PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROPINSI BENGKULU

1 05 2008

Prof. Ir. Urip Santoso, S. IKom., M.Sc., Ph.D

Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Bengkulu

 

Pendahuluan

            Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasrnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.

            Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksflorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.

            Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi  selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan perang.

            Makalah ini berusaha menguraikan masalah pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Bengkulu serta kemungkinan alternatif solusinya.

 

Kerusakan Hutan

            Masalah utama lingkungan di Propinsi Bengkulu adalah masalah kerusakan hutan. Sebagai contoh di Kabupaten Lebong yang mempunyai hutan seluas 134.834,72 ha yang terdiri dari 20.777,40 ha hutan lindung dan 114.057,72 ha berupa hutan konservasi, sebanyak 7.895,41 ha hutan lindung dan 2.970,37 ha cagar alam telah mengalami kerusakan. Kerusakan hutan di kabupaten/kota lain di Propinsi Bengkulu lebih parah lagi.

            Kondisi kawasan hutan yang telah rusak tersebut disebabkan antara lain oleh adanya ilegal logging dan perambahan hutan.Perambahan hutan pada umumnya bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi dll. Bahkan TNKS juga tidak luput dari kegiatan ilegal logging. Hal ini dapat dibuktikan dengan gundulnya hutan di wilayah TNKS.

            Kerusakan hutan di Bengkulu juga disebabkan oleh kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini dari tahun ke tahun bertambah luas. Pada tahun 1997 luas kebakaran hutan seluas 2.091 ha dengan 31 titik api. Pada tahun 2006 sebagai akibat kemarau yang panjang kebakaran hutan di Bengkulu semakin luas yang mengakibatkan tebalnya asap di udara yang  dapat menimbulkan berbagai masalah.

            Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Bengkulu antara lain adalah adanya peningkatan kegiatan pertanian seperti perkebunan, pertanian rakyat, perladangan, pemukiman, transmigrasi dll., terjadi secara alamiah seperti musim kemarau yang panjang, kecerobohan masyarakat dll. Dampak negatif kebakaran hutan dan lahan di Bengkulu antara lain adalah penurunan keanekaragaman hayati (ekosistem, spesies dan genetik), habitat rusak, terganggunya keseimbangan biologis (flora, fauna, mikroba); gangguan asap, erosi, banjir, longsor, terbatas jarak pandang; meningkatnya gas-gas rumah kaca, CO dan hidrokarbon, gangguan metabolisme tanaman dan perubahan iklim.

            Sebab lain kerusakan hutan  di Propinsi Bengkulu antara lain: 1) persepsi masyarakat bahwa hutan masih terbatas untuk kepentingan ekonomi; 2) adanya konflik kepentingan; 3) laju perusakan hutan tidak sebanding dengan upaya perlindungan; 4) masih luasnya lahan kritis di luar hutan karena pengelolaan lahan secara tradisional dan praktek perladangan berpindah; 5) belum optimalnya penegakan hukum dalam percepatan penyelesaian pelanggaran/kejahatan di bidang kehutanan (al. Perambahan hutan, ilegal logging dll.).

            Upaya untuk memulihkan hutan yang rusak adalah sebagai berikut:

(1)   dalam jangka pendek adalah penegakan hukum. Hal ini sangat penting untuk mencegah praktek-praktek ilegal logging dan perambahan hutan yang semakin luas.

(2)   Hendaknya kegiatan pembangunan memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini seringkali dilanggar oleh pelaksana pembangunan.

(3)   Upaya penanaman kembali hutan yang telah rusak. Penghijauan telah dilakukan namun belum efektif memulihkan kondisi hutan.

(4)   Dalam jangka menengah dapat dilakukan sosialisasi dan pendidikan lingkungan pada orang dewasa terutama yang tinggal di sekitar hutan lindung dan konservasi.

(5)   Dalam jangka panjang pendidikan lingkungan menjadi salah satu pelajaran muatan lokal baik di SD, SMP, SLTA maupun di perguruan tinggi.

 

Penurunan Keanekaragaman Hayati

            Sebagai akibat kerusakan hutan, pembukaan lahan, praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi, pertanian monokultur dll., maka terjadi penurunan keanekaragaman hayati di Propinsi Bengkulu. Kegiatan monokultur dapat menyebabkan sebagian flora, fauna dan mikrobia musnah. Contohnya, kantong semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi sedikit jumlah dan jenisnya. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti lahan disemprot  dapat menyebabkan telur-telur dan flora lainnya menjadi tidak berkembang. Satwa liar menjadi menurun dan kemudian masuk kriteria dilindungi. Satwa-satwa tersebut antara lain badak Sumatera, gajah Sumatera, harimau Sumatera, tapir, beruang madu, rusa sambar, napu, rangkong, siamang, kuao, walet hitam, penyu belimbing serta kura-kura. Ada delapan jenis kura-kura yang ada di Bengkulu yaitu kura nanas, kura garis hitam, kura patah dada, beiyogo, baning coklat, labi-labi hutan, kura pipi putih dan bulus. Baning coklat berstatus dilindungi dan sudah terancam punah. Flora langka yang ada di Bengkulu adalah Raflesia arnoldi, bunga bangkai dan anggrek pensil.

            Upaya untuk mencegah punahnya flora dan fauna langka tersebut antara lain adalah:

(1)   konservasi in-situ: upaya pelestarian flora dan fauna langka beserta ekosistemnya di kawasan konservasi. Luas hutan konservasi di Bengkulu adalah 426.203,23 ha.

(2)   konservasi ex-situ: UNIB telah mencoba membiakan Raflesia alnordi dengan menggunakan kultur jaringan, tapi belum berhasil.

(3)   program penangkaran satwa langka.

(4)   Penyuluhan tentang penangkaran satwa secara intensif.

(5)   Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan manfaatnya bagi masyarakat.

(6)   Peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

(7)   Memasukkan keanekaragaman hayati ke dalam kurikulum SD, SMP, SMU serta perguruan tinggi.

(8)   Memperluas habitat satwa liar.

 

Kualitas Air

            Pengolahan air di PDAM saat ini memerlukan cukup banyak tawas yang berfungsi sebagai pengikat partikel lumpur. Nilai zat padat tersuspensi dan nilai kekeruhan yang tinggi ini disebabkan oleh aktivitas lain di hulu sungai. Air yang digunakan oleh PDAM juga terindikasi tercemar batubara. Air sumur di daerah peternakan ayam mengandung banyak  E. coli yang sangat tinggi. Praktek pemotongan liar juga masih marak dilakukan oleh masyarakat, sehingga dapat menurunkan kualitas air. Kerusakan hutan juga dapat menurunkan mutu air sebagai akibat peningkatan zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi serta kekeruhan. Kerusakan hutan juga disinyalir sebagai salah satu sebab turunnya volume air di danau Dendam.

           

Pengaruh Industri

            Meskipun industri di Bengkulu masih belum banyak tetapi perencanaan pembangunan industri selanjutnya harus memperhatikan aspek lingkungan. Selama ini, pembangunan industri kurang memperhatikan aspek lingkungan.

            Aktivitas industri yang paling besar di Propinsi Bengkulu adalah penambangan batubara dan indutri pertanian (perkebunan). Penambangan batubara mempengaruhi mutu air di DAS Bengkulu-Lemau, DAS Seluma Atas dan DAS Dikit Seblat. Pengaruh industri batubara antara lain meningkatkan zat padat tersuspensi, zat padat terlarut, kekeruhan, zat besi, sulfat dan ion hidrogen dalam air yang dapat menurunkan pH. Masalah ini dapat dikurangi dengan cara pengolahan limbah yang standard dan minimisasi kebakaran.

            Perkebunan di Bengkulu terutama karet dan kelapa sawit. Akibat aktivitas ini terjadi peningkatan senyawa organik pada air, adanya sisa-sisa pestisida di DAS, peningkatan zat pada tersuspensi dan terlarut, peningkatan kadar amonia, peningkatan kadar minyak dan lemak, mempengaruhi pH dll. DAS yang terkena aktivitas ini adalah DAS Dikit Seblat, DAS Bengkulu-Lemau, badan sungai Pisang (Ipuh), sungai Betung (Muko-muko), sungai Simpang Tiga (Tais), sungai Bengkulu, dan sungai Sinaba (Ketahun).

 

Persampahan

            Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

1. sampah anorganik/kering

            Contoh: logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alamai.

2. Sampah organik/basah

            Contoh: sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.

3. sampah berbahaya

            Contoh: baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll.

 

            Secara umum persampahan di Bengkulu belum menjadi masalah yang sangat serius. Namun sampah cukup menjadi masalah di lokasi-lokasi tertentu seperti pasar, terminal, pertokoan dan tempat-tempat lain yang padat penduduknya. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat-tempat tertentu masih rendah, apalagi untuk mengolahnya. Di Propinsi Bengkulu setia[ rumah tangga menghasilkan limbah kira-kira sebanyak 0,8 kg/hari atau 288 kg per tahun.

            Masalah sampah di Bengkulu antara lain:

(1)   tempat sampah kurang tersedia cukup di lokasi-lokasi padat aktivitas.

(2)   Seringnya pencurian tempat-tempat sampah.

(3)   TPS kurang tersedia cukup.

(4)   Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA kurang intensif.

(5)   Belum ada pengolahan sampah yang representatif.

(6)   Kesadaran masyarakat rendah.

Di Bengkulu TPA masih jauh dari lokasi permukiman, sehingga belum menimbulkan masalah bagi penduduk. Tipe TPA di Bengkulu pada umumnya open damping setengah mengarah ke sanitary landfill. Ke depan, TPA  sebaiknya diarahkan sepenuhnya ke sanitary landfill, sehingga masalah yang ditimbulkan sampah dapat diminimisasi. Akan lebih baik, jika sampah telah dipisahkan dan diolah langsung di sumber-sumber sampah. Open dumping tidak dianjurkan karena sampah berinteraksi langsung dengan udara luar dan hujan. Open dumping mempercepat proses perombakan sampah oleh mikrobia tanah yang menghasilkan lindi. Lindi yang terkena siraman air hujan, mudah mengalir dan meresap ke lapisan tanah bawah, sehingga mencemari air tanah. Lindi merupakan sumber utama pencemaran air baik air permukaan, air tanah yang berpengaruh terhadap sifat fisik, kimi dan mikrobia air. Perombakan sampah secara aerobik menghasilkan lindi yang mengandung zat padat halus (Ca2+, Mg2+, K+, Fe2+, CL-, SO42-, PO43-, Zn2+ dan gas H2S. Hal ini akan mencemari air sehingga kualitas air menurun.

Tumpukan sampah di TPA merupakan media perkembangan mikrobia patogen dan non-patogen. Adanya bakteri pada air minum merupakan indikator pencemaran air. Bakteri dalam tanah bergerak secara vertikal dan horizontal. Bakteri mampu meresap 30 meter pada tanah berstektur halus dan bergerak horizontal sejauh 830 meter dari sumber kontaminan.

Solusi permasalahan sampah antara lain sebagai berikut:

(1)   meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, keadaan lingkungan permukimana.

(2)   Program pengelolaan sampah permukiman.

(3)   Dimasukkan ke dalam kurikulum SD, SPM, SMA.

 

Upaya yang telah dilakukan di Bengkulu:

(1)   lomba semacam bangunpraja tingkat desa.

(2)   Pilot project pengolahan sampah. Sayang tidak berlanjut.

(3)   Program adipura.

(4)   Lokakarya tentang pengelolaan sampah kepada  kepala desa dan camat.

(5)   Adanya Perda yang mengatur persampahan, tapi belum dijalankan secara efektif.

 

Pelestarian Lingkungan

            Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar masyarakat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan antara lain:

(1)   tingkat pendidikan.

(2)   Peningkatan penghasilan.

(3)   Pengetahuan tentang kearifan lokal.

(4)   Penerapan sistem pertanian konservasi (terasering, rorak – tanah yang digali dengan ukuran tertentu yang berfungsi menahan laju aliran permukaan–, tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, agroforestry, olah tanam konservasi – pengolahan yang tidak menimbulkan erosi.

 

Daftar Pustaka

Anonimus. 1998. Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia. KLH-UNDP. Jakarta.

Anonimus. 2004. Profil Kehutanan Kabupaten Lebong. Dinas Kehutanan Lebong. Bengkulu.

Armanto, M. E. dan E. Wildayana. 1998. Analisis permasalahan kebakaran hutan dan lahan dalam pembangunan pertanian dalam arti luas. Lingkungan dan Pembangunan 18 (4): 304-318.

Rahmi, D. H. dan B. Setiawan. 1999. Perancangan Kota Ekologi. Dikti, P & K. Jakarta.

Soedradjat, R. 1999. Lingkungan Hidup, Suatu Pengantar. Dikti, P & K. Jakarta.

Soemarwoto, O. 1991. Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global. Gramedia Pustaka Utma. Jakarta.

Trihardi, B. 1997. Berbagai kegiatan yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai di Propinsi Bengkulu: Penentuan titik-titik monitoring. Universitas Bengkulu. Bengkulu.

About these ads

Actions

Information

44 responses

24 05 2008
kristanto

Kerusakan hutan di inndesia kini menduduki peringkat tercepat di dunia. ada beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti kerakusan manusia akan uang. bagaimana cara mengatasinya. terimakasih

25 05 2008
uripsantoso

Sdr. Kristianto
Memang benar, kerakusan itulah yang menjadi sebab utama rusaknya lingkungan. Cara mengatasinya? Tegakkan hukum, sebab aturan tentang hal tersebut telah lengkap. Masalahnya adalah penegakkan hukum di Indonesia masih dipertanyakan oleh banyak pihak.

20 06 2008
Jensi

wah, permasalahan lingkungan memang kompleks. Bagaimana tidak manusia sebagai agen lingkungan itu sendiri sangat kompleks kepentingannya, kadang saking kompleksnya, menagcuhkan kepentingan umum dan jangka panjang..

tapi semua masih bisa dirubah, dimulai dari sendiri, lama2 ini akan menjadi tren…GO GREEN, GO BLUE

Silahkan ikut menulis di

goblue.or.id

Site ini untk kampanye pelstarian lingkungan. Bapak bisa share berita lokal, nasional,intrntional, opini, komentar, info agenda, bahkan foto yang relevan dengan masalah lingkungan,\.

Tulisan2 anda dapat membawa perubahan yg lebih baik.

terima kasih

salam GO BLUE

20 06 2008
uripsantoso

Terima kasih. Saya tentu saja akan mengunjunginya. Memang masalah lingkungan masih dapat diatasi, tetapi tentu saja tidak akan pulih seperti dahulu. Kita dapat memulihkan sejauh dapat dilakukan. Tentu saja dengan partisipasi semua pihak. Saya setuju, pemulihan lingkungan dimulai dari diri sendiri. Tapi diri sendiri siapa yang pertama kali? Ya, tentu saja para pemimpin kita. Thanks.

7 10 2008
dian

saat ini sampah memang belum menjadi masalah yang serius bagi kota Bengkulu, tetapi dengan meningkatnya jumlah penduduk, banyaknya masyarakat desa yang pindah ke kota,lama – kelamaan sampah juga akan menjadi masalah. seandainya setiap kepala keluarga dalam suatu rumah tangga bisa mengolah sampahnya sendiri saja, insyaAllah sampah tidak akan menjadi masalah, bahkan bisa menghasilkan keuntungan. dimulai dari sesuatu yang kecil.

7 10 2008
uripsantoso

Anda betul, maka dari itu budaya hidup bersih dan sehat seyogyanya menjadi salah satu program utama Pemda. Penanganan sampah di Bengkulu memang belum serius, masih terbatas pada proyek. Jika ini berlangsung terus, maka masalah sampah semakin menjadi masalah yang sangat serius di kemudian hari. Sekarang saja, jika kita lihat di beberapa tempat, sampah sudah menjadi masalah dan konflik antar tetangga. Alangkah baiknya, jika budaya buang sampah pada tempat yang disediakan, memilah sampah, dan mengolah sampah segera direalisasikan.

12 01 2009
Septi Nurdiyanti

Dunia memang sedang dilanda kemajuan teknologi yang berdanpak pada berbagai sendi kehidupan. Keefesienan suatu hal seolah menjadi prioritas utama.
Penggunaan bungkus plastik tanpa pemenejan yang memadai maka akan berakibat suatu hal yang sangat disayangkan terjadi.
Tapi mari berpikir cerdas dan bekerja sama apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif yang terjadi.

12 01 2009
uripsantoso

Benar sekali. Semua unsur masyarakat diharapkan bekerjasama mengatasi masalah lingkungan di Bengkulu. Sayangnya hal ini belum terjadi. Mudahh-mudahan ke depan kesadaran itu tercipta di masyarakat. Thanks.

2 03 2009
wahyudi

untuk mengatasi masalah lingkungan ini, bagaimana dengan menerapkan konsep konservasi hutan?

2 03 2009
uripsantoso

Konservasi hutan memang merupakan salah satu cara untuk menjaga kelestarian hutan. Tapi ini tidak cukup. Banyak faktor yang harus diperhatikan antara lain aspek sosial-budaya dari masyarakat. thanks

19 06 2009
12 10 2009
Ririn

PermasaLahan di Negara Kita?

12 10 2009
uripsantoso

Wah ririn tentu saja perlu satu artikel lagi tentang masalah lngkungan hidup di indonesia. tq.

28 10 2009
erkam

permasalahan lingkungan emangk kompleks dan penanganannya juga berbeda antara masing2 kota hal ini lebih disebabkan oleh faktor budaya atau pola hidup yang berbeda..
sehingga kota yang penduduknya heterogen dengan perilaku hidup yang berbeda-beda maka penenganannya juga lebih kompleks dibandingkan dengan kota yang memiliki penduduk homogen.

28 10 2009
uripsantoso

Ya memang permasalahan lingkungan hidup sangat komplek. Sayangnya belum ada kesungguhan dari semua pihak untuk mengelola lingkungan secara integratif. tq.

1 12 2009
agoez r.

penanganan sampah,…. solusi terbaik dengan cara / metode apa ya ? thanx

1 12 2009
uripsantoso

Yang terbaik adalah meningkatkan kesadaran masyarakat & fasilitas serta manajemen yang baik.

29 12 2009
11 02 2010
afrian dhieny

kerusakan hutan karena ulah manusia yang tamak dan tidak peduli dengan lingkungan,menurut bapak selain kampanye lingkungan hidup dan sosialisasi tentang lingkungan hidup apa ada cara yang paling mujarab untuk menjaga hutan kita,mengingat pihak keamanan kita juga banyak yangb terlibat

11 02 2010
uripsantoso

Disinilah titik masalah. Penegakkan hukum di negeri kita masih belum optimal. Segala macam solusi tidak akan jalan jika hukum tidak ditegakkan. Pusing kan? tq

21 05 2010
erwin

menurut bpk kalo di daerah indonesia bagian timur khusunya d irian jaya, seharusnya langkah yang di lakukan pemerintah tang sebenarnya bagaimana

2 06 2010
uripsantoso

Saya tentu saja harus mengetahui dulu masalah lingkungan hidup di irian Jaya, baru saya bisa menjawab. tq.

27 09 2010
amrizal

saya sebagai cucu bangsa ini menangis melihat bangsa yang subur ini terus ditimpah bencana yang tiada henti. Mari kita meng-Update Budaya Orang tua kita dulu agar kelestarian bangsa ini bahkan dunia terjaga terus sampai cicit – cicit kita nanti…….!!!

28 09 2010
uripsantoso

Ya sdr Amrizal, semuanya karena ulah manusia. tq.

18 11 2010
rizka

saya masih seorang pelajar, menurut bapak tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh saya selaku pelajar SMP guna meminimalisir masalah lingkungan hidup yang bisa saya praktikan di sekolah ??

18 11 2010
uripsantoso

Rizka, Anda bisa mengurangi masalah lingkungan di sekolah dengan misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengusulkan ke sekolah agar ada tempat sampah organik dan anorganik sehingga Anda dan teman Anda bisa membuang sampah sesuai dg jenisnya. Anda juga bisa memelopori membuat kompos dari sampah sekolah. Yang juga tak kalah pentingnya adalah mendaur ulang sampah anorganik. ok. tq.

2 12 2010
Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat « Blog Archive « indraarsip

[...] PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROPINSI BENGKULU [...]

17 02 2011
Dyos Hendra

menurut bapak apakah masalah yang paling dominan hanya pada aspek hutan saja ? bagaimana dengan kondisi lingkungan kita yang sangat gersang, apakah itu juga merupakan faktor terjadinya global warming ? solusi yang di tawarkan oleh depthut sekarang ini dgn slogan one man one tree sepertinya belum terealisasi dgn baik….

17 02 2011
uripsantoso

Untuk propinsi Bengkulu hutan memang menjadi masalah yang amat serius. Hutan di Bengkulu sudah sebagian besar rusak. Hanya Kabupaten Lebong yang masih baik. Rusaknya hutan berdampak serius pada aspek-aspek lingkungan yang lain seperti erosi, sumber daya air menurun, sumber daya tanah rusak dll. Ini bukan berarti masalah yang lan tidak penting. Misalnya banyak pembangunan di Bengkulu yang kurang memperhatikan Amdal.

28 03 2012
ten_trisna

izin share ya pak..

2 04 2012
edukatif toys

ketika keserakahan telah menjangkit hati manusia…..maka keinginan hatinya akan sangat kuat untuk bisa memakan semua yang ada didunia..termasuk hutan….sehingga kerusakan dimana mana

2 04 2012
uripsantoso

Itulah yang memprihatinkan sdr Edukatif. Tks.

15 09 2012
indahLestyaPurnomo

Kenapa banyak sekali permasalahan lingkungan hidup di negara kita ? padahal negara kita adalah paru-paru dunia . jika kita rapuh maka dunia akan hancur

15 09 2012
uripsantoso

Begitulah yang terjadi. Tapi di AS dan negara maju lebih banyak lagi masalah lingkungan.

27 12 2012
nazarudin(E1C011039)

setelah saya membaca artikel diatas, saya sangat kecewa sekali, karena mengapa? karena saya asal saya dari kanbupaten lebong.
bagaimana solusinya bapak tentang kerusakan di hatan kami ini pak?
mohon di konfirm?
trimakasih.

28 03 2013
hendra apiko

permasalahan lingkungan sangat harus di perhatikan agar negara kita dapat terhindah dari berbagai bencana,

17 04 2013
Dewey

I don’t even understand how I stopped up here, but I thought this submit was once great. I don’t realize who you’re but definitely you are going to a well-known blogger if you are not already. Cheers!

17 04 2013
uripsantoso

Thanks you for your visit to my blog. I hope you come again. Thanks for your interest and comment.

21 04 2013
Shayne

Hello! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My website looks weird when browsing from my iphone 4. I’m trying to find a theme or plugin that might be able to correct this issue.
If you have any recommendations, please share. Thank you!

2 05 2013
tattoo designs

We are a bunch of volunteers and opening a brand new scheme in our community.
Your site provided us with useful info to work on.
You’ve done an impressive job and our whole neighborhood might be thankful to you.

29 06 2013
jumdi

Sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan dan membangun suatu daerah kita hendaknya memperhatikan lingkungan jangan sampai dengan adanya pembangunan seperti jalan kita mengabaikan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan lingkungan itu rusak akibat pembangunan tersebut.

29 07 2013
Axl Hazarika songs

I am really loving the theme/design of your web
site. Do you ever run into any web browser compatibility
problems? A couple of my blog audience have complained about my website not operating correctly in Explorer but looks great in Firefox.
Do you have any ideas to help fix this issue?

2 08 2013
affordable seo packages

I am truly grateful to the holder of this site who has shared this impressive article at at this time.

30 03 2014
jurnal ilmiah gratis

Thanks for any other informative blog. Where else may just I get that type of information written
in such an ideal manner? I have a project that I’m just
now running on, and I have been at the glance out
for such info.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: