada tahun 2009.

D. 2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/pengelolaan institusi.

Deskripsi diri:

Contoh 1:

Pada suatu kesempatan, dua  tahun yang lalu, sebagai Ketua Laboratorium saya diprotes dengan keras oleh salah seorang laboran saya yang merasa kurang puas dengan pembagian tugas untuk melayani praktikum yang dinilainya kurang adil. Saya menjawab akan mengevaluasi kembali pembagian tugas tersebut, jika nantinya terbukti kurang adil saya akan mengubahnya. Saya sebenarnya sangat kecewa terhadap laboran tersebut, sebab meskipun telah saya jelaskan berulang kali tetap saja ia tidak mau mengerti. Bahkan suaranya semakin lama semakin keras saja. Saya sedapat mungkin berusaha menahan diri agar tidak ikut marah menghadapinya. Saya sadar saya harus menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk menyelesaikan masalah ini, saya kemudian mengambil kebijakan, yaitu mengumpulkan para laboran. Saya menjelaskan tentang mekanisme penyusunan jadwal praktikum yang harus mengacu dan menyesuaikan dengan jadwal kuliah yang sudah disusun oleh fakultas. Saya kemudian meminta masukan pada semua laboran yang berkaitan dengan jadwal layanan praktikum di laboratorium yang saya pimpin. Dari penjelasan saya dan masukkan dari semua laboran, akhirnya diperoleh titik temu permasalahan jawdal praktikum. Saya kemudian memodifikasi sedikit jadwal praktikum sesuai dengan masukan para laboran. Saya sampaikan jadwal yang sudah saya modifikasi kepada para laboran, dan akhirnya disetujui dan semua dengan hati yang ikhlas  dan senang melaksanakan tugas yang saya berikan.

Saya juga selalu berusaha menjalankan tugas sebagai Ketua Laboratorium sesuai dengan tanggungjawab yang saya emban. Saya selalu hadir setiap jam  kerja dan menyelesaikan tugas-tugas saya baik sebagai dosen maupun sebagai Ketua Laboratorium. Setiap awal tahun saya selalu membuat perencanaan dan di akhir tahun saya membuat evaluasi. Hasil kegiatan laboratorium yang saya pimpin saya pertanggungjawabkan dihadapan Ketua Jurusan dan para dosen. Bersama para dosen saya melakukan perbaikkan pada aspek yang masih dinilai belum optimal. Saya juga selalu berusaha melaporkan kondisi keuangan laboratorium secara periodik dalam rapat jurusan. Saya bahkan sering lembur untuk menyelesaikan tugas-tugas saya tersebut.

Keteguhan pada prinsip saya tunjukkan dengan melaksanakan tugas saya sebagai Ketua Laboratorium  sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan atau pedoman yang berlaku selalu saya jadikan pegangan dalam pengambilan keputusan, baik saya sebagai dosen maupun saya sebagai Ketua Laboratorium. Memang banyak sekali hambatan dan tantangan, tetapi saya tetap bergeming. Jika ada protes dari dosen atau mahasiswa, saya sampaikan aturan atau pedoman yang menjadi dasar pertimbangan dalam membuat keputusan.

Contoh 2

Alhamdulillah, saya telah dapat menunaikan tugas dan kewajiban yang dipercayakan kepada saya dengan penuh tanggungjawab. Semua tugas yang diberikan kepada saya seperti kegiatan IMHERE, Hibah K-1 dan K-2, Hibah SP4 selalu saya tunaikan dengan baik. Saya terlibat secara aktif mulai dari persiapan, pembuatan dan pelaksanaan aktivitas program. Pimpinan dan kolega juga puas terhadap kinerja saya.

E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa

E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

Deskripsi diri:

Contoh 1:

Tahun 2006 saya diangkat sebagai Ketua Tim Pembina Penalaran tingkat universitas. Selama tiga bulan saya sebagai ketua, saya berusaha menemukan permasalahan yang menghambat kinerja tim. Ada beberapa permasalahan yang saya temukan, antara lain: 1) rendahnya produktivitas mahasiswa di bidang penalaran, 2) sedikitnya jumlah mahasiswa yang terlibat di bidang penalaran, 3) tidak adanya perencanaan tertulis, 4) koordinasi antar anggota tim yang tidak intensif.

Berdasarkan permasalahan tersebut, saya kemudian melakukan beberapa perubahan, yaitu: 1) melakukan koordinasi dengan anggota tim penalaran secara lebih intensif dengan melakukan rapat setiap bulan; 2) bersama-sama dengan tim penalaran, menyusun perencanaan secara tertulis yang akan dijadikan pedoman dalam setiap aktivitas  bidang penalaran; 3) memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif di bidang penalaran.

Setelah pada rapat pertama dihasilkan kesepakatan perencanaan kegiatan tahunan, maka saya bersama tim berusaha secara konsisten menerapkan perubahan tersebut. Untuk memotivasi mahasiswa, maka dilakukan beberapa pelatihan motivasi, meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis karya ilmiah dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), pelatihan debat ilmiah dll. Komunikasi antara anggota tim secara konsisten dilaksanakan setiap bulan dengan agenda monitoring dan evaluasi kegiatan dan jika ada kendala dicarikan alternatif pemecahannya. Dengan cara ini, kegiatan penalaran menjadi lebih baik.

Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, tentu saja mendapat dukungan dana dan sarana dan prasarana dari universitas. Hasil dari perubahan yang saya lakukan antara lain meningkatnya jumlah PKM dari tahun ke tahun, yang mencapai puncaknya pada tahun 2008 yaitu sebanyak 32 judul dan tahun 2009 meningkat lagi menjadi 64 judul. Hal ini menempatkan UNIB dalam  peringkat ke 2 di Sumatera. Suatu prestasi yang belum pernah dicapai oleh UNIB sebelumnya.

Contoh 2 (bagi dosen yang tidak  menjabat):

Empat tahun yang lalu saya mengamati kegiatan mahasiswa khususnya di bidang penalaran. Saya mendapatkan minat mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan penalaran sangat rendah. Hal ini berakibat rendahnya produktivitas mahasiswa dalam bidang penalaran seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) yang sekarang berubah menjadi Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM), debat ilmiah, mimbar akademik dll.

Saya kemudian menyarankan beberapa perubahan kepada Pembantu Rektor III, yaitu agar dibentuk tim pembina penalaran, yang tugasnya mengidentifikasi masalah dan membina kegiatan penalaran mahasiswa secara terintegrasi, dan upaya peningkatan motivasi mahasiswa di bidang penalaran melalui insentif bagi mereka yang mempublikasikan karyanya.

Setelah melalui serangkaian diskusi  dengan PR III dan juga dengan Rektor dan bagian kemahasiswaan, akhirnya universitas membentuk tim pembina tersebut. Usulan saya tentang program insentif publikasi bagi mahasiswa juga didukung oleh universitas.  Hasilnya selama tiga tahun berturut-turut jumlah mahasiswa yang mengajukan proposal PKM meningkat drastis, dan juga jumlah proposal PKM yang didanai oleh Dikti meningkat tajam. Pada tahun 2008, universitas dimana saya beraktivitas mendapat peringkat ke 19 se Indonesia dalam memperoleh dana PKM. Serangkaian kegiatan baru seperti debat ilmiah dan mimbar akademik juga mulai digalakkan. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam KKTM yang biasanya sangat rendah secara perlahan meningkat sampai sekitar 95 mahasiswa. Dengan adanya program insentif, maka gairah publikasi oleh mahasiswa meningkat sangat nyata. Keuntungan lainnya adalah terkoleksinya data tentang publikasi karya-karya mahasiswa.

E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

Deskripsi diri:

Sebagai pembina HIPROMATER, saya berinteraksi secara intensif baik dengan pengurus maupun dengan anggota Hipromater. Interaksi awal dengan pengurus biasanya saya lakukan pada acara musyawarah  anggota. Pada awal acara musyawarah dilakukan diskusi antara saya dengan pengurus dan anggota. Kesempatan ini saya gunakan untuk memotivasi mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan Hipromater, sebab hal ini akan memberikan nilai plus ketika mereka terjun ke masyarakat nantinya. Dalam diskusi ini terjadi tanya jawab yang intensif antara saya dengan mahasiswa. Setelah itu, untuk mempelancar pelaksanaan kegiatan mahasiswa yang disepakati dalam musyawarah tersebut, saya secara terus menerus berinteraksi dengan mahasiswa secara periodik dan terjadwal.

Keberadaan saya sebagai pembina Hipromater menjadikan perencanaan kegiatan mahasiswa di Hipromater lebih terarah, dan capaian target perencanaan tersebut meningkat secara signifikan. Keberadaan saya juga mampu memotivasi mahasiswa untuk aktif dalam organisasi baik di tingkat jurusan, fakultas maupun universitas dan bahkan di masyarakat.

PERNYATAAN DOSEN

Saya dosen yang membuat diskripsi diri ini menyatakan bahwa semua yang saya diskripsikan adalah benar aktivitas saya dan saya sanggup menerima sangsi apapun termasuk penghentian tunjangan dan mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini dikemudian  hari terbukti tidak benar.

……………., ………………….  Dosen yang diusulkan

(———————————–)

Saya sudah memeriksa kebenaran diskripsi diri ini dan bisa menyetujui semua isinya

Mengesahkan,                                                                                    Mengetahui,

Dekan/Direktur/Ketua/–                                                         Ketua Jurusan/Bagian/–

TAnda tangan dan cap

(—————————–)                                                         (—————————)

About these ads

Actions

Information

One response

27 07 2011
Etty

Pak .. terima kasih infonya sangat bermanfaat, saya memang sedang menyusun deskripsi diri untuk serdos 2011..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: