Pentingnya Membaca dan Menulis Efektif

28 11 2009

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso

            Anda seorang yang sibuk? Atau anda seorang yang merasa sulit ketika mengambil intisari bacaan secara cepat? Apalagi anda seorang wartawan yang harus mampu membaca cepat tetapi mampu menyerap intisari bacaan. Ditamnbah lagi anda harus mampu menulis cepat dan tepat intisari berbagai bacaan menjadi satu kesatuan tulisan yang mempesona.

Kemampuan anda dalam membaca dan menulis sangat membantu anda dalam berbagai kondisi. Jika anda seorang mahasiswa maka anda akan dengan cepat mampu menangkap intisari bacaan dan menuliskannya dengan cepat dan akurat. Anda juga akan lebih cepat dalam menangkap intisari materi kuliah yang disampaikan oleh dosen dan menuliskannya dengan cepat dan tepat. Bukankah sebagai mahasiswa harus mampu menangkap intisari materi kuliah? Jika ini dapat anda lakukan, saya yakin anda pun akan dengan mudah menulis skripsi. Jika anda telah lulus, dan bekerja kemampuan membaca dan menulis juga sangat menunjang keberhasilan anda dalam dunia kerja. Apalagi jika anda memang bekerja pada bidang yang berkaitan erat dengan dunia ini. Selain harus mampu membaca dan menulis secara efektif, anda juga harus mampu mendengar secara efektif, sehingga secara cepat anda mampu menangkap intisari materi kuliah dan menuliskannya dengan cepat dan tepat. Berikut ini saya coba menguraikan beberapa prinsip membaca dan menulis efektif.

Membaca Efektif

Salah satu teknik membaca efektif adalah dengan menggunakan metode SQ3R. Ada lima tahapan SQ3R, yaitu :

  1. Survey atau meninjau
  2. Question atau bertanya
  3. Read atau membaca
  4. Recite atau menuturkan
  5. Review atau mengulang

1. SURVEY

Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Apa yang ditinjau?

Baca Judul Hal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab
Baca Pendahuluan Memberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab
Baca kepala judul/subbab Memberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran
Perhatikan grafik, diagram Adanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks
Perhatikan alat Bantu baca Termasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.

2. QUESTION

Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh, mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan.

Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”.

3. READ

Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.

4. RECITE

Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan  melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu subbab.

Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.

5. Review

Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.

Menulis Efektif

Ada beberapa tip yang dapat anda coba, seperti di bawah ini:  

  1. Mulailah Secepatnya

Apa pun yang akan Anda tulis, mulailah sesegera mungkin untuk menuliskannya, jangan tunggu lama-lama. Jika suatu gagasan datang, segeralah menuliskannya walau Anda sedang enggan untuk menulis. Lain lagi jika Anda merasa kosong dari ide, segera duduklah di depan komputer dan hentakkan jari-jemari Anda di atas papan tekan (keyboard) atau ambillah bolpoin dan selembar kertas, pasti akan ada saja ide atau gagasan yang muncul. Dengan begitu, Anda bisa segera mulai menulis.

  1. Putarlah Musik

Sambil menulis, putarlah musik kesukaan Anda untuk memerlancar arus ide/gagasan Anda.

3. Pilih Waktu yang Paling Sesuai

Di antara kita, ada yang menulis dengan sangat baik pada pagi hari, sementara yang lain bisa lancar menulis di keheningan malam saat orang lain tidur lelap.

4. Lakukan Olahraga

Menulis merupakan aktivitas pikiran yang cukup menguras energi. Maka bila otak Anda sudah cukup tegang, segera keluarlah. Lakukan olahraga ringan agar otak mendapat cukup suplai oksigen sehingga pikiran Anda segar kembali.

5. Pecahkan Menjadi Bagian Kecil

Bila apa yang kita tulis merupakan sebuah proyek besar (seperti menulis sebuah buku, novel, dan sebagainya), maka pecah-pecahlah bagian yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Lalu kerjakan satu bagian pada suatu saat. Seperti memecahkan sebuah batu sebesar kerbau, kita tidak mungkin menghantamnya sekaligus. Kita pecahkan satu per satu bagian kecil terlebih dahulu, pasti lama-lama semua akan terpecahkan juga.

6. Bacalah Apa Saja

Bacalah majalah, koran, novel, cerpen, lirik lagu, puisi, ensiklopedia, buku-buku nonfiksi, peribahasa, komik, atau apa saja. Hal ini dapat menambah wawasan Anda tentang kehidupan, penggunaan bahasa, dan gaya penulisan.

7. Gunakan Warna-Warna

Pada saat Anda menulis draf kasar tulisan Anda, gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap bagian atau gagasan. Hal ini akan membantu Anda untuk melihat semua bagian kertas dengan lebih baik. Warna-warna yang menarik akan mengaktifkan kerja otak kanan kita yang imajinatif sehingga kedua belah otak kita bisa bekerja secara kongruen.

Agar menulis bisa lebih teratur dan lebih berhasilguna anda perlu enam prinsip dalam menulis.

1. Perencanaan

Perencanaan adalah proses mengumpulkan ide dan memikirkan fokus dari tulisan Anda. “Tulis yang Anda tahu” adalah ungkapan yang diakui secara luas dalam dunia penulis karena hal itu adalah kebenaran mutlak! Seorang pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda katakan atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda. Titik beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih. Tujuan Anda adalah menulis dan pembaca yang akan membaca tulisan Anda.

2. Pembentukan

Setiap penulis memiliki proses berpikir yang berbeda, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca. Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting. Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu. Dan urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik. Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca.

3. Penulisan Draf

Setelah Anda mengumpulkan ide-ide dan membentuk gaya penyajian, susunlah kalimat ke dalam bentuk paragraf. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menulis sebuah kalimat yang sempurna; sebuah kalimat yang menyampaikan informasi kepada pembaca dalam bentuk pemikiran yang orisinal. Shakespeare adalah ahlinya dalam hal mengembangkan kata-kata yang masih kita pakai hingga saat ini. Tujuan dari penyusunan draf adalah melangkah maju. Jangan menatap sebuah halaman kosong, tulislah dengan bebas dan biarkan terus mengalir. Penyusunan draf tidak harus sempurna, itulah mengapa mereka menyebutnya dengan istilah draf awal. Jangan hiraukan ejaan dan tata bahasa pada draf-draf awal dan biarkan kata-kata mengalir.

4. Revisi

Kembalilah dan evaluasi draf Anda. Tulis ulang draf Anda dengan menambahkan, memotong, mengganti, dan memindahkan tulisan-tulisan pada draf agar lebih jelas. Untuk merevisi secara efektif, evaluasilah apa yang telah Anda tulis. Putuskan di mana Anda harus menambah informasi atau menyisipkan kata-kata. Temukan tulisan-tulisan yang tidak berguna dan menyimpang. Tetap fokus pada topik Anda! Ganti kata-kata lama dengan kata-kata baru, khususnya ketika Anda menemukan kata yang terus-menerus diulang. Pindahkan bahan-bahan Anda atau ubah urutan paragraf jika materi Anda tidak tersaji dalam urutan yang logis. Menulis adalah persoalan merevisi!

5. Menyunting

Menyunting adalah langkah kunci yang sering kali dilewatkan penulis. Para penulis cukup puas dengan langkah terakhir revisi, jadi mereka tidak meluangkan waktu ekstra untuk menyunting tulisan dan kebenaran teknis mekanisnya. Jika menyunting terlalu cepat, mungkin Anda akan melewatkan fakta bahwa pesan dalam tulisan tidak tersampaikan dengan efektif. Untuk benar-benar menyunting tulisan secara efektif, jauhilah tulisan Anda selama beberapa jam, lalu kembalilah lagi. Anda akan terkejut melihat betapa banyak kesalahan yang terlewatkan oleh mata Anda.

Penyuntingan memerhatikan: tata bahasa, ejaan, tanda hubung, tanda koma, tanda titik koma, tanda baca, huruf kapital, huruf miring, nomor, dan singkatan.

6. Baca Akhir

Langkah terakhir adalah membaca akhir tulisan Anda. Anda memastikan bahwa hasil akhir tulisan Anda akurat dan bersih. Langkah ini berbeda dengan penyuntingan karena langkah ini hanya fokus pada kesalahan ketik yang mata Anda lewatkan. Kebanyakan program pengolah kata memiliki “spell checker”, namun periksalah lagi bahwa Anda telah menngunakan kata yang benar.

Agar anda bisa memiliki fondasi yang kuat sebagai penulis, ciptakan kebiasaan menulis.

1. Tulis kebiasaan menulis Anda.

Jika Anda ingin membentuk suatu kebiasaan menulis, Anda harus benar-benar berkomitmen untuk melakukannya.

2. Menulislah setiap hari pada waktu yang sama, dengan pemicu.

3. Berkomitmenlah kepada orang lain.

4. Fokuslah selama 1 bulan.

Salah satu kunci untuk membentuk sebuah kebiasaan baru adalah fokus. Jika Anda benar-benar fokus untuk membentuk kebiasaan menulis, Anda akan sukses.

5. Temukan motivasi Anda.

6. Catat dan bertanggungjawablah.

Sangat penting mencatat kebiasaan baru Anda. Hal termudah yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan tanda “X” di kalender Anda setiap kali Anda menulis. Atau Anda bisa juga menyiapkan sebuah lembar kerja untuk mencatat waktu dan tanggal, dengan catatan kecil ketika Anda menulis.

7. Tentukan penghargaan diri.

8. Disiplin.

9. Mencari inspirasi.

10. Jadikan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan.

(Dikompilasi dari brbagai sumber)

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: