Pentingnya Pengelolaan Keuangan Keluarga

18 12 2008

Oleh: Urip Santoso

 

Ilustrasi

 

Keluarga A: mempunyai penghasilan  enam juta rupiah per bulan, dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil.  Uang sebanyak itu habis tak tersisa di akhir bulan. Jadi, mereka tidak mempunyai tabungan sama sekali. Mereka sangat heran, kok bisa habis, padahal mereka tidak belanja yang aneh-aneh.

 

Keluarga B: juga mempunyai penghasilan enam juta rupiah per bulan dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil. Keluarga ini lebih parah. Baru lima belas hari sudah habis tanpa sisa. Lalu?  Ya, terpaksa mereka cari hutang kesana kemari. Mereka setiap bulan gali lubang tutup lubang, dan akhirnya lebih banyak lubangnya daripada yang tertutup alias dililit utang. Pusing tujuh keliling.

 

Keluarga C: juga mempunyai penghasilan enam juta rupiah per bulan, dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil. Ajaibnya, keluarga ini masih mampu menabung enam ratus ribu rupiah per bulan. Lebih ajaib lagi, anak-anaknya sehat wal afiat. Tampilan mereka sehari-hari juga biasa-biasa saja.

 

—- 000 —-

 

            Apa yang menjadi rahasia keluarga C? Rasanya hampir mustahil jika keluarga C masih mampu menabung. Apa yang telah dilakukan oleh mereka sehingga mereka mampu menabung? Jawabannya adalah karena mereka membuat perencanaan kegiatan dan anggaran. Perencanaan itu kemudian mereka laksanakan dengan konsisten. Jadi, keluarga ini telah mempraktekkan perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan adalah proses  merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

            Ada dua prinsip utama yang harus kita perhatikan ketika kita akan menyusun perencanaan, yaitu:

1)      Rencanakan perencanaan keuangan sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai

      dengan keinginan.

2). Rencanakan perencanaan keuangan sesuai dengan kemampuan.

1) Kebutuhan

            Ya, kita harus merencanakan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, anda makan dan minum sesuai dengan kebutuhan gizi. Tidak berlebih-lebihan. Barangkali jika anda  makan dan minum sesuai kebutuhan, anda sekeluarga tidak perlu terlalu sering makan di restoran. Contoh lain, jika anda hanya membutuhkan lima setel pakaian kerja, maka belilah lima setel pakaian saja. Tidak perlu membeli sampai dua puluh setel. Anda bisa evaluasi. Jika ada pakaian yang  jarang dipakai atau bahkan tidak pernah sama sekali anda pakai, maka itu tandanya anda telah membeli pakaian lebih dari yang dibutuhkan.

            Ngomong-ngomong, kebutuhan itu dapat dibagi menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Adalah bijaksana jika anda lebih dahulu memprioritaskan kebutuhan primer daripada yang sekunder dan apalagi yang tersier.

            Kita diperintahkan untuk hidup tidak boros tetapi tidak kikir alias hemat.

Sika boros atau mubadzir merupakan salah satu sikap yang disenangi oleh hawa nafsu dan dilarang oleh akal yang sehat. Teguran edukatif yang paling baik adalah teguran yang disampaikan oleh Allah Swt dalam surat al-Isra ayat 26 dan 27

وَءَاتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا(27)

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Qs. al-Isra; 26-27).

Ketahuilah, bahwa manusia kadang dianugerahi rejeki untuk satu bulan dalam waktu sehari. Dengan demikian, jika ia bersikap boros, maka di hari-hari mendatang ia akan mengalami bencana kekurangan belanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, jika ia bersikap hemat, maka waktu yang satu bulan itu dilaluinya dengan penuh kecukupan.

slam pun mengajarkan umatnya agar terbiasa dengan pola dan budaya hemat. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Lukman ayat 34, “… dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan ndiusahakannya besok…” Konteks ini ditegaskan kembali dalam Al-Qur’an surat Al-Furqon ayat 67, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”

Berpijak dari kedua ayat di atas, kita dapat menggarisbawahi bahwa budaya hemat memiliki aplikasi yang sejajar dengan perintah Allah. Oleh karena itu setiap muslim perlu memahami pentingnya meningkatkan budaya hemat dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, hemat sebagai upaya menyimpan kelebihan setelah kebutuhan primer terpenuhi. Hemat tidak berarti kikir. Hemat adalah pola hidup pertengahan. Rasulullah pernah berdialog dengan Jabir, “Mengapa engkau berlebih-lebihan?” Jabir menjawab, “Apakah di dalam wudhu tidak boleh berlebih-lebihan, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ya janganlah engkau berlebih-lebihan ketika wudhu meskipun engkau berada pada air sungai yang mengalir.”

Kedua, hemat sebagai modal untuk kemaslahatan generasi setelah kita. Hidup kita tak kan lama. Meskipun demikian, tidak berarti selama kita hidup seadanya. Karena Rasulullah pernah menyampaikan nasehat, “Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin. Mereka menerima kecukupan dari orang lain. Mungkin orang lain memberinya atau mungkin menolaknya. Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah dengan ikhlas karena Allah kecuali engkau akan mendapat pahala karenanya.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Ketiga, hemat sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah. Karena sikap hemat merupakan perintah Allah, maka jika kita terbiasa dengan pola hidup hemat, sebenarnya kita tengah melakukan pendekatan diri dan melaksanakan perintah-Nya.

Akhir kata, melaksanakan hidup hemat dan menjauhi sikap boros merupakan langkah awal dalam memperbaiki manajemen keuangan rumah tangga kita sekaligus sebagai wahana pendekatan ilahiyah. [BKS-124]

 

2) Sesuai Kemampuan

            Ya, rancang perencanaan kegiatan dan anggaran yang sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita merancang pengeluaran melebihi pendapatan. Ini namanya besar pasak daripada tiang. Untuk itu, anda harus membuat prioritas-prioritas. Susun rencana kegiatan anda, setelah itu buat prioritas. Saya sarankan, agar anda memprioritaskan kebutuhan primer terlebih dahulu. Upayakan menabung untuk jaga-jaga jira ada kebutuhan yang mendesak.

            Ada beberapa alasan mengapa keluarga anda memerlukan perencanaan keuangan, yaitu:

            1). Adanya tujuan keuangan yang ingin dicapai.

            2). Tingginya biaya hidup saat ini.

            3). Naiknya biaya hidup dari tahun ke tahun.

            4). Keadaan perekonomian tidak akan selalu baik.

            5). Fisik manusia tidak selalu sehat.

            6). Banyaknya alternatif produk keuangan.

 

Susun Neraca Keuangan

            Nah, sekarang anda rasakan bahwa perencanaan keuangan amat penting bagi sebuah keluarga. Lalu bagaimana memulainya? Pertama-tama susun neraca keuangan. Neraca keuangan adalah gambaran tentang jumlah harta dan jumlah utang yang dimiliki sebuah keluarga. Jika jumlah harta dikurangi dengan utang, maka hasilnya dinamakan harta bersih atau kekayaan bersih.

            Harta adalah segala hal yang dimiliki oleh sebuah keluarga pada saat ini, yang bisa diukur dengan uang. Contohnya: uang tunai,  tabungan, deposito, emas, saham, piutang kepada orang lain, kendaraan, rumah dan tanah dll. Sementara utang adalah segala hal yang masih menjadi kewajiban sebuah keluarga, untuk dibayarkan. Contohnya:  salso utang kartu kredit, saldo utang kepada bank, saldo utang kepada orang lain dll.

 

Tabel 1. Contoh neraca keuangan keluarga

A. Harta

 

Uang tunai ditangan

Tabungan

Deposito

Nilai Tunai Auransi Jiwa

Kendaraan

Rumah

Jumlah Harta

5.000.00

25.000.000

50.000.000

1.500.000

36.000.000

200.000.000

316.500.000

B. Utang

 

Saldo utang kartu kredit

Saldo utang KPR

Jumlah Utang

4.000.000

47.000.000

51.000.000

Kekayaan Bersih

 

Jumlah Kekayaan Bersih

265.500.000

 

Menetapkan Tujuan dan Membuat Anggaran

            Menetapkan tujuan keuangan keluarga amat penting. Untuk apa sajakah dana yang tersedia? Dalam membuat tujuan keungan keluarga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1)  spesifik dan dapat diukur. Misal: membeli kendaraan baru merk X (spesifik) dengan anggaran Rp Y (bisa diukur); 2) memiliki target waktu. Misal: tanggal 10 Mei 2008; 3) tertulis.

 

Tabel 2. Contoh Tujuan Keuangan Keluarga

No.

Tujuan Keuangan

Kapan ingin dicapai

Yang harus dilakukan

1.

Pendidikan anak

Begitu anak masuk TK, SD, SMP, SMA, PT

Menabung rutin

2.

Kendaraan

Juni 2010

Mengajukan permohonan kredit ke bank

3.

Rumah sendiri

Oktober 2010

Manabung untuk uang muka rumah

4.

Pensiun

Umur 55

Menyiapkan dana pensiun dengan menabung rutin.

5.

Dst….

 

 

 

            Jika anda sudah membuat tujuan keuangan keluarga, maka tempelkan di tempat yang mudah dilihat oleh anggota keluarga.

 

Membuat Anggaran Keluarga

            Nah, setelah anda membuat tujuan keuangan keluarga, maka tahap berikutnya adalah membuat anggaran keluarga. Pada dasarnya anggaran keluarga ada dua, yaitu pemasukan keluarga dan pengeluaran keluarga. Pemasukan keluarga adalah jumlah uang yang anda dapatkan setiap bulan, baik dari pekerjaan dan atau investasi. Pengeluaran biasanya terdiri atas empat unsur, yaitu: 1) pembayaran utang, 2) tabungan rutin, 3) premi asuransi, 4) biaya hidup. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.

 

Tabel 3. Contoh anggaran bulanan keluarga

A. PEMASUKAN

Penghasilan bersih

a.       anda

b.      pasangan anda

 

 

3.250.000

3.000.000

 

 

 

6.250.000

TOTAL PEMASUKAN

 

6.250.000

B. PENGELUARAN

Pembayaran Utang

a.       Cicilan ke bank

b.      Cicilan ke kartu kredit

      Total utang

 

Tabungan rutin

a.      Untuk anak

b.      Untuk pensiun

      Total tabungan bulanan

Premi asuransi

a.       Asuransi jiwa

b.      Asuransi kendaraan

      Total premi asuransi

Biaya hidup

a.       Belanja keluarga

b.      Belanja pribadi anda

c.       Belanja pribadi pasangan anda

d.      Telepon, listrik, air

e.       Transportasi

f.        Pembantu rumah tangga

g.       Busana dan aksesori

h.       Hiburan, mainan anak dll

      Total biaya hidup

 

 

 

500.000

250.000

 

 

 

300.000

250.000

 

 

75.000

100.000

 

 

1.250.000

700.000

700.000

600.000

400.000

300.000

200.000

200.000

 

 

 

 

 

750.000

 

 

 

550.000

 

 

 

175.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.350.000

TOTAL PENGELUARAN

 

5.825.000

SISA

 

425.000

 

Bagaimana jika keluarga anda defisit. Lakukan langkah-langkah berikut ini:

1)      Rencanakan untuk menambah pemasukan, baik komponennya maupun jumlah uangnya. Jika tidak bisa atau masih defisit, maka:

2)      Rencanakan untuk mengurangi pengeluaran anda baik komponennya maupun jumlah uangnya. Jika tidak bisa atau masih defisit, maka:

3)      Rencanakan untuk menambah pemasukan sekaligus mengurangi pengeluaran, baik komponennya maupun jumlah uangnya.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1). Memastikan agar anda tidak keluar dari anggaran keluarga yang telah dibuat.

Beberapa tips:

a.       Usahakan menabung begitu anda mendapatkan penghasilan, sebelum anda membelanjakan..

b.      Usahakan  mencicil utang terlebih dulu, sebelum anda membelanjakan.

c.       Untuk komponen biaya hidup anda bisa menggunakan sistem amplop. Misalnya: untuk telepon, air dan listrik Rp 400.000, dan tempatkan dalam amplop tersendiri, dst.

 

2) Bagaimana jika dipertengahan bulan, anda menyadari bahwa pengeluaran anda melebihi anggaran keluarga yang telah anda buat?  

Beberapa tips:

a.       Mengambil dari sisa anggaran keluarga anda.

b.      Mengambil dari pos pengeluaran lain.

c.       Mengambil dari harta yang sudah anda miliki saat ini.

d.      Memperkecil pengeluaran bulan depan.

 

Perlukah suami-isteri bekerja? Perlu anda analisis. Jika sisa bulanan keluarga anda ternyata lebih kecil ketika isteri bekerja, maka sebaiknya isteri tidak bekerja. Akan tetapi jika sisa bulanan anda sangat nyata meningkat, maka sebaiknya suami-isteri bekerja.

 

Demikianlah teknik pengelolaan keuangan keluarga, semoga bermanfaat.

About these ads

Actions

Information

18 responses

19 12 2008
suharyanto

terima kasih atas infonya.

19 12 2008
isnanimurti

Saya senang sekali membaca tulisan bapak. Baru terbuka mata saya bahwa pengelolaan keuangan keluarga itu penting. Ini tentunya dalam rangka mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya, yaitu hidup hemat, tidak boros tetapi tidak kikir.

27 09 2009
YOTO

wadu..h makasih buanyak pak,atas pencerahanya ini saya ingin sekali mengatur keuangan keluarga agar tidak pusing.mudah2an kedepan bisa lancar dan tidak mumet lagi dalam mengatur keuangan keluarga dan bisa memenej keuangan keluarga sakinah.makasih pak ya…penghasilan yg halal sekecil apapun bila diatur rasanya berkah…makasih sekali lagi pak.
dan salam sejahtera untuk kita semua..

28 09 2009
uripsantoso

silahkan dipraktekkan sdr yoto. thanks.

16 12 2009
arma

Pak Urip, terima kasih banyak untuk pencerahannya… sangat mudah dipahami… Minta ijin boleh dishare pada teman2 yaa Pak… Jazakumullah.

21 12 2009
uripsantoso

silahkan arma, saya sangat berterima kasih. tq.

21 09 2010
Cah thorjo

saya punya penghasilan Rp. 2.000.000 dikurangi angsuran spd motor rp. 450.000 , listrik 125.000 , bensin rp. 250.000 , pulsa 50.000 , bayar hutang 400.000 sosial 100.000 .Tolong bantu pengaturan keuangannya lainnya
( anak 1 ) agar tidak minus..

22 09 2010
uripsantoso

Sdr Cah kalau saya hitung pengeluaran yang Anda hitung sudah mencapai Rp 1.375.000,- Jadi sisa anggaran tinggal Rp 625.000,- Untuk makan yang bergizi saja untuk 3 orang maka membutuhkan minimal Rp 600.000. Tinggal sisa Rp 25.000,- Ini belum termasuk kebutuhan rumah tangga yang lain. Saya juga tidak tahu apakah anak sdr sudah sekolah. Saran saya, bisa tidak misalnya bensin dan kegiatan sosial dikurangi? tq.

5 07 2013
Wahyu Hidayat

waduh itu mah susah pa dg gaji segitu…. mungkin bapk banyakin puasa az… heee…. terus mencari solusi penghasilan tambahan untuk membantu …..

6 07 2013
uripsantoso

Itu hanya contoh sdr Wahyu. Tentu saja disesuaikan dg kebutuhan. Apalagi sekarang BBM naik. Semuanya naik tak terkendali. Tks.

6 12 2010
Ethel Dews

This domain seems to recieve a great deal of visitors. How do you promote it? It offers a nice unique spin on things. I guess having something useful or substantial to say is the most important thing.

24 01 2011
apri

Assalamu’alaikum
Pak, saya membutuhkan jurnal ttg pengelolaan keuangan keluarga. apakah bapak link yg bisa di download? terima kasih

24 01 2011
uripsantoso

di blog ini ada tulisan tentang manajemen keuangan keluarga. tq

24 01 2011
apri

Assalamu’alaikum
Pak, saya membutuhkan jurnal ttg pengelolaan keuangan keluarga. apakah bapak link yg bisa di download? terima kasih ya

11 02 2011
apri

pak mau tanya, umumnya, yg namanya neraca itu pasti balance. di contoh yg bapak sampaikan kok g balance ya. apa khusus neraca keuangan keluarga bgt pak. terima kasih

11 02 2011
uripsantoso

memang neraca harus balance. Tapi dicontoh saya hanya memperlihatkan jumlah uang masuk dan yang dibelanjakan. Sisa uang yang tidak dibelanjakan bisa ditabung. Jika ya masukkan biar bisa balance.

30 05 2011
devie

Assalamu’alaikum,,
mau tanya pak,, saya wanita single,, tapi pengeluaran saya kok buanyak banget ya? penghasilan yang semula saya anggap pas untuk hari – hari malah terasa kurang,,
gmna ya untuk mengatasinya,, terima kasih.

6 11 2013
roni

mending di sedekahkan sebagian gaji anda…pasti bisaaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: