Teknik Penilaian Adipura

3 04 2008

Kelestarian lingkungan hidup amat penting bagi kelangsungan hidup sehat di planet bumi ini. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak memahami hal tersebut sehingga melakukan perusakkan di muka bumi ini. Akibat perusakkan keseimbangan di bumi ini telah banyak kita rasakan seperti banjir di musim hujan dan  kering kerontang di musim kemarau. Kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya hutan sebagai penyimpan air dalam tanah. Rusaknya hutan juga mengakibatkan produksi oksigen berkurang serta  sedikitnya gas beracun yang diserap serta sedikitnya debu yang tertangkap oleh tumbuh-tumbuhan.

            Kondisi ini dapat kita pulihkan dengan memperbaiki  dan menjaga kelestarian hutan serta membuat hijau di lingkungan sekitar kita baik di pemukiman, jalan-jalan, taman-taman dsb, sehingga ruang terbuka hijau (RTH) dapat dioptimalkan. Untuk kebutuhan yang minimal maka ruang terbuka hijau sebanyak 30%. Ruang terbuka hijau  ini berguna sebagai penyaring udara, kebersihan lingkungan, penyediaan oksigen, rekreasi,  penghijauan, menjaga keseimbangan ekosistem, penahan debu, menurunkan suhu lingkungan dsb. Di Malaysia dan Cina ruang terbuka hijaunya  masing-masing sekitar 37% dan 35%. Bahkan di Jepang 60% dari wilayahnya berupa ruang terbuka hijau.

            Selain itu, untuk menjaga lingkungan agar tetap layak huni maka kebersihan lingkungan menjadi amat mendesak untuk dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Untuk keperluan tersebut, maka pada setiap lingkungan mikro seperti pertokoan, pasar, terminal, jalan, perumahan dll. perlu dilengkapi sarana dan prasarana kebersihan antara lain tempat sampah, tempat pembuangan  sementara (TPS), pengangkutan sampah dari TPS ke tempat pembungan akhir (TPA), dan pemisahan dan pengolahan sampah.

            Untuk tujuan tersebut di atas maka pemerintah mengadakan suatu kegiatan yang disebut dengan Adipura. Adipura ini berakhir pada tahun 1997 sejalan dengan berakhirnya pemerintah Orde Baru. Sejak itu, kualitas lingkungan di berbagai daerah menjadi menurun, sehingga pada tahun 2002  atas prakarsa  Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) diadakan kegiatan Bangunpraja. Pendekatan kegiatan ini bersifat sukarela, artinya bagi kota  diberi kebebasan untuk berpartisipasi atau tidak.

            Kemudian sejak tahun 2005/2006  program Bangunpraja diganti menjadi Adipura kembali dengan wajah yang baru dari Adipura pada era Orde Baru. Setiap kota yang memenuhi syarat wajib mengikuti kegiatan Adipura.

            Kegiatan Adipura ini juga sesuai dengan mandat kementerian lingkungan hidup dengan visi pembangunan berkelanjutan dengan  rencana kerja yang diprioritaskan kepada Good Environmental Governance. Dengan lingkungan yang terjaga baik diharapkan akan mendukung program Good Governance. Selain itu adanya kebijakan nasional tentang kelestarian lingkungan hidup yang tercantum dalam UUD, Tap. MPR dan peraturan perundang-undangan seperti UU Otonomi Daerah No. 22/1999 pasal 11 ayat 2.  Juga didasarkan kepada permasalahan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. Jika kondisi lingkungan hidup diabaikan pembangunan berkelanjutan tidak akan tercapai. Padahal, kondisi lingkungan yang baik sangat penting bagi manusia dan pembangunan.  Teknik Penilaian Adipura

            Penilaian Adipura dibagi menjadi dua  yaitu penilaian non-fisik dan  fisik. Penilaian non-fisik memberikan kontribusi terhadap total nilai sebesar 15% sedangkan penilaian fisik sebesar 85%.

 Penilaian Non-fisik

            Pada awal tahun pemantauan, Deputi II KLH akan mengirimkan daftar isian kepada Pemda untuk diisi dan dilengkapi. DDaftar isian yang sudah diisi, dilengkapi dan ditandatangani Bupati/Walikota, dikirim kembali ke PPLH Regional/Deputi II. Pengembalian daftar isian tersebut dilengkapi dengan bukti-bukti fisik. Daftar isian tersebut digunakan untuk bahan evaluasi non fisik.

            Struktur non fisik terdiri atas institusi, manajemen dan daya tanggap.  Penilaian institusi meliputi kelembagaan, produk hokum, anggaran, SDM, sarana dan prasarana dan tingkat pelayanan. Penilaian institusi memberikan kontribusi sebesar 50% dari total nilai non fisik. Penilaian manajemen  meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Penilaian manajemen memberikan kontribusi sebesar 30% dari total nilai non fisik. Penilaian daya tanggap meliputi pengaduan masyarakat, dan upaya Pemda dalam mendorong partisipasi masyarakat. Penilaian daya tanggap memberikan kontribusi sebesar 20% dari total nilai non fisik.

 Penilaian FisikKetentuan umum

  1. Pada setiap awal tahun pemantauan, Deputi II mengirimkan surat kepada Bupati/Walikota (tembusan Bapedalda Propinsi dan Pusat PLH Regional) untuk memberitahukan bahwa pemantauan akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
  2. Pemantauan dilaksanakan dengan asas netralitas dan pbyektivitas. Oleh karena itu pada saat pemantauan tidak boleh didampingi oleh pemerintah kabupaten/kota.
  3. Pemantauan dilakukan 2 kali per tahun, ditambah pemantauan verifikasi.
  4. Lama pemantauan untuk masing-masing kategori kota: kota metropolitan minimal 6 hari, kota besar  minimal 5 hari, kota sedang minimal 3 hari, dan kota kecil minimal 2 hari.
  5. Pemantauan dilakukan di lokasi-lokasi dengan memenuhi ketentuan: a. meliputi 80% dari luas wilayah untuk kota metropolitan; b. meliputi seluruh wilayah kota sedang dan kecil.
  6. Waktu pemantauan disesuaikan dengan aktivitas lokasi yang dipantau.
  7. Setiap pemantau harus menjalani training untuk pemantauan ADIPURA serta harus memiliki Sertifikat Pemantau ADIPURA.
  8. Tim Lapangan: a. Kota metropolitan dan Besar minimal lima orang yang terdiri dari: satu orang Deputi II KLH, satu orang Pusat PLH Regional dan tiga orang Tim Propinsi; b. Kota Sedang dan Kecil minimal empat orang, yang terdiri dari satu orang Pusat PLH Regional dan tiga orang Tim Propinsi.

 Tahap persiapan tim penilai

  1. Mempelajari daftar isian yang dikirim oleh Bupati/Walikota (untuk kota baru) dan atau profil kabupaten/kota.
  2. Menyusun ringkasan informasi awal kota/ibukota kabupaten.
  3. Menentukan batas wilayah pemantauan.
    1. Kota: Batas wilayah pemantauan adalah seluruh wilayah yang ada di kota tersebut. Hal ini dapat dilihat dari peta batas administrasi kota.
    2. Kabupaten: Mengingat kondisi wilayah da kesulitan dalam penentuan lokasi yang akan dipantau, maka batas wilayah pemantauan adalah wilayah pusat ibukota kabupaten.
  4. Menentukan lokasi-lokasi  yang akan dipantau. Bagi kota/kabupaten peserta lama lokasi-lokasi yang dulu dipantau harus dimasukkan setelah itu ditambah  sesuai jumlah lokasi yang telah ditentukan.
  5. Terdapat lokasi-lokasi dan jumlah minimum titik-titik yang dipantau.
  6. Apabila lokasi yang akan dipantau terkena bencana alam atau sedang terjadi konflik, maka tidak perlu dipantau saat itu tetapi tetap menjadi lokasi yang akan dipantau kemudian.
  7. Menyiapkan, mempelajari dan memahami jadwal, rute dan peta perjalanan ke lokasi pemantauan.
  8. Membawa perlengkapan pemantauan.
  9. Membawa Kartu Pemantau Adipura, Surat Tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas.

Tahap pelaksanaan

  1. Dalam memantau  suatu lokasi harus dilakukan oleh seluruh anggota tim lapangan, secara bersama-sama dan menyeluruh.
  2. Dalam memberikan penilaian tidak boleh ada duplikasi.
  3. Nilai tim: Agar setiap anggota tim mempunyai persepsi/gambaran yang kurang lebih sama untuk suatu lokasi, maka sebelum melakukan penilaian terhadap suatu lokasi: a. penilaian terhadap satu lokasi yang sama harus dalam skala nilai yang sama; b. setiap anggota tim harus menyepakati perbedaan nilai maksimum 5 poin dalam satu skala nilai yang sama; c. nilai tim adalah nilai rata-rata seluruh anggota tim; d. nilai yang dilaporkan adalah nilai tim.
  4. Mengambil foto obyek/lokasi pemantauan dan foto-foto disekitarnya. Foto-foto dimaksud dapat digunakan sebagai data pendukung dalam memberikan penilaian suatu obyek/lokasi.

Tahap valuasi dan pelaporan

  1. Setiap kali tim lapangan selesai memantau kondisi fisik suatu kota, tim harus mengadakan pembahasan/diskusi hasil pemantauan untuk mendapatkan gambaran yang kurang lebih sama tentang kondisi fisik kota tersebut.
  2. Hasil pemantauan lapangan didiskusikan oleh seluruh anggota tim lapangan, ditandatangani, dan dikumpulkan ke Pusat PLH Regional dan diinput ke Program Aplikasi ADIPURA, yang kemudian disampaikan ke KLH pusat.
  3. Untuk menghitung hasil pemantauan lapangan, anggota tim mengacu pada buku Lembar Kerja Valuasi Fisik
  4. Lembar Kerja Valuasi Fisik ditandatangani oleh semua anggota tim.
  5. Menyusun deskripsi  hasil dari pemantauan lapangan/fisik per lokasi sebagai bahan untuk rekonmentasi perbaikkan kota.
  6. Menyerahkan laporan hasil pemantauan lapangan berikut kelengkapannya kepada Pusat PLH Regional dan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil.

 

Valuasi Fisik

A. Perumahan

            1. Perumahan menengah dan perumahan sederhana.

                 - lingkungan perumahan, meliputi rumah dan jalan di lingkungan

   perumahan, yaitu jalan utama dan gang (tidak termasuk jalan raya).

-         drainase

-         TPS

-         Pohon peneduh

2. Perumahan pasang surut

    - lingkungan perumahan meliputi jalan, rumah dan kolong/rawa-rawa 

B. Sarana kota

            1. Jalan arteri dan jalan kolektor

                - pemantauan jalan meliputi badan jalan, median jalan, dan daerah milik jalan.

                - trotoar

                - drainase

                - penataan PKL.

            2. Pasar

    - lingkungan pasar, meliputi jalan luar, dan di dalam lingkungan pasar termasuk

       tempat parkir. Jalan raya/umum tidak dinilai.

    - drainase

                - kios/los pedagang

                - TPS

                - penataan PKL

                - toilet

            3. Pertokoan

                - lingkungan pertokoan meliputi jalan di lingkungan pertokoan dan trotoar

                   termasuk tempat parkir.

                - TPS

                - drainase terbuka termasuk drainase di depan pertokoan dan jalan.

                - penataan PKL

            4. Perkantoran

                - lingkungan kantor, meliputi jalan di lingkungan kantor, lapangan/halaman/                   ruang terbuka dan tempat parkir.

    - drainase

                - TPS yang dilihat adalah keberadaan, fungsi dan kondisinya.

            5. Sekolah

                - lingkungan sekolah, meliputi jalan masuk/jalan dalam sekolah, lapangan/

       Ruang terbuka dan tempat parkir.

    - drainase: drainase di dalam lingkungan sekolah dan drainase jalan umum.

    - TPS yang dilihat adalah keberadaannya, fungsi dan kondisinya.

6. Rumah sakit dan puskesmas

    - lingkungan RS dan puskesmas, meliputi jalan masuk, dan jalan dalam       kawasan, ruang tunggu, taman dan lorong serta tempat parkir.

    - drainase dan selokan baik yang berada di dalam dan atau di luar.

    - TPS

    - Instalasi pengolahan limbah: incinerator dan IPAL (khusus rumah sakit),

      Termasuk septic thank (untuk tipe C dan D).

    - pemisahan limbah dan medis-non medis.

7. Ruang Terbuka Hijau (RTH)

    - Hutan kota: kerapatan tegakan dan tajuk serta keragaman flora.    - Taman Kota: kebersihan, perawatan dan penataan taman, persentasi hijau

      Atau area resapan.

C. Sarana Transportasi

            1. Terminal bus/angkutan kota

                - lingkungan terminal, meliputi jalur pemberangkatan, parkir bus dan angkutan

                  Kota dan tempat parkir khusus kendaraan pribadi.

                - drainase

                - TPS yang dilihat keberadaannya, fungsi dan kondisinya.

                - ruang tunggu

                - penataan PKL

            2. Pelabuhan

                - badan air/kolam pelabuhan yang dinilai adalah sampah yang berada di

       perairan (pelabuhan).    - lingkungan terminal penumpang termasuk jalan masuk dan jalan di dalam      areal pelabuhan serta tempat parkir.    - drainase yaitu saluran atau selokan yang berada di sekitar bangunan        pelabuhan serta tempat parkir baik yang berada di dalam pelabuhan atau di       luar asalkan peruntukannya sebagai tempat parkir yang digunakan  untuk

       menjemput ataupun mengantarkan penumpang.

    - ruang tunggu

    - TPS

    - penataan PKL

3. Stasiun Kereta Api

    - lingkungan stasiun termasuk sekitar rel dan tempat parkir baik berada di

      dalam atau di luar stasiun.

    - drainase, perhatikan pula apabila ada drainase yang lokasinya di samping

      rel kereta api.

    - TPS

    - ruang tunggu

    - penataan PKL

D. Perairan Terbuka (Sungai/Danau/Saluran terbuka)

                - badan air, yaitu muka sungai (areal sungai)/saluran terbuka yang berfungsi

                  Sebagai tempat air mengalir.

                - bantaran, yaitu pinggiran sungai yang secara umum tidak berfungsi sebagai

                  Aliran air tetapi lebih cenderung sebagai pembatas (bukan tanggul).

E. Sarana kebersihan

            1. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

                - Prasarana dasar dan sarana penunjang, meliputi jalan masuk/jalan di

       lingkungan TPA, kantor/pos jaga, pagar dan gerbang, alat berat, sistem       pencatatan  sampah, garasi di lokasi TPA, truk sampah.    - sarana pencegahan dan pengendalian pencemaran, meliputi drainase, lindi,

      sumur  pantau, penangan gas.

    - kondisi lingkungan, meliputi lalat, asap, zona aktif, penghijauan

    - cara operasi, meliputi pengaturan  lahan, penimbunan di zona penimbunan

      yang berlaku pada zona aktif dan tidak aktif.

    - penutupan.

2. Pemanfaatan sampah. Yang dinilai adalah kondisi operasional pengomposan

F. Pantai wisata

                - jalan, yaitu jalan masuk pantai dan tempat parkir.

                - drainase

                - areal pantai yaitu dari tepi jalan sampai air laut.

                - TPS

 
Daftar Pustaka

KLH. 2005. Tatacara Pemantauan Fisik Program Adipura 2005/2006. KLH, Jakarta.

KLH. 2005. Lembar Kerja Valuasi Fisik Program Adipura 2005/2006. KLH, Jakarta.

KLH. 2005. Kriteria, Indikator dan Skala Nilai Fisik Program Adipura 2005/2006. KLH, Jakarta.

KLH Regional Sumatera. 2005. Kriteria Adipura Program Adipura 2005/2006. KLH Regional Sumatera, Pekanbaru.

KLH Regional Sumatera. 2005. Buku Panduan Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Prinsip 4 R. KLH RI Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sumatera, Pekanbaru.

Santoso, U. 2005. Sosialisasi hasil evaluasi bangun praja pada aspek-aspek yang dinilai dalam kegiatan bangun praja tahun 2005/2006. Disampaikan pada sosialisasi  Adipura di Pemkot Bengkulu tanggal 16 Nopember 2005.

About these ads

Actions

Information

7 responses

26 06 2008
nani

Meskipun telah ada program adipura, dan kota kami dapat adipura tapi dalam sekilas pandang kok sepertinya tidak layak. Apakah penilaian adipura itu sesuai kriteria yang ditulis disini atau ada penyimpangan-penyimpangan? Tq

26 06 2008
ali

Salam adipura. Adipura memang program yang bagus untuk menuju green and clean city. Tapi tolong dong dalam pelaksanaannya memperhatikan orang miskin seperti PKL. Kasihan kan PKL diusir gara-gara untuk mendapatkan adipura.

27 06 2008
uripsantoso

Memang, tujuan adipura adalah bukan saja agar kota menjadi bersih dan hijau, tetapi masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dengan cara memelihara dan meningkatkan kebersihan dan keteduhan. Beberapa usaha yang dapat diusahakan adalah usaha bibit, kompos, pupuk, usaha barang bekas, usaha dll. PKL hendaknya diberi tempat khusus yang strategis dengan biaya yang dapat dijangkau.

27 06 2008
uripsantoso

program adipura merupakan program yang baik, cuma dalam pelaksanaannya sering jauh dari yang diharapkan. Itulah sebabnya, ada kota yang barangkali kurang layak tetapi dapat adipura. Perlu evaluasi yang mendalam tentang ini.

6 12 2010
Marica Garden

extensive weblog you’ve annex

7 06 2012
Medan, penerima Adipura 2012 « TIME TO SHARE

[...] katanya) bergensi itu. Katanya sih fisik dan non fisik, dengan bobot dan prosedur yang sesuai (cek: http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/03/teknik-penulisan-adipura/). Tapi, tiap kali hujan, aku merasakan keresahan, baik aku maupun orang-orang di sekitar ku. [...]

11 12 2012
ruruh w

Thanks Prof…
artikelnya sangat membantu, ijin Copas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: