POTENSI LIMBAH BULU UNGGAS SEBAGAI PAKAN TERNAK

5 01 2010

Oleh: Supratman WS.

Abstrak

Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayamyang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu unggas yaitu, perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan, secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL), secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan kombinasi ketiga metode tersebut. Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK), Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %. Uji biologis penggunaan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga taraf 40 % dari total protein ransum memberikan respons sebaik ransum control untuk domba dan perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobotbadan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.

Kata kunci: tepung bulu ayam, potensi, pakan ternak.

Pendahuluan

Salah satu kendala pada pengembangan domba di Indonesia adalah fluktuasi ketersediaan dan rendahnya kualitas pakan. MCDOWELL (1992) melaporkan bahwa hijauan pakan di daerah tropis jarang dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi ternak Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dicari sumber pakan baru yang punya potensi sebagai pakan ternak. Limbah perkebunan dan pabriknya dapat dijadikan sebagai pakan alternatif dan sampai sekarang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk tumbuh secara optimal ternak memerlukan pakan tambahan yang mengandung nutrien dan bernilai ekonomis yang tinggi seperti bungkil kedelai, tepung ikan, jagung, produk samping gandum/ polar dan beberapa pakan tambahan seperti mineral dan vitamin. Sebagian besar bahan-bahan tersebut masih diimpor dengan harga yang cukup mahal. Oleh arena itu, perlu diupayakan alternatif penyediaan dan penggunaan bahan pakan lokal secara optimal. Salah satu produk samping yang tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pakan adalah bulu ayam/ unggas. Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayamyang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik.

Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK) melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai 42,5 % dan tepung ikan 66,2 % (Anonimus, 2003). Sayangnya kandungan protein kasar yang tinggi tersebut tidak diikuti dengan nilai biologis yang tinggi. Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %. Nilai kecernaan yang rendah tersebut disebabkan bulu ayam sebagian besar terdiri atas keratin yang digolongkan ke dalam protein serat. Keratin merupakan protein yang kaya akan asam amino bersulfur, sistin.Ikatan disulfida yang dibentuk diantara asam amino sistin menyebabkan protein ini sulit dicerna, baik oleh mikroorganisme rumen maupun enzim proteolitik dalam saluranpencernaan pasca rumen. Keratin dapat dipecah melalui reaksi kimia dan enzim, sehinggab pada akhirnya dapat dicerna oleh tripsin dan pepsin di dalam saluran pencernaan.

Dengan demikian bila bulu ayam digunakan sebagai bahan pakan sumber protein, sebaiknya perlu diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan kecernaannya. Tepung Bulu Terolah/ TerhidrolisaSebagai makanan ternak tentu saja bulu unggas itu tidak cukup dikeringkan kemudian digiling, tetapi harus melalui suatu proses pengolahan terlebih dahulu dan hasilnya inilah yang dinamakan tepung bulu terolah, salah satu bahan makanan asal hewan yang potensial untuk mengurangi harga ransum dan pemanfaatan limbah.

Metode Pengolahan untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Bulu Unggas

  1. perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan,
  2. secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL),
  3. secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan
  4. kombinasi ketiga metode tersebut.

Hidrolisat bulu ayam adalah bahan pakan sumber protein yang dapat diproduksi secara lokal dengan kandungan protein kasar sebesar 81−90,60% (NRC, 1985; SUTARDI, 2001 dalam Siregar, 2005). Protein hidrolisat bulu ayam kaya akan asam amino bercabang yaitu leusin, isoleusin, dan valin dengan kandungan masing-masing sebesar 4,88, 3,12, dan 4,44%, namun defisien akan asam amino metionin dan lisin. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak rantai cabang bagi pertumbuhan bakteri selulolitik maka dilakukan suplementasi hidrolisat bulu ayam sebagai sumber asam amino rantai cabang yang berperan sebagai prekusor asam lemak rantai cabang.

Berdasarkan hasil studi di dalam dan di luar negeri, nilai biologis bulu ayam  dapat ditingkatkan dengan pengolahan dan pemberian perlakuanyang benar. Sebagai contoh, bulu ayam yang diolah dengan proses NaOH 6 % dan dikombinasikan dengan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6 %. Lama pemanasan juga dapat meningkatkan kecernaan pepsin bulu ayam hingga 62,9 %. Namun, pemanasan yang terlampau lama dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta menyebabkan terjadinya reaksi kecoklatan (browning reaction). Kandungan nutrisi tepung bulu terolah tertera pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa

Nutrisi Kandungan
Protein Kasar

Serat Kasar

Abu

calium

Phospor

Garam

85%

0,3 – 1,5%

3,0 – 3,5%

0,20 – 0,40%

0,20 – 0,65%

0,20%

Dilaporkan oleh Rasyaf, 1990

Penggunaan Tepung Bulu Ayam untuk Ternak

  1. A. Ruminansia

Keunggulan penggunaan tepung bulu ayam untuk ternak ruminansia adalah tepung mengandung protein yang tahan terhadap perombakan oleh mikroorganisme rumen (rumenund egradable protein/ RUP), tetapi mampu diurai secara enzimatis pada saluran pencernaan pasca rumen. Nilai RUP tersebut berkisar 53-88 %, sementara nilai kecernaan dalam rumen hanya 12-46 %. Penggunaan tepung bulu unggas sebagai bahan pakan sumber protein ternak merupakan salah satu pilihan yang perlu mendapat pertimbangan. Pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba rumen terutama bakteri selulolitik membutuhkan asam lemak rantai cabang(BCFA). Bakteri selulolitik menggunakan asam lemak rantai cabang sebagai kerangka karbon untuk sintesis protein tubuhnya. Asam lemak rantai cabang yakni isobutirat, isovalerat dan 2- metil butirat diperoleh dari proteinpakan. Asam lemak rantai cabang ini adalahhasil deaminasi dan dekarboksilasi dari asamamino rantai cabang (BCAA) yakni leusin,isoleusin dan valin. Bila kandungan asam amino rantai cabang pakan rendah maka asam lemak rantai cabang merupakan factor pembatas pertumbuhan bakteri selulolitik. Hidrolisat bulu ayam adalah bahan pakan sumber protein yang dapat diproduksi secara lokal dengan kandungan protein kasar sebesar 81−90,60% (NRC, 1985; SUTARDI, 2001). Protein hidrolisat bulu ayam kaya akan asam amino bercabang yaitu leusin, isoleusin, dan valin dengan kandungan masing-masing sebesar 4,88, 3,12, dan 4,44%, namun defisien akan asam amino metionin dan lisin. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak rantai cabang bagi pertumbuhan bakteri selulolitik maka dilakukan suplementasi hidrolisat bulu ayam sebagai sumber asam amino rantai cabang yang berperan sebagai prekusor asam lemak rantai cabang. Bagi ternak ruminansia mineral merupakan nutrisi yang esensial, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak juga memasok kebutuhan mikroba rumen. HOGAN (1996) menyatakan bahwa untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan yang optimal, mikroba rumen membutuhkan mineral makro (Ca, P, Mg, Cl dan S), mikro (Cu, Fe, Mn dan Zn) dan langka (I, Co dan Se). Mineral mikro dan mineral langka dibutuhkan mikroba untuk melakukan berbagai aktivitas termasuk sintesis vitamin B12, dan kebutuhannya akan mineral ini sangat sedikit dibandingkan dengan mineral makro.

Dari hasil pengujian biologis, tepung bulu dapat digunakan sebagai pengganti komponen bahan pakan penyusun konsentrat untuk ternak ruminansia. Pada domba, penggunaan tepung bulu ayam memberikan prospek yang menjanjikan. Uji biologis penggunaan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga taraf 40 % dari total protein ransum memberikan respons sebaik ransum control.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikroorganik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan(muhtarudin et al.) UMI ADIATI et al (2004) menyatakan bahwaBulu ayam sebagai limbah atau produk samping dari TPA tersedia cukup banyak dan dapat dipergunakan sebagai sumber protein pakan dan bemilai tambah bila diproses menjadi tepung bulu ayam. Pemanfaatan dan penggunaan tepung bulu ayam sebagai salah satu komponen suplemen protein makanan ternak ruminansia belum banyak dilakukan. Tepung bulu ayam dapat dipergunakan sebagai salah satu komponen makanan ternak rurninansia sebagai sumber protein ransum maksimal 40%. Disarankan agar pemakaiannya dilakukan setelah melalui suatu proses pengolahan agar ikatan sistin dalam bulu ayam dapat terurai . Pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai bahan makanan ternak ruminansia sebaiknya diperuntukkan bagi ternak yang sedang tumbuh (f 10% protein dalam ransum).

  1. B. Unggas

Di Indonesia, tepung bulu untuk bahan makanan unggas ini tersedia dalam bentuk produk pabrik yang terjamin dan merupakan tepung bulu siap pakai atau tepung bulu yang sudah diolah. Berbagai hasil penelitian di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa tepung bulu dapat digunakan pada level tidak lebih dari 4 % dari total formula ransum tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Semakin baik pengolahannya, akan semakin baik pula hasilnya. Semakin banyak digunakan tepung ini justru akan menekan prestasi unggas, produksi telur berkurang dan pertambahan berat badan juga merosot (Rasyaf, 1992). Sebagai bahan makanan unggas dan juga babi, tepung bulu ini memang tidak terlalu menggairahkan. Sejauh mana penggunaannya memang tergantung pada kemampuan mengolah tepung bulu itu.

Hasil Penelitian Erpomen et al. (2005) Ransum perlakuan dengan susunan sebagai berikut : A = Ransum tanpa TBA (kontrol), B = Penggantian 25 % protein tepung ikan dengan TBA, C = Penggantian 50 % protein tepung ikan dengan TBA, D = Penggantian 75 % priotein tepung ikan dengan TBA, E = Penggantian 100 % protein tepung ikan dengan TBA. Peubah yang diamati selama penelitian : konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konvensi ransum. Dari hasil penelitian tahap I terlihat bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara dosis NaOH dengan lama pengukusan terhadap BK, PK, LK dan pengukusan fermentasi TBA memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05) terhadap BK, PK, LK dan daya cerna protein (TBA). Dari hasil analisis tahap 2 menunjukkan bahwa bulu ayam yang telah diolah pada tahap I memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, PBB dan konversi ransum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.Jadi dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.

Kesimpulan

  1. Penggunaan tepung bulu unggas dapat menggantikan pakan sumber protein konvensional seperti bungkil kedelai dan tepung ikan.
  2. Pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai pakan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan bulu ayam yang tidak tepat
  3. perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan.
  4. Pemberian tepung bulu unggas tidak boleh lebih dari 4 % dari total formula ransum.

Daftar Pustaka

Adiati, umi.dkk 2004.peluang Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Wartazoa vol. 14 no. 1

Anonimus, 2003. Bulu Unggas Untuk Pakan Ruminansia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Volume 25 No. 6.

http://lp.unand.ac.id/?pModule=home&psub=home&pAct=view&_haeder=home

http://yunilasyarja.blogspot.com/2009/2/potensi-limbah-bulu-ayam-sebagai-bahan.html.

HOGAN, J. 1996. Ruminant Nutrition and Production in the Tropics and Subtropics. Australian Centre for International Agricultural Research. Canberra.

Muhtarudin dan Ali H, 2004. Pengaruh Suplementasi Hidrolisat Bulu Ayam dan Mineral Organik terhadap Kecernaan Zat Makanan, Pertambahan Bobot Badan, dan Efisiensi Ransum Kambing Peranakan Etawah Jantan. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi.UNILA

MCDOWELL, L.R. 1992. Minerals in Animal and Human Nutrition. Academic Press, London.

NATIONAL RESEARCH COUNCIL. 1985. Nutrient Requirements of Sheep. National Academy Press. Washington D.C.

Siregar, zulfikar.2005. Pengaruh suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral esensial dalam ransum berbasis limbah perkebunan terhadap penggunaan, nilai hayati protein dan efisiensi ransum (the effect of hidrolyzed poultry feather and mineral essential supplementation in plantation by-product based ration on utilization, biological value of protein, and efficiency of ration).seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner 2005 .

About these ads

Actions

Information

25 responses

11 01 2010
tri kurniawan

mas punya cenel buat ngejual ayam kampungnya ga???
truz buat limbah bulunya dibawa kemana???
saya bingung….!

11 01 2010
uripsantoso

ini memang baru hasil penelitian tri. belum diterapkan di masyarakat. saya belum punya canel. sori. tq

23 11 2010
rudy setiawan

bila bapak ada yang mau jual bulu ayam bersih kering…saya bisa bantu supplai ke pabrik pakan ternak… ato bisa kontak saya di 081-8519162

24 11 2010
uripsantoso

Ya sdr Rudy.

31 12 2010
Rudy Setiawan

Saya bisa bantu untuk Limbah Bulu Ayam … Kami Supplier Pabrik Pakan Ternak ..kami menerima BULU AYAM dan BULU UNGGAS lainnya.. dalam Jumlah Besar dan Rutin… HUB Rudy 081-8519162

5 09 2011
DARYO

BAWA KE REMBANG-JATENG SAYA BELI 700 PER KG

17 06 2010
dadang supriyadi

bp.urip yg terhormat.terima kasih atas masukan tentang artikel tepung bulu ayam.bisakah bapa jelaskan untuk pemberian campuran tepung bulu terhadap pakan yang sudah jadi seperti pakan ayam pedaging,bebek, dan sapi.pakan jadi yang dimaksud adalah keluaran pabrik penyedia pakan dan apakah bila di tambahkan tepung bulu,kira kira bagaimana menurut bapa.

7 11 2010
nihad

bp urip yang saya hormati
saya mau tanya tentang metode pembuatan dan pengujian
pembuatan bulu unggas untuk pakan ternak jika bisa pak
soalnya akan saya buat sebagai Tugas Akhir saya jika bisa
trimakasih.

10 11 2010
uripsantoso

Pengolahan bulu untuk pakan unggas dapat sebagai tepung bulu, dihidrolisis dengan HCl, atau difermentasi. Banyak literatur tentang ini di jurnal-jurnal ilmiah peternakan. tq.

28 11 2010
muring

bole tu pak diproduksi..
masih jarang kalo di daerah saya..

28 11 2010
uripsantoso

Bulu ayam baru dalam tahap penelitian, belum diproduksi secara massal. tq.

6 12 2010
Jamel Kertz

big almanac you get

31 12 2010
Rudy Setiawan

Kami Supplier Pabrik Pakan Ternak menerima BULU AYAM dan BULU UNGGAS Lainnya..Spec BERSIH DAN KERING.. dalam Jumlah BESAR dan Rutin… Segera Hub.. Rudy 081-8519162

31 12 2010
Rudy Setiawan

Kami SUPPLIER Pabrik Pakan Ternak Menerima BULU AYAM dan BULU UNGGAS LAINNYA.. Spec BERSIH DAN KERING.. dalam Jumlah BESAR dan Rutin .. segera hub RUDY 081-8519162

18 02 2011
ira

mas.. mau tanya kalo ntuk penggantian kedelai ataupun tepaya gak bisa kenapa aa amino yang terdapat pada tepung ikan maupu kedelai tidak sama dengan tepung bulu… u know kalo hal ini dicobakan secara in vivo saya yakin pertumbuhannya tidak akan sama? perpaduan antara jagung dan kedelai memang terbaik….

18 02 2011
uripsantoso

Protein tepung bulu meskipun tinggi tetapi sulit dicerna oleh unggas. Selain itu, asam aminonya juga kurang seimbang jika dibandingkan dg tepung ikan atau kedelai.

25 03 2011
hidayati

infonya sangat membantu,thanks mas…

22 07 2011
Cheap Gucci Shoes for men

I just read through the full article of yours and it was quite good. nice information!First place in google results&Thank you.

15 02 2012
arina

Saya bisa kirim limbah bulu ayam dlm jumlah besar,kering dan bersih..jika berminat hubungi saya di 081377770770…bpk heru

6 08 2012
agus

saya agus di wonosobo….tempat saya banyak sekali limbah bulu ayam potong,,,tiap hari,,,sementara cuma di bbuang….dan saya pengen memanfaatkan,,,yang paling dket dari wonosobo mana ya suplier ke pabrik…….????????

19 09 2012
rini

pak saya boleh tahu tentang pembuatan tepung bulu ayam … dan kira kira literaturnya buku apa ya pak??

21 02 2014
kusnan

kalau pemebrian tepung kedelai mulai umur berapa pak urip

24 02 2014
uripsantoso

tepung kedelai bisa diberikan sejak umur DOC dlm batas-batas yang wajar. Tks

21 06 2014
udin

Tolong beri tau saya pak, harga bulu ayam kering per kg nya brap?

20 07 2014
hutauruk

cara membedakan tepung bulu dengan tepung ikan atau tepung lainnya bagaimana ya? trims b4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: