CURRICULUM VITAE BIDANG LINGKUNGAN

Nama : Prof. Ir. Urip Santoso, S. IKom., M.Sc., Ph.D Tempat/Tanggal lahir     : Brebes, 21 September 1960Pekerjaan                     : Dosen Pertanian Universitas BengkuluAlamat                         : Perumnas UNIB II/47 BengkuluPendidikan                   : S1 UGM, 1985 bidang keahlian ilmu peternakan                                      S2 Gifu University, 1992 bidang keahlian nutrisi unggas                                      S3 Gifu University, 1995 bidang keahlian nutrisi unggas                                      S1 Universitas Terbuka, 2007 bidang keahlian ilmu                                            komunikasi A. Organisasi  tentang Lingkungan

  1. Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (P2LH) Universitas Bengkulu 2004-sekarang.
  2. Koordinator Bidang Lingkungan pada Mitra Bahari Regional Bengkulu 2005-2006.
  3. Anggota Komisi Tetap Penilai AMDAL Propinsi Bengkulu 2004-sekarang.
  4. Staf Pengajar pada Program Pasca Sarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Bengkulu tahun 2008-sekarang.

 B. Penelitian Lingkungan

  1. Ketua penelitian Penggunaan sampah daun pisang sebagai pakan ayam broiler. Dikti.  1983.
  2. Penggunaan bonggol pisang untuk sabun, kue dan keripik. UGM. 1984.
  3. Ketua penelitian Effect of dried Bacillus subtilis on hepatic lipogenic enzyme activities, fat accumulation and ammonia production in poultry. Gifu University, 1995.
  4. Ketua penelitian Effect of dried Bacillus subtilis on growth, body composition and ammonia production in broilers. Gifu University, 1997.
  5. Ketua penelitian Penggunaan ekstrak daun katuk untuk meningkatkan produksi dan kualitas telur yang ramah lingkungan pada ayam petelur. Dikti, tahun 2002-2003.
  6. Penanggung jawab penelitian Studi daya dukung lingkungan di Enggano  I. Bapedalda, 2005.
  7. Penanggungjawab penelitian studi daya dukung lingkungan di Enggano II. KLH, 2005.
  8. Penanggungjawab penelitian pengembangan pulau Enggano berdasarkan daya dukung lingkungan. Bapedalda, 2006.
  9. Penanggungjawab program aksi pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam di Propinsi Bengkulu. Bapedalda, 2006.
  10. Tim penelitian Inventarisasi sumberdaya alam di Propinsi Bengkulu. Bapedalda, 2006.
  11. Ketua peneliti/pengabdi Penggunaan Lumpur Minyak Sawit Fermentasi pada Ayam Buras. Dikti, 1999.
  12. Ketua peneliti/pengabdi  Aplikasi penggunaan limbah restoran pada peternakan broiler rakyat. Dikti, 2003.
  13. Ketua peneliti/pengabdian Pilot proyek pengelolaan sampah perkotaan pada kota Argamakmur. KLH Regional Sumatera, 2005.
  14. Anggota Tim Pokja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Propinsi Bengkulu. Pemprov, 2006.
  15. Anggota Tim koordinasi penanggulangan dampak lingkungan Kota Bengkulu. Pemkot, 2005.
  16. Anggota Tim Penilai Adipura 2005/2006 (I), 2006/2007 (I) dan 2007/2008 (I). KLH.
  17. Anggota Tim AMDAL, RPL, RKL Wisata Pantai Kota Bengkulu tahun 2007.
  18. Anggota Tim Amdal, RPK, RKL Jalan Bypass Kota Bengkulu-Batas Sumsel tahun 2007.
  19. Penanggungjawab penyusunan SLHD Kepahyang, Bengkulu (Bapedalda Kepahyang) tahun 2007

 C. Instruktur & Pelatihan Lingkungan

No.  Kegiatan Institusi Tahun
1 Sosialisasi Adipura 2005/2006 Pemkot Bengkulu 2005
2 Teknik Penilaian Adipura Pemkot 2006
3 Sampah sebagai sumber daya Kimpraswil-Bengkulu 2006
4. Teknik Penilaian Adipura Bapedalda 2007
5. Tim Pembina Adipura Bapedalda Kepahyang 2007
6. Pelatihan  calon penilai Adipura Palembang 2005

  D. Seminar Lingkungan

No. Judul Tempat Keterangan
1 Permasalahan lingkungan hidup dan solusinya di Propinsi Bengkulu Pekanbaru, 20-2-2007 Pemakalah
2. Hutan mangrove, permasalahan dan solusinya Batam, 01-04-2007 Pemakalah
3. Masalah lingkungan dan solusinya di propinsi bengkulu, bangka belitung dan lampung Batam, 01-04-2007 Pemakalah
4. Profil lingkungan hidup di Propinsi Bengkulu Batam, 24-25 Mei 2007 Pemakalah
6. Menulis leaflet: Bahaya perubahan iklim Bapedalda Propinsi Bengkulu. Ketua tim


E. Karya Tulis 

No. Judul Tempat
1 Effects of Sauropus androgynus (Katuk) leaf extract on growth, fat accumulation and fecal microorganisms in broiler chickens. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 6 (4): 220-226
2. Dried Bacillus subtilis culture reduced ammonia gas release in poultry house. Asian-Australasian Journal of Animal Science 12: 806-809 (1999)
3. Effect of fermented product from Bacillus subtilis on feed conversion efficiency, lipid accumulation and ammonia production in broiler chicks Asian-Australasian Journal of Animal Science 14: 333-337 (2001)
4. Effect of Sauropus androgynus Extract on Organ Weight, Toxicity and Number of Salmonella sp and  Escherichia coli of Broilers Meat Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan, 7 (2): 162-169
5. Chemical composition change of layer feces fermented by effective microorganism (EM4) Majalah Ilmiah Peternakan, 7: 90-93.
6.. The effect of fermented feces on growth, fat deposition and carcass quality in broiler chickens Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis 29: 27-32.
7. Pengaruh pemberian ekstrak daun katuk dalam ransum terhadap produksi, kadar nitrogen dan forsor, dan jumlah koloni mikrobia pada feses ayam petelur. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis, 30 (4):  237-241.
8. Limbah Bahan Ransum Unggas yang Rasional (buku). Bhratara Karya Aksara, Jakarta (1987)
9. Kualitas Lingkungan Hidup Sumatera (buku). PPLH Reg. Sumatera, 2007

                                                                                     Bengkulu, 7 Januari 2008                                                                                       Prof. Urip Santoso

7 Responses to “CURRICULUM VITAE BIDANG LINGKUNGAN”

  1. dicky tri syaputra Says:

    Aslm. pak Tolong kirim Jurnal ilmu lingkungan ternak

  2. uripsantoso Says:

    Sejauh pengetahuan saya, belum ada jurnal ilmu lingkungan ternak. thanks.

  3. joe banjarbaru Says:

    ass
    spesifik, fokus…linier

  4. susi Says:

    ass…pak urip saya susi mahasiswa FISIP UI, saat ini saya sedang menyusun skripsi dengan tema “Program Pariwisata Internasional” yang digagas pak Agusrin sejak tahun 2006 lalu, saya pernah baca jurnal bapak yang berjudul “Bengkulu menuju Kota Pariwisata” kalau menurut bapak, pelaksanaan “pROGRAM pARIWISATA iNTERNASIONAL” TERSEBUT KALAU DITINJAU DARI SISI KEBERLANJUTAN EKOLOGIS GIMANA YA PAK ? SEBAB DI JURNAL BAPAK TERSEBUT, BAPAK MENYATAKAN BAHWA PELAKSANAAN KEBIJAKAN PARIWISATA INTERNASIONAL TELAH MENYEBABKAB TERJADINYA KERUSAKAN LINGKUNGAN KARENA TELAH MENEBANG HUTAN MANGROVE DAN POHON CEMARA,,mohon bantuan nya ya pak ? sekarang saya belum bisa ke bengkulu, sebab masih ada urusan kuliah yang harus saya selesaikan, saya boleh mengirimkan beberapa draft pertanyaan ke email bapak ga terkait dengan pelaksanaan program pariwisata internasional tersebut.

    • uripsantoso Says:

      Progam pariwisata internasional yang tidak terkendali (mis. di Bkl) memang akan dan telah merusak lingkungan hidup. Ini sebenarnya dapat dikurangi jika proyek ini tetap memperhatikan lingkungan. Telah banyak masukan tentang hal ini. Misalnya, proyek tidak merusak fungsi hutan tetapi justru memperbaiki fungsi hutan. Proyek wisata yang tetap memperhatikan unsur lingkungan disebut ekowisata. Ke depan saya berharap pelaku pembangunan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. tq

  5. anompras Says:

    maaf pak.. sehubungan dengan rencana penulisan saya yang bertemakan “Pengaruh tanggungjawab korporasi pt timah di bidang lingkungan terhadap kelestarian alam di pulau bangka” sebagai skripsi tk akhir di STAN jakrta.bisakah saya meminta bangtuan anda, antara lain untuk membagi jurnal sebagai batu bata pijakan penelitian saya. trimakasih atas bantuannya.

Leave a Reply