TEKNIK MEWAWANCARAI PADA TRACER STUDY

Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh data atau keterangan untuk tujuan tracer study dengan cara Tanya jawab sambil bertatapmuka antara  penanya dengan responden dengan menggunakan panduan wawancara.

            Setiap jenis penelitian, atau jenis data yang akan dikumpulkan dan juga setiap individu mempunyai kekhasannya masing-masing. Oleh sebab itu, meskipun teknik wawancara secara umum hampir sama, namun pada setiap penelitian memerlukan teknik wawancara yang khas pula untuk mendapatkan data yang akurat.

            Perlu diketahui bahwa wawancara merupakan proses interaksi antara pewawancara dengan responden. Untuk itu, pewawancara harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik  serta mempelajari  latar belakang responden. Hal ini dimaksudkan agar proses wawancara dapat berjalan dengan akrab dan baik, sehingga data yang diperoleh akan lebih akurat, atau responden akan dengan terbuka menjawab pertanyaan yang diajukan.

 

Sasaran Isi Wawancara

            Selltiz (1964) mencoba mengelompokkan isi dari keterangan yang ingin diperoleh dengan cara wawancara sebagai berikut:

  1. Sasaran isi untuk memperoleh atau memastikan suatu fakta.
  2. Isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan kepercayaan tentang keadaan fakta.
  3. Isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan perasaan.
  4. Isi yang mempunyai sasaran untuk menemukan suatu standar kegiatan.
  5. Isi yang mempunyai sasaran untuk mengetahui perilaku sekarang  atau perilaku terdahulu
  6. Isi yang mempunyai sasaran mengetahui alas an-alasan.

 

Jenis Data yang Diperlukan pada Tracer Study

            Tracer study  yang diperlukan bagi pengembangan Jurusan Peternakan adalah tracer study tentang jaringan  alumni, stakeholder (pengguna), mahasiswa, masyarakat luas. Pada kesempatan ini kita hanya memfokuskan pada tracer study alumni Peternakan.

            Data yang diperlukan antara lain adalah data pribadi seperti nama, umur, alamat, pekerjaan, tahun lulus dll.,  jaringan yang dibentuk dalam memperoleh kerja, membina hubungan dengan alumni lain, dengan stakeholder. Analisis jaringan sangat penting artinya untuk mengetahui arus informasi diantara alumni. Dengan mengetahui arus informasi, maka Jurusan Peternakan dapat  secara langsung menghubungi siapa jika akan memberikan informasi atau memperoleh informasi ke alumni. Dengan demikian, hubungan Jurusan Peternakan-Alumni dapat dibina, dan  bahkan pada tingkat tertentu dapat digunakan sebagai sarana memajukan Jurusan Peternakan sekaligus membina alumni.

 

Menggali Keterangan lebih dalam

            Jika keterangan yang diberikan masih bersifat umum, maka perlu digali keterangan tentang hal tersebut secara lebih mendalam. Bahkan dalam banyak hal, jika banyak sekali jawaban tidak tahu, peneliti perlu menggali tentang jawaban tidak tahu, pada akhirnya diperoleh jawaban yang jelas. Misalnya ditanyakan “Mengapa anda memilih pegawai negeri? Jawaban yang diperoleh misalnya adalah “Biar aman. Maka perlu digali lagi apa yang dimaksudkan dengan “aman”. Apakah:

1)      aman karena sudah mendapat gaji tetap.

2)      aman karena kerjanya dapat semaunya.

3)      aman karena  dapat bekerja ditempat lain, dan sebagainya.

 

Jika jawaban kurang terang, maka perlu diminta penjelasan dengan pertanyaan yang bersifat netral. Misalnya: “Dapatkah Bapak/ibu menjelaskan lebih lanjut tentang hal tersebut? Hindarkan pertanyaan yang menjurus kepada jawaban. Misalnya: “ Apakah bapak memilih PNS karena bapak dapat bekerja di sector swasta?

            Jawaban lain yang harus digali adalah jawaban tidak tahu. Jawaban ini diberikan oleh responden karena:

  1. Responden tidak mengetahui atau mengerti  tentang beberapa perkataan dalam kalimat pertanyaan yang diajukan.
  2. responden tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan segera.
  3. responden merasa takut untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  4. responden tidak menginginkan memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut.

Untuk menghindari jawaban tidak tahu, pewawancara dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan penyelidikan atau memberikan sedikit penjelasan tentang pertanyaan, kecuali alas an keempat yang diberikan di atas. Jika beberapa kata yang tidak dipahami, maka buatlah pertanyaan lain sehingga perkataan yang tidak dimengerti itu menjadi jelas. Misalnya: “ Apakah bapak pernah  memberikan agunan jika meminjam uang pada bank pemerintah? Jika jawaban tidak tahu, maka cobakan pertanyaan berikut: Jika Bapak meminjam uang dari bank apakah Bapak menyerahkan sesuatu pada bank untuk jaminan? Jika dengan pertanyaan kedua, responden menjawab ya atau tidak maka responden tidak mengerti arti agunan pada pertanyaan pertama.

 

Melaksanakan wawancara

            Wawancara dilakukan setelah persiapan untuk itu dimantapkan. Dalam persiapan wawancara, sample responden, criteria-kriteria responden, pewawancara, serta interview guide telah disiapkan terlebih dahulu.

            Umumnya urutan-urutan prosedur dalam memulai wawancara adalah sebagai berikut:

  1. menerangkan kegunaan serta tujuan dari penelitian.
  2. menjelaskan mengapa responden terpilih untuk diwawancarai.
  3. menjelaskan institusi atau badan apa yang melaksanakan penelitian tersebut.
  4. menerangkan bahwa wawancara tersebut merupakan suatu yang confidensial.

 

Beberapa sikap pewawancara dalam bertanya harus diperhatikan. Sikap-sikap tersebut adalah sebagai berikut: netral, adil dan ramah. Pewawancara seharusnya mempunyai sifat-sifat jujur, berminat, akurat, penyesuaian diri, personalitas dan temperamen, intelegensia dan pendidikan.

 

Daftar Pustaka

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian.  Ghalia Indonesia. Jakarta.

Setiawan, B. dan A. Muntaha. 2000. Metode Penelitian Komunikasi II. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta.

2 Responses to “TEKNIK MEWAWANCARAI PADA TRACER STUDY”

  1. rahma Says:

    Kalau gak salah, definisi wawancara (interview) itu kutipan Lexy A Moleong (1991:135) ya? atau aku memang benar-benar salah ya? heheeh….peace….peace…

Leave a Reply