Pengaruh Pemberian Ampas Teh (Camellia sinensis) Fermentasi dengan Aspergillus niger pada Ayam Broiler

1 12 2009

 Oleh : Wahyuti Dwi Ningsih (E1C008002)

 ABSTRAK

            Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas the fermentasi dengan Aspergillus niger dalam ransom terhadap pertambahan bobot hidup, efisiensi penggunaan protein serta persentase karkas pada ayam broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan ternak percobaan sebanyak 100 ekor anak ayam umur satu hari dan dibagi menjadi lima perlakuan ransom dan empat ulangan. Kelima perlakuan ransom disusun berdasarkan tingkat penggunaan ampas teh produk fermentasi, yaitu  : RO (0.0%), R1 (2,5%), R2 (5,0%), R3 (7,5%) dan R4 (10,0%). Hasil penelitian menunjukka R1 (2,5% ampas teh fermentasi) merupakan ransom yang memberikan pengaruh paling baik terhadap semua parameter yang diukur. Penggunaan tepung ampas teh produk fermentasi sampai taraf 7,5% dapat direspon secara positif oleh ayam broiler, sedangkan peggunaannya pada taraf 10,0% dapat menurunkan pertambhan bobot hidup (PBH), ttapi masih mempunyai nilai efisien protein dan persentase karkas yang setara dengan R0 (ransom control).

 Kata Kunci : Ampas Teh fermentasi, PBH, Efisiensi protein, Karkas, Broiler

 Pendahuluan

            Pemenuhan keperluan ransum unggas khususnya broiler, dewasa ini mengalami masa yang sulit akibat mahalnya bahan bak, sehigga bedampak pada harga ransom. Berbagai usaha terus dilakukan  untuk mencari bahan pakan baru yang mempunyai gizi cukup tinggi, mudah dicerna, tidak mengganggu kesehatan ternak, murah dan mudah didapat serta tersedia secara kontinyu.

            Ampas teh merupakan salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternative untuk ternak unggas khususnya broiler.

            Dilihat dari kandungan proten yang mencapai 27,42%, serta zat-zat makanan yang terdapat didalamnya, ampas teh mampunyai  potensi yang cukup besar untuk dijadikan bahan baku ransom ayam broiler. Namun adanya zat anti nutrisi seperti tannin, kafein, teobromina, teofilin dan saponin serta serat kasar yang cukup tinggi, tentunya akan menjadi factor pembahas dalam penggunaannya, karena dapat menghambat proses pencernaan bagi ternak yang bersangkutan. Menurut BELITZ dan GROSCH (1986), kandungan kafein 2,5-5,5%, teobromina 0,97-0,17% dan teofilin 0,002-0,013%. Sementara itu, tannin menurut ISTIRAHAYU (1993) mencapai 1,35% dan kandungan serat kasar menurut SOEJIWO (1982) mencapai 23,01%

            Analisa terhadap zat anti nutrisi pada ampas teh setekah fermentasi hanya dilakukan terhadap tenin saja. Oleh karena itu, perlu upaya untuk memperbaiki dan memanfaatkan kandungan gizi melalui proses fermentasi substrat padat meggunakan Aspergillus niger. Teknik fermentasi ini dapat meningkatkan kandungan protein singkong.

            Kualitas bahan pakan selain dapat dilihat dari kandungan protein juga terlihat dari pertambahan bobot hidup ternak yang mengkonsumsnya. Kandungan protein akan erat hubungannya dengan efisiensi protein, sedangkan manifestasi pertumbuhan yang baik diperlihatkan melalui persentase kasrkas yang dihaslkan. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian ampas the yang difermentasi terhadap pertambahan bobot hidup dan efisiensi protein serta persentase karkas pada ayam broiler.

            Ransum yang digunakan disusun berdasarkan NRC 1994 dengan kandungan protein 23% dan energi metabolisme 3100 kkal/kg. Lima perlakuan ransom disusun berdasarkan tingkat penggunaan ampas teh fermentasi. Ransum diberikn dua kali sehari pada pagi dan sore hari dalam bentuk mash. Pemberin air minum selalu tersedia, sedangkan pencvegahan penyakit meliputi kegiatan vaksinasi, serta sanitasi lingkungan. Adapun peubah yang diamati meliputi pertambahan bobot hidup, konsumsi ransom, konsumsi protein dan rasio efisiensi protein ransom serta persentase karkas.

 Komposisi nutrient ampas teh produk fermentasi Aspergillus niger

            Ampas teh mempunyai kandungan protei kasar yang cukup tinggi yaitu 27,42% (GINTING, 1993). Namun, kendalanya sebagai pakan broiler adalah kandungan zat anti nutrisi yang cukuptinggi yaitu tannin 1,35% (ISTIRAHAYU, 1993) dan serat kasar 23,01% (SOEJIWO, 1982). Proses fermentasi biasanya menghasilkan produk makanan yang mempunyai nilai gizi lebih baik dibandingkan dengan bahan makanan asalnya. Hal ini disebabkan mikroba bersifat memecah komponen kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana, sehingga mudah dicerna (WINARNO et al, 1980)

            Hasil analsis terhadap ampas teh terfermentasi Aspergllus niger menunjukkan kandungan air 8,8%; abu 2,25%; protein kasar 29,36%; serat kasar 21,19%; lemak 1,11%; kalsium 0,891%; fosfor 0,211%;tannin 0,19%; lisin 0,76%; metionin 1,00%; sistin 0,78%; dan energy metabolisme 223 kkal/kg. Secara umum, komposisi nutriennya meningkat walupun tidak begitu tinggi dibandingkan dengan hasil analsis yang dilaporkan ISTIRAHAYU (1993) dan SOEJIWA (1982). Peningkatan protein diduga karena adanya penambahan protei yang disumbangkan oleh sel mikro akibat pertumbuhanya yang menghasilkan produk Protein Sel Tunggal atau biomassa sel yang mengandung sekitar 40-65% protein.

            Adanya kandungan asam amino yang cukup tinggi, jga menunjukkan bahwa ampas teh terfermentasi ini mempunyai kandungan nutrisi yang lebih baik. Hal ini didasarkan pada hasil analisa Laboratorium Nutrisi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran (2002) terhadap tiga jens asam amino yang terkandung dalam ampas teh fermentasi dan dinilai penting untuk pakan broiler, yaitu lisin 0,76%; metionin 1,00% dan sistein 0,75%. Menurut DARANA (1995), kandungan asam amino tersebut cukup tinggi apabila terdapat pada bahan penyusun pakan unggas. Disamping adanya peningkata dari zat-zat makanan yang diperlukan, fermentasi diduga juga berpengaruh juga terhadap perbaikan zat anti nutrisi.

 Pengaruh ransum percobaan terhdap pertambahan bobot hidup dan efisiensi protein serta persentase karkas

            Selama enam minggu percobaan tidak dijumpai kematian pada semua perlakuan. Perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot hidup maupun konsumsi ransom. Ransum perlakun R4 menunjkan pertambahan bobot hidup dan konsumsi ransom yang lebih rendah dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Hal ini kemungkinan besar sebagai akibat adanya efek kumulatif dari zat anti nutrisi, seperti saponin, tannin, kafein, teofilin, dan teobromina. Saponin merupakan komponen bersifat pahit, yang menurut BIRK (1969) dapat menyebabkan gangguan fungsional saluran pencernaan sebagai akibat terhambatnya aktivitas otot penggerak peristaltik. Tanin pada ampas teh merupakan tannin yang terkondensasi pada protein tubuh dan dapat menekan energi metabolisme ransum.

            Disamping pengaruh zat anti nutrisi, penurunan pertambahan bobot hidup dan konsumsi ransom pada R4 jga tidak terlepas dari adanya kandungan serat kasar yang  cukup tinggi sebesar 21,19%. Kendatipun total serat kasar ransom masih dalam batas toleransi, akan tetapi ditinjau dari besaran serat kasar yang berasal dari ampas teh fermentasi pada penggunaan 10,00% ternyata mencapai 2,12% atau sama dengan 42,48% dari total serat kasar ransom, sehingga terjadi ketidakseimbangan sumbangan serat kasar pembentuk serat kasar total. Secara keseluruhan, serat kasar dapat mempengaruhi pendayagunaan zat-zat pakan lan dalam proses pencernaan serta dapat menurunkan daya absorpi zat paka terhadap ayam pencernaan ayam broiler.

Perlakuan juga berpenaruh nyata terhadap efisiensi protein. Hasil analss menunjkkan perlakuan R4 hasilnya lebih rendah dan berbeda nyata dengan  R1, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakan R0, R2 dan R#. Hal tersebut sebagai bukti bahwa pemanfaatan ampas the produk fermentasi sampai taraf 10.0% dari total ransom masih setara dengan ransum  control apabila dilihat dari rasio efisiensi protein padahal telah dikemukakan lebih awal bahwa penggunaan amps the produk fermentasi ampai taraf 10,0% menghasilka rataan pertambahan bobot hidup berbeda nyata denan perlakuan lainya.

Hasil analsis data persentase karkas diperoleh nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Rataan persentase             karkas yang diperoleh mamiliki besaran persentase karkas yang normal. Perolehan persentase karkas broiler sejala dena pertambahan bobot hidup akhir yang dihasilkan

 Kesimpulan

            Hasil penelitian menunjukkan R1 (2,5% kandungan ampas teh fermentasi) merupakan ransom yang memberikan pengaruh paling baik terhadap semua parameter yng diukur. Penggunaan ampas teh produk fermentasi Aspergillus niger sampai taraf 7,5% dari total ransom ayam broiler memberkan respon yang sama dengan ransom control. Sementara itu, penggunaan sampai taraf 10,0% dapat menurunkan pertambaha bobot hidup, namn mash mempunyai nilai efisiensi protein dan persentase karkas yang setara dengan ransom control. 

 Daftar Pustaka

  1. Ginting,S.B. 1993. Penggunaan Ampas Teh Sostro dalam Ransum terhadap Performas Ayam Broiler. Karya Ilmiah. Fakltas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
  2. Istirahayu, D. N. 1993. Pengaruh Penggunaan Ampas Teh dalam Ransum terhadap Persentase Karkas, Giblet, Limpa dan Lemak Abdominal Broler. Karya Ilmiah. Fakultas peternakan, IPB, Bogor.
  3. Soejiwo. 1982. Studi Penggunaan Ampas Teh sebagai Bahan Pakan Broiler. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan, IPB. Bogor.
  4. Krisnan. 2004. Pengaruh Pemberian Ampas Teh Fermentasi dengan ASpergillus niger pada Ayam Broiler. Medan.

 

           

 

 

 

 

About these ads

Actions

Information

2 responses

6 12 2010
Grover Gandhi

This weblog seems to get a great deal of visitors. How do you advertise it? It offers a nice unique twist on things. I guess having something authentic or substantial to post about is the most important factor.

28 10 2012
hikman

hikman/e1c009056
imformasi yang sangat bagus, bisa menambah pengetahuan dan sangat bermqanfaat. masih banyak bahan yang bisa digunakan sebagai pakan ternak mudah-mudahan masih banyak lagi impormasi yang bisa di tampilkan,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: