Berikut contoh karya tulis mahasiswa bidang pendidikan. Karya tulis ini menggunakan format lama, sehingga jika anda bermaksud mengikuti kompetisi karya tulis mahasiswa (KKTM) anda perlu mempelajari format yang baru. Klik disini.
Contoh Karya Tulis Mahasiswa
July 9, 2009Tugas Berat Menanti
July 9, 2009
Begitu pemilu presiden selesai, muncullah prediksi siapa pemenangnya. Hasil prediksi menyebutkan bahwa pasangan Sby-Boediono menang mutlak dengan angka perolehan lebih dari 50% dan menang di 24 provinsi. Ini berarti pemilu presiden kali ini hanya berlangsung satu putaran.
Meskipun penghitungan suara yang sesungguhnya belum usai, namun prediksi ini menggambarkan sebaran suara rakyat. Jika pengambilan sampel itu tepat, maka prediksi itu dapat menggambarkan sebaran suara sesungguhnya.
Oleh sebab itu, kita dapat menyimpulkan bahwa hampir pasti bahwa SBY-Boediono akan menjadi presiden-wakil presiden 2009-2014. Tugas berat menanti anda Bapak SBY-Boediono. Bagi pasangan yang kalah saya berharap menerima dengan legowo. Jika anda memposisikan diri menjadi oposisi, jadilah oposisi yang baik. Oposisi yang membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Jika anda menjadi oposisi yang baik, Insya Allah rakyatpun di belakang anda. Sebagai oposisi yang baik, dukunglah pemerintah jika memang sudah dalam koridor yang benar, dan kritiklah jika pemerintah ada dalam koridor yang salah. Oposisi bukan berarti mencari-cari kesalahan dan kelemahan, tetapi mencari solusi terbaik dalam rangka membangun Indonesia. Oposisi yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengimbangi pihak pemerintah. Rakyat akan mempunyai alternatif ketika pemerintah melenceng jauh dari tujuan.
Mari kita bangun bangsa ini dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang bisa kita lakukan, dan tentu saja mulai dari sekarang.
Mari Memilih Presiden
July 6, 2009
Hari Rabu tanggal 8 Juli 2009 adalah hari yang bersejarah. Hari dimana rakyat Indonesia akan menentukan pemimpin bangsa. Ya, hari yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia. Saya percaya, ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden merupakan orang-orang pilihan. Semuanya mempunyai kelebihan dan jasa bagi Indonesia, tetapi juga mempunyai kelemahan dan kekurangan. Semuanya layak menjadi pemimpin Indonesia. Namun, tentu saja diantara mereka tentu saja ada yang terbaik menurut rakyat.
Pemimpin adalah salah satu faktor dominan yang akan mempengaruhi masa depan bangsa dan kemakmuran rakyat yang dipimpinnya. Oleh sebab itu mari kita pilih pasangan capres dan cawapres yang menurut kita akan memperjuangkan nasib kita, rakyat Indonesia. Adalah kurang bijaksana jika kita golput, karena kita menganggap tidak ada yang memenuhi kriteria kita. Ada ujar-ujar bahwa lebih baik suatu masyarakat ada pemimpinnya meskipun banyak kelemahan daripada tidak ada pemimpin, sebab tanpa pemimpin masyarakat itu akan lebih kacau balau. Rasulullah bersabda jika anda dalam perjalanan lebih dari dua orang (satu orang?) maka angkatlah pemimpin diantara anda. Nah, apalagi ini adalah negara. Saya tidak dapat membayangkan jika bangsa ini tidak ada pemimpinnya. Pastilah negara ini akan hancur lebur. Oleh sebab itu, mari kita datang ke TPS untuk memilih calon pemimpin kita.
Sauropus androgynus
July 1, 2009
Katuk (Sauropus adrogunus) mempunyai banyak manfaat bagi manusia dan ternak. Adapun manfaat yang paling populer adalah sebagai stimulan ASI. Melalui serangkaian penelitian, Prof. Urip Santoso menemukan bahwa katuk mampu menurunkan deposisi lemak pada ayam broiler dan petelur. Ia juga menemukan bahwa katuk mampu meningkatkan produksi daging dan telur serta meningkatkan vitamin A, karoten serta mengubah komposisi asam lemak dan asam amino dalam daging dan telur. Berikut ini beberapa literatur tentang katuk. Jika anda ingin membaca hasil penelitian katuk oleh Prof. Urip Santoso, dapat membacanya di blog ini category katuk. Read the rest of this entry »
Sebagai Dosen, Sudahkah Anda Menunaikan Tugas?
June 30, 2009
Oleh: Urip Santoso
Banyak diantara dosen yang pura-pura tidak tahu. Apa pasal? Ya, mereka berkilah bahwa jika sudah mengajar berarti mereka sudah menunaikan tugasnya. Ini berarti mereka berhak mendapat gaji setiap bulannya. Mereka beranggapan tidak perlu ke kantor setiap hari. Read the rest of this entry »
PERLUNYA REVISI PERATURAN EKUIVALENSI WAKTU MENGAJAR PENUH BAGI DOSEN
June 25, 2009
Oleh: Urip Santoso
Sejauh pengetahuan saya, peraturan tentang ekuivalensi waktu mengajar penuh (EWMP) bagi dosen sudah sangat tua, yaitu tahun 1983. Memang ada revisi mengenai aturan tersebut yaitu dimasukkannya publikasi ilmiah ke dalam penghitungan EWMP. Setiap perguruang tinggi berdasarkan aturan tahun 1983 kemudian melakukan beberapa tafsir atau modifikasi. Sebagai contoh mengajar S1 sebanyak-banyaknya 40 mahasiswa dihitung 1 sks. Nah, ini menimbulkan tafsir yang berbeda. Perguruan tinggi tertentu menerapkan bahwa sampai dengan 40 mahasiswa mendapat sks 1 dan lebih dari itu diperhitungkan lebih dari 1 sks secara proporsional menurut jumlah mahasiswa. Sementara itu, perguruan tinggi lain menafsirkan bahwa jika kelas kurang dari 40 maka sks-nya pun kurang dari 1 sks, dan dihitung secara proporsional ke bawah. Read the rest of this entry »
Contoh Proposal PKM
June 24, 2009
Bagi anda yang bermaksud membuat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), berikut ini ada link tentang hal tersebut. Contoh proposal PKM ini mudah-mudahan dapat memberikan kemudahan anda ketika anda membuat proposal PKM. Klik disini.
Benarkah Poligami Itu Sunah?
June 23, 2009Oleh: Faqihuddin Abdul Kodir, MA (Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah )
Bismillah hirRohman nirRohim
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogamy dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidupbeliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan “poligami itu sunah”. UNGKAPAN “poligami itu sunah” sering digunakan sebagai pembenaran poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu, sebenarnya bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab atas tuntutan untuk berlaku adil karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan Al Quran, berlaku adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129). DALIL “poligami adalah sunah” biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang. Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Read the rest of this entry »
Eksodus Calon Jemaah Haji
June 19, 2009
Saya ikut terusik dengan maraknya pemberitaan eksodus calon jemaah haji di Bengkulu. Betapa tidak, banyak calon jemaah haji dari luar Bengkulu yang mendaftar di Bengkulu. Bagaimana caranya? Ya, tentu saja dengan cara-cara yang tidak benar, misalnya membuat KTP aspal (asli tapi palsu) dll. Kita harus sadar bahwa untuk mencapai tujuan yang baik harus digunakan cara yang baik pula. Jika tujuan baik, tapi cara mencapainya tidak baik, maka hasilnya tidak baik pula. Allah, hanya menerima yang baik-baik.
Saya ingin bertanya kepada eksodus calon haji, apakah Allah akan menerima haji anda jika anda merebut hak orang lain? Apakah Allah akan menerimahaji anda jika anda untuk haji anda kemudian memalsukan data anda sendiri? Apakah Allah akan menerima haji anda jika anda menggunakan jalur khusus? Insya Allah tidak!
Bagaimana dengan mereka yang sudah haji tetapi mereka ingin naik haji lagi. Untuk mencapai tujuan itu mereka memalsukan data mereka dengan menyatakan bahwa mereka belum pernah haji. Ini juga tidak dibenarkan. Ini bohong namanya. Apakah Allah suka kepada kebohongan? Tidak bukan?
Oleh sebab itu, mari kita lalui prosedur haji sesuai dengan aturan yang berlaku, agar haji kita diterima oleh Allah s.w.t.
Contoh Penghitungan Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP)
June 16, 2009Oleh: Prof. Urip Santoso
Barangkali sebelum disahkannya Undang-Undang Guru dan Dosen pada akhir Desember 2005 yang lalu, para dosen kurang memperhitungkan EWMP mereka masing-masing. Bahkan, mungkin banyak dosen yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya. Akan tetapi, kondisi itu berubah
sejak akhir Desember 2005. Para dosen mulai mencoba mengingat kembali bagaimana cara menghitung EWMP. Motivasi dosen untuk menghitung EWMP semakin tinggi sejak disahkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Sertifikasi Dosen. Dalam Permen tersebut disyaratkan bahwa dosen yang dapat mengikuti sertifikasi dosen adalah mereka yang mengantongi EWMP 12 sks per semester selama dua tahun berturut-turut.
Sayangnya masih ada indikasi di beberapa perguruan tinggi bahwa syarat itu menjadi hanya formalitas. Apa indikasinya? Indikasinya adalah dikeluarkannya surat keterangan dari dekan yang menyatakan bahwa dosen tersebut telah memenuhi EWMP 12 sks tanpa menyertakan bukti terlampir EWMP masing-masing dosen. Ke depan, hal ini harus diperbaiki sehingga tujuan pemerintah untuk memberikan tunjangan profesi benar-benar terwujud. Jika kondisi ini terwujud, maka dapat diharapkan kualitas dosen akan meningkat drastic dan akan berdampak positif terhadap kualitas lulusan. Semoga. Read the rest of this entry »
Posted by uripsantoso
Posted by uripsantoso
Posted by uripsantoso