Antara Kebutuhan dan Keinginan

2 08 2008

Oleh: Urip Santoso
Sering kali sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sebelum saya menguraikan tentang kedua hal yang berbeda ini, baiklah saya kemukakan definisi kebutuhan dan keinginan menurut penulis. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh makhluk hidup untuk mempertahankan keberadaan mereka di atas bumi ini. Sementara keinginan adalah sesuatu yang tampaknya dibutuhkan tetapi sebenarnya tidak diperlukan. Kebutuhan itu terbatas sedangkan keinginan itu tidak terbatas.

Kebutuhan adalah sesuatu hal yang mutlak diperlukan agar individu, kelompok atau masyarakat dapat hidup dengan aman, damai dan sehat jasmani dan rohani. Kebutuhan manusia tidak saja yang berupa materi seperti papan, sandang, pangan dll., tetapi juga berupa non-materi seperti ketenangan, ketenteraman, kebebasan dll. Jasmani membutuhkan makanan yang bergizi, demikian pula halnya dengan jiwa yang membutuhkan makanan yang bergizi pula. Makanan untuk jasmani dan rohani tentu saja berbeda. Apabila keduanya mendapat makanan yang bergizi, atau yang sesuai dengan kebutuhannya maka manusia akan memperoleh kesehatan yang hakiki.
Saya beri contoh yang nyata tentang kebutuhan jasmani. Apabila anda makan sesuai dengan kebutuhan gizi, berarti anda benar. Anda memang butuh makan. Ketika anda lapar, anda makan. Berarti anda memang butuh makan. Ketika anda membangun rumah yang besarnya sesuai dengan kebutuhan anda – misalnya ukuran rumah anda sesuai dengan jumlah anggota keluarga, yang menunjang tugas-tugas anda, atau sesuai dengan fungsi anda dan anggota keluarga anda di masyarakat – maka anda telah membangun rumah sesuai dengan kebutuhan. Ketika anda membeli pakaian sesuai dengan fungsi pakaian itu sendiri – yaitu menutup aurat, bersih, tugas anda – maka anda telah membeli sesuai dengan kebutuhan. Ketika anda memberi uang kepada anak anda sesuai dengan kebutuhan anak anda – seperti untuk SPP, pakaian seragam, buku pelajaran, uang jajan seperlunya – berarti anda telah memberi uang sesuai dengan kebutuhan.
Yang perlu dicatat adalah bahwa kebutuhan untuk masing-masing individu, kelompok dan masyarakat itu berbeda-beda. Sebagai contoh, kebutuhan gizi anak-anak, orang dewasa, pria vs wanita, wanita hamil itu berbeda. Kebutuhan gizi itu berbeda pula bergantung kepada aktivitas fisik yang dilakukan oleh individu. Demikian pula dengan kebutuhan pakaian dan papan akan berbeda bergantung kepada fungsi dan tugas masing-masing individu.
Bagaimana dengan keinginan? Ketika anda makan padahal anda masih kenyang itulah keinginan. Ketika anda jalan-jalan anda tertarik dengan pakaian yang dipajang kemudian anda beli padahal pakaian anda sudah banyak, itulah keinginan. Ketika anda lapar kemudian anda makan sampai tidak dapat berjalan, itulah keinginan. Ketika anda membangun rumah mewah dengan ukuran 500 m2 padahal anggota keluarga anda hanya tiga, itulah keinginan. Ketika anda membangun rumah, padahal anda sudah punya rumah yang memadai, itulah keinginan. Ketika anda sudah punya kendaraan pribadi untuk aktivitas anda dan kemudian anda membeli lagi yang baru, itulah keinginan. Ketika anda pergi berbelanja sayuran ke Singapura, itulah keinginan. Ketika anda ingin jadi pejabat dengan tujuan untuk mendapat gaji yang lebih baik, agar anda lebih banyak mendapat kesempatan menumpuk harta, itulah keinginan. Ketika anda berambisi untuk memang dalam pemilu dengan menggunakan segala macam cara, itulah keinginan. Ketika anda makan di bawah kebutuhan gizi anda padahal anda itu mampu, itulah keinginan. Ketika anda tidak mau membelikan pakaian seragam anak anda padahal anda mampu, itulah keinginan. Ketika anda tidak mau membangun rumah sesuai dengan jumlah anggota keluarga, tugas dan fungsi mereka padahal anda mampu, itulah keinginan. Dari contoh tersebut, keinginan adalah sesuatu hal yang dikerjakan atau dilakukan oleh suatu individu, kelompok atau masyarakat di atas atau di bawah kebutuhan.
Tidak semua individu, kelompok atau masyarakat mengetahui kebutuhan yang harus mereka penuhi agar mereka dapat hidup optimal baik di dunia maupun di akherat. Tidak semua orang mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sebab batas diantara keduanya sangat tipis. Untuk itu, harus ada sekelompok individu yang bersedia untuk melakukan fungsi ini, yaitu memberikan masukan kepada yang membutuhkan tentang apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh individu, kelompok atau masyarakat tersebut. Tanpa ada sekelompok individu yang bersedia berkorban, maka sulitlah bagi mereka untuk dapat memahami dan melaksanakan apa yang mereka butuhkan. Biasanya sekelompok individu yang menempatkan diri ke dalam fungsi untuk mencerahkan itu tidak sempat untuk mencari nafkah bagi diri mereka sendiri beserta keluarganya. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban masyarakat untuk memperhatikan kebutuhan sekelompok individu ini agar mereka mampu melaksanakan fungsi dengan baik. Sekelompok individu ini juga dapat membuat standard kebutuhan bagi individu, kelompok atau masyarakat sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Dengan adanya standard kebutuhan, maka individu, kelompok atau masyarakat dapat berbedakan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Pembuatan standard kebutuhan ini memang tidak mudah, sehingga penulis pun belum dapat memberikan contoh yang akurat. Yang sudah ada standardnya adalah kebutuhan gizi untuk individu pada berbagai umur dan aktivitas. Sementara standard UMR yang telah ada barangkali pula masih bisa diperdebatkan karena barangkali standard tersebut masih di bawah kebutuhan yang seharusnya.
Dari uraian yang singkat ini, dapat diambil sarinya bahwa memenuhi kebutuhan akan membawa anda kepada hidup yang bahagia, sehat jasmani dan rohani, sedangkan memenuhi keinginan akan membawa anda kepada hidup yang kurang bahagia, kurang sehat jasmani dan rohani. Memenuhi kebutuhan anda baik yang jasmani maupun rohani merupakan modal utama untuk hidup bahagia di akherat nanti (insya Allah). Memenuhi segala keinginan anda bisa jadi merupakan modal utama pula menuju hidup tidak bahagia baik di dunia maupun di akherat. Pilih mana?
Demikianlah, mari kita mencoba instropeksi ke dalam diri kita masing-masing adakah kita lebih banyak menuruti keinginan kita atau tidak; adakah kita sudah memahami kebutuhan kita baik bagi jasmani dan rohani kita?; Jika kita sudah memahaminya, adakah kita sudah berusaha melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari?; Jika sudah mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sudahkah dilaksanakan dengan baik dan benar? dst.

About these ads

Actions

Information

2 responses

27 11 2008
jasmine

kok gak ada gambar kebutuhan rohani ya????

28 11 2008
uripsantoso

Kebutuhan memang banyak macamnya yang dapat dibagi menjadi yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Saya memang belum menguraikan tentang kebutuhan rokhani. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: