Label Non Kolesterol dalam Minyak Goreng

16 07 2008

Oleh: Urip Santoso

(Telah dipublikasikan di Rakyat Bengkulu 27 Juli 2011 halaman 4)

Barangkali anda sering membaca label non kolesterol di minyak-minyak goreng yang dijual. Mungkin anda berpikir minyak goreng itu tidak mengandung kolesterol. Mungkin anda membaca semua minyak goreng yang dijual selalu dicantumkan non kolesterol. Wah, kalau begitu hebat ya, semua minyak goreng – yang notabene berasal dari tumbuhan seperti kelapa, kelapa sawit dll – sudah bebas kolesterol. Andapun tidak ragu lagi membelinya.
Pada dasarnya, semua minyak yang berasal dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol. Lho? Ya, hanya minyak/lemak yang berasal dari hewanlah yang mengandung kolesterol seperti mentega, minyak ikan, lemak hewan dan yang sejenis. Kalau begitu, iklan itu bohong dong. Tidak sepenuhnya bohong. Beberapa minyak dari tumbuhan ada yang banyak mengandung asam lemak jenuh, dan beberapa yang lainnya banyak mengandung asam lemak tak jenuh. Nah, asam lemak jenuh jika dikonsumsi oleh manusia atau hewan akan merangsang sintesis kolesterol tubuh, sementara asam lemak tak jenuh jika dikonsumsi justru akan menurunkan kolesterol tubuh. Nah, minyak goreng non kolesterol adalah minyak yang lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuhnya daripada asam lemak jenuhnya. Jika minyak jenis ini dikonsumsi diharapkan sintesis kolesterol dalam tubuh tidak akan meningkat sehingga kadar kolesterol darah diharapkan tidak meningkat pula.
Minyak goreng yang berasal dari jagung, kedelai dan wijen banyak mengandung asam lemak tak jenuh rantai panjang, sementara minyak goreng yang berasal dari kelapa dan kelapa sawit banyak mengandung asam lemak jenuh. Oleh sebab itu, di pasar sering dijumpai minyak sawit dicampur dengan minyak jagung untuk meningkatkan kadar asam lemak tak jenuhnya. Nah, ini yang dimaksud pula dengan non kolesterol.
Pertanyaannya adalah apakah betul jika kita mengkonsumsi asam lemak tak jenuh – yang sering disebut asam lemak baik – tidak akan menimbulkan efek samping? Asam lemak tak jenuh lebih mudah teroksidasi jika dibandingkan dengan asam lemak jenuh. Oleh sebab itu, asam lemak tak jenuh lebih mudah rusak dan lebih mudah teroksidasi di dalam tubuh. Oksidasi asam lemak tak jenuh yang berlebihan di dalam tubuh akan membahayakan kesehatan tubuh, misalnya merangsang pertumbuhan sel kanker. Jadi? Wah, membingungkan ya!
Sebenarnya asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh sangat dibutuhkan oleh tubuh. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak ada istilah asam lemak baik dan asam lemak tak baik. Yang tidak baik adalah jika kedua jenis asam lemak ini dikonsumsi secara berlebihan alias tidak seimbang. Jika, anda mengkonsumsi kedua jenis asam lemak tersebut secara seimbang, maka anda akan dapat mencapai kesehatan yang optimal dengan catatan semua zat gizi yang diperlukan dikonsumsi seimbang pula. Jadi, selama kita mengkonsumsi zat-zat gizi yang dibutuhkan dalam keadaan seimbang, maka tidak perlu ada kekhawatiran. Yang perlu dikhawatirkan apabila anda mengkonsumsi zat gizi dalam keadaan kurang atau berlebih. (Telah dipublikasikan di Rakyat  Bengkulu tanggal 27 Juli 2011 halaman 4 pada kolom pendapat).

About these ads

Actions

Information

12 responses

21 07 2008
nur

Jadi begitu ya. Terima kasih atas informasinya.

31 10 2008
tyen

thx atas infonya… kiraen bener2 di boongin ma iklan. ternyata mekanisme seperti itu…

31 10 2008
uripsantoso

Ya, begitulah. Iklan memang mencoba menarik perhatian konsumen dengan sitilah-istilah yang mudah dipahami oleh masyarakat. Tapi sering kali istilah tersebut mendatangkan banyak tafsir. Thanks

31 10 2008
Herman

Terima kasih untuk penjelasannya ini. Saya termasuk pasien yang diminta untuk mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Keterangan di bungkus minyak goreng itu telah menggungah saya untuk membelinya.

Dokter yang biasa memeriksa menyarankan saya untuk banyak berolahraga, memakan makanan, sayuran, dan buah secara seimbang, serta selalu berpikir positif untuk bisa hidup dengan sehat.

Alhamdulillah olahraga selepas subuh selama sejam mulai rutin saya lakukan setidaknya 3 kali dalam sepekan. Kolesterol dalam tubuh dinyatakan telah baik.

31 10 2008
uripsantoso

Memang, buah dan sayuran kaya akan serat kasar yang berperan menurunkan kolesterol. Beberapa senyawa dalam sayuran seperti beta-karotin, vitamin C, asam amino dll juga mampu menurunkan kolesterol. Beta-karotin dan vitamin C serta vitamin E adalah senyawa antioksidan, sehingga ia mampu mencegah oksidasi lemak seperti kolesterol dan trigliserida. Ini berarti dapat mencegah timbulnya kanker. thanks.

23 08 2009
Ningam

Kalo utk pndrita kanker usus.sbaiknya mengkonsumsi minyak yg mna?yg nbati ato hewani?

24 08 2009
uripsantoso

Usahakan hindari konsumsi lemak bagi penderita kanker. thanks sdr Ningam

16 05 2010
griyautama

Asswrwb,
Lemak tak jenuh salah satunya Minyak Bunga Matahari, Mengenai Minyak Bunga Matahari ini kami mempunyai Produk Olahannya untuk Kesehatan, selengkapnya ada di http://sunflowerproduct.wordpress.com

Salam Kenal dari Kami
Griya Utama
Pusat Pemasaran Produk Bunga Matahari
di Jakarta utk Seluruh Indonesia
021-84994277

4 01 2011
taufiq

ijin copy ke kaskus ya mas;
biar lebih banyak yang tahu;
nanti saya kasih link nya;

5 01 2011
uripsantoso

Silahkan dikopi asalkan disebutkan sumbernya sdr Taufik. tq

25 01 2011
Fakta Tentang Iklan Minyak Goreng Non-Kolesterol « Wong168's Blog

[...] Sumber: http://uripsantoso.wordpress.com/2008/07/16/label-non-kolesterol-dalam-minyak-goreng/#comment-2975 [...]

4 01 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: