KIAT-KIAT MEMASUKI DUNIA KERJA

13 04 2008

Setiap orang tentunya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan yang diinginkan. Namun banyak pencari kerja yang tidak mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja yang amat berbeda dengan sewaktu mereka di bangku sekolah atau kuliah. Hal ini mengakibatkan pencari kerja tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan pada saat  berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Bahkan, pada saat mereka telah lulus pun juga belum mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Agar sukses memasuki dunia kerja kita harus mempersiapkan terlebih dahulu apa-apa yang mesti mereka persiapkan.

 

Pekerjaaan apa yang saya inginkan?

            Pertanyaan ini yang pertama-tama harus kita pikirkan jauh-jauh hari bahkan ketika kita masih di bangku kuliah/sekolah. Hal ini amat penting agar kita dapat menata langkah-langkah berikutnya. Cita-cita yang kita sandang itu disesuaikan dengan kemampuan kita, baik daya intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang kita miliki, kemampuan ekonomi, dan kemampuan-kemampuan lain yang mendukung cita-cita tersebut. Atau, jika kemampuan atau persyaratan itu belum kita miliki, kita dapat menginstropeksi diri mampukah kita meraih kemampuan/persyaratan itu? Jika mampu, maka kita dapat melanjutkan cita-cita itu atau menjadikan hal itu sebagai cita-cita.

            Tidak mustahil bahwa dalam perjalanannya kita mungkin mengubah cita-cita kita karena sesuatu hal. Jika anda ingin mengubah cita-cita tersebut, maka telitilah dengan seksama apakah cita-cita baru tersebut lebih memungkinkan kita raih? Cukupkah kemampuan kita? Apakah masih punya waktu untuk mempersiapkannya?  Perubahan cita-cita juga dapat kita lakukan jika ketika kita hendak meraih cita-cita kita, ternyata terdapat hal utama yang tidak pernah kita pikirkan yang tidak dapat kita penuhi. Sebagai contoh, ada seorang yang bercita-cita ingin menjadi polisi. Ternyata pada saat tes fisik terdapat cacat kecil yang menjadi sebab utama ditolaknya dia masuk polisi. Cacat tersebut tidak dapat diperbaiki dengan cara apapun. Jika kasus ini menimpa anda, maka sebaiknya cita-cita anda diubah.

            Dalam menentukan cita-cita, kita juga harus mempertimbangkan pasar kerja mana yang amat dibutuhkan oleh masyarakat. Adalah wajar jika sekarang ini banyak calon mahasiswa berbondong-bondong menjadi guru karena lapang kerjanya dibuka lebar-lebar oleh pemerintah serta jaminan hidup yang tampaknya lebih baik dengan adanya Undang-undang Guru dan Dosen.

            Yang barangkali jarang menjadi cita-cita oleh masyarakat Indonesia adalah misalnya ingin menjadi wiraswastawan/wati. Padahal dunia usaha merupakan dunia yang dapat kita masuki dengan selebar-lebarnya. Negara yang maju adalah Negara dimana sebagian besar penduduknya adalah  menjadi pengusaha sukses baik penguasaha kecil, menengah maupun besar. Memang dunia usaha penuh dengan resiko. Kita harus lebih kreatif dan inovatif. Akan tetapi, jika kita berhasil maka penghasilan kita berada jauh lebih tinggi daripada pegawai swasta, apalagi pegawai negeri yang penghasilannya hanya pas-pasan.

Langkah apa yang harus dilakukan?

Jika kita sudah menetapkan apa yang saya inginkan, maka kita dapat  merencanakan langkah apa yang sebaiknya saya lakukan. Biasanya pada tahap ini kita memerlukan saran dan pertimbangan para senior kita yang telah berpengalaman bekerja dan sukses meraih cita-cita.

            Jika kita ingin menjadi seorang dokter yang handal misalnya, maka sejak kelas satu SMU harus mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dengan calon mahasiswa lainnya untuk memasuki fakultas kedokteran. Langkah ini dilakukan karena kita tahu bahwa untuk masuk fakultas kedokteran itu harus bersaing dengan calon-calon mahasiswa yang notabene  rata-rata sangat pintar. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan misalnya harus mampu masuk SMU bidang IPA dengan nilai tinggi. Kemudian kita harus belajar tekun bukan saja untuk mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga harus menguasai sebagian besar ilmu agar mampu lulus ujian dengan nilai yang tinggi dan lolos SPMB. Juga, kita harus menyiapkan dana yang memadai karena kita tahu bahwa kuliah di Fakultas Kedokteran biayanya cukup mahal. Setelah kita berhasil lolos SPMB, perjuangan yang lebih berat tentu sudah menunggu. Di Fakultas Kedokteran pun kita harus membuat rencana yang tepat. Ini berkaitan dengan rencana IPK, lama studi, penguasaan ilmu dll. yang diinginkan oleh seseorang. Pada saat kuliah ini kita membuat langkah ingin menjadi dokter yang bagaimana. Ingin jadi dokter spesialis apa? Jika kita sudah menentukan, maka kita harus mempersiapkan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar cita-cita kita menjadi sukses.

 

 

Apa yang seharusnya kita persiapkan?

            Setelah langkah-langkah untuk mencapai cita-cita itu telah kita tetapkan, maka kita harus mempersiapkan hal-hal  tertentu untuk memenuhi persyaratan yang ada. Jika kita setelah lulus ingin jadi pegawai, kita harus mempersiapkan hal-hal yang menjadi  persyaratannya. Dari persiapan metal, persiapan untuk menghadapi tes-tes baik tes tertulis, tes psikologi, tes wawancara dan lain sebagainya. Demikian pula jika kita ingin menjadi pegawai swasta. Jika kita ingin menjadi pengusaha sukses, kita juga harus melakukan persiapan-persiapan agar menjadi penguasaha yang sukses. Pada kesempatan ini saya ingin membahas persiapan-persiapan yang harus  dilakukan jika kita ingin merintis usaha.

 

Cara memasuki dunia usaha

            Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha yaitu:

  1. Merintis usaha baru, yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (a) perusahaan milik sendiri, (b) persekutuan, dan (c) perusahaan berbadan hokum.
  2. Membeli perusahaan orang lain.
  3. Kerjasama manajemen.

 

Merintis usaha baru

            Merintis suatu bisnis selalu diawali dengan ide. Setelah ad aide, langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas baik barang uang maupun orang. Sumber dana tersebut adalah berasal dari badan-badan keuangan seperti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. Tentu saja, barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. Oleh karena itu, mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia, maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan.

            Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. bidang dan jenis usaha yang dimasuki.
  2. bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih.
  3. tempat usaha yang akan dipilih.
  4. organisasi usaha yang akan digunakan.
  5. jaminan usaha yang mungkin diperoleh.
  6. lingkungan usaha yang akan berpengaruh.

 

Bidang dan jenis usaha yang dimasuki

1.       Bidang usaha pertanian, meliputi usaha pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan dan perkebunan.

2.       Bidang usaha pertambangan, meliputi usaha galian pasir, galian tanah, batu dan bata.

3.       Bidang usaha pabrikasi, meliputi usaha industri, perakitan, dan sintesis.

4.       Bidang usaha konstruksi, meliputi usaha konstruksi bangunan, jembatan, pengairan dan jalan raya.

5.       Bidang usaha perdagangan, meliputi usaha perdagangan kecil, grosir, agen dan ekspor-impor.

6.       Bidang usaha jasa keuangan, meliputi usaha perbankan,  asuransi, dan koperasi.

7.       Bidang usaha jasa perorangan, meliputi usaha potong rambut, salon, loundry, catering.

8.       Bidang jasa-jasa umum, meliputi usaha pengangkutan, pergudangan, wartel dan distribusi.

9.       Bidang usaha wisata, meliputi berbagai kelompok. Berdasarkan Undang-undang No. 9/1990 tentang kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis.

 

Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih

  1. Perusahaan perorangan.
  2. Persekutuan.
  3. Perseroan.
  4. Firma.

 

Tempat usaha yang akan dipilih

            Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  1. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan pasar? Bagaimana akses pasarnya?
  2. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja?
  3. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat penyangkutan dan jalan raya?

Dalam menentukan tempat usaha, perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan efektivitasnya. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien baik bagi perusahaan maupun konsumen. Untuk menentukan lokasi atau temapt usaha ada beberapa alternative yaitu:

  1.  
    1. membangun bila ada tempat yang strategis.
    2. membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan.
    3. kerjasama bagi hasil, bila memungkinkan.

 

Organisasi usaha yang akan digunakan

            Kompleksitas organisasi usaha tergantung  pada lingkup atau cakupan usaha dan skala usaha. Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks organisasinya.

 

Lingkungan usaha

            Lingkungan usaha dibagi menjadi lingkungan mikro seperti pemasok, pembeli, karyawan dan distributor. Lingkungan makro antara lain meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosiopolitik dan lingkungan demografi dan gaya hidup

 

Hambatan-hambatan dalam memasuki industri

  1. sikap dan kebiasaan pelanggan.
  2. biaya perubahan.
  3. respons dari pesaing yang ada yang secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.

 

Uraian singkat ini semoga dapat sedikit memotivasi anda untuk segera –jika belum ada – menentukan cita-cita, menentukan langkah-langkah dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

 

 

Daftar Pustaka

Bulaeng, A. R. 2000. Komunikasi Pemasaran. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta.

Ramli, R. dan A. Warsidi. 2001. Asas-asas Manajemen. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta.

Suryana. 2003. Kewirausahaan; Pedoman praktis, kiat dan proses menuju sukses. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

 

About these ads

Actions

Information

12 responses

27 05 2008
aditya

terimaksaih banyak…. sebelum membaca tulisan anda :

motivasi saya lebih kuat dari perhitungan, dengan tulisan ini motivasi saya menjadi seimbang dengan perhitungan.

Tulisan ini menghindarkan saya pada resiko kerugian dan membangun bisnis lebih lebih terstruktur.

saya adalah karyawan yang akan membuka toko, toko saya sudah jalan keuntunngan bersih 4 juta/bln, omset

27 05 2008
uripsantoso

Terima kasih semoga anda selalu sukses. Urip Santoso

30 05 2008
infoGue

artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:

http://karir-pekerjaan.infogue.com/kiat_kiat_memasuki_dunia_kerja

anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

30 05 2008
uripsantoso

Yth Infogue. Terima kasih atas infonya. Akan saya coba. Mudah-mudahan artikel-artikel saya berguna bagi pembaca.
Urip Santoso

15 08 2008
Kiat-Kiat Memasuki Dunia Kerja « Career Center Teknik Mesin UNHAS Makassar

[…] Sumber Artikel diambil dari sini […]

17 08 2008
uripsantoso

Terima kasih atas perhatian anda terhadap blog saya ini.

8 12 2008
Dwi Maryani

aslmkm.terima kasih pak atas artikelnya.. saya pikir ni sangat baik untuk pembaca apalagi seperti saya, yang masih duduk dibangku kuliah….kalau boleh tau untuk menjadi dosen di UNIB kriterianya apa ya pak ? thank…waslm.

8 12 2008
uripsantoso

Syaratnya IPK di atas 3, lulus seleksi dan akan lebih baik jika anda telah S2.

17 12 2008
anto

salam kenal
kenapa sih ngk dilengkapi dalam tulisannya isi Undang-undang No. 9/1990 tentang kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis.

18 12 2008
uripsantoso

Terima kasih atas info UU No. 9/1990. Thanks a lot

8 06 2010
Kiat-Kiat Memasuki Dunia Kerja | Pusat Pengembangan Karir Fakultas Teknik UNHAS

[…] Sumber Artikel diambil dari sini […]

6 12 2010
Josiah Costin

This site seems to recieve a good ammount of visitors. How do you promote it? It offers a nice individual twist on things. I guess having something useful or substantial to talk about is the most important factor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: