Menuntut Ilmu

3 04 2008

Asaalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Allahdulillahi robbil’alamin. Washsholati wassalaamu ‘alaa asyrofil ambiyaai walmursaliina sayyidinaa wamaolaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihii washohbihii ajma’iina ammaa ba’du.

Syukur alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah s.w.t. yang telah sangat banyak memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua. Salam dan salawat kita sampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w.  Mudah-mudahan kita mampu mencontoh tauladan  yang diberikan oleh Rasullullah. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan kultum dengan judul  “Keutamaan  Mencari Ilmu”.Hadirin jamaah tarowih, adalah menjadi kewajiban kaum muslimin dan muslimat menuntut ilmu sejak dari buaian ibu sampai liang lahat. Orang yang berilmu di masyarakat menduduki derajat yang tinggi, sedangkan yang tidak berilmu menduduki derajat yang rendah.Allah berfirman dalam Az Zumar ayat 9 yang artinya: katakanlah: “adakah sama orang-orang yang tidak mengetahui dengan orang yang mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Dari ayat tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita diperintahkan untuk menggunakan akal kita dan berdaya upaya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kita memahami bahwa untuk dapat hidup sejahtera di dunia, diperlukan ilmu. Jarang terdengar – jika ada – orang yang sukses tanpa ilmu. Jarang terdengar oleh kita bahwa ada seorang yang  mendadak sejahtera tanpa ilmu. Untuk dapat sholat dengan baik – yang mampu mencegah perbuatan keji dan munkar – diperlukan ilmu. Untuk dapat diterima puasa kita, juga diperlukan ilmu. Singkatnya untuk dapat sejahtera di dunia dan di akherat diperlukan ilmu. Bahkan, untuk berbuat jahat pun diperlukan ilmu. Jika tidak punya ilmu, maka kemungkinan sukses berbuat jahat akan kandas.Kita dapat belajar di sekeliling kita bahwa negara yang maju adalah negara yang menguasai ilmu yaitu ipteks. Ilmu inilah yang dapat mengantar manusia menjadi sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Pada era modern ini, kekayaan sumber daya alam dan jumlah penduduk yang besar tidak akan ada artinya bagi kemajuan suatu bangsa tanpa didukung oleh SDM yang memadai. Kita dapat melihat, Jepang dan Singapura dua negara yang miskin  SDA namun mampu melejitkan diri karena SDM-nya yang tinggi. Bagaimana dengan Indonesia? Kita masih dililit oleh utang yang tinggi. Hadirin jamaah tarowih yang dimuliakan Allah, sebagai seorang muslim atau muslimat pada saat mencari ilmu hendaknya berniat bahwa mencari ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan dan demi mencari keridlaan Allah, agar agama-Nya dapat hidup subur, tegak jaya dan untuk menuju perbaikkan ummat dan keselamatan dunia dan akherat. Niat ini harus ditekankan, karena akan menentukan cara, jenis dan penerapan ilmu yang akan dituntut serta hasil yang akan diperoleh. Jika niat kita dalam menuntut ilmu adalah untuk mendapat selembar ijasah, maka cara dan hasilnya akan berbeda jika kita berniat untuk mendapat keterampilan. Jika niat kita adalah untuk mencari keridhaan Allah, maka kita akan berupaya semaksimal mungkin agar ilmu yang kita peroleh bermanfaat bagi kemajuan dan keselamatan diri sendiri, keluarga dan umat Islam baik di dunia maupun di akherat. Kita akan mencari ilmu dengan cara-cara yang dibenarkan oleh Allah. Oleh sebab itu, agar kita tidak tersesat dalam  menuntut ilmu, maka pemahaman  dalam urusan agama merupakan syarat yang tidak dapat ditawar-tawar.Dengan pemahaman  dalam urusan agama yang baik, seorang muslim dan muslimat  akan selalu mencari ilmu yang dapat memberikan manfaat yang maksimal dengan ekses negatif yang minimal serta menghindarkan diri dari ilmu-ilmu sesat. Dengan demikian, seseorang akan mencari ilmu yang dapat membawa kepada perbaikkan diri, keluarga dan masyarakat sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasullullah. Firman Allah dalam Al Mujadilah ayat 1 yang artinya: …. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Hadirin, iman dan ilmu bagai dua sisi mata uang. Untuk menjadi beriman kita harus berilmu. Untuk mampu menuntut ilmu yang benar – yang membawa kita kepada keselamatan di dunia dan di akherat — kita harus beriman. Oleh sebab itu, wajarlah jika Allah meninggikan orang yang beriman dan berilmu. Orang dengan criteria ini mempunyai kelebihan karena akal, yang ditandai dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosiomal dan kecerdasan spiritual,  dan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Lebih dari itu, Allah meminta persaksian dari  mereka dan menilai positif terhadap persaksian mereka, sebagaimana firman Allah dalam Ali Imran ayat 18 yang artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 

Para hadirin, mengenal dan membenarkan adanya Allah menurut pengertian iman adalah suatu pengakuan yang harus didasarkan pada ma’rifat. Mengenal Allah (ma’rifat) dengan baik, bagi Allah lebih utama dan lebih baik daripada ibadah yang tidak disertai ilmunya. Amal ibadah yang dilaksanakan tanpa ilmu, amat sedikit kebaikkannya, bahkan ada kalanya dapat merusak akal itu sendiri, atau amal ibadahnya tidak sah. Misalnya orang yang akan melakukan shalat, puasa, zakat, haji dll.  sudah barang tentu harus mengetahui ilmunya. Penguasaan ilmu ini akan mencegah kita berbuat tanpa dasar, berbuat hanya karena sang kyai memerintahkan itu, misalnya. Tuntutan penguasaan ilmu ini juga berlaku untuk ibadah yang berkaitan dengan dunia seperti bekerja, berjual-beli, berpolitik,  bergaul antar manusia dll. Oleh sebab itu, wajar jika Islam menekankan wajib menuntut ilmu bagi setiap muslim dan muslimah dalam melaksanakan ibadahnya, baik yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Allah maupun yang berkaitan dengan hubungan antar manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya dll.

 

Rasulullah bersabda: “Seorang yang alim lebih sulit digoda oleh syetan, daripada seribu ahli ibadah (tetapi tidak berilmu). (HR. Turmudzi).

 

Oleh sebab itu, marilah kita semua  selalu belajar guna meningkatkan ilmu, baik ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang lain yang bermanfaat bagi kebaikkan dan kejayaan umat Islam di dunia dan akherat. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang beriman dan berilmu, amiin. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

About these ads

Actions

Information

3 responses

8 09 2008
kandagalantes

Kenapa kita wajib menuntut ilmu tapi para ulama kita mengajarkan tarekat or ajaran2x yang harus kita itu berfokus untuk beribadah dalam kesendirian?

Lalu ulama kita juga banyakan mengaji, cuman sekedar tadarusan tapi tidak mampu menerjemahkan alquran itu hingga menjadi suatu ilmu pengetahuan?

kita sering ditakut-takuti oleh para ulama dengan pernyataan berhati-hati dengan pikiran or agama itu bukan ilmu pengetahuan dll, padahal agama yang benar itu harus bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan?

thanx, fusion-kandagalante.blogspot.com

8 09 2008
uripsantoso

Sebenarnya yang dimaksud dalam surat Al Alaq tentang perintah membaca dan menulis sudah jelas bahwa kita dituntut mencari ilmu. Dengan ilmu itu kita bisa selamat di dunia dan dengan ilmu pula kita bisa selamat di akherat. Untuk itu ilmu yang telah kita peroleh harus diamalkan. Memang banyak kekeliruan dalam prakteknya. Membaca Al Qur’an tanpa tahu apa artinya, tanpa tahu maknanya adalah sia-sia belaka. Banyak orang yang masuk Islam karena mereka telah mencapai tingkat ilmu yang tinggi, dan kemudian mereka mengakuinya sehingga terbukalah pintu hidayah. Dalam Islam tidak ada pemisahan antara hidup sehari-hari di dunia dengan agama. Agama justru sebagai pedoman hidup. Oleh sebab itu harus dipahami dan diamalkan, bukan sekadar dibaca tanpa tahu artinya sama sekali. Thanks

19 01 2012
vita

siip …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: