Pentingnya Keterbukaan dan Kesadaran Diri yang Baik dalam Komunikasi

30 05 2008

Oleh:
Urip Santoso

Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Ya, manusia sebagai makhluk sosial selalu berkomunikasi. Bahkan diam pun manusia telah berkomunikasi. Sebagai contoh, ketika seorang gadis ditanya pendapatnya tentang lamaran seorang pria dan kemudian gadis itu diam saja bukan berarti ia tidak berkomunikasi. Ia menjawab pertanyaan itu dengan diam. Jawaban diam memiliki arti yang banyak bergantung kepada kebiasaan. Bisa berarti ya tetapi malu untuk menyatakannya. Bisa berarti ragu-ragu dan minta tenggang waktu. Bisa juga menolak tetapi tidak sampai hati untuk mengatakannya.
Ya, manusia selalu berkomunikasi, baik dengan dirinya sendiri yang dikenal dengan komunikasi intrapersonal maupun dengan orang lain yang dikenal dengan komunikasi antarpribari serta bermacam-macam bentuk komunikasi lainnya. Manusia berkomunikasi untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, baik yang bersifat materi maupun non-materi.
Oleh sebab itu, mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik merekalah yang akan sukses dalam hidupnya. Seorang pemimpin yang baik 80% dari jam kerjanya adalah berkomunikasi. Oleh karena komunikasi amat penting, maka setiap individu sebaiknya selalu meningkatkan mutu komunikasinya. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu dan frekuensi komunikasi adalah dengan meningkatkan kesadaran diri (self awareness).
Kesadaran diri membantu individu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya. Kesadaran diri membantu individu untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Siapakah ia? Apakah keinginannya? Dan sebagainya. Dengan menyadari keberadaannya, seorang individu dapat mengembangkan diri secara lebih baik.
Selain kesadaran diri, seorang individu untuk dapat berkomunikasi tentunya harus bisa membuka diri atau yang dikenal dengan penyingkapan diri (self disclosure). Sulit dibayangkan bahwa komunikasi akan lancar jika masing-masing diri menutup diri. Ya, tentunya komunikasi akan tersendat-sendat. Namun, seorang individu juga harus mampu mengekang diri seberapa jauh seorang individu bisa mengungkapkan dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang tentunya tidak dapat dibuka kepada sembarang orang.
Tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran diri dapat diuangkapkan dengan model Johari Window. Dalam Johari Window diuangkapkan , di dalam diri manusia terdapat empat sel/jendela/bagian. Setiap sel mewakili bagian diri yang berbeda. Keempat sel itu adalah open self, blind self, hidden self dan unknown self. Model ini menekankan bahwa jendela yang satu tidak terpisah dengan yang lain. Jika pada satu sel terjadi pembesaran, maka sel yang lain akan mengecil.
Open self merupakan bagian diri dimana informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan, motif, ide dll. diketahui dengan baik, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain. Beberapa contoh informasi yang termasuk dalam bagian ini antara lain agama, jenis kelamin, warna kulit, ras, nama, hobi, status social, sikap terhadap politik dll. Blind self adalah bagian yang menyajikan hal-hal tentang diri individu itu sendiri yang diketahui oleh orang lain tetapi diri individu itu sendiri tidak tahu. Ada orang lain yang hidungnya memerah ketika malu, atau ada pula yang tidak menyadari dirinya selalu mengucapkan kata-kata, … gitu…gitu ketika berkomunikasi. Hidden self merupakan bagian diri yang menyajikan tentang hal-hal yang diketahui oleh diri individu itu sendiri tetapi tidak diketahui oleh orang lain, yang disimpan hanya untuk diri sendiri. Hal-hal itu misalnya (tidak mutlak) kondisi keuangan yang buruk, rahasia sukses, masalah keluarga, masalah pribadi, kehidupan seks, kecemasan, rasa takut terhadap sesuatu dll. Unkonw self merupakan bagian diri yang tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Sulit untuk mengetahui bagian ini, tapi kita harus sadar bahwa bagian ini memang ada dan nyata di dalam diri ini.
Untuk meningkatkan mutu komunikasi, maka bagian open self perlu diperbesar dan bagian blind self perlu diperkecil. Hal ini dikarenakan memperbesar open self dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan bagian blind self dapat menurunkan kualitas komunikasi. Cara untuk mengetahui bagian blind self tentunya dengan cara menanyakan secara langsung atau tidak langsung kepada orang lain. Cara lainnya adalah membuka peluang bagi orang lain untuk mengkritik diri kita. Dengan cara ini kita jadi tahu tentang diri kita yang tidak disukai oleh orang lain, atau yang tidak atau kurang benar menurut ukuran norma-norma yang berlaku. Hidden self dalam kondisi atau suasana tertentu barangkali juga perlu diperkecil. Hal ini biasanya dalam sisuasi khusus.
Berkaitan dengan kesadaran diri, ada yang disebut dengan life position, yaitu keadaan seorang individu ketika dia berinteraksi. Ada empat jenis posisi, yaitu 1). I’m OK and You’re OK, 2). I’m not OK but You’re OK, 3). I’m OK but You’re not OK, dan 4). I’m not OK and You’re not OK. Posisi pertama menunjukkan bahwa individu-individu memandang satu dengan lainnya secara konstruktif. Dalam hal ini setiap individu memiliki kebebasan untuk mengembangkan dirinya sebagai pribadi yang utuh. Posisi kedua menunjukkan si individu (I’m) dalam posisi bergantung kepada individu lain. Si individu merasa sebagai subordinat dan individu lain sebagai superordinat. Ia merasa tidak mampu menolong dirinya sendiri, tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi dan cenderung mengisolasi diri dan mengalami depresi. Posisi ketiga, individu ini menempatkan dirinya dalam posisi yang baik, sementara lawan bicaranya dalam posisi kurang menyenangkan (subordinate). Individu yang masuk dalam kategori ini biasanya kurang menghargai orang lain. Individu ini sering menyalahkan orang lain atas masalah yang menimpa dirinya. Posisi keempat, individu memandang dirinya dan orang lain dalam perspektif yang sama buruknya. Ia tidak bersikap suportif baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.
Posisi yang paling baik tentunya adalah posisi pertama. Pada tingkat kesadaran ini, terjadi saling menghargai, saling pengertian, saling dapat mengembangkan diri, mempunyai tingkat komunikasi atau interaksi yang terbaik. Untuk mencapai posisi ini, setiap individu sebaiknya meningkatkan kesadaran diri mereka masing-masing. Sebab, kesadaran diri yang tinggi akan membuat kita selalu instropeksi dan memperbaiki diri. Ingta mush yang paling besar adalah diri sendiri. Kesadaran diri yang tinggi juga amat penting artinya dalam mengatasi dan beradaptasi terhadap situasi atau keadaan di sekitar kita yang selalu berubah setiap saat, dari waktu ke waktu. Individu yang sadar diri akan selalu berusaha melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan situasi yang berubah tanpa mengabaikan tatanan yang ada. Kesadaran diri dalam situasi yang selalu berubah amat penting bagi individu untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Selain itu kesadaran diri yang tinggi akan membangun rasa tanggungjawab yang tinggi.
Untuk itu setiap individu harus berusaha meningkatkan kesadaran diri. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran diri adalah dengan instropeksi setiap saat. Instropeksi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri. Instropeksi terhadap perilaku adaptasi kita terhadap situasi dan kondisi di sekitar kita. Banyak aspek yang harus dinilai ketika seorang individu instropeksi. Intropeksi akan meningkatkan pengetahuan tentang diri sendiri, posisi diri dengan kaitannya dengan individu lain, dll., yang ini semua akan meningkatkan kesadaran diri dan biasanya akan timbul niat untuk memperbaiki diri. Individu menjadi menang ketika niat itu secara konsisten dan konsekuwen diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang intensif berintrospeksi akan mampu menerima semua kritik dan saran dari orang lain. Selain instrospeksi, untuk meningkatkan kesadaran diri, seorang individu harus melatih kepekaan untuk memahami perubahan situasi. Individu yang peka terhadap situasi yang dihadapi akan berupaya beradaptasi, sehingga komunikasi atau interaksi berjalan mulus. Hal lain yang perlu dilakukan adalah belajar berkonsentrasi dan bersikap fokus, dan memiliki nilai-nilai pribadi sebagai tolok ukur kehidupan.

About these ads

Actions

Information

2 responses

22 06 2011
pentingnya kesadaran diri « kakaratuk

[...] Pentingnya Keterbukaan dan Kesadaran Diri yang Baik dalam Komunikasi [...]

8 01 2014
HM (@hmnijaang)

adakah sumber referensinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: