Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen (Bagian 1, revisi)

27 08 2008

Oleh: Urip Santoso

            Di dalam instrument sertifikasi dosen ada instrument deskripsi diri. Deskripsi diri ini ditulis oleh dosen yang disertifikasi, yang menjelaskan atau mendeskripsikan kegiatan, sikap, perilaku dll. dari seorang dosen yang sedang disetifikasi. Dokumen deskripsi diri inilah yang akan dinilai oleh asesor, sedangkan dokumen lain, asesor hanya menghitung dan mengkompilasi. Pengisian dokumen deskripsi diri ini tidaklah mudah, karena bersifat kualitatif dan subyektif. Oleh sebab itu, seorang dosen harus mampu mendeskripsikan diri mereka sendiri sehingga mudah dipahami dan diukur serta dinilai oleh tim asesor. Sesuai dengan aturan, setiap dosen akan dinilai oleh dua asesor yang mempunyai bidang ilmu yang serumpun.

            Instrument deskripsi diri terdiri atas dua bagian, yaitu bagian 1 yang terdiri atas 5 pernyataan, yaitu a) pengembangan kualitas pembelajaran, b) pengembangan keilmuan/keahlian pokok, c) peningkatan kualitas manajemen/pengelolaan institusi, d) peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa, dan e) peningkatan pengabdian kepada masyarakat; bagian 2 terdiri atas 6 pernyataan, yaitu a) karakter pribadi dalam berbagai situasi dan kondisi, b) etos kerja, c)integritas diri, d) keterbukaan terhadap kritik, saran dan pendapat orang lain, e) peran social, dan f) orisinalitas.

 Saya menyarankan kepada dosen agar sebelum menulis deskripsi diri, sebaiknya memahami terlebih dahulu istilah-istilah yang ada dalam deskripsi diri. Ini dimaksudkan agar anda dapat menyusun deskripsi diri dengan baik dan terukur, sehingga asesor akan lebih mudah memahami deskripsi diri anda. Demikian pula, saya menyarankan kepada asesor untuk memahami terlebih dahulu istilah-istilah tersebut, agar dalam menilai bisa lebih obyektif.

Bagian I

            Pada bagian I ini anda diminta menguraikan apa saja yang telah anda lakukan dalam beberapa tahun terakhir yang dapat  dianggap sebagai prestasi dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi.

a) Pengembangan kualitas pembelajaran

            Anda disini diminta untuk menjelaskan usaha-usaha apa yang telah anda lakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan bagaimana dampaknya. Dalam menjelaskan hal ini, ada baiknya anda menjelaskan latar belakang mengapa upaya itu dilakukan, misalnya rendahnya daya tangkap mahasiswa, rendahnya nilai mahasiswa dll. Setelah itu anda jelaskan apa upaya anda, misalnya melakukan perubahan metode pembelajaran, membuat diktat, merevisi SAP dan GBPP, survei terbatas tentang opini mahasiswa terhadap PBM yang dilakukan dosen dll. Setelah itu, anda jelaskan dampak dari perubahan yang anda lakukan, misalnya setelah dilakukannya perubahan metode pembelajaran yaitu dari  metode ceramah ke metode diskusi terjadi peningkatan daya serap mahasiswa sebesar 50%, peningkatan nilai sebesar 40%, peningkatan motivasi mahasiswa belajar mandiri meningkat 35% dan seterusnya. Ada baiknya anda memecahnya menjadi tiga alinea, yaitu satu alinea tentang latar belakang, satu alinea tentang usaha perubahan yang anda lakukan, dan satu alinea tentang dampak perubahan yang anda lakukan.

Jika memungkinkan cantumkan secara singkat dan jelas seberapa besar kontribusi dan prestasi anda dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Pada sub bagian ini ada dua yaitu usaha perubahan dan dampak perubahan. Kisaran nilai antara 1 sampai 5. Usaha perubahan dinilai pasif (1) jika menjalankan proses belajar mengajar sebagimana adanya dan sebagaimana yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, tanpa ada perubahan. Usaha perubahan dinilai aktif (5) jika berusaha melakukan perubahan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran misalnya melakukan penelitian tindakan kelas, melakukan refleksi, dan merespon permintaan mahasiswa.  Dampak perubahan dinilai buruk (1) jika melakukan perubahan dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas pembelajaran, namun tidak konstruktif. Dampak perubahan dinilai baik (5) jika melakukan berbagai perubahan  dalam proses pembelajaran  untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pembelajaran, misalnya menggunakan metode pembelajaran baru, mencoba beragam media, menyediakan bahan ajr baru, mengubah strategi penialaian hasil belajar siswa.

 b) Pengembangan keilmuan/keahlian pokok

 

     Pada sub bagian ini anda diminta menjelaskan produktivitas dan makna karya ilmiah yang telah anda hasilkan. Disini anda diminta menjelaskan karya-karya ilmiah baik dalam bentuk buku, penelitian, jurnal ilmiah, makalah yang diseminarkan dalam forum ilmiah, hak paten, hak cipta, artikel dalam media masa dan bagaimana keterkaitannya dengan pengembangan keilmuan anda. Jelaskan karya tulis anda secara lengkap (penulis (lengkap dengan anggota), judul, tahun terbit, penerbit dan seterusnya. Ada baiknya jika hal ini dideskripsikan dalam bentuk tabel, sehingga asesor mudah membacanya. Sebagai catatan, oleh karena ini berkaitan dengan penilaian profisional dosen, maka sebaiknya anda menjelaskan karya-karya ilmiah anda yang berkaitan dengan matakuliah yang diampu dan bidang ilmu yang ditekuni oleh setiap dosen. Kita semua tahu bahwa setiap dosen mempunyai bidang keahlian tertentu. Karya-karya diluar bidang ilmu dan matakuliah yang diampu sebaiknya tidak dicantumkan, karena akan menurunkan nilai.

            Setelah itu, anda jelaskan sumbangan dari semua kegiatan itu bagi pengembangan keilmuan anda. Sebagai misal, hasil-hasil penelitian anda mampu menghasilkan teori-teori baru, praktek-praktek baru atau model-model baru dan seterusnya, sehingga semuanya itu mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu yang anda tekuni dan memberikan sumbangan-sumbangan yang nyata bagi pengembangan ilmu btersebut secara universal. 

Contoh sederhana, anda menemukan senyawa A dalam daun katuk, yang selama ini belum ditemukan. Ini berarti anda telah memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu yang saudara tekuni. Contoh lain, anda menemukan kelemahan dalam suatu model tertentu dan kemudian anda menemukan cara untuk menyempurnakan model itu. Misalnya lagi, anda menemukan rumus matematika baru beserta pembuktiannya. Ini semua berarti anda telah memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu yang anda tekuni. Jika memungkinkan beri penjelasan seberapa besar sumbangan anda dalam pengembangan ilmu tersebut. Ada dua hal yang dinilai dalam pengembangan keilmuan, yaitu produktivitas ilmiah dan makna karya. Produktivitas ilmiah dinilai buruk (1) jika tidak menjalankan proses pengembangan keilmuan (penelitian, karya ilmiah, dll). Produktivitas ilmiah dinilai baik (5) jika melakukan pengembangan keilmuan secara  berkelanjutan dan konsisten melalui berbagai kegiatan penelitian, menulis dan menyajikan karya ilmiah di berbagai  forum, melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian, memperoleh hibah penelitian. Makna ilmiah dinilai negatif (1) jika menjalankan ilmunya sebagai bagian dari proses mengajar, mengikuti perkembangan keilmuan, tetapi tidak memberikan karya-karya keilmuan yang kontributif. Makna ilmiah dinilai positif jika melakukan berbagai upaya untuk pengembangan keilmuan secara bermakna, walaupun kecil, misalnya memperoleh pengakuan publik terhadap karya keilmuan (paten, HAKI, penerbitan buku, dll.). (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b) Pengembangan keilmuan/keahlian pokok.

 

 

 

 

 

Contoh sederhana, anda menemukan senyawa A dalam daun katuk, yang selama ini belum ditemukan. Ini berarti anda telah memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu yang saudara tekuni. Contoh lain, anda menemukan kelemahan dalam suatu model tertentu dan kemudian anda menemukan cara untuk menyempurnakan model itu. Misalnya lagi, anda menemukan rumus matematika baru beserta pembuktiannya. Ini semua berarti anda telah memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu yang anda tekuni. Jika memungkinkan beri penjelasan seberapa besar sumbangan anda dalam pengembangan ilmu tersebut. Ada dua hal yang dinilai dalam pengembangan keilmuan, yaitu produktivitas ilmiah dan makna karya. Produktivitas ilmiah dinilai buruk (1) jika tidak menjalankan proses pengembangan keilmuan (penelitian, karya ilmiah, dll). Produktivitas ilmiah dinilai baik (5) jika melakukan pengembangan keilmuan secara  berkelanjutan dan konsisten melalui berbagai kegiatan penelitian, menulis dan menyajikan karya ilmiah di berbagai  forum, melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian, memperoleh hibah penelitian. Makna ilmiah dinilai negatif (1) jika menjalankan ilmunya sebagai bagian dari proses mengajar, mengikuti perkembangan keilmuan, tetapi tidak memberikan karya-karya keilmuan yang kontributif. Makna ilmiah dinilai positif jika melakukan berbagai upaya untuk pengembangan keilmuan secara bermakna, walaupun kecil, misalnya memperoleh pengakuan publik terhadap karya keilmuan (paten, HAKI, penerbitan buku, dll.). (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b) Pengembangan keilmuan/keahlian pokok.

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Actions

Information

One response

6 12 2010
Stacy Maslowski

I really see what you mean, I’ve talked about this for a while now

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: