ETIKA PENULISAN PROPOSAL HIBAH BERSAING

4 06 2008

Urip Santoso
Etika penulisan proposal atau karya ilmiah berlaku bagi semua jenis proposal atau karya ilmiah. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak ada perbedaan antara etika penulisan proposal mahasiswa, proposal dosen, proposal penelitian hibah bersaing atau jenis-jenis penelitian lain. Jadi terus terang ketika saya membaca judul tersebut di atas jadi bingung menulisnya.
Namun, saya mencoba menguraikan hal-hal yang penting dalam menulis proposal penelitian hibah bersaing sebagai pedoman dasar membuat proposal hibah bersaing.

Prinsip Penelitian Hibah Bersaing (PHB)
Prinsip pertama dari penelitian ini adalah bahwa PHB hasil penelitiannya berorientasi kepada produk. Apa yang menjadi produk penelitian pada setiap tahap, dan pada tahap terakhir diperoleh produk akhir yang siap jual atau siap ditindaklanjuti oleh industri. Oleh sebab itu, untuk mengajukan PHB ini kita harus telah mempunyai penelitian-penelitian yang dijadikan dasar untuk pembuatan proposal PHB. Jika kita belum mempunyai penelitian dasarnya, maka kemungkinan besar proposal kita akan ditolak.
Prinsip kedua adalah bahwa PHB merupakan penelitian berkelompok dan antar bidang. Artinya adalah bahwa PHK mengharuskan anggota penelitian lebih dari satu orang yang berbeda bidang keahliannya. Pemilihan anggota harus berdasarkan bidang keahlian yang memang dibutuhkan bagi berhasilnya penelitian tersebut. Peneliti utama harus telah mempunyai penelitian yang dapat dijadikan dasar bagi proposal yang dibuatnya. Anggota penelitian jika memungkinkan dipilih anggota yang memang juga melakukan penelitian yang serupa dengan yang diajukan.
Prinsip ketiga adalah bahwa alat utama yang akan digunakan bagi penelitian berada pada institusi pelaksana penelitian. Jika alat utama tidak ada, maka proposal sebaiknya diajukan kepada penelitian hibah pekerti.
Prinsip keempat adalah bahwa peneliti utama adalah peneliti atau dosen pada perguruan tinggi yang mengajukan proposal tersebut, sedangkan anggota lain bebas. Artinya anggota dapat dipilih dari jurusan yang bersangkutan, jurusan lain, atau bahkan perguruan tinggi lain. Jumlah peneliti maksimal 4 dosen.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
1. Tunjukkan pentingnya penelitian anda.
2. Tunjukkan penelitian yang telah anda lakukan, dan uraikan dimana posisi penelitian anda dalam hubungannya dengan proposal yang anda ajukan.
3. Sebaiknya hal yang penting diuraikan terlebih dahulu, baru kemudian alas an-alasan mengapa hal itu penting.
4. Uraikan metodologi penelitian secara jelas, singkat dan rinci. Hal-hal yang umum tidak perlu diuraikan secara rinci.
5. Alokasi waktu bagi setiap anggota harus logis.
6. Jadwal dan pengangaran harus sesuai dengan metodologi penelitian.
7. Metodologi penelitian menjawab pemecahan masalah/tujuan penelitian.
8. Dan lain-lain.

Tahapan Penulisan Proposal
Pada dasarnya tahapan pembuatan proposal PHB tidak berbeda dengan lainnya. Tahap pertama adalah menyusun draft 1 secara lengkap. Setelah itu anda uji keterbacaan dan kelancaran alur pemikiran, kesalahan bahasa, kalimat, kata, paragraph dll. Setelah selesai, anda dapat mendiskusikannya dengan anggota peneliti atau bahkan dengan peer group. Jika peer group sudah terbentuk, maka akan mudah bagi kita untuk menyunting proposal PHB. Semua saran dipertimbangkan dan dijadikan dasar untuk perbaikkan proposal.
Pada tahap pertama, anda tentunya harus menggali permasalahan penelitian bersama dengan anggota peneliti sehubungan dengan hasil-hasil penelitian yang telah anda lakukan. Setelah diperoleh masalah penelitian, barulah anda mencari alternatif pemecahannya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, maka akan diperoleh hipoteisis dan tujuan penelitian. Berdasarkan hipotesis dan tujuan penelitian inilai kita menyusun metodologi penelitian, jadwal, anggaran dll. Pada draft pertama ini mungkin proposal sudah lengkap tapi masih belum tersusun dengan baik. Bersama-sama dengan anggota peneliti proposal disunting dan diperbaiki sampai dinilai sudah memadai. Tahap berikutnya adalah penyuntingan dalam peer group.
Jaid jelaslah bahwa setiap anggota peneliti harus terlibat dalam pembuatan proposal. Jadi jangan sampai menjadi peneliti “instant”. Yang hanya sebagai anggota pasif, atau bahkan menerima proposal yang dibuat oleh orang lain untuk dijadikan proposal atas namanya.

Etika Penelitian PHB
Pada dasarnya semua anggota peneliti diharapkan memberikan kontribusinya dalam penelitian PHB. Untuk itu koordinator perlu membuat pembagian tugas sesuai dengan keahlian dan alokasi waktu yang diperlukan. Disini kadang terjadi kesulitan, karena berbagai sebab. Misalnya ada anggota yang kurang berminat, atau ada anggota yang terlalu sibuk atau bahkan peneliti utama yang tidak menghendaki anggota aktif. Tentunya hal-hal semacam ini perlu dihindari, agar tidak terjadi miskomunikasi.

Etika Publikasi Hasil Penelitian PHB
Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh setiap peneliti, yaitu bahwa hasil penelitian PHB dipublikasikan secara bersama. Artinya, kita tidak boleh secara sendirian mempublikasikan hasil penelitian, sementara para anggotanya tidak dicantumkan. Idealnya, dalam penulisan hasil PHB setiap anggota dilibatkan. Disini dapat didiskusikan siapa yang menjadi penulis utama. Pada dasarnya penulis utama adalah peneliti utama yang mempunyai kontribusi utama dalam penulisan. Peneliti utama dapat menyerahkan penulisan karya ilmiah kepada anggota sepenuhnya dengan catatan anggota yang menulis sebagai penulis utama. Pada dasarnya kita dapat mengurutkan penulis sesuai dengan kontribusinya dalam penulisan karya ilmiah.
Sebagai penghargaan kepada penyandang dana, pada akhir karya ilmiah sebaiknya dicantumkan ucapan terima kasih. Pada ucapan terima kasih dapat dituliskan pihak-pihak lain yang berjasa dalam penulisan dan penelitan tersebut.
Pada kasus dimana semua anggota ingin menjadi penulis utama, maka hasil PHB dapat dipecah-pecah dalam beberapa karya ilmiah. Untuk itu, pada saat penelitian perlu dirancang hasil penelitian dapat dipecah menjadi beberapa karya ilmiah. Kelemahan cara ini adalah kita tidak dapat menampilkan hasil PHB secara menyeluruh dan tuntas.

Hindari Plagiat
Plagiat sering kali dilakukan oleh seseorang disebabkan karena ketidaktahuan peneliti atau penulis. Untuk menghindari hal tersebut, setiap peneliti wajib hukumnya untuk mempelajari etika penelitian. Memang pelanggaran terhadap etika tidak ada sangsi hukumnya, sehingga kadang kala kita sengaja melanggarnya.
Pernah terjadi seorang Doktor dicopot gelar akademiknya karena terbukti plagiat. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati agar tidak terjebak. Hal yang sering kita lupakan adalah plagiat terhadap karya kita sendiri. Kita tidak merasa bahwa itu plagiat, toh karya sendiri. Padahal segala sesuatu yang telah dipublikasikan harus dihargai. Jika kita plagiat terhadap karya kita sendiri, berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri. Hal ini akan berdampak negatif bagi kita sendiri, karena bisa jadi orang lain pun kemudian tidak menghargai karya kita.

Daftar Pustaka
Anonim. 2002. Undang-Undang Perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual. Citra Umbara. Bandung.
Asian-Australasian Journal of Animal Science. 2003. Guide for authors. AAAP, Korea.
Banjarnahor, G. 1994. Wartawan Frelance. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Brotowidjoyo, M. D. 1995. Penulisan Karangan Ilmiah. Edisi Kedua. Akademika Pressindo. Jakarta.
Echols, J. M. dan H. Shadily. 2000. Kamus Inggris Indonesia. Cetakan XXIV. Gramedia. Jakarta.
Mullins, C. J. 1980. The Complete Writing Guide to Preparing Reports, Proposals, Memos, Etc. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, NJ.
Poerwadarminta, W. J. S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. PN Balai Pustaka. Jakarta.
Purbo-Hadiwidjoyo, M. M. 1993. Menyusun Laporan Teknik. Penerbit ITB. Bandung.
Rifai, M. A. 1995. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sumarno, A. P., K. E. Karimah dan N. A. Damayani. 2000. Filsafat dan Etika Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta.
Wiradi, G. 1996. Etika Penulisan Karya Ilmiah. Akatiga. Bandung.

About these ads

Actions

Information

5 responses

23 11 2008
imam wahyudi

minta alamat lembaga pemberi bantuan hibah asing maupun lokal

16 01 2010
fenzy

makasih ya infonya .

17 01 2010
uripsantoso

Terima kasih kembali fenzy.

6 12 2010
Edith Klakowicz

This post seems to get a good ammount of visitors. How do you promote it? It gives a nice unique spin on things. I guess having something real or substantial to post about is the most important thing.

27 02 2013
iis

trims infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: