Membuat Bokashi

18 05 2009

Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti “bahan organik yang telah difermentasikan”.  Bokashi adalah hasil fermentasi bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergajian, jerami, kotoran hewan dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut difermentasikan dengan bantuan mikroorganisme aktivator yang mempercepat proses fermentasi. Campuran mikroorganisme yang digunakan untuk mempercepat fermentasi dikenal sebagai effective microorganism (EM). Penggunaan EM tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga menekan bau yang biasanya muncul pada proses penguraian bahan organik.

Di Jepang, bokashi telah digunakan sejak tahun 80-an. Banyak petani di negeri sakura memilih bokashi untuk lahan pertaniannya dikarenakan bokashi dapat memperbaiki struktur tanah yang sebagian besar telah menjadi keras akibat penggunaan pupuk kimia terus-menerus. Selain itu bokashi juga terbukti meningkatkan kesuburan serta produktifitas tanaman meski efek ini baru dapat dirasakan setelah bertahun-tahun penggunaan. Hal tersebut sangat wajar karena pupuk alami semacam bokashi biasanya memang mengandung unsur hara dalam dosis kecil, namun lengkap unsur makro dan mikronya.

A.Pupuk Bokashi

1. Bokashi Padat

Bahan:
- Hijauan daun 200 kg (hijauan daun, sisa sayuran, jerami, sekam, dll)
– Pupuk kandang 750 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
– Dedak/bekatul 50 kg
– EM-4 1 liter
– Larutan gula pasir, 1 kg per 10 liter air
– Air secukupnya

Tahapan Pembuatan:
1. Potong sampah basah (3-5 cm), kecuali jika menggunakan sekam
2. Campurkan Sampah basah – pupuk kandang – dedak/bekatul, hingga rata
3. Larutkan EM-4 + Air gula ke dalam 200 liter air.
4. Siramkan larutan secara perlahan secara merata ke dalam campuran sampah basah-kotoran-dedak. Lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 – 40 %. Tandanya, bila campuran dikepal, air tidak keluar dan bila kepalan dibuka, adonan tidak buyar.
5. Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketebalan 15 – 20 cm, lalu tutup dengan karung goni atau terpal selama 5 – 7 hari.
6. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45 – 50 derajad Celsius.
7. Setelah satu minggu, pupuk bokashi siap digunakan.

Aplikasi:
Untuk tanaman tahunan semisal karet, coklat, dan lainnya, gunakan bokashi padat sebagai pupuk dasar. Dua kilogram bokashi diaduk dengan tanah lalu dibenamkan di lubang tanam.

Syam Asinar Radjam : (http://dusunlaman.net/?p=143)

2. Bokashi Cair

a) Bahan:
– Pupuk kandang 30 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
– Hijauan daun (secukupnya)
– EM-4 1 liter
– Gula pasir 1 kg
– Terasi 1 kg
– Air bersih 200 liter
– Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi

Tahapan Pembuatan:
1. Pupuk kandang dihaluskan
2. Gula pasir – Terasi – EM-4 – NPK dilarutkan dalam air
3. Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukkan ke dalam drum plastik kemudian ditambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 200 liter.
4. Drum ditutup rapat. Setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit.
5. Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5 – 7 hari.

Aplikasi:
1 liter bokashi dicampur dengan 9 liter air bersih. Selanjutnya, siramkan pada tanah di sekitar tanaman atau disemprotkan pada daun sebanyak 0,25 – 1 liter tergantung jenis tumbuhan.

b) cari, wadah kosong drum pertamina yang besar ukuran 200 liter, pastikan tidak bolong bawahnya. siapkan bahan-bahannya : air, pupuk kandang, gula, EM4

isi drum dengan air hingga setengahnya. buatkan molase, yaitu campuran gula 250 g dilarutkan dalam air 1 liter. tuangkan ke dalam drum molase tadi beserta EM4 1 liter. masukan ke dalam drum pupuk kandang 30 kg. aduk sampai tercampur. isi drum dengan air lagi hingga hampir penuh, aduk terus hingga merata lalu tutup rapat. setiap pagi akan muncul busa gelembung udara hasil proses fermentasi, aduk terus 4 s/d 5 kali, lalu tutup lagi. lakukan hingga hari ke 5, bokashi siap digunakan  (Oleh: Beben)

3. Bokashi Pupuk Kandang

3.a. Bahan :

Pupuk kandang 800 kg

Dedak 50 kg

Sekam 150 kg

Gula 1/4 atau Molase 1/2 liter

EM-4 1 liter

Air secukupnya (kadar air 30 – 40 %)

Cara Pembuatan :

Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air.

2. Pupuk kandang, sekam dan dedak dicampur secara merata.

Siramkan larutan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata, sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas maka adonan akan segar.

Adonan digundukkan di atas ubin yang kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung gono selama 3-5 hari.

Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50 oC, bukalah karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukkan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

Setelah 4 hari, BOKASHI telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

3.b. Bahan:

a. pupuk kandang 15 kg

b. sekam sebanyak 10 kg dan dedak 0,5 kg.

c. molase/gula 2 sendok makan (10 ml).

d. EM4 2 sendok makan (10 ml).

4. Bokashi Jerami

4. a) Bahan :
1. Jerami, dipotong sepanjang 5-10 cm (20 bagian)
2. Dedak (1 bagian)
3. Sekam (20 bagian)
4. Gula pasir (5 sendok makan)
5. EM4 (5 semdok makan)
6. Air (20 liter)

Cara pembuatan :
1. Larutkan EM4 dan gula kedalam air
2. Campur jerami, sekam dan dedak sampai merata
3. Siram adonan dengan larutan EM 4 sampai kandungan air adonan mencapai 50 % atau bila adonan dikepal air tidak menetes dari adonan, dan bila kepalan dilepas adonan akan megar.
4. Adonan digundukkan di atas ubin kering dengan ketinggian 15-20 cm kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari.
5. Suhu adonan dicek setiap 5 jam sekali. Pertahankan suhu adonan 40-50 o C, bila suhu lebih dari 50 o C karung penutup dibuka lalu adonan dibolak-balik kemudian kembali ditutup.
6. Setelah 4 hari bokashi selesai terfermentasi dan dapat digunakan sebagai pupuk.

Bokashi dapat disebar merata di atas permukaan tanah dengan dosis 3-4 genggam /meter persegi. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih banyak. Kemudian tanah dicangkul atau dibajak, untk mencampurkan bokashi. Pada tanag sawah pemberian bokahi dilakukan pada saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 1 bulan. Setelah bokashi disebar, semprotkan 2 cc EM4/Liter air ke dalam tanah. Seminggu kemudian bibit siap ditanam.
Untuk tanaman buah-buahan, bokashi disebar merata di permukaan tanah/perakaran tanaman. Penyiraman dengan EM 4 (2 cc EM4/Liter ) dilakukan tiap 2 minggu sekali

4. b) Bahan:

1. jerami 10 kg (bisa juga rumput/tanaman kacangan) (ukuran 5-10 cm).

2. dedak 0,5 kg dan sekam 10 kg.

3. EM4  2 sendok makan (10 ml).

4. Molase atau gula 2 sendok makan (10 g) dan air secukupnya.

Cara pembuatan

  1. dibuat larutan dari EM4, molase/gula dan air dengan perbandingan 1 ml: 1 g: 1 liter air. Inkubasikan selama 48 jam.
  2. bahan jerami, sekam dan dedak dicampur merata di atas lantai yang kering.
  3. bahan disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan.
  4. adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari.
  5. setelah 4 hari karung goni dapat dibuka.
  6. bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan.

Bokashi jerami sangat baik untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa dan bahan organik lainnya di lahan pertanian. Bokashi jerami juga sesuai untuk diaplikasikan di lahan sawah.

5. Bokashi Pupuk Kandang plus Arang

Bahan:

  1. pupuk kandang 10 kg, dedak 0,5 kg, arang sekam/arang serbuk gergaji 5 kg.
  2. molase/gula 10 ml (2 sendok makan)
  3. EM4 sebanyak 2 sendok makan (10 ml)  dan  air secukupnya.

Cara pembuatan: sama dengan 4.b.

6. Bokashi Pupuk Kandang Plus Tanah

Bahan:

  1. pupuk kandang sebanyak 5 kg dan tanah 10 kg
  2. arang sekam/arang serbuk gergaji 5 kg dan dedak halus 5 kg.
  3. molase/gula 10 ml
  4. EM4 2 sendok makan (10 ml)

Cara pembuatan: sama dengan 4.b.

Penggunaan: baik untuk pembibitan tanaman. Dalam hal ini bokashi pupuk kandang cukup dicampur dengan tanah= 1:1.

7. Bokashi Ekspress (24 jam)

Bahan:

  1. jerami kering, daun kering, serbuk gergaji dan bahan lainnya 10 kg.
  2. pupuk kandang 5 kg dan dedak 1 kg
  3. molase/gula sebanyak 2 sendok makan (10 ml)
  4. EM4 2 sendok makan (10 ml)

Cara pembuatan:

Cara pembuatan sama dengan 4. b., hanya bahan-bahan yang difermentasikan dicampur dengan bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata.

Cara penggunaan: a) untuk lahan tegalan dan sawah 3-4 genggam bokashi/m2; b) tanaman buah-buahan bokashi disebar di permukaan tanah atau di sekitar daerah perakaran. Selanjutnya larutan EM4 disiramkan dengan dosis 2 ml/l air aetiap 2 minggu; c) untuk pembibitan: lahan yang akan dijadikan tempat pembibitan disiram dengan larutan EM4 dengan dosis 2 ml/1 l air. Selanjutnya lahan dibiarkan selama satu minggu sebelum lahan siap untuk digunakan.

B. Pestisida Bokashi

1) EM5 dan Super EM5

Bahan :

a)      Molase / tetes atau gula 100 ml/0.5 ons, EM-4 100 ml, cuka makan / cuka aren 5% 100 ml, alkohol (40%) 100 ml.

b)      B) EM4 100 ml dan air i liter (khusus pembuatan super EM5 tidak digunakan air.

Cara membuat :

Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam botol / jirigen yang ada tutupnya. DIkocok setiap pagi dan sore hari. Buka tutup botol / jirigen untuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi berlangsung. Kurang lebih 15 hari pengocokan dihentikan (setelah tidak ada gas yang terbentuk), biarkan lagi selama 7 hari.

Dosis :

  1. EM5: 10-50 ml/l air + 10-50 ml molase
  2. Super EM5: 5ml/liter air + 5 ml molase.

Larutan EM5 sebaiknya disemprotkan pada sore hari menjelang matahari terbenam. Paling lama digunakan tiga bulan.

Khasiatnya :

Untuk menekan serangan hama dan penyakit pada tanaman pertanian.

2) EMRAS

Bahan:

            1 liter air beras, molase/gula 10 ml dan EM4 10 ml.

Cara pembuatan

            Semua bahan dicampurkan dan selanjutnya dibiarkan selama dua hari. Setelah itu EMRAS dapat diaplikasikan. Namun EMRAS harus sudah habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan selesai). Selain sebagai pestisida, EMRAS juga dapat digunakan sebagai pupuk. Dosis pemakaian: 5 ml/l air.

(Dikompilasi dari berbagai sumber oleh: Urip Santoso

About these ads

Actions

Information

54 responses

3 06 2009
Elfi

jurnalnya bagus, memotivasi pertanian/peternakan organik

3 06 2009
uripsantoso

semoga bermanfaat.

8 07 2009
dusunlaman

Rekan Urip,

terima kasih sudah menautkan jurnal anda dengan dusunlaman

Salam,
Syam Asinar Radjam

8 07 2009
uripsantoso

Terima kasih telah membolehkan artikel anda sebagai salah satu sumber dalam kompilasi yang saya susun.

10 10 2009
ricky

sekarang yang penting EM4 itu apa? dan gimana buatnya? kalo untuk skala rumah tangga gimana? sampah rumah tangga kan enggak sampe berkilo-kilo paling kurang dari 0,5 kg perharinya

11 10 2009
uripsantoso

EM4 adalah formula cair yang terdiri dari berbagai mikrobia efektif. EM4 sudah banyak dijual di pasar, tapi hati-hati produk ini banyak dipalsu ricky. Baca pula uraian saya tentang sampah. thanks.

5 08 2010
Kidung Dwi.A.P

Saya dah bikin bokashi cair..pa bokashi cair ada kadaluarsanya juga?
Trims

8 08 2010
uripsantoso

Tentu saja ada masa kadaluwarsa sdr Kidung. Telitilah itu berapa lama bisa disimpan sebelum digunakan. tq

28 11 2010
yanto

salam sejahtera selalu, pak tolong info bahan apa yg dapat digunakkan sebagai pengganti molase/ tetes tebu sebanyak 1 kg?, apakah dapat diganti dengan gula pasir sebanyak 2,5 kg?.biasanya molase di jual belikan di toko kimia atau poulty shop? thanks

28 11 2010
uripsantoso

Molase adalah sumber energi, jadi bisa digantikan dengan gula. tq.

2 12 2010
free iphone

hi there very nice website and template. I really hope I am not bothering you I just wished to inquire precisely what wordpress plugin you make use of to show the newest feedback on your blog? I really want to do the same for my free ipad blog but I cant acquire the plugin or widget for it. Thanks for your time :)

6 12 2010
Sherman Majure

I’d have to clinch the deal with you here. Which is not something I typically do! I love reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!

9 12 2010
Doretha Baskerville

The most difficult thing is to find a blog with unique and fresh content but i think you offer something different. Keep it like this.

3 03 2011
William

Easily, the post is really the greatest on this laudable topic. I concur with your conclusions and will thirstily watch forward to your future updates. Saying thank will not just be sufficient, for the brilliant c lucidity in your writing. I will instantly grab your rss feed to stay privy of any updates. Solid work and much success in your business enterprise!

13 03 2011
azka

apakah Em4 bisa juga di gunakan untuk mempercepat pembusukan akar alang-alang yang ada pada lahan pertanian

13 03 2011
uripsantoso

Dapat dicoba EM4 untuk akar alang-alang azka.

14 03 2011
Matasto

Pak apa saja ciri2 keberhasilan pembuatan bokashi?saya pernah baca kalau bokashi jerami dikatakan bagus bila hasilnya tidak berbau busuk,bahkan beraroma harum. Benarkah bokashi yang bagus baik padat ataupun cair akan beraroma harum walaupun dibuat dari kotoran ternak?mohon penjelasannya.

14 03 2011
uripsantoso

Fermentasi yang sempurna akan menghasilkan produk yang tak berbau busuk. Bahkan pada beberapa kasus berbau harum. Jika berbau busuk berarti pembuatan bokashi belum sempurna atau bahkan gagal. tq

15 03 2011
Matasto

Pak,nanya lagi ni.Untuk bokashi cair kotoran ternak yang digunakan sebaiknya yang matang atau yang baru?dari uraian di atas pembuatan bokashi cair bisa ditambah pupuk kimia.apakah hal ini tidak mematikan bakteri fermentasinya?karena pernah saya dengar dari teman unsur kimia pada pupuk bisa mematikan bakteri fermentasi.

15 03 2011
uripsantoso

Pemberian urea sebagai sumber nitrogen sangat pentng bagi pertumbuhan mikrobia. Kotoran ternak sebaiknya dibiarkan selama satu minggu atau lebih baru digunakan untuk pembuatan bokashi. tks.

15 03 2011
Matasto

Pak ada tanya lagi ni.biasanya petani disini melarutkan beberapa kg pupuk dalam 1 drum 200 liter untuk tanaman hortikultura.apakah penambahan 20 liter bokashi cair dalam 1 drum tersebut bisa membuat penyerapan pupuk kimia oleh akar tanaman menjadi lebih optimal?trimks

23 03 2011
mr shai thon

Bisa tidak kalau menggunakan air bekas mencuci beras sebagai bahan untuk membuat bokasi cair dalam skala kecil misalnya untuk 1 liter saja ?

10 08 2011
elementy kute

Thank you for useful information. Waiting for new posts.

2 09 2011
monclers

I and my pals were going through the great tips and tricks from your web site then immediately came up with an awful suspicion I had not thanked the site owner for those techniques. Most of the young boys appeared to be consequently warmed to read through them and already have honestly been using them. Thank you for truly being simply kind and then for having some incredible subjects millions of individuals are really needing to know about. My personal honest regret for not saying thanks to earlier.

18 09 2011
27 10 2011
jdkd

yang dicari hasil bukan tahap2nya

29 02 2012
adlihaaiz

wow uraian yg lengkap….sangat membantu. izin copy paste buat dipraktekan. thanks

3 05 2012
eko

oke..akan aku coba..,jika gagal, tlg di beritahu ya. terima kasih ilmunya

3 05 2012
eko

terima kasih ilmuny.. akan aku coba mbuatny…

6 06 2012
puput

pak..saya dlm tahap pembuatan bokashi limbah ikan untk penelitian..dgn bahan jerami,sekam,dedak,limbah ikan (terdiri dari perut ikan, kepala ikan,sisa2 potongan ikan), EM4, dan gula..sampai tgl 6 juni ini,sudah berjalan 2 minggu..bokasgi tsb sy pendamkan ke dalam tanah..pada awal pembalikan selang 1 minggu,suhu tidak panas…baunya sgt tajam..hampir sperti bau busuk…smp minggu ke2 ttp bgtu..yg berubah hy warnanya..namun,jg tdk terdpt ulat..untuk bahan spti limbah ikan ini apa memang mempengaruhi bau dari bokashi dan proses dekomposisinya???mhn jwbannya pak..sy sgt kebingungan..

7 06 2012
uripsantoso

Seharusnya proses fermentasi itu meningkatkan suhu. Jika tidak terjadi maka ada kesalahan dalam proses fermentasi. Demikian pula biasanya selama proses fermentasi tidak berbau busuk. Jika terjadi berarti gagal. Cobalah ulang lagi. Pertama-tama dengan bahan yang sedikit. Jika sudah sukses baru dengan bahan yang banyak. Tks

14 06 2012
puput

terimakasih atas jawabannya pak.
saya sedikit bingung untuk mencari literatur untuk menguatkan tinjauan pustaka n informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dari bokashi limbah ikan ini sendiri..dan saya berpikir, bagaimana kira2 pengaruh dari lemak2 yang terdapat pada limbah ikan itu sendiri,apakah akan mempengaruhi proses dekomposisi dari si bokashi itu sendiri Pak?
saya mohon bantuannya bapak,sekiranya bapak mempunyai rekomendai untuk literatur mengenai bokashi limbah ikan atau sejenisnya…
terimakasih sebelumnya pak, atas bantuannya…

15 06 2012
uripsantoso

Dengan sangat menyesal sdr Puput saya tak punya rekomendasi atau literatur tersebut. Sebenarnya Anda bisa mempelajari masalah fermentasi, faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi dll. Mungkin disitu akan ada faktor lemak atau yang lain. Sebenarnya pada ikan yang difermentasi adalah proteinnya terutama.

17 09 2012
Mavell

M-4 sama M-8 bedanya apa ?????????

24 04 2013
Puput

Ass.wr.wb.Melanjutkan sharing saya sebelumnya Pak..alhamdulillah,pupuk bokashi limbah ikan saya sudah jadi dalam kurun waktu kurang lebih 8 minggu, dan sekrang sudah saya aplikasikan ke jenis tanah dan tanaman yg saya jadikan test plant adalah tomat varietas ratna.Saya sdg kebingungan,krn pertumbuhan generatifnya sedikit terhambat,dalam artian terus berbunga tp untuk berbuah agak susah pak..

25 04 2013
uripsantoso

Puput sayang saya kurang tahu tentang tomat. Coba deh tanya pada petani tomat. Setahu saya ada perlakuan agar tanaman kita tumbuhnya proporsional. Tks

30 05 2013
Syukur

Maaf pak mau ikut tanya.
Saya sedang buat bokashi padat tp pada hari ke 2 muncul banyak belatung.
apa itu tanda bahwa proses pembuatan tsb gagal pak?
NB : saya lupa menambahkn gula pada adonan bokashi & saya hanya bisa membolak balik bokashi tsb 3 kali sehari pak, sedangkn katanya harus 5 jam sekali.
Mohon pencerahannya pak, terima kasih.

2 06 2013
uripsantoso

Gula berperan sebagai energi bagi bakteri, jadi harus ada. Jika ada belatung berarti gagal. Coba lagi.

4 06 2013
Syukur

Maaf saya banyak nanya ni pak.
Saya coba buat bokashi lagi dan bahan2nya sudah komplit pak.
Tp anehnya suhu adonan itu tdk naik sama sekali, tetep dingin tak spt pada pembuatn yg pertama.
Saya pakai kotoran hewan yg sdh agak lama.
Apa yg ini jg gagal pak, atau karna kotorannya memang sudah matang pak?
Mohon pencerahannya pak, terima kasih.

5 06 2013
uripsantoso

Coba latihan terus. Fermentasi biasanya akan terjadi panas. 1) cek kulturnya, apakah dlm pengaktifan mikrobia sdh sesuai dg tuntunan; 2) cek bahannya apakah sdh cukup energi dan zat gizi lainnya; 3) cek apakah tak ada kesalahan dlm pembuatannya. Yang jelas terus latihan sampai bisa. Tks

5 06 2013
Syukur

Maaf nanya lagi pak.
Supaya brmanfaat, apakah bokashi2 yg tidak jadi tsb bisa atau tidak dijadikn media tanam pak?
Saya coba kasih benih jagung trnyata tumbuh tp saya takut kalo nanti dibuat media tanam, tanamannya malah layu.
Mohon pencerahannya pak & terima kasih telah meluangkn waktu untuk menjawab

6 06 2013
uripsantoso

Saya yakin bisa, tapi untuk lebih menyakinkan maka perlu diujicobakan pada sebagian kecil tanaman. Jika hasilnya baik, maka bisa diterapkan pada tanaman dlam skala yang lebih besar.

8 06 2013
Syukur

Maaf pak mau nanya lagi.
Dalam aplikasi, bisakah bokashi cair, MOL bonggol pisang & urine sapi yg telah difermentasi dicampur dlm satu tangki untuk menghemat waktu?

10 06 2013
uripsantoso

Ini perlu uji coba dulu, sebab campuran itu akan bisa mengubah komposisi senyawa aktif dan mikrobia.

24 06 2013
raffa

salam kenal,bpak uripsantoso…
Dsini saya mau bertanya bagaimanakah TANDA-TANDANYA PEMBUATAN EM4 BERHASIL

24 06 2013
uripsantoso

Tanda yang paling nyata adalah baunya harum, suhu bahan meningkat karena terjadi proses fermentasi. Tks

24 06 2013
data.alus

Dsini saya mau bertanya bagaimanakah TANDA-TANDANYA PEMBUATAN EM4 BERHASIL

24 06 2013
raffa

trus perbedaan mol dan em4 itu apa pak?
bisakah mol dbuat pupuk bokasi padat?

25 06 2013
Syukur

Bang raffa, untuk perbedaan EM4 & MOL bisa anda lihat pada tulisn Mas_pary di link ini http://www.gerbangpertanian.com/2011/04/perbedaan-em4-mol-dan-pgpr.html?m=1

24 08 2013
Bahrun

Mau nanya prof: saya tidak punya molases, berapa perbandingan gula untuk mendapatkan setara dengan 1 kg molases? . thanks

26 08 2013
uripsantoso

Biasanya molase diganti dengan larutan gula jenuh. Tks

27 02 2014
Sumantri

Mohon penjelasan Pak,sy sudah coba bikin bokashi cair,bahan sudah sesuai takaran,cuma EM4nya sy lebihin,tiap hari sy aduk,sudah 1 minggu tp bau busuk,apa bisa difermentasi ulang dg menambahkan molase,karbohidrat dan EM4,ato bisa utk menyiram tanaman,sayang kalo dibuang? Tq

27 02 2014
uripsantoso

Kalau sudah bau busuk berarti fermentasi gagal dan tak bisa lagi difermentasi ulang. Tks

27 02 2014
Sumantri

Brarti harus dibuang ya pak? Kalo utk ngocor tanaman gimana,ya minimal memanfaatkan unsur hara-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: