Begitu pemilu presiden selesai, muncullah prediksi siapa pemenangnya. Hasil prediksi menyebutkan bahwa pasangan Sby-Boediono menang mutlak dengan angka perolehan lebih dari 50% dan menang diĀ 30 provinsi. Ini berarti pemilu presiden kali ini hanya berlangsung satu putaran.
Meskipun penghitungan suara yang sesungguhnya belum usai, namun prediksi ini menggambarkan sebaran suara rakyat. Jika pengambilan sampel itu tepat, maka prediksi itu dapat menggambarkan sebaran suara sesungguhnya.
Oleh sebab itu, kita dapat menyimpulkan bahwa hampir pasti bahwa SBY-Boediono akan menjadi presiden-wakil presiden 2009-2014. Tugas berat menanti anda Bapak SBY-Boediono. Bagi pasangan yang kalah saya berharap menerima dengan legowo. Jika anda memposisikan diri menjadi oposisi, jadilah oposisi yang baik. Oposisi yang membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Jika anda menjadi oposisi yang baik, Insya Allah rakyatpun di belakang anda. Sebagai oposisi yang baik, dukunglah pemerintah jika memang sudah dalam koridor yang benar, dan kritiklah jika pemerintah ada dalam koridor yang salah. Oposisi bukan berarti mencari-cari kesalahan dan kelemahan, tetapi mencari solusi terbaik dalam rangka membangun Indonesia. Oposisi yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengimbangi pihak pemerintah. Rakyat akan mempunyai alternatif ketika pemerintah melenceng jauh dari tujuan.
Satu babak baru dalam domokrasi di Indonesia telah ditunjukkan oleh Bapak JK. Beliau memberi selamat kepada SBY setelah quick count dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa SBY menang mutlak. SBY juga menyambut gembira JK dan mengharap JK tetap membantu membangun bangsa ini.
Saya berharap bahwa ini bukan sekadar basa-basi tetapi benar-benar keluar dari lubuk hati mereka berdua. Jika ya, maka kita dapat mengharap bangsa ini ke depan akan lebih cerah. Saya berpendapat bahwa membantu SBY bukan berarti hanya pro-pemerintah, sebagai oposisi pun juga membantu SBY. Jika SBY dengan kabinetnya lupa tujuan, JK sebagai oposisi bisa memberi kritik. Jika SBY dengan kabinetnya mempunyai kelemahan dan kekurangan, maka JK dapat menutup kekurangan itu dengan menunjukkan solusi. Saya optimis ke depan, demokrasi di Indonesia akan semakin dewasa.
Mari kita bangun bangsa ini dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang bisa kita lakukan, dan tentu saja mulai dari sekarang.
Recent Comments