PEMANFAAT LUMPUR SAWIT SEBAGAI PAKAN UNGGAS

26 11 2009

Oleh : Supratman Waras S

E1C006025

 ABSTRAK

Lumpur sawit (LS) merupakan salah satu produk samping pengolahan minyak kelapa sawit Dalam pemanfaatan bahan pakan yang belum umum digunakan, harus memperhatikan beberapa hal, seperti: jumlah ketersediaan, kandungan zat gizi, kemungkinan adanya faktor pembatas seperti zat racun atau zat-zat anti-nutrisi serta perlu tidaknya bahan tersebut diolah sebelum dapat digunkan sebagai pakan ternak, yaitu dengan tekhnologi fermentasi ini adalah membiakan mikroorganisme terpilih pada media lumpur sawitdengan kondisi tertentu sehingga mikroorganisme tersebut dapat berkembang dan mereubah komposisi kimia media tersebut menjadi bernilai gizi lebih baik. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan produk lumpur sawit terfermentasi sebagai pakan unggas. pemberian produk fermentasi lumpur sawit dalam ransum itik sedang tumbuh hingga 15% tidak menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan maupun persentase karkas yang dihasilkan berbeda halnya dengan ayam kampung dan ayam broiler hanya dapat digunakan sebanyak 10 %, Pemberian produk fermentasi yang lebih banyak (15%) sudah menyebabkan penurunan pertumbuhan, diduga karena banyaknya asam nukleat (RNA) yang dikonsumsi yang berasal dari sel mikroorgasnisme di dalam produk terfermentasi.

Kata Kunci, Lumpur sawit, Fermentasi, pakan unggas

Pendahuluan

 Lumpur sawit (LS) merupakan salah satu produk samping pengolahan minyak kelapa sawit. Produksi lumpur sawit akan terus meningkat dengan meningkatnya produksi minyak sawit Indonesia (Bintang et al., 2003) Dalam pemanfaatan bahan pakan yang belum umum digunakan, harus memperhatikan beberapa hal, seperti: jumlah ketersediaan, kandungan zat gizi, kemungkinan adanya faktor pembatas seperti zat racun atau zat-zat anti-nutrisi serta perlu tidaknya bahan tersebut diolah sebelum dapat digunkan sebagai pakan ternak (Sinurat disitasi oleh sinurat, 2003).  LMS merupakan sumber daya yang cukup potensial sebagai pakan ternak dan tersedia dalam jumlah besar dan relatif tersedia sepanjang waktu. Sinurat et al. (2004) menyatakan bahwa kandungan protein kasar  LMS kering sekitar 9,6 % – 14, 52%  hampir sama dengan kandungan Protein kasar dedak padi, yaitu 13,3%, dan kandungan lemak  kasarnya 10,4% 

            Fenita et al (2007) telah mencoba memberikan ampas tahu fermentasi (ASF) yang difermentasi dengan Aspergilus niger sampai 10 % dalam ransum ayam petelur memberikan produksi terbaik, berat telur tertinggi dan konversi ransum terendah dibanding dengan perlakuan kontrol tanpa ASF. ASF dapat menurunkan kolesterol  telur hanya sebesar 7.8 % dari 135.82 mg % menjadi 106.28 mg%,

            Jadi, untuk menekan biaya produksi perlu upaya penggunaan bahan lokal seperti lumpur sawit.

Peningkatan Nilai Gizi Lumpur Sawit Melalui Fermentasi

Pada prinsipnya tekhnologi fermentasi ini adalah membiakan mikroorganisme terpilih pada media lumpur sawitdengan kondisi tertentu sehingga mikroorganisme tersebut dapat berkembang dan mereubah komposisi kimia media tersebut menjadi bernilai gizi lebih baik.

 Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan di Balai Penelitian Ternak, fermentasi dilakukan dengan menggunakan Aspergillus niger karena lebih mudah tumbuh pada media lumpur sawit dan nilai gizi hasil fermentasi dianggap cukup baik.

Menurut RAPPER dan FENNEL (1977) dalam Sinurat(2003), Aspergillus niger sudah umum digunakan dalam proses fermentasin secara komersil dan dapat menghasilkan enzim-enzimamilolitik, proteolitik dan lipolitik. Aspergillus nigerjuga digunakan untuk menghasilkan enzim pytasesecara komersil (HOPPE, 1992). PRASERTSAM et al. (1999) dalam Sinurat(2003),  melaporkan bahwa fermentasi lumpur sawitdengan A. niger menghasilkan enzim xylanase dansellulase. Demikian juga SINURAT et al. (1998),PURWADARIA et al. (1999) dan PASARIBU et al. (2001) dalam Sinurat(2003), mengamati bahwa produk fermentasi lumpur sawitdengan menggunakan Aspergillus niger mengandungenzim mananase dan selulase. Besarnya aktivitas enzimpemecah serat ini dapat ditingkatkan bila menggunakan A. niger yang sudah mengalami mutasi (PURWADARIAet al., 1998) dalam Sinurat(2003),. Enzim yang dihasilkan selama prosesfermentasi ini diharapkan dapat memecah serat yang cukup tinggi di dalam lumpur sawit menjadi molekul karbohidrat yang lebih sederhana, sehingga meningkatkan jumlah energi yang dapat dimetabolisme oleh ternak.

Penggunaan Produk Fermentasi Lumpur Sawit Dalam Ransum Unggas

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan produk lumpur sawit terfermentasi sebagai pakan unggas. Penelitian diMalaysia (YEONG dan AZIZAH, 1987) dalam Sinurat(2003), menunjukkan WARTAZOA Vol. 13 No.2 Th. 2003 45 bahwa lumpur sawit yang sudah difermentasi secara anaerobic thermo-acidophilic dapat digunakan di dalam ransum ayam pedaging hingga 15%. Produk fermentasi tersebut mengandung protein kasar 16,8% dan serat kasar 21,5%.

 Produk fermentasi yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak, dengan menggunakan A. Niger sebagai inokulan hanya dapat digunakan sekitar 10% di dalam ransum ayam broiler (SINURAT et al., 2000) dalam Sinurat(2003),  maupun ransum ayam kampung sedang tumbuh (SINURAT et al., 2001c) dalam Sinurat(2003),. Pemberian produk fermentasi yang lebih banyak (15%) sudah menyebabkan penurunan pertumbuhan, diduga karena banyaknya asam nukleat (RNA) yang dikonsumsi yang berasal dari sel mikroorgasnisme di dalam produk terfermentasi (SINURAT et al., 2000) dalam Sinurat(2003),  hal ini dapat dilihat dari tabel berikut

Tabel :   Pengaruh pemberian produk fermentasi lumpur sawit terhadap pemampilan ayam broiler 1-42 hari

Parameter Kadar produk fermentasi dalam ransum
0 5 10 15
Konsumsi pakan (g) 3252 3070 3242 3091
Konversi pakan (g/g) 2.22 2.20 2.21 2.27
Mortalitas (%) 6.7 3.3 6.7 0
Karkas (%) 66.9 65.5 63.3 65.5
Lemak abdomen (%) 1.79 2.18 1.65 1.77
Bobot hati (%) 2.16 2.00 2.13 2.07

Sumber Sinurat et, al (2000) dalam Sinurat(2003)

 Berbeda halnya dengan ayam, pemberian produk fermentasi lumpur sawit dalam ransum itik sedang tumbuh hingga 15% tidak menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan maupun persentase karkas yang dihasilkan, ini disebabkan itik dapat mencerna serat kasar lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan ayam broiler dalam mencerna serat kasar,  seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel : Pengaruh pemberian produk fermentasi lumpur sawit terhadap penampilan itik pejantan 1-8 minngu

Parameter Kadar produk fermentasi dalam ransum
0 5 10 15
Konsumsi pakan (g) 5071 5124 5093 4975
Pertambahan Bobot Badan (g) 1065 1055 1022 1033
Konversi pakan (g/g) 4.78 4.86 4.99 4.82
Karkas (%) 68.9 70.9 72.4 69.0
Lemak abdomen (%) 1.00 0.89 0.37 0.26
Bobot hati (%) 2.63 2.61 3.43 3.03

Sumber Sinurat et, al (2000 1b) dalam Sinurat(2003)

            Pemberian pada level yang lebih tinggi (>15%) belum diketahui akibatnya karena tidak dilakukan dalam penelitian tersebut. Cara pemberian produk fermentasi lumpur sawit di dalam ransum unggas perlu diperhatikan. Pemberian produk fermentasi dalam bentuk kering menghasilkan performans ayam broiler (SINURAT et al., 2001a) Sumber Sinurat et, al (2000) dalam Sinurat(2003), maupun ayam kampung(SINURAT et al., 2001b) dalam Sinurat(2003), lebih baik dibandingkan dengan bila diberikan dalam bentuk basah. Pencampuran produk fermentasi dalam bentuk basah akan menimbulkan gumpalan-gumpalan sehingga tidak tercampur secara homogen dengan bahan pakan lainnya.

Kendala Pemanfaatan Produk Fermentasi Lumpur Sawit

Teknik fermentasi dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi lumpur sawit sehingga dapat digunakan untuk bahan pakan unggas, akan tetapi teknik ini perlu dikaji secara ekonomis sebelum diterapkan secara komersil. Beberapa tahapan proses yang mungkin membuat biaya proses fermentasi menjadi tinggi adalah proses pengeringan karena kandungan air lumpur sawit yang cukup tinggi. Disamping itu, proses fermentasi yang dikembangkan pada prinsipnya adalah untuk menumbuhkan kapang pada media lumpur sawit.

Untuk itu, dilakukan usaha meminimalkan persaingan dengan mikroorganisme yang tidak diharapkan melalui pengukusan atau sterilisasi. Proses ini juga mungkin akan menyebabkan biaya tinggi. Teknik-teknik yang mungkin dapat dilakukan untuk meminimalkan biaya dilakukan misalnya dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di pabrik sawit. Meskipun proses fermentasi, dapat meningkatkan kandungan gizi dan menurunkan kadar serat lumpur sawit, masih ada faktor pembatas dalam pemanfaatannya. Seperti umumnya protein sel tunggal, protein produk fermentasi didominasi oleh RNA (ribonucleic acids). RNA dalam bahan pakan terfermentasi mungkin menjadi faktor pembatas, karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme dalam tubuh ternak

Kesimpulan

Tekhnologi fermentasi dapat diaplikasikan pada penggunaan lumpur sawit karena dapat merubah komposisi kimia lumpur sawit menjadi bernilai gizi lebih baik. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan Aspergillus niger karena lebih mudah tumbuh pada media lumpur sawit dan nilai gizi hasil fermentasi dianggap cukup baik.

Lumpur sawit yang sudah difermentasi secara anaerobic thermo-acidophilic dapat digunakan di dalam ransum ayam pedaging hingga 15%. Produk fermentasi tersebut mengandung protein kasar 16,8% dan serat kasar 21,5%. Namun ada penelitian lain yang menggunakan A. Niger sebagai inokulan hanya dapat digunakan sekitar 10% di dalam ransum ayam broiler. Pemberian produk fermentasi lumpur sawit dalam ransum itik sedangtumbuh hingga 15% tidak menyebabkan gangguanterhadap pertumbuhan maupun persentase karkas yang dihasilkan

Teknik fermentasi perlu dikaji secara ekonomis sebelum diterapkan secara komersil. Beberapa tahapan proses yang mungkin membuat biaya proses fermentasi menjadi tinggi adalah proses pengeringan karena kandungan air lumpur sawit yang cukup tinggi juga pengukusan atau sterilisasi dari lumpur sawit tersebut serta masih ada faktor pembatas dalam pemanfaatannya (RNA)

Daftar Pustaka

Bintang, I.A.K, A.P. Sinurat, dan T.Purwadaria, 2003. Respon Broiler terhadap Pemberian Ransum yang Mengandung Lumpur Sawit Fermentasi pada Berbagai Lama Penyimpanan. JTIV8(2):71-75

Fenita, Y.D. Kaharuddin, H. Prakoso.2007. Pemanfaatan Ampas Sagu Fermentasi (Metrilon Sp) dalam Ransum Berbasisi Minyak Ikan Lemuru (sardinella longiceps) terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur. Laporan Penelitian PHK A2 Jurusan Peternakan UNIB.

http://bioindustri.blogspot.com/2008/05/pemanfaatan-produk-fermentasi lumpur.html http://jajo66.files.wordpress.com/2008/11/02potensi.pdf

http://library.usu.ac.id/download/fp/ternak-edhy.pdf

http://nazharbilly.blogspot.com/2009_06_01_archive.html

Nuraini, Sabrina & S.A. Latif 2008. Peforma Ayam dan Kualitas Telur yang Menggunakan Ransum Mengandung Onggok Fermentasi dengan Neurospora Crassa. Media Peternakan. Universitas Andalas: 195-201

Sinurat, A.P 2003. Pemanfaatan Lumpur Sawit untuk Bahan Pakan Unggas. Wartoza. Buletin Ilmu Peternakan Indonesia. Vol 13(2)39-47.

 

About these ads

Actions

Information

5 responses

1 12 2009
informasi peternakan ayam

terimakasih bos atas informasi peternakan di atas, sangat berarti buat saya yang sedang berkecimpung di dunia peternakan,
salam kenal dan salam sejahtra

6 12 2010
Gayla Mcgriff

I’d be inclined to play ball with you one this subject. Which is not something I usually do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

23 02 2011
kerja di jepang

Good post. I study something more difficult on completely different blogs everyday. It’ll all the time be stimulating to learn content from other writers and observe a bit of something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your net blog. Thanks for sharing.

27 04 2011
anang

suwun infonnya, untuk cari lumpur sawit bisa dak ya kasih infonya

28 10 2012
hikman

e1c009056/hikman
ternyata sangat banyak manfaat dari pohon termasuk juga limbah atau lumpur sawit yang bisa dimanfaatkan kembali melalui fermentasi untuk menambah nilai nutrisinya. kesulitan peternak dalam mendapatkan pakan bisa menjadi lebih mudah dan murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: