Meneladani Empat Sifat Rasulullah

30 08 2010

Ujih Saputra S. Pd. I

Yayasan Syamsul Ulum Keradenan Cibinong – Bogor

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hadirin jamaah masjid At Taqwa yang berbahagia, didalam kesempatan yang berharga dan di tempat yang mulia ini, marilah terlebih dahulu kita fokuskan fikir dan zikir kita kehadirat Allah SWT seraya memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya atas semua nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita semua. Dengan nikmat-nikmat tersebut kita masih diberi kesempatan untuk manjalankan aktifitas sebagaimana mestinya baik duniawi maupun ukhrowi. Shalawat serta salam semoga tersampaikan kepada Nabi akhirul zaman, insan yang paling mulia akhlaqnya, yaitu Nabi Muhammad SAW, semoga kita termasuk orang-orang yang akan memperoleh syafaatnya di Yaumulakhir nanti.

Nabi Muhammad merupakan satu sosok figur yang sangat mempesona, sopan dalam bertutur kata, jujur manakala ia bicara sepanjang hayatnya, tidak pernah berdusta serta luhur budi pekertinya. Hal inilah yang membuat kita terkagum-kagum kepada beliau bahkan dari dulu sampai saat ini semua orang di penjuru dunia mengagumi profil beliau mengingat Nabi Muhammad SAW memiliki integritas kepribadian yang sangat luar biasa. Beliau mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia terhadap sesama manusia, khususnya terhadap umatnya tanpa membedakan atau memandang seseorang dari status sosial, warna kulit, suku bangsa atau golongan. Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja bahkan kepada orang jahat atau orang yang tidak baik kepadanya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Allah SWT memberikan predikat dalam Al Qur’an kepada beliau sebagai “wainnakkka la’alla hukukin aaadzhim” yaitu Nabi Muhammad adalah manusia yang memiliki akhlak yang paling agung.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Ayat ini menegaskan bahwasanya telah ada pada diri Rasulullah suatu uswah dan qudwah bagi kita selaku umatnya. Oleh karenanya marilah kita tata kembali komitmen ketaqwaan kita untuk lebih menghayati dan mengimplementasikan uswah dan qudwah rasulullah dalam menapaki kehidupan sehari-hari.

Hal yang paling mendasar yang dapat diteladani dari Rasulullah SAW itu meliputi 4 sifat yaitu sidik, amanah, tabligh dan fathonah.

Yang pertama “sidik”, memiliki pengertian bahwa Rasulullah SAW selalu benar (jujur) dalam ucapannya. Kebenaran ucapan ini dilakukan bukan hanya setelah beliau diangkat jadi nabi dan rasul, namun jauh sebelum itu semenjak masa kanak-kanak beliau tidak pernah berbohong sehingga mendapat gelar AL-AMIN. Segala sesuatu yang diucapkan oleh Rasul tidak pernah punya tendensi pribadi atau didasari oleh interest pribadi atau emosional pribadi, tetapi semua yang diucapkan oleh beliau didasari atas panduan wahyu dari Allah SWT. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam surat An Najm ayat 4-5 bahwa tidak ada yang diucapkan oleh Muhammad berdasarkan hawa nafsunya, tetapi apa yang diucapkan semata-ata didasari atas wahyu dari Allah SWT.

4. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

Oleh sebab itu marilah kita selalu umatnya meneladani sifat sidik beliau.

Yang kedua, ” amanah” (yang dapat dipercaya), mempunyai pengertian bahwa Nabi Muhammad SAW selalu menjaga amanah yang diembannya. Tidak pernah menggunakan wewenang dan otoritasnya sebagai nabi dan rasul atau sebagai pemimpin bangsa Arab untuk kepentingan pribadinya atau kepentingan keluarganya, namun yang dilakukan beliau semata untuk kepentingan Islam dan ajaran Allah. Sebagai contoh bahwa beliau sangat amanah dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa salah seorang sahabat beliau yang bernama Abu Thalhah pernah memberikan sebidang tanah yang subur kepada beliau tapi beliau tidak menggunakan tanah itu dengan seenaknya, tetapi beliau mencari sanak saudara Abu Thalhah yang berkehidupan kurang layak dan memberikan tanah itu untuk mereka, supaya taraf perekonomian mereka meningkat. Marilah kita selaku umatnya untuk berusaha menjadi orang yang amanah.

Yang ketiga, ” Tabligh”, sifat ini mempunyai pengertian bahwa rasulullah selalu menyampaikan segala sesuatu yang diwahyukan Allah kepadanya meskipun terkadang ada ayat yang substansinya menyindir beliau seperti yang tersurat dalam surat Abbasa, dimana Rasulullah mendapat teguran langsung dari Allah pada saat rasulullah memalingkan mukanya dari Abdullah Ummu Maktum yang meminta diajarkan suatu perkara  sama sekali tidak disembunyikan oleh beliau. Beliaupun tidak merasa kawatir reputasinya akan rusak dengan sindiran Allah tersebut, justru sebaliknya para sahabat tambah meyakini akan kerasulan beliau. Marilah kita teladani sifat tabligh ini.
Yang keempat, ” Fatonah” (cerdas, intelek) adalah suatu keniscayaan untuk para nabi dan rasul karena tidak mungkin Rasulullah bisa menyampaikan wahyu yang berupa al Qur’an yang sedemikian banyaknya hingga mencapai 6.666 ayat dan 323.670 huruf tanpa ada yang salah dan keliru satupun. Jika beliau tidak mempunyai fondasi intelektual yang tinggi hal itu mustahil terjadi. Kecerdasan Rasulullah tidak hanya intelektual semata tetapi juga cerdas dari segi emosional dan spiritual. Marilah kita teladani sifat fatonah Rasulullah ini.

Hadirin rahimakumullah,

Marilah keempat sifat Rasulullah ini kita implementasikan dalam kehidupan kita sebagai perwujudan cinta dan mahabbah kita kepada Rasulullah dan semoga kita menjadi golongan orang yang mendapat predikat fidunya hasanah wafil akhiroti hasanah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Khutbah Jum’at
Mesjid At Taqwa 20 MARET 2009 / 23 RABI’UL AWAL 1430H

About these ads

Actions

Information

20 responses

31 08 2010
papanori

Keempat sifat Nabi Muhammad itu memang harus ada dalam diri seorang hamba yang menginginkan keselamatan hidupnya di dunia dan akhirat, jika kita benar mengakui keberadaannya, marilah dari saat ini kita berbuat yang empat itu.

31 08 2010
uripsantoso

Ya sehrusnya kita mempunyai 4 sifat Nabi Muhammad. Sayangnya di negeri tercinta ini penuh dengan intrik-intrik sehingga melupakan hal ini, sdr Papanori. Paling tidak mari kita perbaiki diri dan keluarga kita. tq.

6 12 2010
Sonya Row

tremendous journal you’ve secure

6 12 2010
Siu Shutts

This weblog seems to recieve a great deal of visitors. How do you advertise it? It gives a nice individual twist on things. I guess having something useful or substantial to say is the most important thing.

6 12 2010
Jospeh Bicksler

I’d be inclined to concede with you on this. Which is not something I usually do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

6 12 2010
Rocky Breed

I’d have to give carte blanche with you here. Which is not something I typically do! I love reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

13 08 2011
authentic handbags

This is very interesting as it is always.I must say that you blog is really cool

15 08 2011
goose jackets toronto

Thanks for the information& appreciated& been reading for awhile, and just wished to let you recognize I continue to get pleasure from your writing

30 08 2011
cheap coogi clothing

Today well lived makes every yesterday a dream of happiness and every tomorrow a vision of hope. Look well therefore to this day.

2 09 2011
TheSalt Asin

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Saya pernah membahas tataletak SIFAT = dalam ASMA ul HUSNA . SIFAT 20 maupun Sifat wajib Rasul Allah swt.

Kenapa tidak bisa diletakan disembarang tempat [ misal : sifat no. 5 – ditukar dengan no. 3 ] (misal ) . ternyata akibatnya besar bahkan dapat membatalkan seluruh sifat tersebut.

Saya kasih contoh sifat Rasul Allah swt :

1.- SIDIQ -[ jujur / benar ] sebagai modal dasar. Pertama-tama Penyampai amanah harus punya sifat jujur, kalau tidak , maka dia gugur sebagai penyampai – dan SIDIQ ini harus diletakan pada awal syarat , tidak bisa disimpan di no: 2 atau 3 atau 4.

2,- AMANAH – [ dapat dipercaya ] Kedudukan amanah ini harus pada no: 2 – tidak bisa disimpan di no : 1 atau 3 atau 4, karena berbahaya.Setelah jujur baru dapat dipercaya ,

3.- Fathonah – [ cerdas ] kedudukan urutan ini adalah benar . Jadi bukan Tabligh didahulukan , nantinya atau akibatnya seluruh sifat akan gugur apabila salah meletakan urutan sifat….tidak mungkin berita disampaikan oleh orang bodoh….apa jadinya dunia…

4,- Tabligh – [ penyampai / menyampaikan ] adalah sifat terakhir.

Note : Antara Fathonah dan Tabligh tidak bisa ditukar tempat . karena setelah si FULAN itu JUJUR dalam segala hal , maka pasti dapat menyimpan / memegang AMANAH – kemudian bagaimana agar AMANAH ini sampai ketujuannya , dapat dimengerti sama yang menerima amanah dan dilaksanakan tugas-tugas yang ada di amanah tsb , …..Maka dia harus terlebih dahulu punya watak yang CERDAS [ fathonah ].dan setelah cerdas dalam menerangkan amanah tersebut… nah ….baru …baru TABLIGH [ disampaikan ].

Kalau Amanah yang disampaikan kepada umat tidak dengan kecerdasan , maka umat sulit untuk mengerti tujuan amanah tersebut.karena berat / ringannya amanat dalam pandangan umat , tergantung bagaimana kecerdasan cara penyampaian.

Orang tolol / bodoh dilarang tabligh.nantinya jadi ngawur.
Orang licik/curang dilarang tabligh.nantinya jadi pembohong.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

لا تجتمع هذه الأمة على ضلا

“Umat ini tidak akan bersepakat diatas kesesatan.”

(HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah)

http://thesaltasin.wordpress.com/category/al-quran-teks-dan-terjemahan/

3 09 2011
cheap Prada handbags

I read this informative article and I really enjoy reading it. I hope see more articles on this topic by you soon.

13 09 2011
Monster beats studio

You’re probably sick of hearing it, but you’ve got a really well written blog. Keep up the the great work.

15 09 2011
Radii shoes

I love your homepage, the way I love air. Ok just kidding but really good explanations though .

24 10 2011
4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh « Agus Nizami

[…] Meneladani Empat Sifat Rasulullah […]

31 10 2011
4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh « Media Islam

[…] Meneladani Empat Sifat Rasulullah […]

27 11 2011
yoga

mo tanya, ada gak hadits atw ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat kenabian diatas…mohon penjelasannya…syukron

28 11 2011
uripsantoso

Ada tapi saya tidak hafal. Nanti saya cari dulu. Tks

31 05 2013
19 01 2014
jkjjkjjkkjkjkj

terima kasih aku ucapkan kepada pembuat ini karena hal ini sangat bermanfaat bagi saya

6 03 2014
Kepanjangan Lipi | Caramanfaat.net

[…] Meneladani Empat Sifat Rasulullah | JURNAL URIP SANTOSO […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: